Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 81 - Surat Wasiat Nenek Kenzo


__ADS_3

Risa berharap tidak akan ada lagi pelakor ataupun pebinor yang menggangu rumah tangganya. Risa akan bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Rey dan anaknya. Dulu Risa takut untuk hamil karena usianya yang masih terbilang muda tidak bisa mengurus bayi. Tetapi sekarang Risa justru bahagia bahwa kehadiran anaknya yang akan menjadi pelengkap keluarga kecilnya.


"Sayang aku boleh meminta sesuatu sama kamu?"


"Apa sayang? Kalau aku bisa melakukannya akan aku sanggupi." Rey langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah Risa.


"Aku ingin kamu malam ini tidur bertelanjang dada."


"Risa pasti sedang ngidam lagi. Makin kesini kok makin aneh saja permintaannya. Tapi bagaimanapun juga ini permintaan anakku dan harus aku turuti." batin Rey.


Rey langsung membuka kaosnya agar Risa langsung bisa melihatnya karena orang ngidam harus segera dituruti. Risa lalu memeluknya dan rasanya nyaman apalagi Rey selalu menggunakan body spray setelah mandi dengan aroma mint yang masih melekat di tubuhnya.


"Aku suka wangi parfumnya sayang."


Rey tersenyum lalu mengecup kening istrinya.


"Yaudah ayo kita tidur, sudah malam sayang."


Risa memiringkan tubuhnya menghadap kearah Rey untuk memeluknya. Kepalanya dia rebahkan didada bidang suaminya. Seketika Risa merasa haus dia langsung melepaskan pelukannya dan duduk.


"Sayang aku haus, aku mau ke dapur dulu ambil minum," ucap Risa yang akan beranjak pergi dari ranjangnya.


Rey langsung menarik tangannya agar Risa tidak pergi ke dapur.


"Sayang biar aku saja yang ambilkan minum untukmu," ucap Rey langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke arah dapur.


Saat di dapur Papinya sedang menikmati coklat panas. Papi Aldi mengernyitkan dahinya saat melihat anaknya bertelanjang dada.


"Loh nak kok gak pakai baju?"


"Ini Risa yang memintaku untuk bertelanjang dada Pi mulai malam ini." sambil menuangkan air putih ke gelas.


"Kamu harus bersabar ya nak demi anakmu juga. Papi dulu juga gitu waktu Mamimu sedang hamil kamu nak. Eh.. jangan-jangan anakmu nanti laki-laki. Soalnya ngidamnya sama dengan Mamimu dulu."


"Benarkah Pi?" Rey matanya berbinar-binar saat mendengar perkataan Papinya kalau anaknya nanti laki-laki.


"Iya, Papi dulu juga sama sepertimu. Mamimu ingin Papi bertelanjang dada saat tidur selama kurang lebih satu bulan."


"Kok lama banget Pi?"


"Ya kamu harus banyak bersabar ya nak. Turuti saja apa kemauan istrimu."


"Iya Pi. Yaudah Rey ke kamar dulu ya Pi. Sudah ditunggu Risa minumannya."

__ADS_1


"Iya nak."


Rey lalu pergi ke kamarnya dengan wajah yang berseri-seri. Rey tidak sabar menunggu waktunya tiba beberapa minggu lagi untuk USG jenis kelamin bayinya. Rey berharap apa yang Papinya katakan menjadi kenyataan.


"Sayang ini minumnya." sambil menyodorkan gelasnya.


"Kok kamu ambil minumnya lama sih sayang. Tadi hampir saja aku susul," ucapnya heran sambil menerima gelasnya dan lalu meminumnya.


"Maaf ya sayang jadi lama. Tadi aku diajak berbincang-bincang dengan Papi. Kemungkinan anak kita laki-laki sayang. Soalnya kamu ngidamnya sama kaya Mami dulu."


"Wah aku senang sayang kalau misalnya anak kita beneran laki-laki. Tapi kalau nanti yang lahir perempuan gimana? Apa kamu akan kecewa kalau anak kita yang lahir nantinya perempuan?"


"Tidak sayang. Anak laki-laki sama perempuan sama saja."


"Sayang memangnya kamu ingin punya berapa anak dariku?" tanyanya penasaran.


"Pertanyaan macam apa ini? Baru mau punya satu anak saja sudah puyeng aku Risa karena ngidammu yang aneh-aneh." batin Rey.


"Terserah kamu saja sayang. Berapa yang diberikan Allah kepada kita harus kita terima."


Risa tersenyum karena Rey tidak mengharuskan berapa anak yang akan Risa lahirkan.


...*****...


Kakeknya Kenzo baru datang dari Belanda. Kakeknya sedang berbincang-bincang di ruang tamu dengan Mamanya Kenzo.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum Salam... Eh cucu kakek udah pulang kerja?"


"Loh kakek kapan datangnya? Siapa yang jemput? Kalau Kenzo tahu kakek akan pulang hari ini Kenzo yang akan menjemput kakek."


Kenzo lalu mengecup punggung tangan Kakeknya lalu Mamanya, soalnya Papanya belum pulang dari kantor.


"Baru 10 menit yang lalu cucuku. Kakek naik taksi, sengaja kakek tidak bilang terlebih dahulu karena kakek bikin kejutan untuk kalian."


Lima menit kemudian Vero Leonardo datang.


"Papa? Kok gak kabarin Vero kalau mau datang?"


"Sengaja kok soalnya ada yang perlu kakek sampaikan. Sini nak duduk di sebelahku," ucapnya kepada Vero anaknya.


Vero lalu berjalan dan duduk di sebelah Papanya. Sedangkan Kenzo duduk di samping Mama Zaskia.

__ADS_1


"Tolong bacakan surat wasiat ini dari ibumu nak." sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Vero.


_________________________________________________


"Vero Leonardo anakku. Mungkin saat kamu membaca suratku ini aku telah tiada. Tolong kamu didik cucuku Kenzo dengan baik. Aku ingin Kenzo menikah saat sudah lulus kuliah dan sudah memberikan penerus untuk Keluarga Leonardo di umurnya yang ke 25 tahun. Tolong kabulkan permintaan Mamamu ini nak. Mungkin ini permintaan terakhir Mama kepadamu."


^^^Belanda, 08 August 2017.^^^


^^^Della Zylguino.^^^


_________________________________________________


Kenzo terbengong mendengar surat wasiat dari neneknya. Dia harus segera menikah dan sudah memiliki anak di usianya 25 tahun. Sedangkan sekarang umurnya sudah 23 tahun dan dua bulan lagi ulang tahunnya yang ke 24 tahun. Sedangkan Sonya kuliahnya masih semester 3. Jadi mau tidak mau tahun ini harus menikah agar bisa memenuhi surat wasiat neneknya.


"Nak bagaimana apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya Vero kepada anak semata wayangnya.


"Punya Pa. Dia adik kelasku di kampus namanya Sonya Hermawan."


"Apa dari Keluarga Hermawan? Papanya bernama Arsa bukan?" tanya Vero meyakinkan.


"Iya Pa kenapa?"


"Papa kenal nak. Arsa Hermawan dulu adalah teman kuliah Papa waktu masih muda."


"Kalau begitu segera nikahi dia cucuku. Apalagi Papanya teman Papamu. Jadi mau nunggu apa lagi?," ucap kakek.


"Ehm.. Sonya inginnya menikah saat sudah lulus kuliah kakek. Jadi sekitar 2,5 sampai 3 tahun lagi."


"Tidak bisa cucuku. Wasiat tetaplah wasiat. Kalau nunggu Sonya lulus usia kamu sudah 27 tahun, sedangkan 2 bulan lagi kamu akan berulang tahun ke 24 tahun. Jadi mau tidak mau kalian harus menikah bulan depan dengan kekasihmu itu."


"Hah bulan depan?" ucap Kenzo kaget.


"Iya cu. Kalau Sonya tidak mau, kamu menikahlah dengan mantan kamu yang bernama Elsa. Karena bagaimanapun wasiat dari nenekmu harus tetap dijalankan."


"Tidak kek. Elsa hanya masa laluku dia telah meninggalkanku untuk bersama dengan pacar barunya. 2 hari lagi ulang tahun Sonya dan aku akan melamarnya kek."


Kenzo tidak mau lagi berhubungan lagi dengan Elsa. Baginya Elsa hanyalah masa lalunya karena Elsa duluan yang meninggalkannya demi pacar barunya dan sekarang masa depannya adalah dengan Sonya.


"Bagus nak. Semoga di terima ya lamaran kamu," ucap sang Mama yang berada di sebelahnya.


"Terima kasih Ma."


Kenzo sebenarnya was-was jika Sonya menolaknya. Kenzo saat ini masih bimbang kalau sampai Sonya tidak mau diajak nikah sebulan lagi.

__ADS_1


__ADS_2