
Sonya merasa sedikit lebih tenang saat Kenzo mengelus perutnya entah mengapa hanya ada rasa nyaman saat Kenzo mengelus perutnya. Mungkin karena anaknya itu juga butuh perhatian dari Papanya sebelum lahir ke dunia. Tak lama kemudian sudah sampai di rumah sakit. Sopir membukakan pintu untuk Tuannya. Kenzo perlahan menggendong Sonya dan lalu berjalan agak lebih cepat agar segera sampai didalam. Sekarang Sonya dan Kenzo sudah sampai di ruangan.
"Dok, kenapa belum dilakukan penanganan?" Tanya Kenzo.
"Masih pembukaan 9 Pak. Kurang satu pembukaan lagi dan istri Anda akan segera melahirkan."
Kenzo mengangguk paham. Kenzo lalu mengelus rambut kepala istrinya dan mengecup keningnya.
"Dok kenapa masih lama sih? Dokter tidak tahu ini rasanya sudah sangat sakit." Sonya sudah merasakan kesakitan.
Dokter hanya tersenyum tipis saat pasiennya berbicara seperti itu.
"Sayang, sebentar lagi. Sabar ya sayang," ucap Kenzo yang kembali mengecup kening Sonya dan mengusap puncak kepalanya.
Kenzo lalu mengelus perut Sonya dan mencium perutnya dua kali. Ini terakhir kalinya Kenzo melakukan hal ini sebelum anaknya lahir melihat dunia.
"Arghhh......... Dokter sakit." Sonya berteriak merasakan kesakitan yang luar biasa saat ini.
Dokter lalu mengecek kondisi Sonya dan saat ini pembukaan sudah lengkap.
"Sekarang Ibu akan segera melahirkan karena pembukaannya sudah lengkap."
"Ibu tarik nafas yang dalam-dalam lalu hembuskan dan mengejan ya Bu." Sang suster memberikan.
"Bu ayo dorong lagi."
"Ken, ini sangat sakit sekali. Lebih sakit saat aku akan melahirkan Kezia."
"Sayang semangat, aku di sini untukmu sampai nanti anak kita lahir. Semangat sayang," ucap Kenzo sambil mengecup pipi Sonya.
Dokter hanya geleng-geleng kepala saat keadaan sang bayi sudah mulai terlihat kepalanya sempat-sempatnya sang Ibu mengajak berbicara suaminya.
"Ayo Bu dorong lagi kepala bayinya sudah terlihat."
Sonya mencengkram erat lengan kekar suaminya. Kenzo tidak masalah lengannya terasa sakit. Karena lebih sakit yang dirasakan oleh Sonya saat ini. Sonya sedang berjuang melahirkan anaknya. Sonya berteriak dan tak lama kemudian bayi laki-laki itu keluar dari dalam rahimnya.
"Oek....... Oek........." Terdengar suara tangisan anaknya saat sudah melihat dunia.
Sonya tersenyum saat melihat anaknya sudah lahir. Sonya merasa lega saat ini karena anaknya sudah lahir dan bisa melihat dunia. Rasa sakit yang dia rasakan seperti terbayarkan saat melihat wajah tampan anaknya. Bayi yang baru Sonya lahirkan panjangnya 43 cm dan beratnya 3,38 kg.
"Sayang terima kasih, anak kita sudah lahir sangat tampan sekali," ucap Kenzo sambil mengecup puncak kepala istrinya.
"Sama-sama sayang." Sonya tersenyum kepada Kenzo. Sonya bahagia saat melahirkan kedua anaknya selalu ditemani Kenzo.
Mendengar tangisan bayi di luar ruangan semua orang mengucapkan syukur atas kelahiran cucu kedua mereka.
"Kezia adik kamu sudah lahir sayang," ucap Mama Lisa sambil menggendong Kezia.
Bayi yang baru berumur 13 bulan lebih 3 minggu tersebut sekarang sudah resmi menyandang status sebagai seorang Kakak. Sonya didalam sedang dibius untuk penangan berikutnya. Sedangkan Kenzo saat ini sedang mengadzani putranya yang baru saja lahir. Bayi mungil tersebut sangat tampan dan mirip dengan Kenzo.
"Nak, kamu sangat tampan sekali sama sepertiku hehehe," ucap Kenzo terkekeh.
Kenzo bahagia akhirnya anaknya ada yang mirip dengannya. Karena anak pertamanya Kezia Leonardo wajahnya 90% mirip Sonya. Suster lalu berjalan mendekati Kenzo dan bertanya mengenai nama untuk bayinya.
"Bayinya mau dinamakan siapa Pak?" ucap sang suster.
"Keano Leonardo sus."
"Bayinya sangat tampan sekali seperti Bapak." Ketika suster menempelkan nama ke box bayi tersebut.
"Iya dong sus kan memang anakku jadi ketampanannya turun temurun dariku."
Suster hanya tersenyum dan memang benar sangat mirip Kenzo bayinya.
Kenzo tak henti-hentinya mengucap syukur atas karunia Allah. Sekarang keluarganya sudah lengkap. Memiliki 2 anak sekaligus di usianya 25 tahun tak terpikirkan olehnya. Saat ini pernikahan mereka baru berjalan 15 bulan. Bahkan belum ada satu setengah tahun lamanya Sonya bisa memberikan Kenzo dua anak sekaligus. Kenzo bahagia atas anugerah yang Allah berikan.
__ADS_1
Sonya sekarang sudah dipindahkan ke dalam ruang perawatan. Sonya masih dalam pengaruh obat bius. Kini keluarganya sedang menanti Sonya untuk bangun.
Baby Keano menangis terus dari tadi. Sudah digendong Oma, Opa, dan Papanya masih saja menangis. Sepertinya Baby Keano membutuhkan Sonya untuk memberikan asi untuk putranya yang baru saja lahir.
10 menit kemudian Sonya mulai mengerjapkan matanya. Sonya yang mendengar tangisan suara bayi pun langsung mencari sumber suara. Kenzo yang melihat istrinya sudah terbangun lalu mendekatinya.
"Sayang sepertinya Keano haus sudah hampir 20 menit menangis terus."
"Keano anak Mama sini sayang. Yuk sama Mama nak." Sonya sambil tangannya lurus ke depan dan siap untuk menggendong Keano.
Saat Baby Keano sudah berada di gendongamnya Sonya lalu mencium wajah anaknya terlebih dahulu sebelum memberikan asi eksklusif untuknya. Benar saja Baby Keano langsung terdiam setelah Sonya memberikan asi.
Kenzo lalu menghubungi para sahabatnya bahwa anak keduanya sudah lahir ke dunia. Para sahabatnya merasa bahagia saat mendengar kabar Sonya sudah melahirkan. Mereka akan datang nanti setelah urusan rumah sudah beres.
...*****...
Pagi hari Risa merasakan mual dan segera saja berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya ke dalam wastafel. Rey belum terbangun, dirinya kini sedang tidur memeluk anaknya. Reno sekarang sudah berumur 2 tahun lebih 6 bulan. Mereka tidur bertiga semenjak Reno sudah tidak tidur lagi dalam box bayinya.
Kini Risa kembali lagi ke kamarnya. Risa mencari sesuatu yang dirinya butuhkan saat ini. Risa masih menyimpan beberapa testpack di laci meja riasnya. Risa berjalan ke kamar mandi lagi untuk mengecek apakah dirinya hamil atau hanya masuk angin saja. Risa menunggu hasilnya beberapa menit. Kemudian dirinya perlahan membuka matanya untuk melihat testpack tersebut. Dua garis merah terlihat sangat jelas di sana.
"Sekarang aku sedang hamil. Reno akan segera punya adik." Risa menghembus nafasnya dengan panjang.
"Rey pasti bahagia kalau mendengar kabar kehamilanku," ucapnya dengan senyuman.
Rey memang menanti kehadiran sang buah hatinya. Karena semenjak kelahiran Keano anak kedua Kenzo, Rey ingin memberikan adik juga untuk Reno. Namun baru sekarang mereka diberi kepercayaan lagi.
Risa lalu mencuci testpack tersebut dan akan memberi Rey tentang kehamilannya. Risa berjalan mendekati suaminya yang masih tidur memeluk Reno. Pemandangan ayah dan anak saat tidur tersebut membuat Risa tersenyum tipis.
"Aku tidak menyangka diumur Reno yang baru saja 2 tahun lebih 6 bulan akan segera punya adik," ucap Risa sambil mengelus perutnya pelan.
Risa bersyukur karena Reno akan mempunyai adik saat akan berumur 3 tahun setidaknya jarak Reno dan adiknya tidak terlalu dekat seperti jarak Kezia dan adiknya. Karena Kezia saat itu akan punya adik diumurnya yang baru 4 bulan.
Risa lalu berjalan mendekati ranjang king size tersebut. Risa duduk di tepi ranjang dan membelai puncak kepala suaminya. Risa mengelus rambut Rey perlahan.
Rey mulai mengerjapkan matanya. Rey tersenyum saat melihat istrinya juga tersenyum kepadanya.
"Sayang apa kejutannya?" Rey penasaran dengan kejutan yang akan Risa berikan.
"Bangunkan Reno dulu sayang. Karena Reno juga berhak tahu kejutannya."
"Eh? Hmm baiklah sayang. Aku akan membangunkan Reno."
Rey membangun Reno dengan cara mengelus puncak kepala anaknya dan mencium pipi Reno yang gembul.
"Sayang, Mommy ada kejutan buat kita. Nak bangunlah sayang," ucap Rey berbisnis ditelinga Reno.
Mendengar kata kejutan Reno langsung membuka kedua matanya. Reno penasaran apa yang akan Mommy Risa berikan.
"Mom, ejutan apa? Eno cuda idak cabal ngin engalnya." [Mom, kejutan apa? Reno sudah tidak sabar ingin mendengarnya].
Reno masih kecil jadi dirinya masih cadel dan belum bisa berbicara dengan benar. Risa tersenyum dan langsung saja memperlihatkan testpack tersebut kepada anak dan ayah yang baru bangun dari tidurnya.
Rey matanya membulat sempurna saat melihat dua garis merah terlihat pada testpack tersebut.
"Sayang, kamu beneran hamil?" ucapnya sambil memegang kedua pipi istrinya.
Risa mengangguk pelan dan tersenyum. Rey langsung memeluknya.
"Sayang terima kasih ya. Alhamdulillah kamu hamil lagi. Baby R season 2 coming soon."
"Iya sayang sama-sama."
Di sini Reno yang bingung tidak mengerti apa yang dimaksud Daddy dan Mommy. Karena mereka tiba-tiba saja berpelukan.
"Mom and Dad, Eno kok dicuekin! Eno idak tahu ejutan apa. Mom and Dad tidak mau emberi tahu Eno apa ejutannya?" [Mom and Dad, Reno kok dicuekin! Reno tidak tahu kejutan apa. Mom and Dad tidak mau memberitahu Reno apa kejutannya?]
__ADS_1
"Ah sayang aku sampai lupa. Reno sini nak, kita berpelukan sama-sama," ucap Risa.
Rey dan Risa merentangkan tangannya agar Reno duduk di antara mereka. Reno mendekati kedua orang tuanya. Saat Reno sudah duduk diantara keduanya Risa dan Rey memeluk anaknya.
"Cebenalnya da apa Mom and Dad?" [Sebenarnya ada apa Mom and Dad?].
"Sayang Reno akan segera punya adik."
"Adik? cepelti ezia Daddy?" [Adik seperti Kezia Daddy?].
Setahu Reno Kezia punya adik laki-laki.
"Iya nak apa kamu akan senang punya adik?" Risa memegang pipi anaknya.
"Eno enang Mommy. Yey Eno kan unya adik." [Reno senang Mommy. Yey Reno punya adik].
Reno kegirangan saat tahu bakalan punya adik. Risa dan Rey tersenyum saat mengetahui Reno bahagia akan punya adik.
"Erut Mommy kan becal nti erti unya ante una?" [Perut Mommy akan besar nanti seperti punya Tante Luna?].
"Iya sayang perut Mommy akan besar nanti sebentar lagi," ucap Risa.
Saat ini memang Luna sedang hamil tua. Usia kandungannya sudah berjalan 8 bulan.
"Eno idak cabal ngin lihat erut Mommy becal." [Reno tidak sabar ingin melihat perut Mommy membesar.]
"Sabar ya nak sebentar lagi perut Mommy Risa akan membesar," ucap Rey membelai rambut anaknya dan mengusap perlahan.
Reno langsung memeluk Risa. Bahagianya Risa dipeluk anaknya. Sesudah itu Reno juga memeluk Rey. Risa dan Rey saling berpandangan dan tersenyum ternyata anaknya bahagia anak punya adik.
...*****...
Beberapa bulan kemudian. Tak terasa kini Reno sudah hampir berumur 3 tahun kurang sebulan lagi ulang tahunnya. Sekarang Risa sedang hamil anak keduanya. Rey bahagia sekarang istrinya sudah hamil lagi, bahkan anak didalam kandungannya sudah mulai menendang-nendang didalam perut Risa. Kandungan Risa kini sudah berjalan 6 bulan dan perutnya sudah mulai terlihat agak membesar. Mami Ana bahagia akhirnya Risa hamil cucu keduanya. Mami Ana sudah tidak sabar ingin menggendong cucunya. Pasti cucunya nanti akan seimut dan menggemaskan seperti Reno. Risa saat ini sedang di dapur dan Rey menemani Risa membuat kue bolu.
"Sayang, kamu jangan terlalu capek. Sudah kamu tidak usah repot-repot bikinin aku kue."
"Sayang, aku sedang ingin bikin kue. Jangan mencoba untuk menghalangi keinginanku."
"Hmm baiklah." Rey hanya bisa pasrah kalau sudah begini.
Keinginan Ibu hamil tidak bisa dicegah. Untung saja Risa tidak ngidam lagi ingin naik motor sport. Rey lega kehamilan anak keduanya tidak terlalu menyusahkannya dan Risa tidak sering marah-marah. Berbeda saat hamil Reno dahulu Risa sering marah-marah bahkan hampir setiap hari. Risa dengan cekatan membuat kue di dapur. Entah semenjak hamil anak keduanya Risa senang sekali memasak.
Rey berpikir anaknya nanti akan perempuan karena Risa senang memasak. Risa dan Rey tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayinya. Mereka akan melihatnya secara langsung saja nanti saat Risa melahirkan anaknya. Rey tidak sabar menunggu anaknya akan lahir ke dunia. Rey harus menunggunya kurang lebih 3 bulan lagi. Saat Risa sudah meletakkan kue bikinannya di atas meja Rey sangat ingin mencicipinya saat ini juga.
"Sayang aku mau kuenya. Aku ingin segera memakannya."
"Sayang ini masih hangat kuenya." Risa meletakkan kue bolu yang sudah diiris ke dalam piring.
"Hmm aku suka sayang, kuenya sangat enak. Kamu memang istriku yang hebat. Menjadi ibu sekaligus istri yang baik untuk keluarga kecil kita." Rey meniup kuenya lalu memasukkan kuenya ke dalam mulutnya.
"Itu sudah menjadi tugasku Rey," ucap Risa dengan senyuman.
"Sayang kamu jangan pingsan lagi nanti ya saat menemaniku lahiran," ucapnya kembali.
"Eh? Tidak sayang. Tidak akan hal itu terjadi lagi. Dulu aku kan masih belia."
"Terus sekarang sudah menjadi Bapak-bapak gitu?" ucap Risa mengakhiri perkataannya dengan tawanya.
"Kok Bapak-bapak sih sayang? Suamimu ini kan masih muda."
"Karena kalau punya anak satu disebut Bapak saja dan kamu sebentar lagi akan punya dua anak jadi Bapak-bapak ya kan?"
"Hahahaha................" Mereka lalu tertawa bersama, perkataan istrinya ada benarnya juga karena sebentar lagi Rey akan menjadi Bapak-bapak. Lebih tepatnya Papa Muda karena Rey usianya baru 22 tahun.
Rey bahagia kini rumah tangganya berjalan semakin harmonis ditambah akan segera hadir anak keduanya sebentar lagi. Risa bahagia melihat Rey sekarang lebih perhatian kepadanya, terlihat rey sangat mencintainya. Sekarang ada Reno yang setiap hari menyapa adiknya dengan memegang perutnya. Rey dan Risa mengajarkan anaknya untuk sayang kepada adiknya meskipun masih berada didalam kandungan. Risa bahagia Rey mengajarkan hal-hal yang baik kepada Reno. Rey bisa menjadi seorang ayah dan suami yang baik untuk keluarga kecilnya.
__ADS_1