Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 105 - Rumah Sakit


__ADS_3

Sonya sudah selesai mandi dan bersiap-siap untuk ke kampusnya. Hari ini hari terakhir masuk kuliah sebelum UAS, mereka bertiga setelah selesai kelas berencana untuk makan bersama. Sonya akan menceritakan kehamilannya dengan Risa dan Lova nanti setelah mereka sampai di restoran sehabis kuliah. Akhirnya mereka bisa hamil bareng, perkataan tak sengaja Lova dan Risa waktu itu sekarang menjadi kenyataan. Sonya melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan mencari mertuanya untuk pamit ke kampus.


"Mama, Sonya pamit ke kampus dulu ya." Sambil mengecup punggung tangannya.


"Iya nak hati-hati ya dan jaga kandungan kamu. Papa dan Kakek lagi istirahat. Kamu langsung ke kampus saja ya nak, tidak usah pamit mereka."


"Iya Mama."


Sonya lalu keluar dari rumah dan berjalan menuju mobil Alphard yang pernah Kenzo berikan sebagai maharnya. Sonya membuka pintu mobilnya dan lalu masuk dengan cepat karena hari sudah siang. Sonya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Biasanya Sonya naik mobil ngebut, bahkan bisa terbilang paling berani ngebut-ngebutan di jalan. Lova saja sampai ngeri waktu itu saat satu mobil dengannya. Sonya pintar menyalip dalam mengemudikan mobilnya. Namun kali ini dia tidak sendirian karena ada bayinya yang harus dia jaga didalam kandungannya. Makanya Sonya berangkat ke kampusnya lebih awal. Hari ini Sonya bersemangat sekali ingin ke kampus dan segera menceritakan tentang kehamilannya nanti dengan kedua sahabatnya.


...*****...


Mereka sudah selesai kelas. Sonya bersama Risa menunggu kedatangan Lova diparkiran. Lova berjalan pelan-pelan karena kandungannya sudah memasuki usia 6 bulan. Sekitar 10 menitan akhirnya Lova datang menemui Risa dan Sonya.


"Akhirnya bumilku sudah lengkap," ucap Sonya dengan senyuman.


Sonya belum memberi tahu bahwa dirinya juga sedang hamil muda. Karena nanti akan bercerita setelah sampai di restoran. Saat Risa dan Lova sudah masuk ke dalam mobil Sonya. Tiba-tiba Sonya merasakan pusing lalu terjatuh dan pingsan saat akan masuk ke dalam mobilnya. Mungkin terlalu lama berdiri di panasan tadi saat menunggu Lova. Risa dan Lova panik lalu berteriak meminta tolong untuk membawa Sonya masuk ke dalam mobilnya. Akhirnya Surya yang sedang berada di parkiran, teman Dion itu yang membantu Sonya masuk kedalam mobilnya.


Sekarang Risa yang sedang menyetir mobilnya Sonya menuju ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Sonya yang sedang pingsan di belakang, kepalanya berada di pangkuan Lova. Sebenarnya Lova agak kesusahan memangku kepala Sonya karena perutnya sudah membesar. Namun ini dalam keadaan darurat. Setelah sampai rumah sakit. Risa berteriak untuk memanggil suster untuk membantu Sonya di mobil yang sedang pingsan. Sonya akhirnya diperiksa dengan dokter.


"Dok, kenapa teman saya pingsan? Apa dia dehidrasi?" tanya Risa.


"Apa dia kurang nutrisi dan juga vitamin?" tanya Lova.


Dokter hanya tersenyum ke arah Risa dan Lova.


"Selamat teman Anda saat ini sedang mengandung. Usia kandungannya baru 4 minggu."

__ADS_1


Risa dan Lova saling memandang lalu mereka tersenyum.


"Akhirnya, kita bertiga hamil barengan," ucap Lova memeluk Risa.


"Iya Lova. Wah, gak nyangka Sonya sudah menyusul kita hehehe," ucapnya terkekeh sambil membalas pelukan Lova.


Dokter hanya tersenyum melihat Lova dan Risa kehamilannya yang bisa dilihat hanya beda satu bulanan, persahabatan mereka sangat kompak sampai hamil pun bareng. Tak lama kemudian Sonya sadar dari pingsannya. Lova dan Risa lalu memeluk Sonya.


"Kamu kenapa tidak bilang sih Sonya kalau kamu sedang hamil. Aku khawatir tadi kamu tiba-tiba pingsan," ucap Risa.


"Aku tadi akan bercerita tapi setelah sampai restoran. Eh malah sudah keburu pingsan dan kalian bawa ke rumah sakit. Akhirnya kalian tahu sendiri dari dokter."


"Kenzo sudah tau kalau kamu hamil?" tanya Risa.


Sonya hanya menggelengkan kepalanya. Pertanda dia belum memberi tahu suaminya bahwa saat ini dirinya sedang hamil muda.


"Kenapa kamu belum memberi tahunya?" tanya Lova.


"Aku belum memberi tahunya karena aku akan memberi tahunya nanti pas ulang tahunnya. Besok Kenzo akan berulang tahun."


"Wah jadi kamu akan memberikan kado bahwa kamu sedang hamil anaknya. Ini mah kado yang special yang Kenzo dapatkan di ulang tahunnya," ucap Lova.


"Kado yang mantap Sonya, kamu seperti aku saja. Dulu waktu aku hamil Baby R juga pas Rey berulang tahun ke 19 tahun. Rey waktu itu bahagia banget sampai sujud syukur saat mengetahui aku hamil," ucap Risa sambil mengelus perutnya.


Risa jadi mengingat bahwa waktu itu di Korea Rey senang mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.


"Oh iya Baby R berjenis kelamin laki-laki. Aku sudah USG kemarin. Mamaku dan mertuaku senang saat aku mengandung bayi laki-laki." Risa yang mengingat Mamanya dan mertuanya berebutan untuk Baby R nanti memimpin perusahaannya.

__ADS_1


"Wah selamat ya Risa. Bayimu laki-laki," ucap Lova bahagia.


"Benar kan kataku Risa. Kalau bayi kalian itu berbeda jenis kelamin. Karena waktu itu kamu sering bilang sering kecapekan dan mengantuk. Sedangkan Lova hanya sering merasa kecapekan saja," ucap Sonya.


"Kalau kamu gimana Sonya?" tanya Lova.


"Aku belum merasakan kecapekan sih. Mungkin karena baru di awal kehamilan. Tidak tahu nanti, tapi baru tadi aku mual. Tapi sudah 4 harian ini aku makan setiap malam."


"Bisa jadi bayimu berjenis kelamin perempuan. Soalnya aku juga sering makan malam," ucap Lova.


"Ah benarkah?" matanya berbinar-binar saat ini. Sonya membayangkan bahwa anaknya akan cantik seperti dirinya.


"Ya mungkin saja Sonya."


"Tapi bisa saja nanti bayimu berjenis kelamin laki-laki, aku juga kadang makan malam tapi kalau lagi pengen saja sih. Itupun Rey yang masakin aku. Soalnya anakku inginnya Daddy-nya yang masakin dan bahkan membuatkan susu hamil. Mudah-mudahan saja anakku tidak manja seperti Rey," ucap Risa sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.


Sonya hanya manggut-manggut. Dirinya nanti akan menerima apapun jenis kelamin bayinya.


"Aku bahagia jika nanti anakku laki-laki berarti akan mirip seperti Kenzo yang ganteng. Tapi jika anakku perempuan nanti kan akan secantik diriku hahaha," sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ah iya sampai kapan kita disini. Ayo kita segera makan siang. Kita sekarang tidak hanya sendiri tapi ada anak kita didalam yang juga butuh asupan gizi," ucap Lova.


"Yuk, aku juga sudah lapar. Bayiku laki-laki jadi aku sering merasa ingin makan dan makan terus," ucap Risa.


"Ya sudah ayo segera kita langsung ke restoran favorit kita ya. Tenang saja aku yang bakal traktir kalian hari ini. Karena aku sedang berbahagia dengan kehamilanku."


"Oke Sonya, tapi nanti setelah kita UAS aku yang traktir kalian ya. Sebagai rasa syukur kalau Baby R berjenis kelamin laki-laki."

__ADS_1


"Ok sip."


Mereka lalu keluar ruangan. Sonya tidak membayar biaya rumah sakitnya karena masih gratis soalnya tadi hanya pingsan saja. Kalau melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti USG nanti akan dikenakan biaya tambahan. Sonya nanti ingin melakukan USG bersama dengan Kenzo saja. Agar suaminya juga tahu bagaimana saat berada di ruang dokter kandungan saat dirinya di cek kandungannya. Sonya ingin selalu ditemani nantinya setiap cek kandungannya. Sonya ingin melalui kesempatan berharga tersebut bersama suaminya melihat perkembangan anaknya yang masih didalam kandungannya bersama-sama.


__ADS_2