Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kepergok Lagi??


__ADS_3

Revano jadi menyesal karena tadi berbicara sembarangan. Revano lalu akan meminta maaf kepada istrinya. Padahal menurutnya Revano tidak bersalah dalam berbicara.


"Kezia, sayang hadap sini dulu," ucap Revano dengan lembut.


Sifat lembutnya Rey menurun ke Revano. Bahkan juga sikapnya Revano 90% mirip dengan Rey.


"Nak, bantu Papa agar bisa membujuk Mama kamu," ucap Revano sambil memegang perut Kezia.


"Sayang, aku minta maaf. Kamu mau memaafkan aku kan sayang?" ucapnya kembali.


"Hmm..." Kezia hanya menjawab dengan deheman saja sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kalau lagi begini kamu menggemaskan sayang." Batin Revano.


"Makasih ibu dari anakku," ucap Revano sambil memegang dagu Kezia dan lalu mengecup bibir istrinya.


Mereka kini saling berpandangan dan kemudian menutup mata. Kezia hanyut dalam asmara yang Revano ciptakan. Revano selalu bersikap lembut kepada istrinya. Mereka bahkan tidak mendengar suara ketukan pintu kamar. Kezia mulai terbuai saat suaminya mengecup bibirnya kembali. Kegiatan mereka sehingga membuat telinga mereka tidak mendengar suara dan ketukan pintu dari luar kamar.


"Nak, acaranya akan segera dimulai. Kalian turun sekarang yuk. Tamunya juga sudah banyak yang datang dan hanya beberapa orang saja yang belum datang," ucap Risa sambil mengetik pintunya kembali.


Karena tidak ada jawaban dari anak dan menantunya. Risa lalu membuka pintu kamar anaknya. Risa matanya terbelalak saat melihat Revano dan Kezia sedang saling mengecup bibir dengan mesra. Risa lalu teringat dengan suaminya.


"Ehem..........." Risa berdehem dan saat itu juga Revano dan Kezia saling melorot karena ada orang yang berada di kamarnya. Suara itu tidak asing ditelinga mereka.


Sedangkan Revano dan Kezia kini terasa malu ketika melihat siapa yang sudah masuk ke kamarnya. Kezia dan Revano malu saat kepergok oleh Risa.


"Mommy..." Kezia


"Mom-Mommy," ucap Revano terbata-bata.


"Kalian ini pantas saja Mommy ketuk pintunya berkali-kali tidak menyahut dan Mommy juga panggil kalian dari luar tidak mendengarnya. Ternyata kalian sedang asyik di kamar."


"Maaf Mommy," ucap Revano.


"Maafkan kami Mommy," ucap Kezia yang merasa tidak enak karena kepergok mertuanya sendiri.


"Lain kali kunci pintu kamarnya nak."


"Baik Mommy," jawab Kezia.


"Iya, siap Mommy."


"Sudahlah, kalian cepat turun. Sudah banyak tamu undangan yang datang menunggu kalian."


"Iya, kita akan segera turun Mommy," ucap Revano.


"Mommy akan panggilkan Daddy, sebentar lagi aku dan Rey akan menyusul kalian."


"Iya Mommy."

__ADS_1


Risa lalu keluar dari kamar anaknya dan menuju ke kamarnya sendiri. Risa melangkahkan kakinya dengan cepat agar segera sampai di kamarnya.


Setelah sang Mommy keluar dari kamarnya Revano lalu berbicara dengan istrinya.


"Sayang, kita kepergok lagi."


"Ah iya, ini semua gara-gara kamu. Mommy jadi melihat kita," ucap Kezia yang seketika pipinya merah merona.


"Hahaha, kita impas sayang. Saat di butik kan kamu duluan yang mengecup bibirku," ucap Revano terkekeh.


"Aku jadi malu sama Mommy."


"Sudah sayang jangan terlalu dipikirkan. Sebaiknya kita keluar dari kamar dan menuju ke taman belakang. Acaranya katanya sebentar lagi akan dimulai."


"Hmm iya sayang, ayo," ucap Kezia sambil menggandeng tangan suaminya.


Mereka lalu keluar dari kamarnya.


Risa sekarang sudah sampai di kamarnya. Risa melihat Rey sudah rapi menggunakan pakaian adat jawa.


"Suamiku," Risa lalu memeluk Rey.


"Kenapa sayang?" Seketika Rey terkejut saat Risa memeluknya.


Risa lalu menceritakan apa yang barusan dia lihat. Rey terkejut saat mengetahui bahwa Risa melihat saat Revano dan Kezia saling mengecup bibir di kamarnya.


"Jadi kamu ingin seperti mereka?" tanya Rey memastikan.


"Sayang, kamu kenapa jadi manja seperti ini?"


"Bukankah kamu yang bilang kalau kita semakin tua, kita harus makin mesra?"


"Apa jangan-jangan Risa hamil lagi?" Batin Rey.


"Sayang, kamu sudah datang bulan belum?"


"Tumben kamu nanyain hal itu."


"Jawab saja sayang sudah atau belum."


"Belum, memangnya kenapa Rey?" tanya Risa sambil menaikkan satu alisnya.


"Atau jangan-jangan kamu isi lagi?" ucap Rey sambil memegang perut Risa.


"Isi?" Risa masih bingung dengan perkataan suaminya.


"Iya, mungkin saja kamu hamil sayang. Kita akan punya anak lagi." Rey sambil mengusap perut Risa. Rey berharap istrinya sedang berbadan dua.


"Ha-hamil?" ucap Risa terbata-bata, matanya kini membulat dengan sempurna.

__ADS_1


"Coba kamu ingat-ingat lagi kapan tanggal terakhir kalinya kamu datang bulan."


Risa lalu mengambil kalender mejanya. Risa membolakan matanya saat melihat sekarang tanggal 28. Yang artinya dia tengah terlambat datang bulan.


"Astaga aku sudah terlambat datang bulan 2 hari. Haduh bagaimana ini," ucap Risa sambil menepuk jidatnya.


"Wah, itu artinya aku hebat sayang. Masih bisa membuatmu hamil," ucap Rey terkekeh dan seketika dihadiahi lemparan bantal sofa oleh Risa.


"Ah, tidak mungkin kalau aku hamil lagi," ucap Risa berusaha untuk yakin kalau dirinya kini tidak hamil.


"Sayang, coba kamu memakai alat tes kehamilan. Siapa tahu saja kamu hamil. Jadi nanti setelah kedua cucu kita lahir dan kamu akan melahirkan anak kita."


"Ah tidak mungkin aku hamil Rey."


Risa lalu membuka laci. Risa selalu punya stok alat tes kehamilan. Risa lalu mengambil satu dan langsung menuju ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Risa akan melihat hasilnya.


"Sayang, keluarlah." Rey mengetuk pintu kamar mandi dari luar.


"Sebentar," teriak Risa dari dalam kamar mandi.


Risa lalu menghembuskan napas panjang dan melihat hasilnya. Risa tersenyum saat melihat hasilnya yang menunjukkan satu garis saja yang artinya dia tidak hamil.


"Hmm, syukurlah. Aku kira aku akan hamil beneran." Batin Risa yang merasa lega.


Risa lalu membuka pintu kamar mandi. Risa melihat Rey berada didepannya.


"Sayang apa hasilnya?" tanya Rey penasaran. Rey ingin hasilnya positif.


"Alhamdulilah hasilnya satu garis saja. Itu tandanya aku tidak hamil Rey," jawab Risa tersenyum senang.


"Padahal aku berharap kamu akan hamil sayang."


"Rey, malu jika aku hamil lagi. Kita bahkan sudah berumur 40 lebih. Sepantasnya kita menggendong cucu bukan anak."


"Sayang, tapi kamu masih terlihat muda. Aku ingin punya anak satu lagi dari kamu."


"Aku tidak mau Rey."


"Sudah Rey, kita harus ke bawah. Mereka pasti menunggu kita," ucapnya kembali.


"Hmm, baiklah."


Mereka lalu turun dari kamarnya. Reno ternyata menyusul Daddy and Mommy. Mereka lalu bertemu di tangga.


"Daddy and Mommy kok lama sekali?"


"Iya tadi Mommy sakit perutnya," ucap Risa beralasan.


"Oh gitu, semua tamu undangan sudah datang."

__ADS_1


"Baiklah, acaranya berarti bisa di mulai sekarang."


Mereka lalu pergi ke taman belakang bersama-sama.


__ADS_2