Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Reza Wijaya


__ADS_3

Please berikan jempol kalian terlebih dahulu untuk mendukung karya author yang Gratis tidak berbayar ini. Silakan tekan 👍 dulu sebelum membaca 🙂


Perut Kezia terlihat sudah membesar dan Revano gemas saat melihat hasil jepretannya.


"Sayang, kamu sangat cantik sekali."


"Coba kamu ke sini sayang, aku ingin melihat fotonya."


Revano lalu berjalan mendekati istrinya. Kezia membolakan matanya saat dirinya terlihat lebih gendut karena Revano memfoto dengan jarak begitu dekat.


"Ah, aku tampak gendut sekali dalam foto ini."


"Bukan kamu yang gendut sayang tapi perutmu yang terlihat membuncit," ucapnya terkekeh sambil memegang perut istrinya sebentar.


"Ini semua juga gara-gara kamu yang membikin perutku menjadi besar seperti ini," ucap Kezia yang lalu menepis tangan suaminya.


Revano terkekeh dan memang benar kenyataannya seperti itu. Lagian Mommy Risa juga yang menyuruhnya untuk punya anak lagi sebab ngidamnya yang aneh karena ingin mengusap perut Kezia, merasakan tendangan kecil dari cucunya.


Tak lupa mereka meminta foto kepada orang. Jadi Revano bisa foto berdua sama Kezia. Setelah selesai berfoto mereka masuk ke cafe tersebut.


"Hai bro! Selamat datang di cafe baruku."


"Sukses ya bro untuk cafe barunya."


"Selamat ya," ucap Kezia tersenyum tipis.


"Makasih sudah menyempatkan waktunya untuk datang."


Para pelayan lalu membawa beberapa makanan yang ada pada menu tersebut.


"Oh iya, silakan dicicipi hidangannya. Kalian berkomentar saja jika masih ada yang kurang dari segi rasa maupun penampilan."


"Baiklah," ucap Revano lalu membuka kursi untuk istri tercintanya.


"Revano kamu gercep banget sih. Aku saja belum menikah tapi kamu sudah mau punya dua anak dan Istri kamu cantik lagi."


Revano bahagia dibilang istrinya cantik tapi juga merasa tidak suka saat istrinya yang memuji adalah pria lain.


"Istriku memang cantik, jadi kamu jangan berani macam-macam dengannya. Ingat, dia sangat mencintaiku dan bahkan bisa dibilang bucin akut."


Kezia melongo, suaminya terlihat cemburu saat ini. Temannya itu lalu menepuk pundak Revano.


"Tenang saja, aku bukan pebinor kok Revano."


"Hmm, baguslah kalau begitu."


Setelah menikmati hidangan makanan, Kezia lalu memberikan komentarnya. Kezia memberikan masukan kepada sang pemilik cafe tersebut secara rinci dari segi rasa, tempat untuk makanan dan sampaira penyajian makanannya. Penyampaiannya juga terlihat jelas. Kezia sudah terlihat seperti wanita berkelas saat menjelaskannya. Temannya Revano itu bahagia kedatangan Revano dan juga istrinya yang begitu banyak memberikan komentar yang bagus dan masukan untuk tatanan cafenya.


"Makasih banyak ya Revano dan Kezia sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke restoran baruku."


Temannya itu mengundang Revano karena Revano anak dari pemilik hotel sekaligus restoran. Jadi mungkin akan bisa memberikan masukan yang positif terhadap cafe barunya.


"Bro, kalau ada wanita yang seperti istri kamu yang cantik, baik dan pastinya wanita yang berkelas kamu hubungi aku ya? Akan aku nikahi wanita itu."

__ADS_1


Revano membolakan matanya karena tipe wanita yang disukai temannya itu ciri-cirinya harus seperti Kezia.


"Hei bro, jangan-jangan kamu mau menikung aku secara diam-diam," ucap Revano melotot.


"Huh kamu ini ya, aku tidak suka bini orang."


"Tapi kalau misalnya Kezia menjadi janda apakah kamu akan menikahinya?" tanya Revano.


Temannya itu begitu terkejut saat Revano mengatakan hal itu. Sedangkan Kezia membolakan matanya saat suaminya berbicara seperti itu.


"Ehm, ehm..."


Temannya itu hanya berdehem saja untuk tidak menjawab pertanyaan Revano.


"Revano kamu keterlaluan bilang aku menjadi janda. Saat ini bahkan aku sedang hamil anakmu dan bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu," ucap Kezia menatap tajam suaminya.


"Sayang, aku bicara seperti itu karena umur kita gak akan pernah tahu."


"Revano, jangan berbicara seperti itu. Aku tidak suka ya kamu berbicara seperti itu lagi kepadaku!" ucap Kezia dengan nada tinggi.


Revano menghela napas panjang dan mengangguk pelan. Mereka lalu pamit setelah memberikan masukan kepada temannya tentang makanannya yang telah tadi dihidangkan.


...*****...


Sebulan kemudian.


Revano dan Kezia sedang jalan-jalan ke mall dengan Reva. Saat ini Reva digendong oleh Revano karena Kezia sudah hamil besar dan tidak bisa jika harus menggendong Reva. Perut Kezia sudah terlihat turun dan harusnya sudah kemarin dia melahirkan tapi nyatanya belum juga ada tanda-tanda sang buah hatinya akan lahir.


Kezia dan Revano setelah selesai berbelanja lalu masuk ke mobil mereka. Reva duduk bersama sang Papanya, balita itu lebih dekat dengan Papanya daripada Mamanya. Revano semenjak Kezia hamil lagi jadi yang menyetir sekaligus duduk bersama sang putrinya dalam satu kursi mobilnya. Selain anaknya itu manja dengan Papanya dan juga selalu ingin dekat dengan sang Papa


"Revano, aku akan melahirkan sekarang."


"Hah melahirkan? Tahan dulu ya sayang. Kita ke rumah sakit sekarang juga."


"Kamu pikir ini bisa ditahan begitu saja?" ucap Kezia sambil memegang perutnya.


"Aduh kenapa macet segala lagi," ucap Revano menggerutu.


Mereka sampai trotoar dan pas lampu merah.


"Arghhh, kenapa perutku sangat sakit sekali. Tidak seperti saat dulu mengandung Reva. Revano cepatlah! Nanti keburu aku melahirkan anak kamu di mobil," ucap Kezia berteriak dan sambil memegang perutnya yang sudah terasa sakit.


"Sayang sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai."


"Sabar, sabar. Dari tadi kamu hanya bisa bilang sabar? Aku sudah merasakan kesakitan dari tadi Revano. Anakmu ini akan segera lahir dan kamu masih bilang aku untuk bersabar? Apa kamu tidak bisa melihat perjuanganku melahirkan Reva kemarin seperti apa."


"Iya aku ingat sayang, kamu wanita yang hebat."


"Lajukan mobilnya dengan cepat. Lama-lama bisa brojol di jalan kalau seperti ini."


Akhirnya Revano mengklakson mobilnya dan membuka kaca jendela. Revano berteriak agar mobil yang ada didepannya bisa agak sedikit minggir.


"Mohon beri jalan, istri saya mau melahirkan."

__ADS_1


Akhirnya mobil yang ada didepannya menepi dan Revano bisa kembali melajukan mobilnya. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Revano meminta perawat untuk menjaga anaknya terlebih dahulu sebelum keluarganya datang dan sekarang dirinya sedang menemani istrinya yang sedang berjuang melahirkan anaknya.


Didalam ruang bersalin Kezia mengejan dan berusaha untuk melahirkan anaknya.


"Ayo Bu sedikit lagi."


"Sakit Dokter..."


"Sayang, kamu pasti bisa," ucap Revano menyemangati istri tercintanya sambil mengecup kening Kezia.


Revano menggenggam erat tangan istrinya. Dukungannya kepada sang istri memang dibutuhkan.


Setelah Kezia berusaha sekuat tenaganya untuk melahirkan anaknya, akhirnya keluarlah bayi laki-laki dengan paras tampan.


"Bayinya laki-laki," ucap sang Dokter.


"Alhamdulillah, makasih sayang. Anak kita sudah lahir. Kamu ibu yang hebat."


Revano mengusap kepala istrinya dan mengecup keningnya.


Beberapa jam kemudian, Kezia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Bayinya sudah dibawa ke ruangannya. Revano tadi sudah mengadzani sekaligus memberi nama untuk putranya.


"Reva, lihat sayang. Ini adik kamu, ganteng kan?"


Balita itu hanya bisa tertawa saat melihat sang adik yang masih terlelap dalam tidurnya. Keluarganya sudah datang, baik dari keluarga Revano maupun Kezia.


"Alhamdulillah cucuku sudah lahir," ucap Risa sambil menggendong putranya.


"Wah Reyhan sekarang sudah punya teman bermain," ucap Sonya.


"Iya dong, Reyhan nanti bisa main sama keponakannya," ucap Rey.


"Oh iya namanya siapa nak?" tanya Kenzo.


"Reza Wijaya."


"Reza, nama yang bagus nak," ucap Risa.


"Iya Mommy. Reza singkatan dari namaku dan nama Kezia yang digabungkan."


Risa tersenyum dan sambil menimang-nimang putranya.


Hari Senin saatnya berikan dukungan ke karya author dengan memberikan vote (Tanpa mengurangi poin)


Vote hanya muncul seminggu sekali.



Yang sudah memberikan vote dan poin author ucapkan terima kasih 🙂



Untuk yang memberikan koin semoga kalian diberi keberkahan karena sudah mensupport karya author agar lebih semangat up 🤗

__ADS_1



__ADS_2