
Sonya dan Kenzo bahagia rumah tangga anaknya semakin harmonis karena terlihat Kezia tidak mau kehilangan Revano. Sekarang Revano akan meyakinkan bahwa dirinya saat ini sudah berubah dan tidak manja lagi. Revano ingin bertanya sama istrinya dan hanya ingin memastikan bahwa istrinya percaya dengannya.
"Kamu percaya kan kalau aku sudah berubah? Aku sudah tidak manja lagi sekarang sayang."
"Kamu harus buktikan sama aku kalau kamu tidak seperti anak mami yang dikatakan Keano tadi." Kezia berkata dengan lantang.
"Kan sekarang aku sudah menikah denganmu. Mana mungkin aku akan tidur ditemani Mommy Risa lagi. Lagian sekarang ada kamu yang akan selalu menemaniku tidur dan juga ada anak kita. Kamu percaya kan sama aku sayang?" ucapnya kembali sambil memegang perut Kezia dan menatap wajah istrinya.
Kezia lalu juga menatap wajah suaminya dan tidak ada kebohongan di sana. Kezia lalu mengangguk pelan dan tersenyum. Revano lega istrinya telah percaya dengannya. Kemudian Revano memeluk Kezia.
"Jadi nanti sore kita pulang ke rumah Daddy ya sayang?"
"Iya sayang, kemanapun kamu pergi aku pasti ikut denganmu."
"Kalau aku ke Korea lagi apakah kamu juga akan ikut?" ucapnya terkekeh.
"Aku tetap akan ikut denganmu. Biar kamu tidak bisa lirak-lirik perempuan lain di luaran sana."
"Aku gak bakalan macam-macam sayang. Kan di rumah sudah ada istriku yang cantik dan calon anakku. Lagian mana mungkin aku akan mengkhianati kamu."
"Aku pegang janji kamu Revano. Tapi kalau kamu berani mengkhianatiku dan aku bakal tidak mengizinkan kamu untuk bertemu dengan anak kita." Ancam Kezia dengan tatapan tajam.
"Iya sayangku. Aku berjanji akan selalu setia denganmu sampai maut memisahkan kita," ucapnya dengan sungguh-sungguh.
"Aku butuh bukti Revano dan bukan janji."
"Akan aku buktikan bahwa memang cintaku tulus padamu."
Kezia bahagia Revano berbicara seperti itu. Tapi semisalnya Revano melanggar janjinya, Kezia tidak akan pernah mempertemukan anaknya dengan Revano meskipun Revano adalah ayah kandungnya.
__ADS_1
Sore hari telah tiba, Revano dan Kezia akan ke rumah Rey. Mereka akan memberikan kejutan kepulangan Revano.
"Papa, Mama... Kita berangkat dulu mau ke rumah Daddy."
"Iya nak. Hati-hati ya bawa mobilnya. Ingat ada anak dan istri kamu yang harus kamu jaga."
"Siap Papa..."
"Mama, Kezia dan Revano berangkat ya..."
"Iya nak." Sonya lalu memeluk anaknya.
"Jangan lupa pesan Mama ya nak. Pakai baju yang Mama berikan kemarin," bisik Sonya pelan kepada Kezia dan seketika Kezia tahu apa yang harus dia lakukan. Kezia juga tidak ingin kehilangan Revano. Sebab Mamanya bercerita kalau keharmonisan rumah tangga itu penting biar tidak ada timbulnya pelakor.
"Iya Mama," lirihnya namun masih terdengar dalam telinga Sonya.
"Alhamdulillah ya Papa mereka akhirnya bersatu." Sonya lega anaknya tidak jadi berpisah dengan menantunya.
"Iya Mama, Papa juga bahagia akhirnya mereka tidak ingin berpisah. Aku bahagia cucu kita nantinya akan mempunyai keluarga yang lengkap."
Tadi Kenzo sudah menceritakan bahwa robekan kertas yang berantakan di meja kerjanya adalah kertas surat gugatan cerai dari Revano dan surat perjanjian nikah kontrak selama satu tahun yang dulu Kezia buat. Mereka akhirnya ingin bersama dan Kenzo lalu menyobek surat tersebut. Akhirnya Sonya juga lega karena anak dan menantunya memilih untuk tidak berpisah dan membesarkan anak mereka bersama-sama.
Revano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ada anak dan istrinya yang harus dirinya jaga.
"Sayang, aku ingin makan es buah itu." Tunjuk Kezia ke salah satu orang yang berjualan di sebrang jalan.
"Baiklah ayo kita beli sekarang. Anak Papa sedang ingin yang segar-segar ya nak?" ucapnya sambil mengelus perut Kezia yang sudah terlihat mulai membesar karena kandungannya sudah berjalan 6 bulanan.
Kezia tersenyum Revano berperilaku manis seperti ini. Revano merasakan tendangan kecil dari anaknya dari dalam perut Kezia.
__ADS_1
"Sayang putri kita meresponnya..." Revano bahagia anaknya.
"Iya aku juga merasakannya sayang. Eh, ayo kita beli es buahnya. Sepertinya enak dan segar," sambil mengusap perutnya pelan.
"Iya sayang, ayo. Apapun permintaan kamu akan aku turuti."
Revano dan Kezia lalu menyantap es buah di sore hari. Kezia lega ngidamnya bisa keturutan dan juga ditemani suaminya saat sedang ngidam seperti ini. Setelah selesai beli es buah mereka kini masuk kembali ke mobil. Setelah melewati kemacetan yang lumayan lama akhirnya mereka telah sampai di rumah Rey. Revano rindu dengan keluarganya terutama dengan Risa sang ibu yang telah mengandungnya selama 9 bulan. Revano membukakan pintu istrinya dan lalu menggandeng Kezia untuk berjalan masuk ke rumahnya. Revano menekan tombol bel pintu rumahnya. Tak lama kemudian Bibi yang membukakan pintunya. Betapa terkejutnya sang Bibi saat Tuan mudanya datang secara tiba-tiba dari luar negeri.
"Den Revano, Non Kezia....."
"Mommy and Daddy ada di rumah kan Bi?" Tanya Revano.
"Ada Den. Mereka sedang di ruang keluarga. Nyonya dan Tuan sedang minum teh bersama."
"Baiklah, aku akan menemuinya Bi."
"Ayo sayang kita temui Mommy and Daddy," ucapnya kembali sambil menggandeng tangan istrinya.
"Iya sayang ayo..." Kezia antusias ingin bertemu dengan mertuanya
Mereka melangkahkan kakinya ke ruang keluarga dan akan menemui Risa dan Rey.
Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙
Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙
__ADS_1