
Beberapa bulan kemudian.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu Baby Rio sudah berumur 4 bulan lebih 3 minggu. Viona beberapa kali sudah menunda pernikahannya dengan Vino. Akan tetapi sekarang sudah tidak bisa menolaknya lagi karena Mama Vera yang memintanya. Viona tidak bisa menolak keinginan Mama Vera karena teringat dengan almarhum ibunya. Viona melihat Mama Vera begitu tulus menyayanginya seperti anaknya sendiri. Itulah yang membuat Viona tidak bisa menolak keinginan Mama Vera. Vino meskipun belum begitu mengingat Viona namun hatinya yakin bahwa Viona adalah jodohnya.
"Mama aku akan menikahinya secara resmi hari ini."
"Berbahagialah nak dan jangan lupa berikan Mama cucu kedua," ucap Mama Vera tersenyum bahagia.
Vino mengangguk pelan dan melempar senyuman karena hari ini akan menikahi Viona, wanita yang beberapa bulan ini mengganggu pikirannya. Vino terus kepikiran dengan Viona.
Pernikahan mereka akan dilangsungkan di kediaman rumah Viona. Mereka hanya mengundang beberapa tamu penting saja dan tidak banyak karena undangan mereka batasi.
"Mulai hari ini statusku akan berubah menjadi istrinya dengan kata lain istri sementara karena setelah Vino kembali ingatannya aku akan membawa Rio kembali ke rumah." Batin Viona yang sudah mantap untuk menjadi single parent.
Kenyataan pahit dimasa lalu membuat Viona sekarang tidak percaya dengan yang namanya cinta. Rasa kecewanya terhadap Vino sudah mendarah daging. Meskipun Vino sudah terkena karmanya dengan kehilangan daya ingatnya namun hati Viona masih belum terbuka untuk laki-laki. Sepertinya dalam hal ini Vino harus berjuang keras untuk meluluhkan hati Viona kembali.
Tak lupa Mama Vera mengundang Keluarga Alexander dan Keluarga Wijaya karena mereka merupakan rekan bisnisnya. Viona juga mengundang Kezia dan juga Revano. Viona akan membuktikan bahwa dirinya bukanlah seorang pelakor. Dengan bukti bahwa akan menikah dengan Vino.
Keluarga Vino sudah datang. Acara pernikahan akan segera dimulai. Vino sudah duduk didepan penghulu. Tak lama kemudian datanglah Viona dengan berpakaian kebaya yang senada dengan warna yang Vino gunakan. Vino menatap wajah Viona yang begitu cantik lagi ini.
"Sepertinya anakku sudah mencintainya meskipun masih hilang ingatannya." Batin Mama Vera.
Yang menjadi wali nikah Viona adalah Pamannya. Jauh-jauh dari Surabaya datang untuk menikahkan keponakannya.
Viona duduk disamping Vino. Setelah itu Vino menjabat tangan penghulu. Setelah terdengar kata sah mereka sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri yang sah secara agama dan dimata hukum. Doa sudah dipanjatkan dan tibalah saatnya untuk saling bertukar cincin. Setelah bertukar cincin Viona lalu mengecup punggung tangan suaminya. Vino lalu mengecup kening istrinya. Ada aura bahagia terpancar dari wajah Vino. Berbeda dengan Viona yang hanya tersenyum tipis. Setelah akad nikah selesai lalu acara selanjutnya berlanjut ke resepsi pernikahan. Mereka hanya mengundang 300 tamu undangan yang penting-penting saja.
...*****...
Keluarga Alexander maupun Keluarga Wijaya akan hadir saat acara resepsi pernikahannya saja. Mama Angel dan Papa Kevin yang tak lain orang tuanya Risa sudah berangkat duluan bersama dengan Mami Ana dan Papi Aldi, yang tak lain orang tuanya Rey. Pasangan Kakek dan Nenek tersebut memilih untuk pergi duluan ke acara.
Kezia dan Baby Reva sudah berdandan cantik hari ini dan tinggal menunggu Revano untuk selesai berpakaian. Baby Reva sudah berumur 9 bulan saat ini. Revano sudah berpakaian rapi dan lalu mendekati anak dan istrinya.
"Anak dan istriku sudah cantik," puji Revano yang memperlihatkan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Papa juga ganteng," ucap Kezia menirukan suara anak kecil dan melambaikan tangan Reva ke Revano.
Revano terkekeh geli mendengarnya.
"Sayang, aku tidak menyangka Vino dan Viona akan menikah."
"Iya sayang, mereka berhak untuk hidup bahagia karena Rio juga butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya."
"Tapi aku jadi kasihan sama Viona kan Vino belum mengingatnya."
"Uh aku kagum dengan kamu sayang. Dulu kamu bahkan membencinya tapi sekarang kamu peduli dengannya," ucap Revano merasa bahagia mempunyai istri sebaik Kezia.
"Sesama manusia harus saling memaafkan dan mengubur masa lalu. Bukankah begitu?"
"Pintar sekali istriku ini," ucap Revano menoel hidung Kezia.
"Sudah ayo kita berangkat Daddy Rey and Mommy Risa sudah menunggu kita."
Mereka lalu menuruni anak tangga, Rey dan Risa tersenyum melihat anak dan menantunya sudah serasi dengan bajunya yang sama. Reno, Sandra dan juga Rendra tidak ikut karena mereka sedang berlibur ke luar kota. Sekaligus Sandra menemani suaminya yang mengecek perkembangan usahanya di luar kota.
"Kalian begitu terlihat serasi nak," ucap Rey tersenyum.
"Hehe, Mommy and Daddy juga terlihat serasi."
"Ah, kami sudah tua nak."
"Mommy terlihat masih muda. Umur Mommy kan baru empat puluhan kalau sudah lima puluhan baru dapat dikatakan tua," ucap Revano terkekeh.
"Haha, ya sudah ayo kita berangkat sekarang saja."
Mereka memutuskan untuk menggunakan satu mobil dengan Revano dan Kezia duduk didepan. Baby Reva terlihat bahagia saat berada di mobil. Karena anak kecil seusia Reva tahunya diajak jalan-jalan sama kedua orangtuanya.
Risa tersenyum melihat menantunya begitu sayang terhadap cucunya ada rasa bahagia pernikahan anaknya yang tadinya cuma menikah secara paksa namun membuahkan hasil yang manis karena pada akhirnya mereka saling mencintai.
__ADS_1
Lamunan Risa membuyar saat Revano bilang sudah sampai dan Rey yang menggenggam tangannya. Revano parkir mobil di jalanan karena halaman rumah Viona digunakan untuk acara resepsi pernikahan.
Rey dan Risa bergandengan mesra yang tak kalah dengan anaknya. Rey dan Risa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan lalu kepada Mama Vera.
"Jeng, makasih sudah datang," ucap Mama Vera kepada Risa mereka lalu bercipika-cipiki ria.
"Iya, sama-sama Jeng."
"Oh iya tadi orangtuanya Jeng Risa sudah datang duluan dan sepertinya mereka sedang menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Ayo Jeng silakan untuk mencicipinya."
"Baiklah," ucap Risa.
Rey dan Risa lalu pergi ke area prasmanan. Sedangkan Revano dan Kezia sekarang menyalami pasangan pengantin baru tersebut.
"Selamat menempuh hidup baru ya Viona dan Vino. Semoga kalian selalu bahagia," ucap Kezia berbicara dengan tulus.
"Selamat ya, akhirnya kalian menikah," ucap Revano yang hanya menyalami Vino karena Revano selalu menjaga jarak dengan wanita lainnya. Sikapnya seperti Rey yang hanya akan mau bersalaman dengan istrinya dan juga keluarganya saja.
"Terimakasih," jawab Vino singkat karena tidak tahu dengan siapa tadi ia bersalaman.
"Makasih Kezia dan Revano sudah datang," ucap Viona tersenyum manis.
"Sama-sama," jawabnya bersamaan.
Vino mengusap pipi Baby Reva. Vino gemas dengan anak dari tamu undangan tersebut.
"Anakmu sangat cantik sekali. Bolehkah kalau sudah besar kita berbesanan?" ucap Vino yang langsung membuat Kezia, Revano dan Viona sampai terbengong.
Mereka semua terkejut dengan apa yang diucapkan Vino barusan.
"Kalian kok jadi terbengong seperti itu. Lupakan saja apa yang aku katakan barusan," ucap Vino yang jadi merasa tidak enak.
Revano tersenyum tipis dan mengajak Kezia untuk mencari Mommy and Daddy.
__ADS_1