Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Morning Sickness..


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Sandra masih tertidur dengan pulas. Reno lalu ingin memberikan sesuatu untuk istrinya yang sedang mengandung anaknya. Dengan segera Reno mengambil kunci mobilnya. Reno melajukan mobilnya ke arah penjual bunga. Reno membeli satu buket bunga mawar putih yang besar. Setelah sudah dibayar, Reno kembali melajukan mobilnya ke arah apartemennya. Setelah beberapa puluh menit kemudian Reno sudah sampai di apartemennya.


"Mudah-mudahan saja istriku suka." Sambil membawa buket bunga mawar tersebut dan keluar dari mobilnya.


Reno melangkahkan kakinya dengan cepat agar segera sampai di kamarnya. Reno membuka pintu apartemennya pelan-pelan. Ternyata istrinya masih tertidur. Reno mendekati Sandra yang masih tertidur pulas. Reno mengusap rambut istrinya.


"Honey, bangun sudah pagi."


Sandra menggeliat dan menutupi wajahnya dengan selimutnya. Tidak biasanya Sandra seperti ini. Reno berpikir bahwa mungkin ini bawaan sang anak yang sedang dikandung oleh istrinya. Karena biasanya Sandra lebih dulu yang bangun dibandingkan Reno.


"Honey, bangun dong. Aku ada sesuatu nih untuk kamu."


Sandra mulai mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi honey." Sambil mengecup pipi Sandra.


"Pagi juga hubby..." Sandra tersenyum saat melihat suaminya.


"Honey aku ada sesuatu untukmu. Sebentar ya?"


Sandra menganggukkan kepalanya. Sambil menunggu suaminya datang Sandra cuci muka di wastafel. Sandra lalu keluar dari kamar mandi dan seketika suaminya bikin terkejut.


"Surprise....... Ini buat kamu honey."


"Wah, makasih ya hubby." Sandra langsung memeluk suaminya.


"Kamu tahu tidak kenapa aku membelikan kamu bunga mawar putih bukan mawar merah atau mawar yang lainnya."


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Karena cintaku begitu tulus padamu honey."


"Hubby kamu gombal deh!"


"Gombal sama istri sendiri kan tidak apa-apa."


"Aku mau foto kamu honey. Buat update status kalau kita pasangan yang bahagia."


Sandra lalu menuruti suaminya. Reno lalu memfoto Sandra.



"Hubby aku malu. Wajahku masih muka bantal gitu." Saat melihat hasil jepretan foto suaminya.


"Tidak apa-apa honey. Kamu tetap cantik kok. Ayo kita masuk."


Mereka lalu masuk kembali ke kamarnya.

__ADS_1


"Ehm... Hubby aku ingin makan sesuatu."


"Kamu ingin makan apa honey?"


"Sepertinya anak kita menginginkan bubur kacang hijau buatan Papanya," sambil mengusap perutnya yang sudah agak terlihat sedikit.


Sandra sedang hamil 2 bulan lebih 2 minggu.


"Wah kamu mulai ngidam ya honey? Aku akan buatkan sekarang juga."


"Sebentar ya sayangnya Papa," ucapnya sambil mengecup perut Sandra sebentar.


Sandra bahagia kehadiran sang buah hatinya menjadikan Reno semakin perhatian. Sandra bangga punya suami seperti Reno yang bisa masak apa saja. Seperti biasa Reno sekarang yang gantian membuat masakan untuk istrinya. Semenjak Sandra hamil Reno melarangnya untuk memasak. Sandra menurut saja. Pagi hari ini istrinya sedang ngidam ingin memakan bubur kacang hijau buatan suaminya.


"Hubby, apakah sudah matang buburnya?"


Reno lalu berjalan mendekati istrinya yang duduk di ruang makan.


"Belum honey, sebentar lagi matang kok. Yang sabar ya nak," sambil mengusap perut Sandra sebentar.


Sandra tersenyum suaminya begitu perhatian. Terlebih saat dirinya dikatakan tengah mengandung. Reno jadi lebih perhatian dengan Sandra.


"Ah, sepertinya sudah matang honey. Aku lihat dulu ya?"


"Iya hubby."


"Ini honey bubur pesanan kamu sudah matang."


"Wah, sepertinya enak hubby."


"Iya dong honey. Kan aku masaknya penuh dengan cinta."


"Hahaha... Kamu bisa saja hubby."


Mereka lalu sarapan bersama. Keinginan ngidam Sandra akhirnya terlaksana.


"Bagaimana honey, enak atau tidak bubur kacang hijau buatan aku?"


"Enak, kok hubby. Aku suka, kamu pintar masaknya. Aku harus berterima kasih sama Mommy Risa nanti kalau ketemu. Mama mertuaku sangat pandai mengajarkan anaknya untuk memasak."


"Itulah tujuan Mommy Risa mengajarkan aku dan Revano untuk memasak. Agar saat istri sedang hamil bisa gantian yang masak."


"Ngomong-ngomong soal Revano kita belum bertemu lagi dengan ia dan juga Kezia."


"Sudahlah, jangan bicarakan Kezia honey. Adikku pasti bisa membuatnya jatuh cinta."


"Iya hubby. Aku juga percaya kalau mereka ditakdirkan untuk bersama. Karena secara tak sengaja nama yang ada diundangan nama mereka berdua."

__ADS_1


"Iya honey, aku juga berharap seperti itu. Aku berharap adikku bisa bahagia menikah dengan Kezia. Mudah-mudahan saja Kezia segera hamil menyusul kamu honey."


"Iya aamiin. Aku juga berharap seperti itu. Jadi ada yang menemaniku hamil. Secara tak sengaja kan kita nikahnya di hari yang sama."


"Iya... Tapi Alhamdulillah kamu duluan yang hamil honey. Coba kalau Kezia yang hamil duluan. Masa aku akan kalah sama adikku sendiri."


"Kamu ini bisa saja hubby."


Mereka lalu tertawa bersama. Reno bersyukur pernikahannya yang baru saja berjalan 3 bulan lebih itu sekarang sudah ada sang buah hatinya yang hadir dalam perut istrinya.


...*****...


Sekarang usia pernikahan Kezia dan Revano sudah berjalan 5 bulan lebih 1 minggu sama halnya dengan usia pernikahan Reno dan Sandra. Karena mereka menikah di hari yang sama. Sekarang kandungan Sandra sudah berjalan 3 bulan 3 minggu. Reno sangat bahagia perut istrinya sudah mulai terlihat. Setiap hari Reno selalu menyapa anaknya yang masih dalam kandungan istrinya.


Waktu berjalan begitu cepat liburan semester telah usai. Revano sudah masuk kuliahnya seperti biasanya di Korea. Tak hanya itu Revano juga menjadi seorang model di Korea. Dirinya memanfaatkan waktu liburan semesternya untuk menjadi model. Sekarang Revano sedang berolahraga di kamarnya. Entah akhir-akhir ini dirinya ingin berolahraga di kamarnya dan tidak keluar rumah.




Saat berolahraga raga Revano merasakan perutnya bergejolak kembali. Revano langsung menyudahi kegiatan olahraga dan menutup mulutnya yang ingin segera untuk mengeluarkan isi perutnya. Revano berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Hoekk...... Hoekk........." Revano terus menerus muntah di wastafel.


Setelah selesai Revano segera membersihkan mulutnya.


"Kenapa setiap pagi aku selalu mual dan muntah ya? Sudah satu bulan lebih aku seperti ini."


Revano mengalami kehamilan simpatik atau biasa disebut Sindrom Couvade.


Revano berpikiran bahwa dirinya sekarang tidak makan malam seperti biasanya. Entah selera makannya menurun sudah sebulanan ini. Jadi Revano mikirnya bahwa dirinya mengalami sakit magh. Revano belum menyadari bahwa dirinya sebenarnya mengalami morning sickness. Karena istrinya sedang hamil muda.


...*****...


Kezia merasa ada yang kurang dari hidupnya. Setelah kepergian Revano hampir dua bulan yang lalu hidup Kezia jadi terasa hampa.


"Kenapa aku begitu merindukannya? Padahal ini kan yang aku inginkan, bahwa dirinya akan pergi dari hidupku untuk selama-lamanya. Harusnya aku senang dan kenapa sekarang aku jadi sedih." Lirihnya sambil melihat ke arah foto pernikahan yang ada di kamarnya.


Kezia begitu merindukan Revano karena saat ini dirinya tengah mengandung sang buah hatinya. Foto pernikahan mereka di taruh di kamar dan tidak dipajang di luar karena Kezia tidak mau memasangnya. Katanya bisa merusak pemandangan. Jadi alangkah baiknya lukisan pemandangan saja yang dipajang di depan.


Saking pusingnya Kezia tidak menyadari bahwa kini sudah terlambat datang bulan bahkan sudah dua bulan lamanya dirinya tidak mendapatkan tamu bulanannya datang. Karena Kezia sedang fokus dengan butiknya yang sekarang semakin ramai. Semenjak ada bunga mawar merah segar yang menghiasi tokonya sekarang tokonya semakin ramai. Setiap kali ke butiknya Kezia melihat bunga mawar merah tersebut. Kezia merasa bersalah dengan Revano bahwa dirinya pernah menginjak sebuket bunga mawar merah pemberian suaminya saat meminta maaf dengannya. Kezia kini menyadari akan kesalahannya. Kezia akan meminta maaf dengan suaminya.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 rate 5 🌟 and biar author tambah semangat 🆙


tambahkan ke favorit biar saat 🆙 ada pemberitahuannya 🙂


Jangan lupa berikan hadiah dan vote. Terima kasih ❤️

__ADS_1



__ADS_2