Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 58 - Honeymoon Part 9


__ADS_3

Risa dan Karin sudah sampai di rumahnya sore hari. Risa langsung menuju ke dapur untuk menaruh kue ulang tahun Rey di kulkas. Sedangkan Karin langsung ke kamarnya.


"Nak, Rey sedang tidur di kamar tamu. Kamu langsung kesana aja ya," ucap Keynan sambil menyeruput coffee latte nya.


"Baik Paman." Risa langsung berjalan menuju ke kamar tamu.


"Ceklek..." suara pintu terbuka.


Risa membuka pintu kamar tamu. Ia melihat Rey sedang tidur terlelap. Risa yang melihat suaminya tidur terlelap merasa menggemaskan, akhir-akhir ini ia sering mengusap kepala suaminya. Risa baru sadar bahwa sikapnya akhir-akhir ini yang berubah menjadi manja dan cengeng itu karena ia tengah hamil muda. Risa lalu duduk di tepi ranjang dan mengusap pelan kepala Rey agar dia tidak bangun. Namun ternyata Rey yang merasakan kepalanya ada yang menyentuh pun langsung membuka matanya.


"Sayang... Kamu sudah pulang?" ucapnya dengan nada berat khas bangun tidur dan langsung duduk.


"Iya aku baru aja pulang aku kangen kamu dan pengen elus-elus kepala kamu hehehe." sambil cengengesan.


"Hahaha kamu ini gemesin banget sih yang.


Ada-ada saja, sini aku peluk," ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.


Risa pun lalu menyambutnya dengan pelukan. Mereka pun lalu berpelukan. Entah Risa sekarang senang di manja Rey.


"Rey aku mau kasih kamu kabar bahagia, tapi tunggu nanti tengah malam ya. Kamu pasti gak nyangka akan menjadi daddy, sebentar lagi buah hati kita datang." batin.


Risa tak sabar menanti tengah malam hari tiba. Risa pengen tahu ekspresi suaminya saat tahu ia sedang hamil anaknya. Risa ingin mengabadikan moment tersebut.


"Sini temani aku tidur yang." sambil menepuk ranjangnya yang kosong.


Risa lalu naik ke tempat tidur dan tak lama Risa langsung terlelap di pelukan Rey. Entah Risa suka dengan aroma mint yang Rey gunakan. Suara adzan magrib di ponselnya membangunkan keduanya.


"Udah magrib yang. Yuk kita mandi dulu dan habis itu ambil wudhu."


Risa mengiyakan dengan anggukan dan beranjak dari ranjangnya. Mereka pun telah mandi dan wudhu secara bergantian. Rey yang keluar duluan pun langsung menunggu Risa, mereka langsung menuju ke mushola khusus untuk sholat berjamaah di rumah Karin. Mereka akan sholat berjamaah dengan Keluarga Besar Risa.


"Nak, Paman mendengar kamu lulusan pondok pesantren. Jadi kali ini kamu yang menjadi imam sholat kita ya?"


"Baik Paman."


Rey pun menjadi imam sholat untuk kedua kalinya di rumah orang lain. Sebelumnya ia pertama kali menjadi imam sholat di rumah Risa. Setelah sholat, berdoa dan berdzikir mereka saling bersalaman.


"Nak Rey suaranya bagus dan merdu sekali dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an." ucap Keynan.


"Hehe makasih Paman," ucapnya sambil cengengesan.


"Cucu menantuku, kalau ada orang yang taat beragama sepertimu tolong jodohkan dengan Karin ya?" ucap nenek.


"Hah?" Karin pun kaget mendengar ucapan neneknya.

__ADS_1


"Ada nek, namanya Dion. Sahabat saya sejak SMP, beliau juga penghapal Al Qur'an nek seperti saya."


"Wah, boleh dikenalkan sama cucu nenek ya cucu menantuku." nenek pun bicara dengan serius menatap Rey.


Rey pun bingung. Dimana sekarang kan Dion sedang di Jakarta.


"Ehm begini nek, Temen Rey yang namanya Dion itu tinggalnya di Jakarta bukan di Korea Selatan jadi tidak bisa sekarang untuk mengenalkannya."


Seketika suasana menjadi hening. Risa pun jadi tidak enak dengan Karin. Sang nenek ingin menjodohkannya dengan teman Rey padahal belum bertemu Dion sama sekali. Begitu juga dengan orang tua Karin nampak terkejut dengan ucapan kedua orang tuanya.


"Kalau begitu Karin biar pindah sekolah saja di Jakarta, ini kan mumpung liburan semester. Jadi biar gampang urusnya." ucap sang kakek.


Orang tua Karin pun saling memandang. Ketika mendengar kakek dan nenek Karin berbicara dengan begitu.


"Tapi kek, Karin senang tinggal di Korea. Lagi pula nanti Karin sekolah dimana? Apa ada sekolah internasional Indonesia yang bekerjasama dengan lembaga Korea?" ucap Karin.


"Ada Karin. Kamu lupa kalau kakek orang Indonesia? Tidak ada tapi-tapian Karin, kakek akan urus semuanya. Kamu nanti tinggal di rumah orang tua Risa. Nanti kakek yang bilang sama Kevin buat nitipin kamu."


Orang tua Karin pun tidak bisa membantah perintah kakek dan nenek. Karin pun pasrah akan perintahnya untuk pindah sekolah di Indonesia. Tak terasa mereka berbincang-bincang pun sampai terdengar Adzan Isya. Lalu mereka Sholat Isya berjamaah. Mereka lalu makan malam bersama dan setelah itu mereka menuju ke kamarnya masing-masing.


...*****...


DI KAMAR KARINA ALEXANDER


"Huft yang benar saja aku harus pindah sekolah di Indonesia dan dijodohkan dengan teman Kak Rey yang aku belum tahu asal usulnya dan wajahnya seperti apa," ucapnya sambil mendengus kesal.


...*****...


Di kamar Rey pun sudah tidur. Sedangkan Risa masih masih asyik memainkan ponselnya. Tak terasa sudah pukul 23:50 waktu Korea. Risa pun berjalan ke dapur mengambil kue ulang tahun untuk Rey. Karin, Keynan, Chintya dan kakek sama neneknya sudah berkumpul di dapur.


"Jadi cucu menantuku ulang tahun yang ke berapa nak?" ucap sang nenek.


"Ke 19 tahun nek. Aku akan memberikan hadiah kejutan untuknya dan untuk kalian semua."


Mendengar perkataan Risa sontak semuanya terbengong kecuali Karin yang sudah tahu kalau Risa sedang hamil. Risa pun lalu berjalan menuju kamarnya diikuti mereka semuanya dibelakangnya. Mereka semua pun menunggu di depan kamar tamu. Risa meletakkan kue ulang tahun ke meja lalu menghampiri Rey.


"Happy Birthday to you my beloved husband." ucapnya di telinga Rey sambil mengecup pipinya.


Rey pun langsung membuka matanya.


"Makasih sayang." sambil mengecup kening Risa dan memeluknya.


Risa lalu melepas pelukannya dan berdiri mengambil dan lalu menyerahkan kue ulang tahun untuknya.


"Sayang ayo kamu berdiri di situ. Aku akan abadikan moment ini," ucap Risa sambil memegang kameranya.

__ADS_1


"Ehm.." Risa pun memberikan kode deheman agar semuanya masuk ke kamarnya.


"Happy Birthday," ucapnya bersamaan.


Rey kaget saat Keluarga Besar Risa ikut merayakan ulang tahunnya. Mereka semua lalu bernyanyi bersama mengucapkan selamat ulang tahun ke Rey. Rey pun lalu meniup lilinnya.


"Terima kasih sayang," ucap Rey lalu mengecup kening Risa.


"Terima kasih semuanya," ucapnya kembali.


Rey pun lalu memotong kue ulang tahunnya. Potongan pertama untuk istri tercintanya. Untuk potongan selanjutnya Risa membantu membantu Rey membagikan kue ulang tahunnya. Setelah mereka memakan kuenya. Risa pun menggandeng Rey untuk duduk ke sofa.


"Sayang aku ada hadiah spesial untuk kamu," ucap Risa posisinya Rey sekarang berada di sebelah kanan Risa.


Keluarga besarnya pun bingung Risa mau kasih hadiah apa kepada Rey soalnya dari tadi mereka tidak melihat ada kado.


"Wah apa sayang?" dengan mata yang berbinar-binar.


"Sini tangan kamu say dan tutup mata kamu."


Rey pun lalu menyerahkan tangan kanannya ke Risa.


"Ada buah hati kita disini," ucapnya ke telinga Rey sambil meletakkan tangan Rey ke perutnya.


Rey pun kaget mendengar kata buah hati dan langsung membuka matanya.


"Kamu hamil sayang? Serius?" Rey matanya sudah berkaca-kaca.


"Iya sayang, kamu sebentar lagi akan menjadi Daddy," sambil menyerahkan test pack dari dalam sakunya.


Rey pun menerimanya dengan tangan gemetar.


"Alhamdulillah Terima Kasih Ya Allah," ucapnya sambil bersujud di lantai.


"Kamu hamil nak?" ucap Chintya.


Risa pun mengangguk dan tersenyum.


Mereka semua langsung memberikan selamat atas kehamilan Risa. Kakek dan neneknya begitu bahagia akan mendapatkan cicit pertama dari cucunya.


"Sayang terima kasih. Ini adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan." sambil memeluk Risa.


"Sama-sama sayang." sambil membalas pelukannya.


Rey pun lalu membungkuk mengecup perut Risa.

__ADS_1


"Hallo nak ini Daddy, kamu sehat-sehat ya di dalam perut mommy. Daddy sayang kamu. Daddy gak sabar untuk bertemu denganmu nak," ucapnya pelan sambil mengelus perut Risa dan mengecup perutnya kembali.


Risa pun senang saat Rey mengelus perutnya dan berbicara dengan baby nya yang masih di dalam kandungannya. Sedangkan mereka semua terbengong saat Rey masih membungkuk dan mengecup perut Risa. Rey tidak malu melakukan itu saat di depan mereka. Melihat itu mereka semua lalu pamit keluar kamar. Karin pun tak lupa membawa sisa kue nya keluar.


__ADS_2