Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Perang Antar Istri


__ADS_3

Viona merasa bosan. Sekarang Viona sedang duduk di sofa kamarnya dan mengusap perutnya yang semakin membesar. Viona bahagia anaknya tumbuh dengan sehat. Putranya begitu aktif menendang-nendang dalam perutnya.


"Auwww... Nak, kamu sedang apa didalam perut Mama?" ucap Viona yang merasakan tendangan anaknya dari dalam perutnya.


"Ah, geli nak. Kamu sedang main bola ya nak," ucap Viona mengajak bicara anaknya.


Viona bosan jika terus berada di kamarnya dan ke taman belakang untuk olahraga pagi. Ibu hamil harus banyak gerak agar saat melaju bisa lancar. Viona memutuskan untuk mandi dan ingin jalan-jalan ke mall. Viona ingin membeli beberapa baju untuk anaknya. Tak lama kemudian Viona sudah berdandan dengan cantik dan memakai dress. Viona memakai dress yang terlihat lebih longgar.


"Kita jalan-jalan yuk nak. Sudah sebulan di Indonesia Mama tidak mengajak kamu jalan-jalan." Viona tersenyum saat anaknya meresponnya.


Bibi mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk saja Bi, pintunya tidak dikunci."


Viona lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Non, mobilnya sudah siap. Pak Agus siap mengantar kemanapun Non ingin pergi."


"Baiklah, aku akan segera turun Bi."


"Permisi Non," ucap sang Bibi sambil menutup pintu.


Viona lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Viona semangat untuk jalan-jalan hari ini.


...*****...


Saat ini Revano akan mengajak anak dan istrinya untuk jalan-jalan ke mall. Semenjak punya bayi mereka belum pernah jalan-jalan. Sudah dua bulanan ini mereka hanya di rumah saja. Kezia sesekali menengok butiknya untuk mengecek perkembangan usahanya sedangkan Revano sibuk dengan kuliah dan tugas dari kampusnya. Mereka akhirnya akan jalan-jalan ke mall untuk berbelanja dan sekaligus refreshing.


"Sayang sudah siap?" tanya Revano sambil menggunakan topinya.


Kezia terpesona dengan wajah suaminya yang semakin tampan. Kezia tidak rela jika suaminya itu diambil oleh wanita lain.


"Kamu semakin tampan suamiku. Aku tidak rela berbagi suami dengan pelakor itu." Batin Kezia.


"Sayang, kenapa melamun?"

__ADS_1


"Ah tidak, aku hanya melihat kalau kamu semakin tampan sayang."


"Hahaha, iya dong. Lihatlah wajah anak kita sangat imut seperti aku," ucapnya terkekeh.


"Iya anak kita sangat menggemaskan," ucap Kezia mengecup pipi Baby Reva.


"Sayang, sudah siap? Kalau sudah kita langsung jalan."


"Sudah, anak kita juga sudah cantik dan wangi," ucap Kezia sambil menggendong putrinya.


"Baiklah saatnya kita jalan-jalan sayang. Ini perdana kita akan pergi jalan-jalan setelah punya anak."


"Hmm iya sayang. Semenjak Reva lahir kita belum pernah jalan-jalan. Bahkan sekarang sudah dua bulan usia putri kita," ucap Kezia sambil mengecup pipi anaknya. Kezia semakin gemas dengan pipi putrinya.


"Iya, banyak tugas kuliahku akhir-akhir ini."


"Ayo kita berangkat sekarang saja sayang, popok Reva juga hampir habis stoknya," ucapnya kembali.


Biasanya yang beli popok kadang Bibi dan kadang Revano sepulang kuliah mampir ke supermarket.


"Wah kalian mau jalan-jalan ya nak?" tanya Sonya sambil tersenyum melihat sepasang ayah dan ibu muda tersebut.


"Iya Mama. Sudah semenjak aku hamil 9 bulan kita terakhir kali jalan-jalan. Aku juga bosen di rumah terus Mama."


"Iya nak. Kalian berbahagialah. Baby Reva juga perlu refreshing."


"Iya Mama. Kita pamit berangkat dulu ya Ma," ucap Revano sambil mengecup punggung tangan Mama Sonya dan kemudian bergantian dengan Kezia juga melakukan hal yang sama.


"Iya nak. Kalian hati-hati ya."


"Siap Mama."


Kezia dan Revano memutuskan untuk pergi ke mall untuk jalan-jalan, makan bersama dan berbelanja. Kezia sudah pumping 2 botol kecil untuk Baby Reva sewaktu-waktu jika haus dan sudah tinggal memberikannya. Kezia dan Revano tak lupa untuk membeli baju bayi yang lucu-lucu untuk putrinya.


Diwaktu yang sama di mall Viona sedang berbelanja pakaian bayi untuk anaknya. Karena kehamilannya sudah memasuki 7 bulan lebih jadi Viona sudah mulai mencicil berbelanja pakaian bayi dan juga beberapa dress ibu hamil.

__ADS_1


Sekarang Revano sudah selesai berbelanja dan tinggal makan bersama dengan istrinya. Revano matanya membola saat melihat Viona berjalan mendekatinya. Mereka tak sengaja bertemu di mall yang sama. Viona melangkahkan kakinya dengan cepat dan segera mengejar suaminya.


"Revano..... Akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat rindu padamu," ucap Viona sambil memeluk suaminya. Sudah 5 bulanan Viona tidak bertemu dengan suaminya. Ada rasa rindu ketika bertemu dengan sang suami.


"Jangan seperti ini," ucap Revano lirih.


Kezia membolakan matanya saat tiba-tiba ada wanita hamil yang bilang merindukan suaminya. Revano hanya diam saja mau menolak pelukan Viona juga percuma karena tangan kanan dan kirinya penuh dengan kantong belanjaan dan beberapa paper bag.


"Siapa kamu? Berani-beraninya main peluk suami orang! Menyingkirlah dari hadapanku," ucap Kezia dengan ketus dan mencoba untuk mendorong tubuh Viona.


"Revano juga suamiku," ucap Viona tersenyum tipis dan lalu melepaskan pelukannya.


Kezia matanya terbelalak dan lalu menatap tajam Viona. Kezia sekarang terbakar api cemburu saat yang memeluk suaminya tadi adalah istri kedua dari suaminya.


"Jadi ini istri siri Revano? Astaga dimana-mana kalau pelakor itu memang cantik. Ini tidak bisa dibiarkan. Revano lama-lama bisa jatuh cinta sama Viona." Batin Kezia yang tengah emosi melihat wajah cantik Viona.


"Apa?? Jadi kamu wanita itu? Dasar pelakor tidak tahu malu!" Kezia berbicara dengan nada yang tinggi dan langsung menampar pipi Viona.


"Ah kenapa kamu menamparku?" ucap Viona sambil memegang pipinya yang terasa panas bekas tamparan Kezia.


"Masih mau bertanya kenapa aku menampar kamu hah? Kamu sudah merebut suamiku," ucap Kezia.


Revano tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Lebih baik diam kalau bicara nanti yang ada membuat kedua belah pihak semakin ribut. Viona hanya terdiam saja dan masih memegang pipinya.


"Heh, dasar wanita perebut suami orang. Hamil sama siapa minta tanggungjawab sama siapa. Apa kamu sudah tidak waras?" ucap Kezia dengan emosi yang sudah berapi-apian dan membuat orang di sekitar mall seketika melihat tontonan gratis perang antar istri itu.


"Apa maksudnya? Aku hamil anak Revano," ucap Viona sambil memegang perutnya yang sudah terlihat membesar itu.


"Haha, percaya diri sekali kamu ini. Bayi yang sedang kamu kandung bukan anak dari Revano."


"Tidak, ini anak Revano," ucap Viona.


"Mana mungkin suamiku berani mengkhianatiku. Revano sangat mencintaiku. Tidak mungkin ia berani macam-macam dibelakangku, benarkan sayang?" ucap Kezia menatap wajah suaminya.


Revano hanya menganggukkan kepalanya karena Revano juga takut dengan istrinya. Revano tidak ingin berpisah dari anaknya lagi. Kemarin sudah sebulan Kezia melarangnya untuk menyentuh Baby Reva dan baru berbaikan dengan Kezia. Revano tidak ingin hubungannya dengan istrinya semakin renggang.

__ADS_1


__ADS_2