
Malam hari dimana Dean dan Sera tidur sekamar sesuai kemauan Papanya untuk menemani Sera yang sedang hamil muda. Dean selalu menyingkur Sera setiap kali tidur dengannya. Sera tidak masalah yang penting Dean bersamanya dan Sera sudah meyakinkan Dean bahwa anak yang ia kandung adalah anaknya. Namun Dean pura-pura percaya dan mengikuti permainan Sera agar Sera tidak curiga bahwa saat ini Dean diam-diam sedang menyelidikinya. Dean melakukan ini karena tidak ingin membantah Papanya dan Mertuanya karena Dean juga ingin sekalian memperhatikan setiap gerak-gerik Sera dan tentunya juga sudah mendapatkan izin dari Lova. Namun sudah sebulan ini belum juga menemukan bukti kejahatan Sera.
Dimana Sera sekarang sudah mulai merasakan mual setiap paginya dan sudah semingguan lebih. Kandungan Sera saat ini sudah memasuki usia 6 minggu. Papa Andrean mengira Sera sedang mengandung cucunya karena Papa Sonny sudah bercerita waktu itu apa yang ia lihat dipagi hari. Papa Andrean dan Papa Sonny sangat bahagia mendengar Sera sedang mengandung dan yang mereka tahu bahwa saat ini Sera sedang mengandung anak dari Dean. Bagaimana jika suatu saat nanti Papa Sonny mengetahui bahwa cucunya bukan dari Keluarga Halim tapi dari Keluarga Tanubrata. Pasti Sera akan terkena amukan dari Papanya.
Dean sebenarnya sudah muak dengan permainan licik Sera. Namun ia harus bersabar untuk menemukan bukti tersebut. Dukung dari Lova istri tercintanya saat ini yang menjadikannya semangat untuk terus segera mendapat bukti kejahatan Sera, kalau misalkan menunggu Sera sampai melahirkan anaknya untuk dites DNA akan lebih lama lagi menunggu waktu 8 bulan lagi. Tes DNA bisa saja dilakukan sebelum bayinya lahir tapi akan sangat berbahaya bila dilakukan sebelum bayinya lahir dan Papanya pasti akan curiga jika Dean melakukan tes DNA saat bayi yang dikandung Sera sebelum lahir. Kalau pas lahir akan memudahkannya untuk mengambil sampel darah dan rambut anak Sera untuk melakukan tes DNA.
"Ya Tuhan bantu aku untuk segera menemukan bukti kejahatan Sera. Aku sudah tidak tahan lagi dengan pernikahan bisnis ini, apalagi menunggu sampai anaknya lahir." batin Dean.
Pagi hari ini mereka berempat sudah siap untuk sarapan. Dimana Dean duduk berada di tengah-tengah antara Lova dan Sera. Dean harus adil dengan kedua istrinya.
"Sera makanlah sayuran yang banyak ya? Cucuku harus tumbuh sehat didalam kandunganmu. Jaga dia baik-baik ya nak," ucap Papa Andrean kepada Sera.
"Iya Papa. Pasti Sera akan jaga cucu Papa dengan baik," ucapnya dengan senyuman manis.
Sera merasa bahagia bahwa saat ini dia menang. Hanya namanya yang disebut oleh mertuanya. Sera berhasil menjadi menantu kesayangan Papa Andrean semenjak dirinya hamil. Dia sudah bisa menggeser posisi Lova sebagai menantu kesayangannya.
"Cih cucu? Apa Papa tidak bisa merasakan yang mana cucunya yang sebenarnya? Lova sabar sayang kita pasti bisa segera mendapatkan bukti kejahatan manusia bermuka dua ini." batin Dean sambil memakan makanannya.
Lova mendengus kesal saat mendengar Papa mertuanya bicara seperti itu didepannya, seolah-olah kehadirannya tidak dianggap sebagai istri pertama Dean. Padahal yang benar-benar cucunya adalah anak yang sedang Lova kandung.
"Papa Andrean pasti akan menyesal telah melakukan ini padaku. Nanti akan terbukti dimana Sera ketahuan hamil anak dari pacarnya. Tunggu saja Papa, aku dan Dean akan segera mencari bukti kejahatan menantu kesayanganmu itu. Nak kamu yang sabar ya. Kakek kamu saat ini sedang tidak memperhatikanmu lagi." batin Lova dalam hati sambil tangan kirinya mengusap perutnya perlahan yang sudah mulai membesar. Kehamilan Lova kini usianya sudah memasuki 23 minggu.
Saat Sera sedang makan dua suap Sera merasakan mual perutnya. Sera langsung berlari menuju wastafel dapur. Papa Andrean menyuruh Dean untuk menyusulnya.
"Dean cepat susul Sera. Dia sedang membutuhkanmu, bagaimanapun juga anak yang sedang dikandungnya adalah cucuku."
Dean kesal mendengar perkataan Papanya. Lova memberikan kode kedipan agar Dean menuruti perkataan Papanya. Karena bagaimanapun juga Dean juga harus bisa bersandiwara sebelum kejahatan Sera terungkap.
"Aku seharusnya tidak melakukan apa yang harus aku lakukan selama semingguan ini. Perempuan bermuka dua itu sudah berhasil meluluhkan hati Papa." batin Dean.
Dean lalu berjalan menemui Sera di dapur.
__ADS_1
"Hoekk..... Hoekkk......"
Sera masih mual dan dengan sigap Dean membantunya untuk memijat lehernya agar mualnya cepat selesai. Sera merasa senang Dean semingguan ini selalu membantunya untuk memijat lehernya saat mual.
Sera memang saat ini tidak mengizinkan Erick untuk menemuinya terlebih dahulu karena Sera takut ketahuan dengan Papanya karena masih menjalin hubungan dengan Erick apalagi sampai hamil anaknya. Sera hanya menghubungi Erick lewat video call saja. Sera akan menemui Erick nanti saat usia kehamilannya memasuki 17 minggu. Berarti masih sekitar 11 minggu lagi mereka akan bertemu kembali.
...*****...
Risa sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya dan sekarang Risa sedang duduk di sofa meminum teh jahe yang selalu dibuatkan oleh Bi Ijah setiap pagi. Rey sedang berada didalam kamar mandi. Saat Rey sudah selesai mandi dan berjalan menuju ranjangnya tiba-tiba Risa merasakan adanya sesuatu yang bergerak didalam perutnya. Kandungan Risa saat ini sudah memasuki usia 18 minggu jalan mau 19 minggu. Sudah sebulan ini Rey bertelanjang dada saat tidur. Ngidam istrinya memang kadang aneh-aneh namun Rey harus tetap menurutinya.
"Arghh....." Risa setengah berteriak karena terkejut anaknya mulai bergerak didalam perutnya. Risa memegang perutnya yang sebelah kiri karena merasakan pergerakan anaknya disana.
Rey langsung berlari menuju sofa dan menghampiri istrinya dengan perasaan khawatir.
"Kenapa sayang? Apa perutmu sakit atau kram?" tanyanya panik.
Risa menggeleng. Rey semakin bingung dengan apa yang Risa rasakan saat ini.
"Perutku sudah mulai bergerak-gerak sayang. Aku sudah mulai merasakan pergerakan anak kita didalam perutku," ucapnya sambil mengelus perutnya.
Rey mendekati perut Risa dan mulai mengelus-elus perutnya pelan dan benar saja anaknya bergerak-gerak didalam sana. Rey meneteskan air mata bahagia saat merasakan pergerakan anaknya didalam perut Risa. Ini hal pertama kali mereka rasakan pergerakan anaknya didalam perut.
"Sayang anak kita sudah mulai tumbuh besar." Rey langsung mengecup kening istrinya dan lalu perutnya.
"Sayangnya Daddy cepat tumbuh besar ya nak diperut Mommy. Daddy sama Mommy sudah tidak sabar menunggumu lahir nak," ucapnya sambil mengelus perutnya dan anaknya pun meresponnya.
"Sayang dia merespon ucapanku."
Risa mengangguk dan tersenyum. Ternyata kehamilannya saat ini membuatnya lebih bahagia. Menjadi ibu muda tidak semenakutkan dengan apa yang Risa bayangkan. Soal belum bisa mengurus anak Risa akan berusaha untuk belajar dari Mamanya dan juga Mami Mertuanya.
Saat ini Rey dan Risa sudah sarapan bersama Papi Aldi dan Mami Ana. Rey pamit untuk berangkat ke kantor dengan Papinya. Tak lupa setiap hari Risa mengecup punggung tangan suaminya dan Rey juga mengecup kening Risa dan mengecup perutnya sebelum berangkat ke kantor. Mereka menirukan kebiasaan Papi Aldi dan Mami Ana.
__ADS_1
Mami Ana senang tadi Risa dan Rey bercerita kalau cucunya mulai hari ini sudah mulai bergerak-gerak didalam perut Risa.
"Sayang apakah Mami boleh memegang perutmu nak? Mami juga ingin merasakan pergerakan cucu Mami didalam perutmu."
"Tentu saja boleh Mami."
"Mami Ana langsung mengelus perut menantunya."
Mami Ana merasa bahagia saat cucunya menendang pelan didalam perut Risa.
"Hallo cucu Oma. Sehat-sehat ya nak didalam perut Mommy kamu," ucapnya sambil mengelus perut Risa.
Risa bahagia Mami Mertuanya sangat perhatian kepadanya dan juga cucunya.
"Sayang nanti kalau bisa kamu jangan hanya punya satu anak saja ya?"
'"Emangnya kenapa Mi?"
"Ya karena akan menjadi seperti kamu dan Rey. Anak tunggal yang selalu dirindukan. Mama kamu selalu merindukanmu saat kamu sedang berada di rumah ini dan Mami juga selalu merindukan Rey saat berada di rumah orang tua kamu."
Risa paham memang benar kenyataannya seperti itu. Risa juga kadang pengen sekali punya seorang Kakak yang bisa melindunginya.
"Bagaimana nak? Apa kamu sudah memutuskan nantinya akan memiliki berapa anak?" tanyanya penasaran.
"Risa dan Rey hanya pasrah kepada Allah Mi. Jika Risa nantinya akan mengandung lagi setelah baby R lahir dan kira-kira berumur lebih dari 2 tahun, Risa tidak masalah kok Mi kalau memiliki anak lebih dari satu," ucap Risa sambil tersenyum.
Mami Ana tersenyum senang karena Risa tidak masalah bila akan mengandung lagi nantinya. Keinginannya untuk memiliki cucu lebih dari satu akan benar-benar terwujud.
...*****...
Sudah sebulan Luna menjadi istri Evan. Evan setiap pagi sekarang memiliki aktivitas baru seperti mengecup kening istrinya dan mengelus perutnya. Luna senang dengan setiap perlakuan Evan. Luna sekarang hobby memasak setiap malam karena Luna merasakan lapar tengah malam dan Evan selalu menemaninya. Kandungannya kini sudah memasuki usia 26 minggu. Sekarang Evan tubuhnya sudah mulai berisi karena setiap malam Luna makan dan Evan juga harus makan dengannya. Sekarang Evan dan Papa Ferdinan sudah berangkat ke kantor. Luna sekarang hanya berdua saja dengan asisten rumah tangganya. Luna tidak ada kegiatan lain dan akhirnya lebih memilih untuk mengabadikan moment kehamilannya.
__ADS_1
Luna mengirimkan foto tersebut kepada Evan agar Evan lebih semangat dalam bekerja. Evan yang mendapatkan pesan WhatsApp dari istrinya pun langsung membukanya. Evan tersenyum karena Luna mengirimkan foto perutnya yang sudah membesar dengan tulisan pesan WhatsApp nya bertuliskan "Sayang hari ini anak kita sudah 26 minggu, aku sudah tidak sabar untuk menunggunya lahir sayang." Evan juga sudah tidak sabar menantikan putrinya lahir ke dunia.