
Setelah bayinya dibersihkan Rey dipanggil untuk masuk ke dalam karena anaknya butuh di adzani. Setelah itu suster meminta bayinya, agar di taruh di box bayi. Anaknya lahir dengan panjang 48 cm dan berat 3,46 kg. Dengan gemetar Rey menggendong anaknya. Rey sudah selesai mengadzani putranya.
"Anaknya mau dikasih nama siapa mas?" Suster mau menempelkan nama anaknya di box bayi.
Suster memanggilnya mas karena Rey terlihat masih muda. Ya memang Rey masih muda umurnya saja baru 19 tahun.
"Reno Putra Wijaya." Rey mengambil nama 'Putra' dari nama mertuanya Kevino Putra Alexander. Rey mengambil nama 'Putra' untuk nama tengah anaknya.
"Anaknya ganteng mas," ucap sang suster.
"Iya dong sus, aku saja ganteng dan anakku juga harus ganteng juga dong," ucap Rey dengan percaya diri.
Suster tersebut tersenyum dan memang benar anak dan ayah itu ganteng, lagian Mamanya juga cantik, jadi wajar saja anak mereka sangatlah tampan. Risa sekarang sudah berada di ruang rawat inap. Mungkin untuk 3 hari ke depan Risa akan di rumah sakit untuk masa pemulihan.
Semua keluarganya berkumpul. Mereka senang akhirnya Baby R sudah lahir.
"Sayang terima kasih ya," ucap Rey sambil mengecup kening Risa.
"Hmm iya sayang." Risa tersenyum ke arah Rey.
"Sayang lihatlah, anak kita tampan sekali," ucap Rey memperlihatkan Reno kepada Risa.
"Anakmu kamu namakan siapa nak?" Tanya Papa Kevin.
"Reno Putra Wijaya. Aku ambil nama Papa buat nama tengahnya Reno, gak apa-apa kan Pa?"
"Wah nama yang bagus. Justru Papa senang nama Papa ada dinama cucu Papa," ucap Papa Kevin dengan senyuman.
Rey tersenyum kepada Papa mertuanya. Risa dari tadi memperhatikan wajah anaknya seketika wajahnya jadi murung.
"Kok wajahnya mirip banget sama kamu sih Rey? Aku yang telah mengandungnya selama 9 bulan 8 hari tapi setelah lahir wajahnya mirip denganmu," ucap Risa dengan cemberut.
Risa kesal dirinya yang susah payah mengandung anaknya selama 9 bulan lebih 8 hari tapi wajah anaknya mirip dengan Rey dan tidak sama sekali mirip dengannya.
"Ya kan memang aku Daddy-nya sayang. Jadi wajar saja kalau Reno itu mirip denganku, kan jadinya sama-sama ganteng hehehe," ucap Rey terkekeh.
"Akhirnya kamu mirip denganku nak. Gak sia-sia kamu nyiksa Daddy saat kamu masih didalam perut Mommy." Batin Rey senang karena anaknya mirip dengannya.
Semua yang berada di ruang VIP tersebut tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Risa dan Rey. Sedangkan Risa mendengus kesal mendengar jawaban Rey. Risa ingin Rey menjawab dengan jawaban yang lainnya agar hatinya tenang. Tapi Rey jawabnya malah seperti itu.
"Wajah bayi masih bisa berubah-ubah sayang. Kamu tenang saja, mungkin nanti juga akan mirip denganmu," ucap Mama Angel agar anaknya tidak merasa terlalu kecewa.
"Benarkah Mama?" Seketika Risa merasa senang saat Mamanya bicara seperti itu, harapannya nanti anaknya juga akan mirip dengannya.
__ADS_1
"Iya sayang, waktu kamu bayi wajah kamu lebih mirip dengan Papamu. Tapi setelah berjalannya waktu kamu mirip Mama kan?" ucapnya tersenyum.
Risa berpikir memang dirinya mirip Mamanya dan cuma matanya yang hidungnya saja yang sama dengan Papanya. Tak lama kemudian Reno lalu menangis. Rey sudah berusaha untuk menenangkannya tapi Reno masih saja terus menangis di gendongan Rey.
"Nak jangan nangis, tadi anteng saja digendong Daddy sekarang kok nangis," ucap Rey sambil mengayun-ayunkannya.
Rey berusaha untuk menenangkan bayinya. Tapi masih saja Reno tetap menangis.
"Nak, sepertinya Reno haus. Kamu coba kasih ke Risa," ucap Mami Ana.
"Sayang mungkin benar yang dikatakan Mami Ana. Reno bawa sini," ucap Risa yang menyuruh suaminya membawa Reno kepadanya.
Rey lalu memberikan Reno kepada Risa. Dengan hati-hati Risa menggendong Reno dan mencium anaknya untuk pertama kalinya. Risa lalu memberikan asinya dan benar saja Reno lalu tidak menangis lagi. Risa mengelus kepala Reno dan sambil meniupnya agar Reno tidak kegerahan, meskipun sekarang wajahnya masih mirip dengan Rey namun Risa tetap bahagia. Bagaimanapun juga anaknya akan sangat tampan jika lebih mirip dengan ayahnya. Mami Ana berjalan mendekati menantu kesayangannya. Mami Ana bersyukur cucunya kini sudah lahir.
"Sayang, terima kasih ya sudah memberikan Mami cucu yang sangat tampan," ucap Mami Ana sambil mengecup kening Risa dan membelai rambut panjang menantu kesayangannya.
"Iya sama-sama Mami," ucap Risa dengan senyuman.
"Jangan lupa nanti berikan Reno adik juga ya? Kalau bisa secepatnya, agar Reno tidak main sendirian nantinya."
"Hah adik buat Reno??" ucap Rey dan Risa secara bersamaan.
Rey terkejut Maminya bicara seperti itu. Risa juga tak kalah terkejutnya dimana dirinya baru saja melahirkan anaknya beberapa jam yang lalu tapi mertuanya itu sudah minta cucu kedua darinya.
"Astaga Mami... Reno baru saja lahir beberapa jam yang lalu. Sekarang Mami sudah minta cucu kedua," ucap Papi Aldi sambil geleng-geleng kepala.
"Mami kan cuma bilang, nanti untuk berikan Reno adik saja Pi. Biar Reno juga tidak kesepian bermain sendiri."
"Biarkan mereka saja yang putuskan nantinya. Reno baru saja lahir Mami. Kecuali Reno kalau sudah umur 3 atau 4 tahun itu baru pas untuk Reno punya adik."
"Rey pengennya punya anak satu saja Mami," ucap Rey yang terus mendapatkan tatapan tajam dari Maminya.
"Gak bisa begitu dong nak! Bagaimanapun juga Reno akan meneruskan menjadi pemimpin di perusahaan kita. Nanti adiknya Reno yang akan meneruskan menjadi pemimpin di perusahaan Papa Kevin. Benar begitu kan Jeng Angel?" Mami Ana memberikan kode kedipan mata kepada besannya.
Mami Ana sengaja menyebutkan nama besannya agar membantunya bicara. Memang mereka sepakat untuk meminta cucu kedua setelah Baby R lahir.
"Iya benar Jeng," ucap Mama Angel singkat.
"Fyuh......." Rey memijit keningnya yang sudah mulai pening. Maminya sama Mama mertuanya sama saja membuatnya pusing.
Risa tak habis pikir dengan Mamanya dan juga mertuanya yang sepakat ingin Reno segera punya adik. Padahal Reno baru saja lahir beberapa jam yang lalu. Reno sudah tidak nangis lagi.
"Sayang Mama pengen gendong Reno," ucap Mama Angel.
__ADS_1
"Ini Mama." Risa menyerahkan anaknya kepada Mamanya.
"Hallo Reno, cucu Oma yang ganteng. Papa lihat cucu kita imut sekali wajahnya."
"Iya Mama lucu sekali ya Reno," ucap Papa Kevin sambil tersenyum dan membelai rambut cucunya.
Reno sangat anteng saat digendong Omanya. Bahkan dicium Oma dan Opanya juga tidak menangis.
"Reno anak yang pintar dari tadi Mama gendong tidak rewel," ucap Mama Angel.
"Iya Mama. Alhamdulillah ya kalau Reno tidak rewel," ucap Risa dengan senyuman.
"Risa dan Rey, siap-siaplah kalian malam ini mulai begadang," ucap Mami Ana.
"Iya nak, biasanya kalau malam hari bayi seringkali rewel," ucap Papi Aldi.
Risa dan Rey hanya saling memandang. Risa berharap Rey bisa diajak kerjasama untuk menjaga Reno, karena Risa habis melahirkan dan dirinya juga butuh istirahat yang cukup. Agar cepat pulih kembali.
"Tenang saja Mami dan Papi, Rey siap begadang kalau Reno rewel di malam hari."
"Makasih ya sayang," ucap Risa menggenggam tangan Rey.
"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu sayang. Kamu telah melahirkan Reno, kamu ibu yang hebat," ucap Rey sambil membelai rambut panjang Risa dan lalu mengecup keningnya.
Risa tersenyum saat mendengar Rey berbicara seperti itu.
"Iya aku ibu yang hebat gak kaya kamu pingsan saat melihat Reno lahir hahaha," ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Semua seisi ruangan tertawa terbahak-bahak. Akhirnya sekarang keluarga kecilnya lengkap dengan hadirnya Reno sang buah hatinya. Rey bahagia bisa menjadi Papa Muda seperti Dean. Tinggal Kenzo saja yang belum menyandang status sebagai Papa Muda.
"Mama Angel, bolehkah Karin menggendong Reno?"
"Boleh sayang sini."
Karin mencoba menggendong Reno. Beberapa menit kemudian Yudha datang. Yudha tersenyum saat Karin mencoba menggendong Reno.
"Karin kamu sudah pantas punya anak. Itu kamu saja sudah pintar menggendong Reno," ucap Risa meledek Karin.
"Benarkah ini sudah benar caranya? Eh aku masih terlalu muda Kak Risa untuk punya anak."
"Siap gak siap kamu sebentar lagi kamu akan menikah dengan Kak Yudha dan cepat atau lambat kamu juga akan punya anak Karin. Apalagi orang tua Kak Yudha sudah pengen punya cucu," ucap Rey.
"Iya, sepertinya mereka menginginkan secepatnya cucu dariku."
__ADS_1
Karin belum sadar kalau dibelakangnya ada Yudha yang lagi memperhatikannya. Yudha tersenyum senang mendengar Karin berbicara seperti itu.