
Kenzo hari ini dan Sonya tidak bisa berkumpul dengan sahabatnya seperti biasanya karena Kenzo akan mengantar Sonya ke rumah sakit untuk cek kandungannya. Tadi Sonya memberi kabar kepada kedua sahabatnya bahwa dirinya kini sedang hamil muda anak keduanya. Karena Sonya dan Kenzo tidak bisa berkumpul seperti biasanya akhirnya hari ini mereka tidak ada jadwal untuk weekend bareng.
Mendengar kabar kehamilan Sonya, Lova sangat terkejut dan Lova langsung meraih hpnya untuk menelepon Risa. Sengaja Lova telepon didekat Dean dan load speaker teleponnya. Dean kini sedang bercanda dengan Sandra.
"Risa, apa kamu sudah mendengar kabar tentang kehamilan Sonya?"
"Sudah Lova, si Kenzo benar-benar kebangetan ya Lova. Gak kasihan apa sama Kezia masih bayi berumur 4 bulan dan sudah mau punya adik."
"Iya, itu lagian Sonya juga teledor gak pasang alat kontrasepsi dulu setelah melahirkan."
"Iya, eh ngomong-ngomong aku juga belum pasang sih Lova. Hmm untung saja Rey gak berbuat macam-macam seperti Kenzo."
Setelah melahirkan Risa memang belum lagi melakukan hal itu dengan Rey. Karena mereka juga sibuk dengan urusannya masing-masing. Risa dan Rey harus kuliah online. Apalagi sambil bergantian mengawasi dan mengurus Reno yang kadang rewel, haus atau mengganti popoknya di malam hari.
"Risa kamu harus segera pasang juga dan kamu jangan seperti itu. Nanti Rey diambil sama pelakor loh!" Lova hanya mengingatkan Risa.
"Hmm iya mungkin aku akan pakai pil penunda kehamilan saja nanti, lagian Rey tidak mungkin seperti itu Lova. Jadi aku akan tenang. Lagian sudah ada Reno, kalau Rey berani macam-macam dibelakangku, Reno akan aku bawa pergi dan aku tak segan-segan akan menggugat cerainya." Risa berbicara agak keras agar Rey mendengar pembicaraannya dengan Lova melalui telepon.
"Wah ancaman kamu boleh juga Risa. Aku juga akan melakukan hal yang sama kalau Dean berani macam-macam diluaran sana. Intinya tidak ada ampun kalau sampai suami-suami kita macam-macam."
Lova sambil menatap tajam kearah Dean. Sedangkan Dean terkejut melihat istrinya menatap tajam kepadanya seperti mengkode bahwa yang dia bicarakan itu serius.
"Iya setuju Lova. Kita gak seperti Sonya yang penurut sama suami. Kita juga punya pendirian, karena melahirkan itu juga taruhannya nyawa. Aku masih ingat rasa sakit yang sangat luar biasa waktu saat aku melahirkan Reno."
"Iya Risa, aku saja kemarin waktu melahirkan Sandra karena aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya jadi aku pingsan dan akhirnya Sandra lahir dengan operasi caesar."
"Iya, perjuangan ibu melahirkan itu sangatlah sakit jadi kalau suamiku berani macam-macam siap-siap saja untuk berpisah dariku dan gak akan bertemu lagi dengan anaknya."
"Hmm iya Risa aku juga akan melakukan hal yang sama, jika itu juga terjadi denganku."
Lalu percakapan mereka berakhir. Percakapan mereka didalam telepon tadi pun terdengar oleh suami mereka masing-masing. Baik Rey maupun Dean pun takut dengan ancaman para istrinya. Rey terkejut saat Risa telepon Lova dan berbicara seperti itu. Begitu juga dengan Dean juga tidak akan berani macam-macam dibelakang istrinya. Mereka tidak sanggup jika harus berpisah dengan istri dan anaknya. Risa dan Lova lega setelah telepon. Ternyata sahabatnya itu satu misi dengannya.
__ADS_1
Saat ini Reno sedang menangis, Rey berusaha menenangkannya namun tetap saja Reno menangis. Risa lalu menggendong Reno dan berjalan ke kamar, saat ini Risa sedang memberikannya asi untuk anaknya. Ini kesempatan untuk Rey bisa WhatsApp sama Dean. Rey mengirim pesan WhatsApp kepada sahabatnya itu.
"Dean, kamu tadi mendengarkan telepon istrimu tidak?"
Pesan langsung terkirim dan centang biru yang artinya Dean sudah menerima dan membaca pesan WhatsApp darinya.
"Aku mendengarkan semua teleponnya Rey karena di loud speaker."
"Aku juga mendengarkan semua yang mereka bicarakan melalui telepon, aku juga memang tidak berani macam-macam dengan istriku dibelakangnya."
"Sama Rey, kejadian masa lalu yang menguji rumah tanggaku sudah cukup. Saat itu aku berusaha meyakinkan bahwa aku memang tidak melakukan apapun terhadap Sera, bahkan aku sampai pasang CCTV di kamar baru Lova percaya kepadaku."
"Iya Dean, kita ini sebenarnya suami-suami takut istri."
"Iya Rey hahaha. Tapi kalau gak gitu aku bisa-bisa tidur di sofa malam ini. Aku pernah tidur di sofa Rey karena waktu itu saat Lova sedang hamil Sandra aku pernah salah bicara."
"Kok bisa sama sih Dean, aku juga pernah tidur di sofa cuma gara-gara Risa ngidam malam-malam tapi gak aku turutin. Aku bilang pagi aku akan mencarinya. Tapi Risa tidak mau, akhirnya dia mendorongku keluar kamar dan akhirnya mau tidak mau aku tidur diluar dan aku tidur di sofa ruang keluarga."
"Aku heran sama Kenzo Rey, dirinya gak kasihan apa sama Kezia yang masih kecil sudah mau punya adik saja."
"Iya Rey, kita cari aman saja. Intinya aku gak mau cari masalah sama istriku. Eh sudah dulu ya Rey, Sandra menangis dan Lova lagi mandi."
"Iya Dean."
Lalu mereka mengakhiri pesan WhatsApp dan sibuk dengan kegiatan di rumahnya masing-masing.
...*****...
Kenzo dan Sonya sudah sampai di rumah sakit dan sedang antri menunggu giliran untuk dipanggil. Saat ini Kezia sedang digendong Kenzo. Para ibu-ibu yang sedang antri atau berlalu lalang banyak yang melihat ke arah keduanya.
"Ayah, coba lihat deh. Itu suami mbaknya ganteng banget ya. Sepertinya keluarga mereka sangat bahagia. Suaminya ganteng banget, gimana istrinya gak hamil lagi," ucap Ibu-ibu tersebut sedang hamil 8 bulan.
__ADS_1
"Bunda, jangan lihat masnya. Ayah gak suka bunda lihatin masnya terus. Lagian wajar istrinya hamil lagi, orang istrinya cantik kayak bidadari."
"Ayah tadi bilang apa?"
"Tidak... Ayah tidak bilang apa-apa kok bunda."
"Masnya ganteng ya ayah, kali aja anak kita bisa mirip sama masnya," ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
"Enak saja, itu anakku masa mirip sama orang lain sih bunda."
Kemudian ibu-ibu tersebut dipanggil untuk masuk ke ruangan untuk periksa kandungannya dan suaminya menemaninya. Kenzo menghela nafas panjang saat kedua orang tersebut sudah tidak berada didekatnya dan Kenzo lalu menengok kearah Sonya.
"Sayang, apa kamu tadi mendengar ucapan ibu-ibu dan suaminya tadi?"
"Iya sayang. Emangnya kenapa?"
"Mereka tadi sedang membicarakan kita loh. Kamu dibilang cantik seperti bidadari."
"Memang aku cantik kan sayang? Itu Kezia saja mirip denganku," ucapnya terkekeh.
"Iya, istriku memang cantik. Aku beruntung punya istri sepertimu sayang."
Kenzo lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sonya. Seketika Sonya membolakan matanya saat ini, dirinya tahu apa yang akan suaminya lakukan.
"Kenzo stop! Kita lagi di tempat umum. Kamu bisa lihat tidak, kita sedang berada di rumah sakit."
Kenzo langsung memundurkan wajahnya dan merutuki dirinya sendiri karena bisa-bisanya sedang berada di rumah sakit tapi tidak bisa mengontrol dirinya.
"Eh? Maaf sayang, aku sampai lupa tempat."
"Makanya lihat dulu kita lagi di mana."
__ADS_1
"Huft, iya sayang. Lain kali aku tahu tempat."
Sonya terkekeh melihat raut wajah suaminya yang sepertinya kesal. Kenzo tidak jadi mengecup wajah istrinya.