Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 92 - Saling Menghangatkan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah. Papi Aldi masuk dan sudah di sambut istrinya di ruang tamu.


"Assalamualaikum Mami."


"Wa'alaikum Salam Papi," ucap Mami Ana sambil membawakan tas suaminya.


Mami Ana seperti biasa kalau suaminya lalu membawakan teh untuknya.


"Papi, sebelum Papi mandi kita ngobrol sebentar yuk di ruang keluarga."


Mereka langsung berjalan ke ruang keluarga.


DI RUANG KELUARGA


Papi Aldi melihat rumahnya sepi.


"Mi loh kok rumah sepi? Pada kemana?"


"Risa dan Rey katanya malam ini ingin menginap di apartment."


"Oh, mereka mengunjungi apartment. Mungkin mereka ingin hidup mandiri. Mami seharusnya gak boleh terlalu mengekang Risa dan Rey tinggal disini. Mereka juga sebenarnya ingin menjalankan kehidupan rumah tangganya berdua."


"Tapi Papi kalau mereka terus tinggal di apartment kita akan kesepian. Lagian Mami tidak ingin jauh-jauh dari mereka."


"Mami seharusnya tidak boleh egois Mi. Sekarang Risa sudah 4 bulan kehamilannya. Ada saatnya mereka ingin mandiri dan menjalankan rumah tangga mereka berdua di apartment. Mungkin mereka jenuh kalau tinggal bersama dengan kita terus."


Papi Aldi lalu menyeruput tehnya. Mami Ana sedang memikirkan perkataan suaminya dan ada benarnya juga perkataan Papi Aldi.


"Iya Pi. Mungkin mereka pengen hidup berdua."


"Iya kan Mami kalau pengen ketemu mereka bisa kesana setiap saat."


"Iya benar kata Papi. Mami juga gak boleh egois. Sekarang terserah mereka mau tinggal disini, di rumah Risa atau di apartment biar mereka yang pilih.


"Gitu dong Mi, mereka juga ingin bebas dan mandiri."


"Iya Pi. Rumah jadi sepi nih. Misalkan Baby R sudah lahir Mami pengen Risa segera hamil lagi Pi. Biar misalkan Rey dan Risa tetap tinggal di apartment atau dirumahnya Risa kita gak akan kesepian karena masih ada cucu kita di rumah ini."


"Astaga Mami, Baby R saja belum lahir. Sekarang Mami sudah memikirkan ingin punya cucu lagi. Lagian anak dan ibu tidak bisa terpisahkan begitu saja."


"Ngomongin Baby R ini tadi Risa WhatsApp Mami Pi."


Mami Ana sambil memperlihatkan foto Rey yang menggunakan Dino.


"Hahahahaha............." Papi Aldi tertawa terbahak-bahak melihat anaknya pasrah menuruti kemauan Risa yang sedang ngidam.


"Rey lucu kan Pi. Tadi sebenarnya Rey tidak mau pakai kostum Dino alasannya kekecilan. Terus Mami suruh mereka ke Mall. Akhirnya mereka dapat juga kostum Dinonya."


"Iya Lucu banget Mami anak kita. Gantengnya Rey kaya Papi kan? Tapi manjanya Rey kaya Mami." ucapnya terkekeh.

__ADS_1


"Apa kata Papi Mami manja??"


Papi Aldi takut kalau istrinya marah bisa-bisa ia akan tidur di sofa malam ini.


"Tidak... Tidak kok Mi. Rey yang manja bukan Mami. Mami tadi salah dengar. Ya udah Papi mau mandi dulu," ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Dengan segera Papi Aldi meninggalkan istrinya yang masih di ruang keluarga.


"Ah iya aku sampai lupa mau ngirim foto Rey ke jeng Angel. Jeng Angel harus tahu ngidamnya Risa kali ini."


Mami Ana langsung mengirim pesan WhatsApp ke besannya.


...*****...


APARTMENT REY & RISA


Rey dan Risa sudah selesai sholat isya berjamaah. Tiba-tiba Risa lapar perutnya berbunyi.


"Sayang aku lapar sekali. Perutku sudah berbunyi."


"Diluar sedang hujan sayang. Kita pesan makanan online saja ya?"


Rey berharap Risa tidak memaksa Rey untuk keluar mencari makan bersamanya. Rey takut Risa akan masuk angin apalagi dalam kondisi sedang hamil. Kalau Rey yang mencari makanan sendiri keluar kasihan Risa akan sendirian di apartment.


"Iya sayang pesan online saja. Aku mau makan ayam bakar. Aku mau ayamnya 2 ya?"


"Baiklah sayang aku akan pesan sekarang juga."


Rey melihat betapa indahnya pemandangan apartment di malam hari.


"Sayang indah sekali pemandangan di apartment."


"Hmm iya."


Risa sedang memfoto Rey diam-diam.


"Sempurna," ucapnya saat Risa memfoto Rey beberapa kali.


"Apanya yang sempurna sayang?" Rey langsung menoleh kearah Risa.


"Ini aku barusan memfotomu sayang."


Risa lalu menghampiri Rey dan Rey melihat 3 fotonya. Seketika Rey terbesit ide brilian.


"Sayang kandungan kamu sekarang sudah jalan berapa minggu?"


Rey pura-pura tanya padahal ada maksud lainnya dibalik pertanyaannya.


"18 minggu jalan mau 19 minggu. Memang kenapa sayang? Jadwal cek kandunganku nanti di minggu ke 20," ucap Risa sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Kamu masih ingat tidak ucapan Kak Yudha di resepsi pernikahan Kak Evan dan Kak Luna? Saat kita sedang makan bersama, aku tanya sesuatu dengan Kak Yudha."


"Ucapan Kak Yudha yang mana? Aku tidak mendengarnya waktu itu."


Risa pura-pura tidak ingat dengan pertanyaan Rey ke Dokter Yudha saat mereka sedang makan di resepsi pernikahan Evan dan Luna.


"Kata Kak Yudha bilang boleh melakukannya saat usia kehamilan di atas 16 minggu. Kemarin waktu kita cek kandungan kamu Baby R dalam kondisi sehat dan kuat."


"Terus?" tanyanya penasaran.


"Aku juga udah WhatsApp Kak Evan menanyakan tentang hal ini. Dan mereka melakukan itu aman-aman saja sayang."


"Lalu apa hubungannya dengan kita?"


"Kita coba yuk sayang."


"Eh bentar, tadi kamu bilang kamu menanyakan hal itu dengan Evan? Astaga Rey... Kamu menanyakan hal privasi ke Evan." Risa langsung menepuk jidatnya.


"Iya. Kan tidak ada salahnya saling berbagi informasi kan sayang hehehe," ucapnya terkekeh.


"Rey tatap aku. Kamu gak boleh nanya hal itu lagi ya ke Evan." Risa menatap tajam Rey.


Rey mangangguk pelan. Risa tidak habis pikir Rey bertanya tentang hal itu dengan Evan. Evan juga kenapa bisa-bisanya menanggapi pertanyaan konyol Rey.


"Iya sayang aku gak akan nanya lagi ke Kak Evan. Gimana kamu mau kan sayang? Seharian ini aku bahagiain kamu, udah nurutin semua kemauan kamu loh. Bahkan aku sampai pakai kostum Dinonya berjam-jam."


"Iya, tapi ada syaratnya."


"Apa syaratnya sayang?" Rey bingung Risa mengajukan syarat apa untuknya.


"Itu kan tadi yang mau Baby R bukan aku sayang. Ya udah kalau Baby R ngebolehin, kita akan melakukannya."


"Terus gimana caranya sayang agar Baby R ngebolehin?"


"Caranya kamu boleh berbicara apa saja dengan Baby R nanti kalau Baby R merespon dengan tendangannya kita akan coba untuk melakukannya."


Risa berharap Baby R tidak merespon dengan tendangan. Soalnya tadi pas Rey ngajak bicara untuk membujuk tidak pakai kostum Dino Baby R tidak meresponnya.


"Berpihaklah pada Daddy mu malam ini nak. Daddy seharian tadi telah mengikuti kemauan kamu." batin Rey.


"Ehm baiklah." Rey lalu wajahnya sudah tepat berada di depan perut Risa.


"Sayangnya Daddy. Tadi Daddy sudah bahagiain kamu hampir seharian loh sayang Daddy pakai kostum Dinonya. Kamu sekarang gantian bahagiain Daddy ya nak, dengan cara bolehin Daddy melakukan hal itu dengan Mommy ya sayang?" ucap Rey sambil mengusap-usap perut Risa pelan.


Tak lama kemudian Baby R menendang pelan pertanda merespon perkataan Rey. Risa merasakan tendangan Baby R di dalam perutnya. Rey tersenyum senang karena anaknya berpihak kepadanya.


"Tuh kan sayang Baby R mengizinkan kita untuk melakukan hal itu. Aku meminta jatahku malam ini sayang," ucap Rey kemudian berdiri dan tersenyum manis menatap wajah Risa.


Sedangkan Risa saat ini hanya pasrah karena syarat konyolnya yang Risa ajukan ternyata mendapat persetujuan dari Baby R yang merespon ucapan Rey.

__ADS_1


"Hmm iya."


Rey tersenyum senang akhirnya usahanya untuk pakai kostum Dino hari ini tidaklah sia-sia. Malah bisa menguntungkan untuk Rey sendiri. Rey berhasil membujuk Risa, tak lupa setiap kali akan melakukannya Rey membaca doa terlebih dahulu. Akhirnya mereka melakukan hal itu untuk pertama kalinya di apartment mereka. Udara yang dingin dan ditemani rintik hujan menambah kesan romantis untuk mereka saling menghangatkan.


__ADS_2