Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Terbongkarnya Rahasia


__ADS_3

Please berikan jempol 👍 kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author 🤗


Hari-hari telah mereka lewati. Reva bahagia suaminya itu selalu menuruti keinginannya selama ini. meskipun ngidamnya kadang susah tapi Rio selalu mendapatkannya. Tak terasa usia kandungannya sudah berjalan 5 bulanan. Si kecil sudah mulai aktif menendang-nendang dalam perutnya. Kezia dan Revano bahagia anaknya hamil anak kembar berarti sebentar lagi akan lahir kedua cucunya yang lucu-lucu.


"Wah, anak-anak sudah tidak sabar ya menanti Papa pulang?" ucap Reva berbicara dengan kedua anaknya yang masih dalam kandungannya.


Kedua anaknya merespon dengan tendangan kecilnya. Program hamil yang mereka ikuti akhirnya berhasil. Reva mengandung dua bayi sekaligus. Alangkah bahagianya Rio saat mengetahui istrinya itu mengandung kedua anaknya. Setiap hari Rio sebelum pergi ke kantor selalu berpamitan dengan anaknya. Saat akan tidur juga selalu mengajak anaknya bercanda terlebih dahulu. Reva bahagia, suaminya itu menjadi tambah sayang semenjak tahu dia hamil.


Reva melihat ke arah jam dinding dan sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Biasanya suaminya akan pulang sekitar jam lima lebih dua puluh menit. Reva mengambil hp dan ada pesan WhatsApp dari suaminya. Rio akan pulang ke rumah orangtuanya karena harus mengambil berkas Papanya yang tertinggal dan harus balik lagi ke kantor karena ada meeting dadakan. Mungkin malam hari baru akan pulang ke rumahnya sendiri.


Reva lalu membalas pesan WhatsApp dari suaminya. Setelah itu Reva ingin bercanda dengan kedua anaknya. Baru saja Reva memegang perutnya dan si kembar langsung saja meresponnya. Padahal Reva belum mengusap perutnya tapi si kembar sudah aktif merespon dengan tendangannya.


"Anak-anak, kalian sudah mulai pintar. Sehat-sehat ya nak dalam perut Mama."


Perlahan Reva mengusap perutnya. Rasanya geli dan bercampur bahagia saat merasakan tendangan kecil dari kedua anaknya.


"Kalain jangan bertengkar ya di dalam perut Mama. Papa Rio masih lama pulangnya," ucapnya terkekeh.


Reva dan Rio belum mengetahui kedua jenis kelamin anaknya. Kedua anaknya itu sepertinya tengah malu-malu memberitahu jenis kelaminnya. Dokter bilang mungkin bulan depan bisa dilihat dengan jelas karena semakin besarnya usia kandungannya maka akan semakin terlihat jenis kelamin bayinya. Saat ini saja perut Reva sudah terlihat membuncit. Mungkin karena hamil dua bayi sekaligus.


...*****...


Pukul setengah 8 malam Rio telah selesai meeting. Saat mencari hp dalam sakunya tidak ada. Padahal Ingin mengabari istrinya kalau akan pulang ke rumah.


"Astaga kenapa bisa tertinggal di rumah Papa," ucapnya yang lalu menepuk jidatnya.


Mau tidak mau Rio harus pergi ke rumah kedua orangtuanya. Karena hpnya itu sangat penting untuk pekerjaan di kantornya. Beberapa nomor koleganya ada di sana. Lagipula besok pukul 8 pagi ada meeting.


Saat sudah sampai di rumahnya terdengar suara kegaduhan. Hp Rio tertinggal di ruang kerja Papanya. Jarak ruang kerja dan kamar kedua orangtuanya tidaklah jauh.

__ADS_1


Setelah mengambil hpnya yang tertinggal, tak sengaja Rio mendengar pembicaraan kedua orangtuanya yang sedang bertengkar itu. Rio terkejut saat mengetahui bahwa Mamanya dulu sebelum menjadi istri Papanya pernah menjadi istri siri dari Revano, yang tak lain adalah mertuanya sendiri.


Hanya setengah dari pembicaraannya yang Rio dengar. Rio mengepalkan tangannya saat mengetahui pada saat itu Mamanya seperti istri yang terabaikan dan sampai akhirnya meminta cerai dari Revano. Meskipun Rio anak kandung dari Papanya saat ini namun dulunya saat Mamanya hamil masih sah menjadi istri dari Revano. Apalagi saat tahu huruf R nama depannya diambil dari nama Revano.


"Ternyata secara tidak langsung aku dan Reva adalah saudara tiri," ucap Rio sambil geleng-geleng kepala dan lalu membanting stir mobilnya.


Rio melonggarkan dasinya dan lalu menghela napas panjang.


"Papa Revano dulu telah mengabaikan Mama selama hamil aku. Meskipun aku anak Papa Vino tapi bukan seharusnya Papa Revano mengabaikan Mama Viona saat dulu mereka masih menjadi suami istri. Terlebih Mama Viona saat itu sedang hamil dan juga butuh perhatian. Apalagi saat ngidam, dia butuh suaminya untuk mencari apa yang dia inginkan."


Rio meninju kembali stir mobilnya. Seperti tidak percaya akan masa lalu orangtuanya. Terlebih alasan kepindahannya karena ingin menjauhkan Rio dan Reva agar tidak bersama dan saling mencintai saat tumbuh sampai dewasa. Namun akhirnya mereka telah dipertemukan kembali dan menikah. Rio sangat kecewa saat tahu kebenarannya.


"Aku harus bagaimana Ya Tuhan....."


Rio mengacak-acak rambutnya. Rio sekarang bimbang, rasa sakit hatinya saat Mamanya dulu diabaikan saat sedang hamil sampai menjelang mau melahirkannya.


Rio melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam. Rio melihat istrinya yang tertidur di sofa ruang tamu dengan wajah yang sendu.


Perlahan Rio mengecup kening wanita yang sedang mengandung kedua anaknya tersebut. Karena merasakan tidurnya terusik lalu Reva mulai mengerjapkan matanya.


"Sayang, kamu sudah pulang? Kenapa malam sekali?" tanya Reva setelah melihat jam dinding.


"Tadi bannya kempes jadi aku harus mencari bengkel dulu sayang," ucap Rio beralasan padahal sebenarnya Rio berperang melawan batinnya selama 1 jam di mobil.


"Oh seperti itu... Astaga, minumannya sudah dingin. Aku buatkan yang baru untuk kamu ya sayang?" ucap Reva sambil memegang perut dengan tangan kirinya dan akan beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak usah sayang. Ini saja sudah cukup kok. Aku minum ini saja."


"Sayang tapi tehnya sudah dingin loh."

__ADS_1


Rio langsung menghabiskan teh tersebut.


"Dingin atau hangat sama saja kok. Yang penting kamu yang buat."


"Ah kamu gombal deh!"


Reva lalu teringat sesuatu.


"Oh iya kamu pasti lapar sayang. Aku tadi membantu Bibi masak. Aku buatkan ayam goreng kesukaan kamu. Ayo kita makan bersama sayang."


"Astaga sayang, aku sudah bilang kamu tidak usah masak."


"Kan kandunganku sudah kuat. Kedua anak kita juga sudah tidak rewel lagi. Sekarang aku sudah tidak mual karena bau bawang lagi," ucap Reva menjelaskan.


"Sayang, ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar sekali."


"Jadi kamu belum makan malam?" tanyanya terkejut.


"Belum, aku menunggu kamu. Kedua anak kita ingin makan kalau sama Papanya."


Rio tersenyum tipis.


"Melihat kamu seperti ini aku jadi semakin tidak tega aku untuk mengabaikan kamu sayang. Seperti Papa kamu dulu telah mengabaikan Mamaku." Batin Rio.


Berikan dukungan vote gratis setiap seminggu sekali (tanpa mengurangi poin kalian) makasih ❤️


Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan like 👍


Yuk dukung author dengan meninggalkan komentar dan gift agar author lebih semangat berkarya 🤗

__ADS_1


__ADS_2