
Evan sudah menyelidiki siapa Keano. Ternyata Keano adalah anak dari keluarga terpandang. Bisnis Kenzo berkembang pesat di tanah air. Keano juga anak dari teman arisan istrinya sendiri. Dari hasil laporan dari mata-matanya, Keano tidak pernah berpacaran. Itu yang membuat Evan setuju jika Keano dan Elena bersama. Luna dan Sonya yang mempunyai ide untuk pertunangan dadakan antara Elena dan Keano. Dalam pikiran Sonya dan Luna, anak-anak mereka tidak akan menolaknya karena mereka saling mencintai. Mereka tidak tahu bahwa Elena dan Keano sedang bersandiwara. Sebenarnya mereka akan memutuskan hubungan sebagai pacar pura-pura setelah acara 7 bulanan kehamilan Kezia selesai. Tapi pada kenyataannya mereka diberikan kejutan dengan acara pertunangan dadakan.
Di kamarnya, Keano menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Keano tidak menyangka diberi kejutan pertunangan dadakan setelah acara pengajian tujuh bulanan kehamilan Kakaknya. Padahal mereka ada perjanjian setelah acara tujuh bulanan kehamilan Kezia, mereka akan mengakhiri sandiwara ini.
"Sebulan lagi aku akan menikah dengannya."
"Aku harus bicara dengan Elena besok. Aku akan menyatakan perasaanku padanya. Agar pernikahan ini akan menjadi kenyataan," ucapnya kembali sambil tersenyum.
Keano sudah jatuh hati kepada Elena semenjak menjadi pacar pura-puranya. Mereka selama 2 minggu ini sering jalan bersama. Keano lalu memutuskan untuk tidur karena sudah malam.
...*****...
Pagi hari Keano tengah mencari wanita yang beberapa hari ini mengobrak-abrik hatinya. Pandangan Keano mengarah pada wanita yang menggunakan dress berwarna tosca tersebut. Keano lalu menghampiri Elena. Acara belum dimulai, Kezia dan Revano sedang berganti pakaian adat di kamarnya. Ini kesempatan Keano untuk berbicara empat mata dengan Elena.
"Ikut aku," ucap Keano lirih dan lalu menggandeng tangan Elena.
Keano mengajak Elena keluar dari kerumunan orang. Mereka tadi ada di taman belakang rumah Rey.
"Keano kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Elena saat ini. Karena mereka tadi berjalan 100 meter dari rumah Rey.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu."
"Aku juga ada yang ingin aku bicarakan. Ini mengenai hubungan kita," jawab Elena.
"Kamu saja duluan yang bicara." Keano memberikan kesempatan untuk Elena agar berbicara terlebih dahulu.
"Kita hanya berpacaran berpura-pura sampai acara tujuh bulanan kehamilan Kakakmu selesai. Tapi semalam tiba-tiba kita bertunangan dadakan. Mereka tidak berbicara terlebih dahulu dengan kita. Aku takut mereka akan kecewa jika kita hanya berpura-pura berpacaran saja."
"Aku jadi pusing saat ini. Sebulan lagi mereka mengharapkan agar kita menikah. Padahal hari ini kita akan menyudahi sandiwara kita dan pernikahan itu tidak akan pernah terjadi," ucapnya kembali.
Keano hanya tersenyum tipis saat melihat Elena sepertinya sedang resah menghadapi orang-orang nanti jika tahu mereka hanya bersandiwara.
"Kita akan tetap menikah bulan depan," ucap Keano sambil menggenggam tangan Elena.
Elena terkejut saat Keano berbicara seperti itu.
"Maksud kamu, kita akan berpura-pura menikah juga?" Elena menggelengkan kepalanya pertanda bahwa tidak setuju.
"Tidak, kita menikah sungguhan dan tidak berpura-pura menikah," jawab Keano.
"Hah? Menikah sungguhan?"
__ADS_1
Elena langsung melepaskan genggaman tangan Keano.
"Iya, aku telah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu. Alasanku ingin menjadikan kamu pacar pura-pura karena aku ingin selalu dekat denganmu. Lagian memang benar bahwa aku tidak mau dijodohkan dengan wanita pilihan orangtuaku. Aku telah jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu Elena," ucap Keano sambil menggenggam tangan Elena kembali dan mengecupnya.
"Apakah kamu mau menerima cintaku?" tanya Keano sambil menatap wajah Elena.
"Aku-Aku..." Perkataannya terbata-bata.
"Sudah jangan dipaksakan, sebaiknya kita kembali ke tempat acara," ucap Keano sambil melepaskan tangan Elena dan mulai berjalan menuju rumah Rey.
"Aku pikir dengan kita sering bertemu kamu akan jatuh cinta padaku. Ternyata aku salah menduga." Batin Keano yang merasa kecewa.
Elena melihat wajah Keano berubah menjadi tidak bersemangat.
"Apa ini saatnya aku mengatakan yang sebenarnya. Aku juga telah jatuh cinta kepadanya." Batin Elena.
Dulu Elena memang pernah menyukai Reno. Tapi semenjak ada Keano, Elena telah melupakan perasaannya pada Reno. Elena mulai jatuh cinta sama Keano. Apalagi Keano lebih tampan daripada Reno. Jadi siapa yang tidak suka dengannya? Semua perempuan pasti akan mudah jatuh cinta dengannya. Elena tidak mau lagi kehilangan cintanya. Apalagi Keano juga mencintainya.
"Keano, aku juga mencintaimu," teriak Elena.
Keano menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Keano berjalan mendekati Elena. Keano akan memastikan bahwa perkataan Elena barusan adalah nyata. Keano akan membuktikan bahwa saat ini dirinya tidak salah dengar.
"Apa aku tadi tidak salah dengar? Bisa kamu katakan sekali lagi?"
Kini wajahnya sudah merah merona. Keano tersenyum bahagia dan lalu memeluk Elena.
"Makasih, aku pikir cintaku akan bertepuk sebelah tangan," beber Keano sambil melepaskan pelukannya.
Elena hanya tersenyum tipis saat ini.
"Sejak kapan kamu mencintaiku?" tanya Keano penasaran.
"Sejak kita bertemu untuk kedua kalinya saat di cafe."
"Kalau aku sejak pertama kali kita bertemu, ada hal berbeda yang aku rasakan ketika bertemu denganmu. Jantungku rasanya berdetak lebih kencang saat bertemu denganmu."
Keano lalu meraih tangan Elena dan agar merasakan debaran jantungnya berdetak cepat.
"Keano jangan seperti ini." Elena melepaskan tangannya dari dada Keano.
"Apa kamu malu? Aku ini adalah calon suami kamu Elena."
__ADS_1
Elena hanya terdiam saja.
"Aku tidak menyangka kita ternyata saling mencintai. Jadi pernikahan kita akan sungguhan dan tidak ada kata pura-pura lagi."
"Kamu mau kan menjalani hidup denganku? Kita akan sama-sama membangun keluarga kecil kita sampai kita menua bersama," ucap Keano sambil menggenggam tangan Elena kembali.
"Iya aku mau Keano," jawab Elena dengan senyuman manisnya.
"Ya sudah, sekarang kita kembali ke tempat acara. Karena sebentar lagi acaranya akan dimulai."
"Hmm iya," jawabnya singkat.
Keano lalu menggandeng tangan Elena dengan erat. Mereka tidak menyangka akan menikah sebulan lagi. Tadinya mereka mengira bahwa cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Namun akhirnya mereka mengungkapkan perasaannya masing-masing. Sekarang mereka lega karena akhirnya akan menjalani pernikahan dengan adanya cinta di antara mereka.
Kezia dan Revano sudah memakai pakaian adat jawa. Kezia sudah memakai jarik dan siap untuk acara siraman. Tak lupa ada beberapa bunga melati yang telah dirangkai yang menghiasi kepalanya.
"Sayang, aku tidak menyangka akan ada tradisi seperti ini. Aku bahagia akan melewati tradisi tujuh bulanan kehamilan dengan adat jawa."
"Sudah turun temurun sayang tradisi ini ada di keluargaku. Jadi kita harus tetap menjalaninya."
"Ah, Revano," ucap Kezia merasakan pergerakan dalam perutnya. Kezia masih memegang perutnya sebelah kiri.
Sekarang perut Kezia terlihat lebih menonjol ke sebelah kiri. Bayinya sedang bergerak mencari posisi yang nyaman.
"Sayang apa perut kamu sakit? Kita ke rumah sakit dulu yuk, aku takut anak kita akan kenapa-kenapa," ucap Revano yang kini merasa cemas.
"Tidak usah sayang. Lihatlah, anak kita bergerak kesana-kemari yang membuatku tadi sedikit terkejut," ucap Kezia melepaskan tangannya yang dari tadi memegang perutnya.
Sekarang Revano bisa melihat perut istrinya yang sudah terlihat membesar itu. Perut Kezia terlihat sedikit menonjol ke sebelah kiri. Revano lalu memegang perut Kezia.
"Nak, hmm kamu sudah merasa tidak nyaman ya didalam perut Mama Kezia?" Revano mengusap perut Kezia dan mengajak anaknya berbicara.
"Kalau kalau bicara sama anak jangan sembarangan!" ucap Kezia menggetok kepala suaminya.
"Loh sayang, kan dia sedang mencari posisi yang menurutnya nyaman kan? Tadi dia merasa tidak nyaman maka bergerak terus dalam perutmu. Di mana perkataanku yang salah?"
"Yang tadi," jawabnya singkat.
"Tapi kan, aku berkata apa adanya sayang. Kamu jangan cemberut gitu dong."
"Intinya tetap kamu yang salah!" ucap Kezia.
__ADS_1
Revano baru sadar bahwa ada pepatah yang mengatakan wanita itu selalu benar. Jadi sebagai laki-laki ia harus sabar. Apalagi saat ini Kezia sedang hamil. Ibu hamil itu sifatnya sensitif dan mood-nya sering berubah-ubah.