Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 103 - Lapar Tengah Malam


__ADS_3

Tak terasa pernikahan Kenzo dan Sonya sudah berjalan sebulan. Tapi belum ada tanda-tanda kehamilan dari Sonya. Namun setiap malam hari Sonya merasakan lapar dan ingin makan. Sonya juga bingung kenapa akhir-akhir ini dia senang sekali makan ditengah malam.


"Sudah empat hari ini aku merasa lapar saat tengah malam. Apa karena perubahan cuaca ya," ucap Sonya sambil membalikkan telur mata sapi buatannya.


Sonya belum menyadari bahwa dia sudah telat datang bulan. Sonya sudah biasa terlambat datang bulan tapi maksimal hanya 5 hari. Ini baru telat 2 hari Sonya terlambat datang bulan. 3 hari lagi Kenzo akan ulang tahun yang ke 24 tahun. Sonya makan dengan lahap.


"Akhirnya kenyang," ucap Sonya saat melihat piringnya sudah bersih tanpa sisa.


Sonya lalu ke kamar untuk menggosok gigi sebelum tidur. Saat sudah kembali ke kamarnya terlihat Kenzo sudah terlelap terlebih dahulu. Kenzo kelihatan lelah sekali hari ini.


"Kenzo sepertinya lelah sekali. Apa pekerjaan di kantornya akhir-akhir ini banyak ya."


Sonya lalu memutuskan untuk tidur. Rasa kantuknya kini sudah menyerangnya. Tak lama kemudian Sonya sudah mulai terlelap.


Setelah sholat subuh berjamaah mereka memang melanjutkan tidurnya. Pagi hari yang cerah Kenzo mulai mengerjapkan matanya. Ia melihat istrinya cantiknya masih tertidur pulas.


"Tumben dia masih tidur. Biasanya dia duluan yang bangun."


"Sayang bangun," ucap Kenzo seraya menepuk pipi Sonya.


Karena tidak ada pergerakan dari Sonya akhirnya Kenzo memutuskan untuk mandi dan mencari pakaiannya sendiri. Karena Kenzo hari ini ada meeting jadi ia berangkat lebih pagi. Saat Kenzo sudah menggunakan pakaiannya Sonya masih saja tertidur. Kenzo lalu mengecup kening istrinya. Karena keningnya ada sesuatu yang menempel di sana Sonya mulai mengerjapkan matanya.


"Sayang, maaf aku ketiduran. Aku jadi tidak siapin pakaian kamu."


"Aku mau berangkat sekarang sayang."


"Loh karena aku bangunnya kesiangan jadi kamu jadi tidak sarapan?"


"Bukan sayang, ini masih jam 06:19 wib jadi aku harus berangkat ke kantor ada meeting pagi ini. Untuk urusan sarapan aku bisa beli atau bawa roti dari rumah."


"Ya sudah kamu hati-hati ya sayang. Jangan lupa untuk sarapan."


"Kamu sarapan juga ya sayang. Aku berangkat ke kantor dulu."


"Cup......" Kenzo mendaratkan kecupannya lagi di kening Sonya. Sonya langsung meraih tangan Kenzo untuk mengecup punggung tangan Kenzo.


"Iya sayang hati-hati ya. Aku masih ngantuk bolehkah aku tidur lagi? Kuliahku jam pertama kosong, kemarin dosennya sudah bilang pada grup kalau tidak ada kelas."


"Tidak biasanya Sonya tidur lagi setelah bangun pagi. Baru kali ini Sonya seperti ini. Mungkin karena dosennya tidak datang jadi dia ingin tidur lagi," batin Kenzo.


"Boleh sayang, nanti aku akan bilang ke mama kalau kamu masih ngantuk. Nanti saat kamu sudah bangun biar Bibi yang mengantarkan makananmu ke kamar."


"Makasih sayang," ucapnya sambil mengecup pipi Kenzo.


"Sama-sama sayangku."


Kenzo lalu keluar kamarnya dan menemui Mama dan Papanya.

__ADS_1


"Ma, Sonya masih ngantuk. Nanti dia ada kuliah di jam keduanya. Nanti minta tolong Bibi untuk nganterin makanannya ke kamarnya Ma."


"Iya nak. Loh kamu mau kemana? Sarapan dulu ayo sini."


"Mau meeting Ma. Klien penting jadi Kenzo tidak mau terlambat datang."


"Oh ya udah tapi kamu bawa bekal ya. Mama gak mau kalau kamu sampai telat makan."


"Iya Ma."


Kenzo lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kenzo tidak ingin sampai terlambat datang ke kantor.


...*****...


15 menit kemudian Sonya merasakan sesuatu yang mengaduk-aduk perutnya. Dia segera bangkit dan menuju wastafel kamar mandi.


"Hoek.........." Hanya keluar cairan bening dari dalam mulutnya.


"Hoek..... Hoekk......... Hoekkk............" Tubuhnya semakin lemas saat ini saat sudah memuntahkan isi perutnya.


"Aku pasti masuk angin gara-gara kemarin waktu mau masuk mobil kehujanan," ucap Sonya uang mengingat bahwa kemarin saat menuju parkiran tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.


Sonya setelah memberisihkan mulutnya dan cuci muka lalu berjalan perlahan menuju ranjangnya.


"2 hari lagi Kenzo ulang tahun. Aku belum beli kado lagi untuknya. Aku kasih kado apa ya ke Kenzo."


"Tadi aku mual atau jangan-jangan aku hamil ya?" ucapnya kaget lalu melihat ke arah perutnya.


"Nah, benarkah kamu sudah hadir di perut Mama? Eh, masa secepat itukah aku hamil? Padahal baru saja sebulan menikah dengan Kenzo," ucap Sonya lalu menutup lagi baju tidurnya.


Sonya lalu membuka kalendernya. Sonya membulatkan matanya saat dia kini tengah terlambat datang bulan sudah dua hari.


"Aku terlambat datang bulan sudah 2 hari. Eh tapi kan selama ini aku juga pernah telat datang bulan. Bahkan sampai 5 hari. Mungkin aku hanya masuk angin saja. Tapi kalau besok aku mual lagi, aku akan coba pakai alat tes kehamilan."


Sonya berpikir bahwa dia memang masuk angin. Karena kemarin baru saja kehujanan. Sonya lalu memutuskan untuk sarapan di bawah. Papa Vano dan Mama Zaskia masih sarapan.


"Pagi Ma, Pagi Pa."


"Pagi nak," ucapnya bersamaan.


"Baru saja Mama akan menyuruh Bibi untuk mengantarkan sarapan buat kamu nak. Eh kamu udah bangun. Kata Kenzo kamu masih ngantuk nak. Kok sudah bangun sayang?"


"Iya Ma. Tadi Sonya mual, jadi Sonya terbangun dari tidur."


"Apa jangan-jangan kamu hamil sayang?" ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


"Gak mungkin Ma. Sonya baru sebulan nikah sama Kenzo. Kemarin Sonya juga habis kehujanan. Jadi mungkin Sonya hanya masuk angin saja Mama."

__ADS_1


"Tapi kalau besok pagi kamu mual lagi kamu harus coba tes pakai alat tes kehamilan ya sayang?"


"Atau bila perlu kita ke rumah sakit nak," ucap Papa Vano.


"Sepertinya pakai alat tes kehamilan saja sudah cukup Papa."


"Baiklah nak. Papa berharap kamu beneran hamil."


"Iya Mama juga berharap begitu sayang. Mudah-mudahan kamu beneran hamil ya nak."


"Aamiin................"


Sonya lalu memakan sarapannya. Namun baru dua suap perutnya merasakan tidak enak dan menolak untuk diisi. Sonya menutup mulutnya dan berlari ke arah wastafel dapur.


Papa Vano dan Mama Zaskia saling memandang.


"Sepertinya Sonya beneran hamil deh Pa."


"Kayaknya gitu Mama."


"Mama susul Sonya dulu ya Pa."


Papa Vano hanya mengangguk sambil melanjutkan makannya.


"Hoekk....... Hoekkk.............." Sonya kembali memuntahkan makanannya.


Mama Zaskia berusaha untuk memijit tengkuknya.


"Sayang, sepertinya kamu beneran hamil deh. Ini buktinya kamu mual lagi sayang setelah sarapan."


"Sonya gak tau Mama. Sonya juga bingung apa hamil atau hanya masuk angin aja."


"Kapan terakhir kamu menstruasi? Kamu sudah terlambat datang bulan belum?"


"Terakhir menstruasi saat 3 hari sebelum nikah Mama. Sonya juga sudah terlambat datang bulan sih tapi baru 2 hari."


"Kamu coba pakai alat tes kehamilan sayang. Mama sih yakin kali ini kamu hamil tidak masuk angin."


"Eh, tapi Mama Sonya kan juga pernah terlambat datang bulan malah 5 hari."


"Itu kan saat kamu masih gadis sayang. Sekarang kan kamu sudah menjadi istri. Segala kemungkinan bisa terjadi. Tidak ada salahnya kalau kamu pakai alat tes kehamilan."


"Iya Mama. Sonya mau tes dulu di kamar ya."


"Iya nak. Nanti apapun hasilnya beritahu Mama ya?"


"Iya Mama."

__ADS_1


Sonya lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Saat ini Sonya telah bingung dirinya benar hamil atau hanya masuk angin saja. Sonya akan mendengarkan perkataan Mama mertuanya. Sonya harus cek sendiri mengenai kebenarannya. Namun ada rasa cemas jika nanti hasilnya negatif dan membikin Mama Zaskia kecewa karena terlalu berharap.


__ADS_2