
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu hingga mereka di Korea sudah hampir 3 minggu lamanya. Semenjak kejadian itu Rey sekarang sudah tidak berani macam-macam dengan istrinya, ia takut kalau ditinggalkan oleh Risa.
Hari masih pagi sekitar pukul 07:02 waktu Korea Risa ingin keluar dari apartment menghirup udara segar di taman sambil menikmati teriknya matahari yang baru muncul.
"Say ke taman yuk cari udara segar."
"Ayo kita belum pernah sama sekali ke taman."
Mereka pun akhirnya bergandengan tangan selama di perjalanan menuju ke taman. Rey dan Risa hanya berjalan kaki ke taman."
"Yang ini kita ke taman sambil membakar kalori loh."
"Ah iya hahaha," sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sini yang aku fotoin," ucapnya sambil meraih cameranya.
"Coba aku lihat hasilnya." Risa melihat hasilnya foto jepretan Rey.
"Kayaknya aku harus copot hoodie nya dulu deh say. Nanti ulangin lagi fotonya, coba pakai ponsel saja fotonya," ucapnya sambil melepaskan hoodie nya.
Rey pun lalu memfoto Risa dengan ponselnya.
Risa pun capek habis jalan.
"Nah kalau begini kan hasilnya bagus gak keliatan gendut kaya tadi. Say kita duduk dulu yuk disana."
"Ya udah yuk."
Akhirnya mereka duduk di taman, Risa pun sedang ngemil biscuit yang tadi ia bawa. Risa sekarang senang ngemil entah kenapa akhir-akhir ini suka sekali makan biscuit.
Rey terheran punya istri seperti Risa. Biasanya kalau anak orang kaya apalagi cewek suka belanja barang-barang branded. Waktu itu pas shopping Risa di tawarin sepatu Nike nggak mau, milih beli baju saja. Kalau cewek lain pasti malah meminta untuk dibelikan contohnya seperti ceweknya Rendy.
"Risa memang berbeda." batin.
"Say hadap sini aku foto." Risa lalu berdiri memfoto Rey dari belakang. Seolah-olah Rey sedang menengok ke arahnya.
"Nah kalau gini kan cakep." sambil melihat hasil jepretan fotonya.
"Apa kamu baru nyadar sayang kalau suamimu yang dulu adik kelas kamu ini cakep?" ucapnya terkekeh.
"Tuh kan jadi GR."
"Kalau aku gak cakep, kamu gak akan mau kan dijodohkan dengan aku yang?"
__ADS_1
"Hmm."
Rey pun senang menggoda istrinya. Menurutnya lucu melihat ekspresi wajahnya yang pipinya mulai chubby.
"Yang, nanti aku beliin camera ya?"
"Boleh say, tapi nanti di Indonesia saja belinya. Takutnya kita bawanya ribet soalnya kita kebanyakan belanja oleh-oleh."
"Iya yang, yuk kita cari sarapan dulu," ucapnya menggandeng tangan Risa.
"Yuk say, aku juga udah lapar sekali. Cacing di perutku sudah mulai meronta-ronta minta untuk diisi," ucapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Hahahaha ada-ada saja kamu sayang," ucap Rey sambil terbahak-bahak.
Akhirnya mereka sarapan di luar. Pagi ini Risa tidak masak. Entah hari ini ia lagi malas menginjakkan kakinya ke dapur. Setelah sarapan mereka pulang dan membersihkan dirinya masing-masing. Rey sudah mandi dan lagi asyik duduk di sofa bermain game di ponselnya. Risa juga sudah membersihkan dirinya kurang lebih setengah jam di kamar mandi, akhir-akhir ini Risa suka berlama-lama berendam di bathtub.
"Rey jalan yuk." bergelayut manja di lengan suaminya sambil menyenderkan kepalanya.
Rey lalu menghentikan gamenya. Risa sikapnya berubah menjadi manja sudah beberapa hari belakangan ini. Rey terheran atas perubahan sikap Risa semakin hari semakin manja.
"Aku akan menuruti kemauan kamu sayang, kita mau jalan-jalan ke kota mana?"
"Ke Gangnam aja yuk. Aku tiba-tiba kangen pengen beli yogurt ice cream disana, rasanya manis asam perpaduan yogurt dan ice cream strawberry," ucapnya sambil membayangkan ice cream yang pernah ia beli dulu bersama Karin.
Mereka hari ini jalan-jalan ke Line Friends Store & Cafe Garosu-gil Street, Gangnam-Gu, Seoul, South Korea.
Saat sudah masuk dan berkeliling cafe sekaligus toko, Rey membeli coffee latte sedangkan Risa lebih memilih yang segar dan asam, Risa memesan yogurt ice cream based topped strawberry chocolate flakes a piece of Cony biscuit.
Risa sudah pernah kesini beberapa kali dengan Karin. Risa lalu berfoto bersama dengan Brown (karakter Line)
Setelah mereka berkeliling, Risa ingin membeli boneka Brown, tapi ia bingung mau pilih yang mana. Akhirnya Rey mencoba untuk memilihkan bonekanya.
"Yang, kalau yang ini gimana kamu suka nggak?"
"Eh aku pilih yang ini aja deh!" ucapnya sambil mengambil boneka Brown pilihannya.
"Bagus yang."
"Iya bahannya halus, lembut dan juga empuk. Ini kayaknya enak di peluk kalau pas tidur."
"Kalau jadi beli ini, kamu gak mau peluk aku?"
"Hmm, ya bisa jadi."
__ADS_1
"Gak jadi beli aja deh kalau begitu!"
"Eh, jangan gitu dong Rey. Aku pengen banget beli ini udah lama. Waktu itu bingung bawanya ribet, waktu liburan sama jengukin kakek dan nenek waktu sama papa dan mama," ucapnya sambil memperlihatkan puppy eyes nya.
"Ya sudah terserah kamu saja deh yang." Rey sudah pasrah kalau Risa udah hampir nangis begitu, Rey juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Risa sering seperti itu.
"Uhh. Makasih sayang." sambil memeluk Rey.
"Yuk kita cari tempat makan yang aku udah lapar."
"Kalau kita makan disana gimana?" sambil menunjukkan restoran.
"Oke yang, aku mah ngikut aja. Kan kamu yang lebih sering kesini dan tahu makanan yang enak dan halal."
Mereka sudah sampai di restoran yang mereka tuju. Risa dan Rey sudah duduk di restoran sambil menunggu pesanan mereka datang.
Risa seketika merasakan pusing di kepalanya.
"Kamu kenapa sayang? Apa kamu mengantuk?"
"Aku nggak ngantuk. Gak tau nih, tiba-tiba kepalaku terasa pusing. Mungkin tadi kita kelamaan keliling tokonya, habis luas banget."
"Ehm kayaknya kamu pusing mungkin karena kamu tadi beli ice cream."
"Ah iya juga ya, mungkin bener katamu say. Eh tadi ice cream nya seger banget rasanya manis asam gitu, mungkin itu yang bikin aku pusing."
Makanan pun sudah datang dan tertata rapi di mejanya. Seketika pusing di kepala Risa menghilang, matanya berbinar melihat makanan didepannya.
"Yang kamu gak salah pesan makanan sebanyak ini?" Rey terheran Risa biasa makan 1 porsi saja cukup sekarang pesan 2 porsi ditambah camilan.
"Enggak, lagi pengen aja sih say, mumpung kita disini juga puas-puasin makan apa saja. Enak ya jadi Karin menetap di Korea dan bisa kesini kapan pun ia mau. Tinggal bersama orang tuanya dan ada kakek, nenek juga."
"Mungkin sudah takdir kali yang keluarga kamu tinggal di Jakarta. Seandainya saja kamu tinggal di Korea kan pasti kita belum nikah yang ada kita LDR an. Aku jadi bersyukur kamu tinggal di Jakarta, kan jadi bisa ketemu aku tiap hari yang hahaha," ucapnya sambil tertawa.
"Iiiihhh itu mah maunya kamu!" sambil mencubit perut Rey.
"Auwww, sakit yang kamu cubit." sambil mengusap perutnya yang habis di cubit
"Wah hebat, kamu bisa habis makan dua porsi. Nanti pipi kamu tambah gembul loh yang hehehe," ucapnya cengengesan sambil mencubit pipi Risa.
Risa mendengus kesal melihat tingkah Rey yang meledeknya. Risa belum sadar kalau dirinya kini tengah berbadan dua, ia sudah telat datang bulan seminggu. Risa baru merasakan pusing saja, sepertinya baby nya tidak terlalu menyiksa mommy nya. Karena biasanya orang hamil selalu pusing, mual, badannya lemas dan tidak nafsu makan. Berbeda dengan Risa sekarang porsi makannya bertambah tidak seperti biasanya.
Akhirnya mereka sudah puas jalan-jalan di daerah Gangnam dan pulang ke apartment dengan perasaan bahagia.
__ADS_1