Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 88 - Memulai Hidup Baru


__ADS_3

Pagi hari yang indah pasangan pengantin baru itu akan memulai hidup baru untuk menjalani kehidupan rumah tangganya. Kenzo mulai mengerjapkan matanya. Ia melihat seorang wanita cantik dan imut yang berada di sampingnya. Kenzo lalu tersenyum setelah mengingat kejadian semalam bersama dengan istrinya. Kenzo bahagia bisa menikah dengan Sonya. Kenzo berharap akan segera dikaruniai anak dari pernikahannya.


"Pagi istri cantikku," ucapnya sambil mengecup pipinya.


Sonya masih tertidur pulas, mungkin efek capek karena resepsi pernikahannya sampai malam hari dan ditambah kegiatannya bersama Kenzo semalam yang menyebabkan Sonya kelelahan.


"Semoga usahaku semalam tidaklah sia-sia. Semoga wasiat nenek akan segera terwujud," ucapnya lirih.


"Nak mudah-mudahan kamu cepat tumbuh dirahim Mamamu." Batin Kenzo.


Tak lama kemudian suara bel terdengar dari pintu kamarnya. Kenzo lalu sadar dari lamunannya. Kenzo langsung bergegas memakai pakaiannya dan tak lupa menyelimuti istrinya sampai ke leher. Kenzo juga membereskan pakaian Sonya di letakkan di balik selimutnya. Kenzo lalu berjalan ke arah pintu kamarnya.


"Ceklek................" suara pintu kamar terbuka.


"Selamat pagi tuan Kenzo. Saya ditugaskan oleh tuan Rey untuk mengantarkan sarapan pagi untuk tuan dan nyonya."


"Baiklah, silahkan dibawa masuk."


Karyawan hotel tersebut langsung mendorong rak aluminium yang sudah berisi berbagai makanan dan minuman yang sudah tersedia.


"Oh iya tuan untuk makan siang dan malamnya tuan bisa langsung turun ke restoran kami atau kalau tuan mau di kamar saja nanti Tuan tinggal telepon yang sudah disediakan disana."


Tangan karyawan tersebut sambil menunjuk telepon yang berada di meja.


"Tuan Rey membebaskan Anda untuk memilih akan tetap di antar ke kamar hotel atau tuan dan nyonya untuk langsung ke restoran untuk makan siang dan malam."


"Baiklah."


"Ada yang ingin tuan tanyakan?"


"Tidak, sudah jelas semuanya."


Kenzo tidak ingin karyawan hotel tersebut berlama-lama di kamarnya. Kenzo takut Sonya tiba-tiba terbangun saat karyawan hotel tersebut masih dikamarnya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan. Silahkan menikmati menu sarapan Anda tuan," ucapnya sambil sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Iya terima kasih."


"Sama-sama tuan."


Karyawan hotel tersebut lalu keluar dari kamarnya. Kenzo Bernafas lega karena Sonya tidak terbangun dari tidurnya.


"Kamu pules banget tidurnya sayang." sambil memandang ke arah wajah cantik istri tercintanya.


Kenzo lalu berniat untuk membangunkan Sonya. Kenzo lalu naik ke ranjangnya lagi.


"Sayang bangun udah pagi. Sarapannya sudah siap."


"Papa... Sonya masih capek, ngantuk dan belum lapar," ucapnya dengan mata yang masih terpejam dan lalu berbalik badan memunggungi Kenzo.


"Lucu sekali istriku ini, dia mengira masih di rumahnya. Dia bahkan mengira yang membangunkannya adalah Papa Arsa. Dia belum sadar bahwa semalam sudah menikah denganku."


Kenzo terkekeh melihat tingkah laku Sonya yang menurutnya sangat menggemaskan apalagi dengan mata yang masih terpejam.


"Aku lebih baik mandi dulu dan baru membangunkannya lagi setelah aku selesai mandi."


Kenzo langsung turun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. 15 menit kemudian Kenzo sudah selesai mandi. Sonya sudah bangun tapi masih berada di tempat tidurnya. Kenzo lalu keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuknya sampai pinggang. Sonya melihat tubuh Kenzo yang six pack langsung terkesima. Karena semalam tidak melihatnya secara jelas. Kenzo tersenyum melihat istrinya sudah bangun dan melihat dirinya sampai terbengong.


"Apa-apaan sih kamu. Semalam kan gak terlalu begitu jelas."


Sonya yang keceplosan berbicara langsung menutup mulutnya. Sedangkan Kenzo hanya terkekeh melihat tingkah laku Sonya.


"Terus kenapa kalau sekarang sudah jelas sayang?" Kenzo berusaha menggoda istrinya.


"Ah taulah, aku mau mandi."


Saat akan turun dari ranjangnya Sonya baru tersadar bahwa dia belum berpakaian. Sonya menutupi tubuhnya dengan selimut. Namun saat akan turun dari ranjangnya Sonya merasakan kesakitan di area sensitifnya.


"Auwww... Kok sakit sih!"


Kenzo langsung tahu apa yang dirasakan oleh istrinya. Kenzo lalu menggendong Sonya dan membawanya menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Turunkan aku Ken! Aku malu," ucapnya sambil menutupi wajahnya.


Kenzo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Sonya yang seperti anak kecil.


"Kenapa harus malu sih sayang. Aku kan juga sudah melihatnya semalam."


Kenzo meletakkan istrinya di bathtub yang tadi sudah ia isi dengan air hangat.


"Aku mau mandi dulu, kamu cepetan keluar," ucap Sonya sambil menunjuk pintu kamar mandi dari kaca tersebut.


"Iya sayang aku keluar nih."


Kenzo lalu keluar dari kamar mandi. Sonya mendengus kesal saat Kenzo tadi menggendongnya tidak bilang-bilang. Betapa malunya dia tadi, Kenzo sudah melihatnya dua kali. Dengan cepat Sonya mandi. Sonya baru sadar bahwa dirinya tidak membawa baju ganti bahkan handuknya. Sonya menepuk jidatnya saat tadi dia ingat Kenzo telah menggendongnya di kamar mandi. Mau tidak mau Sonya akan meminta bantuan kepada Kenzo untuk membawakan handuk. Kalau untuk bajunya Sonya akan ambil sendiri nanti di koper.


Sonya membuka pintu kamar mandi dan kepalanya menyembul sedikit keluar.


"Sayang minta tolong ambilkan handuk."


Kenzo lalu mencari handuknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi.


"Nih sayang. Jangan lama-lama ya. Kita belum sarapan."


"Iya....." Sonya langsung menutup kembali pintu kamar mandi.


Setelah 2 menit kemudian Sonya keluar menggunakan handuknya dan mencari pakaian gantinya di koper. Dengan cepat Sonya mengambil bajunya karena takut kalau nanti Kenzo akan menerkamnya seperti semalam. Kenzo terkekeh melihat Sonya yang sepertinya ketakutan dengannya.


"Udah sayang santai saja aku tidak akan memintamu lagi pagi ini. Kita akan melakukannya lagi nanti malam kok," ucap Kenzo dengan santainya berbicara seperti itu.


Sonya bola matanya langsung membola. Dia tidak menghiraukan perkataan suaminya. Dia tidak habis pikir suaminya berkata seperti itu kepadanya.


"Ini saja masih sangat perih. Kenzo masih kurang apa yang semalam?" batin Sonya.


Sonya hanya ingin segera berpakaian dan sarapan karena perutnya sudah meronta-ronta untuk diisi. Sonya langsung masuk lagi ke kamar mandi dan dengan cepat menggunakan pakaiannya. Sonya sudah berpakaian rapi lalu berjalan pelan-pelan menuju ke sofa yang sudah dari tadi Kenzo menunggunya. Di meja sana sudah ada berbagai makanan untuk mereka sarapan.


"Sayang ayo kita makan."

__ADS_1


"Iya sayang."


Kenzo dan Sonya makan dengan lahapnya. Mungkin karena semalam tenaga mereka terkuras habis atau karena memang makanannya yang terlalu enak. Entahlah, yang mereka rasakan saat ini hanya makan makanan enak dengan lahapnya. Setelah sarapan pagi Sonya dan Kenzo menikmati minumannya teh jahe yang hangat. Badan mereka rasanya jadi lebih enakan setelah meminum teh jahe tersebut.


__ADS_2