
Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗
Reva lalu berdiri ngedumel sepanjang jalan dan menuju lift yang membawa dirinya ke kelasnya. Setelah Reva sampai di kelasnya. Reva lalu terbayang dengan wajah tampan pria yang menabraknya itu. Jam kedua akan mulai setengah jam lagi.
"Ganteng-ganteng tapi menyebalkan!" gerutu Reva sambil duduk.
"Kamu juga cantik-cantik kok ngomel-ngomel melulu sih," ucap Ufy terkekeh.
"Kamu seharusnya menghibur sahabatmu ini," ucap Reva sambil mengerucutkan bibirnya.
"Cerita dong beb sama aku," ucap Ufy.
Reva lalu menceritakan semuanya yang terjadi sedangkan Ufy yang mendengar cerita dari sahabatnya itu langsung tertawa.
"Kamu nyebelin ish, diceritain kok malah ketawa."
"Kamu jangan terlalu benci sama laki-laki itu entar yang ada benci jadi cinta loh."
"Aish, gak sudi aku punya pasangan laki-laki menyebalkan seperti ia," ucap Reva bergerdik ngeri.
"Aku doakan kalian berjodoh sampai ke pelaminan dan punya anak yang lucu-lucu."
"Gak akan pernah terjadi. Amit-amit deh kalau sampai menikah sama tuh laki-laki menyebalkan apalagi punya anak darinya."
"Tapi laki-laki itu ganteng kan?" tanya Ufy memancing kejujuran sahabatnya.
"Ganteng sih," ucap Reva yang tak sadar mengakui ketampanan laki-laki tadi yang menabraknya.
"Secara tidak sadar kamu telah tertarik sama laki-laki itu Revalina Wijaya."
"Ah bodo amat, aku mau ke kantin dulu. Haus sekali aku dari tadi ngomel melulu," ucap Reva sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Hahaha... Aku ikut beb," ucap Ufy menyusul Reva.
Di tempat lainnya seorang laki-laki tengah diusir oleh Dosen karena terlambat datang ke kelasnya.
"Huft, kalau gak macet tadi aku seharusnya bisa masuk kelas dan tidak terlambat sampai diusir."
Kesal saat pertama kali masuk kampus baru tapi sudah diusir di kelasnya.
"Huft sial sekali hari ini, pertama pindah kampus sudah diusir dari kelas sama Dosen," ucap laki-laki itu yang lalu menendang botol bekas air mineral.
"Aduh!!" pekik Reva sambil mengusap kepalanya yang terkena botol bekas air mineral.
"Siapa yang menendang botol bekas minuman ini?" teriak Reva.
__ADS_1
"Laki-laki itu," ucap mahasiswi lainnya.
Reva lalu menatap tajam ke arah laki-laki yang tadi menabraknya. Sedangkan laki-laki tadi terkejut saat botol bekas minuman yang tadi ia tendang mengenai perempuan yang tadi ia tabrak.
"Kamu lagi? Kenapa setiap aku ketemu kamu hidupku jadi sial?" ucap Reva dengan nada tinggi.
"Ppffftttt... Mungkin kalian memang ditakdirkan untuk bersama karena selalu saja bertemu," ucap Ufy sambil menahan tawanya.
"Maaf, aku tidak sengaja. Aku kesal karena barusan diusir dari kelas sama Dosen."
"Haha, rasain. Itu karma buat kamu laki-laki yang menyebalkan!" ucap Reva tersenyum bahagia.
"Reva jaga sikap kamu."
Ufy lalu memandang laki-laki yang tadi diceritakan oleh sahabatnya.
"Eh sepertinya aku belum pernah melihat kamu di kampus ini. Apa kamu mahasiswa yang baru selesai cuti atau pindahan?" tanya Ufy semakin penasaran.
"Aku mahasiswa pindahan dari salah satu Universitas di Malang."
"Oh, mahasiswa pindahan toh. Pantesan saja aku baru melihat kamu hari ini."
"Ufy, jangan sok akrab deh!" ucap Reva dengan mimik muka tidak suka.
"Oh iya kita belum berkenalan, namaku Rio Jillian. Salam kenal, senang bertemu dengan kalian," ucap laki-laki itu tersenyum dan lalu mengulurkan tangannya.
"Rio? Seperti nama sahabat kecilku saja. Ah tidak mungkin. Rio kan ada di Surabaya sedangkan laki-laki ini pindahan dari Universitas yang ada di Malang." Batin Reva.
Reva tidak mau menyalami Rio, laki-laki yang membuatnya kesal dari tadi.
"Ayo kita pergi ke kantin saja," ajak Reva menarik tangan Ufy.
"Rio ganteng, mudah-mudahan saja kita bisa bertemu lagi," ucap Ufy sambil melambaikan tangannya.
Sedangkan Rio hanya tersenyum tipis melihat Ufy dan Reva yang melangkahkan kakinya menuju ke kantin.
"Revalina?? Apa dia gadis manisku? Kelinci imutku yang selama ini aku rindukan?" ucapnya lirih dan melihat kepergian Reva dan Ufy yang sudah menjauh darinya.
Reva dulu suka sekali dengan kelinci, mereka sering ke kebun binatang dan Reva paling suka memberi makan kelinci. Maka dari itu Rio memanggilnya kelinci imut saat masih anak-anak.
"Mana mungkin dia kelinci imutku karena aku tidak melihat dia memakai kalung. Reva sahabat kecilku sangat baik dan tidak seperti dia yang sombong. Lagian Reva yang tadi sangatlah menyebalkan," ucapnya kembali.
Reva selalu memakai kalung pemberian sahabat kecilnya namun kalung itu tidak begitu terlihat karena Reva tidak mengeluarkan kalungnya. Mereka tidak tahu nama panjang sahabat mereka saat kecil dan hanya tahu nama panggilannya saja.
"Sebaiknya aku menyusul mereka saja. Tadi aku punya salah sama Reva. Lebih baik aku meminta maaf lagi dan mentraktirnya."
Rio berjalan menuju ke kantin. Sedangkan Reva dan Ufy sedang menikmati minumannya. Reva dan Ufy juga sibuk berbincang-bincang tentang nanti Dosen mata kuliah di kelasnya. Mereka baru masuk hari ini jadi masih belum berkenalan dengan Dosen baru.
__ADS_1
Saat sedang asyik mengobrol dengan sahabatnya. Mereka tidak tahu bahwa Rio sudah membayar apa yang mereka pesan. Rio lalu memesan satu gelas jus dan lalu mendekati Reva dan Ufy.
"Hai, boleh bergabung gak?"
"Boleh," jawab Ufy dengan matanya yang berbinar-binar.
Sedangkan Reva hanya melongo karena sahabatnya itu membolehkan Rio bergabung untuk duduk bersama.
"Makasih," ucap Rio sambil duduk.
"Ufy, kamu jangan genit. Nanti akan aku adukan sama Irfan loh."
Irfan adalah kekasihnya Ufy yang berkuliah di kampus sebelah.
"Jangan beb, kamu tahu sendiri kan kalau Irfan itu cemburuan," ucap Ufy mengerucutkan bibirnya.
"Makanya kita cabut yuk," ucap Reva.
"Baru saja kita sampai kantin dan ini kamu bisa lihat kan kalau minuman aku masih banyak?" ucap Ufy beralasan dan sebenarnya ingin berlama-lama di kantin karena ingin mendekatkan Reva sama Rio.
Reva menghela napas panjang. Ufy memang baru minum satu seruput saja dan Rio sudah datang. Jus pesanan Rio sudah datang, ia langsung meminumnya sampai setengah gelas. Ufy melirik Rio dan kemudian Reva.
"Sepertinya mereka cocok, ah sangat lucu sekali jika mereka sampai menikah dan punya anak. Aku harus membuat mereka jadian." Batin Ufy gemas melihat wajah sahabatnya dan juga Rio jika sampai menikah dan punya anak.
"Heh, jangan ngelamun saja dan cepat habiskan minumannya," ucap Reva yang lalu menyadarkan Ufy akan lamunannya.
"Aku tadi melamun karena sedang memikirkan sesuatu. Aku mikirin wajah anak kalian, sangatlah lucu sekali. Uh, gemesin banget deh," ucap Ufy terkekeh.
Rio tersedak mendengar perkataan Ufy.
"Eh, maaf Rio. Aku membuat kamu terkejut."
Ufy lalu memberikan tisu kepada Rio.
"Ufy pikiran kamu terlalu jauh. Dan asal kamu tahu aku tidak sudi menikah dengan laki-laki menyebalkan ini dan apalagi punya anak darinya," ucap Reva beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kasir dan akan membayar minumannya.
"Maafkan sahabatku ya Rio. Sebenarnya dia gadis yang sangat baik kok. Meskipun kadang menyebalkan."
"Ufy kamu keterlaluan!"
Sahabatnya itu menghiraukan Reva dan masih berbincang dengan Rio. Reva semakin kesal karena Ufy sekarang begitu akrab dengan Rio.
Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍
Berikan dukungan kepada author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗
__ADS_1
Berikan dukungan vote gratis (tidak mengurangi poin kalian) makasih ❤️