
Kezia dan Revano kini hanya saling diam tanpa kata. Tidak ada percakapan di antara mereka. Mereka kini begitu canggung saat sudah satu kamar. Mereka tidak menyangka bisa menikah dan statusnya yang tadinya akan menjadi Kakak dan Adik ipar kini berubah menjadi suami istri.
Revano kini sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Badannya sudah lengket karena dari tadi pagi menyalami tamu undangan. Sedangkan saat ini Kezia membersihkan sisa makeup yang menempel diwajahnya. Setelah bersih Kezia sekarang sedang mengambil baju di dalam kopernya. Setelah ketemu baju tidurnya kini Kezia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Revano sudah keluar dari kamar mandi dan berpakaian rapi menggunakan baju tidurnya. Kini Kezia yang sudah melihat Revano keluar dari kamar mandi pun langsung berdiri dan menuju ke kamar mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi Kezia berbalik badan.
"Habis ini kita harus bicara." Lalu masuk ke kamar mandi.
"Apa yang akan Kak Kezia bicarakan ya?" gumamnya.
Revano kini lebih memilih duduk di sofa menunggu Kezia keluar dari kamar mandi. Revano penasaran apa yang akan dibicarakan oleh Kezia nanti. Revano mengirimkan pesan WhatsApp kepada Kakaknya kalau dirinya kini telah menggantikan posisinya sebagai mempelai pria dan sekarang Kezia sudah menjadi istrinya. Namun Kakaknya tidak membalas pesan WhatsApp yang Revano kirimkan. Revano kesal dengan Kakaknya yang tidak membalas pesannya.
"Ini semua gara-gara Kak Reno kabur. Aku jadi yang menggantikan posisinya sebagai pengantin pria. Kenapa hidup ini rumit sekali. Dimana aku harus menikahi dengan gadis yang aku benci." Lirihnya.
"Eh, tapi Kakak kabur juga karena aku yang menyuruhnya." Sambil menepuk jidatnya menyesal telah memberikan ide konyol agar Kakaknya kabur di hari pernikahannya.
Kini Kezia sudah selesai mandi dan menggunakan pakaian tidurnya. Revano melongo melihat penampilan Kezia sehabis mandi dan tanpa menggunakan makeup.
"Cantik juga Kak Kezia kalau tidak pakai makeup. Eh? Apa yang sedang aku pikirkan. Aku baru saja memuji dirinya." Batin Revano.
"Kenapa kamu melamun begitu saat melihatku?"
"Kakak ini terlalu percaya diri saja. Lihatlah Kakak suka pakai baju tidur yang tidak bercorak sama sekali," ucapnya terkekeh.
"Biarkan saja. Daripada kamu pakai baju Doraemon seperti anak kecil saja hahaha." Kezia tertawa terbahak-bahak melihat baju tidur yang Revano pakai.
"Bagus tahu Kak motif Doraemon daripada tidak bermotif sama sekali seperti punya Kak Kezia."
"Sudah sekarang kita harus bicara mengenai hal yang serius." Kezia kini sudah duduk di sofa samping Revano.
"Bicara serius mengenai hal apa Kak?" melihat ke arah Kezia.
"Masalah kita. Kalau kita nikah kontrak saja bagaimana?" ucapnya dengan senyuman manis. agar Revano menu
"Maksudnya gimana Kak? Revano tidak mengerti."
__ADS_1
"Haduh, begini loh Revano. Kita kan menikah karena terpaksa. Bagaimana kalau kita menikah secara kontrak setahun saja. Setelah kontrak habis kita bercerai. Apa kamu setuju?"
"Tapi Kak, aku hanya ingin menikah satu kali saja. Meskipun aku harus menikah dengan orang yang salah."
"Apa katamu?" Menatap tajam ke arah Revano.
"Eh? Aku tidak ada maksud apa-apa Kakak."
"Kamu masih tidak ngaku? Kamu masih saja nakal ya."
Kezia kini memukul Revano menggunakan bantal sofa. Revano berlari, mereka akhirnya kejar-kejaran di kamar.
"Kakak ampun! Tolong jangan siksa aku. Kakak ingat, sekarang aku sudah menjadi suami Kakak. Seharusnya Kak Kezia bisa menghargai aku sebagai suami hiks... hiks....." Kini tangisannya sudah pecah suaranya sudah menguasai ruangan tersebut.
"Astaga, kenapa kamu cengeng sekali sih? Sudah kamu jangan menangis lagi. Kamu sudah besar Revano."
Revano lalu menghentikan tangisannya.
"Gimana kamu setuju atau tidak kalau kita nikah kontrak?"
"Bagus deh, besok aku akan siapkan berkas kontraknya. Besok aku harus cari pengacara." Batin Kezia.
Revano lalu menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya. Kezia lalu membolakan matanya, kalau Revano tidur di ranjang lalu dirinya akan tidur dimana. Masa iya perempuan harus tidur di sofa. Kini Kezia berjalan mendekati Revano. Ternyata Revano sudah tertidur pulas."
"Astaga Revano cepat sekali tidurnya."
Tidak ada cara lain, Kezia harus membangunkan Revano dengan nada lembut. Kezia teringat dengan pesan Mommy Risa kalau Revano itu anaknya penurut dan harus dengan nada lembut supaya menurut.
"Revano... Revano, bangun..." Kezia menggoyangkan lengan Revano.
"Mommy kok tumben berisik banget sih." Tak sadar Revano menarik Kezia sampai terbaring di atas ranjang.
Kezia melongo saat tubuhnya berada disamping Revano. Kezia kepalanya berada di lengan Revano.
"Revano........." Kezia berteriak agar Revano terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Apa sih Mom?"
"Aku bukan Mommy Risa."
Seketika Revano mengucek matanya dan perlahan membuka matanya. Revano terkejut saat Kezia sudah berada disampingnya.
"Eh? Kok Kak Kezia bisa ada di kamarku?" ucapannya yang belum terkumpul nyawanya sepenuhnya.
"Kamu ini amnesia atau bagaimana? Ini kita lagi di hotel milik Daddy Rey. Aku ini sekarang kan istri kamu."
Terpaksa Kezia mengakui sebagai istrinya agar Revano tersadar kalau mereka sekarang berada dimana.
"Astaga, aku baru sadar tadi sudah menikah sama Kakak," ucapnya sambil menepuk jidatnya.
"Kakak ngapain bangunin aku?"
"Kamu ini sadar tidak sih. Aku ini perempuan dan seharusnya aku yang tidur di ranjang dan kamu yang di sofa."
"Eh? Tidak mau Kakak. Ini hotel milik Daddy. Aku juga gak mau tidur di sofa," ucapnya sambil membaringkan tubuhnya kembali ke ranjangnya.
"Revano, masa kamu tega sih menyuruh aku untuk tidur di sofa?"
"Intinya aku gak mau tidur di sofa Kakak. Kalau Kakak mau tidur di ranjang, ya mau gak mau harus berbagi tempat tidur denganku."
Kezia melongo mendengar Revano berbicara seperti itu. Revano lalu menaikkan selimutnya. Kezia mau tidak mau tidur di sofa. Karena tidak ingin tidur satu ranjang dengan Revano.
"Sofanya sempit banget sih. Ah, aku kangen tempat tidurku di rumah," ucapnya sambil meringkuk di sofa.
Kezia kini meratapi nasibnya. Calon suaminya kabur di hari pernikahannya. Kezia sedih pernikahannya juga harus tetap berlangsung dan digantikan oleh adiknya.
"Punya suami gak pengertian banget sih! Ah, iya aku lupa aku kan menikah dengan cowok manja," lirihnya sambil mendengus kesal.
Lalu Kezia membaca doa tidur. Tak lama kemudian Kezia kini tertidur pulas menuju ke alam mimpinya.
Malam ini berbeda dengan malam yang biasanya. Revano borbolak balik membalikkan tubuhnya. Revano biasa tidur dengan guling atau bonekanya dan kini tidak ada guling ataupun bonekanya. Revano memanfaatkan bantal hotel yang seharusnya Kezia pakai tapi sekarang Revano pakai untuk guling. Kezia memakai bantal sofa untuk tidurnya.
__ADS_1