Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Cek Kandungan


__ADS_3

Setelah Dokter itu sudah pergi lalu Reno bergegas menemui istrinya. Dengan perlahan Reno melangkahkan kakinya ke kamar.


"Honey........"


"Iya hubby, ada apa?" Sandra lalu duduk.


Reno lalu mendekati Sandra dan langsung mendaratkan kecupannya di kening istrinya dan langsung memeluknya.


"Terima kasih honey. Akhirnya kita akan punya anak. Aku bahagia sekali sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah."


"Sama-sama hubby. Aku juga bahagia sebentar lagi kita akan punya anak. Aku gak nyangka bisa hamil secepat ini," ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Iya Alhamdulilah, kita juga sudah pantas untuk punya anak honey. Dulu Mommy Risa waktu hamil aku saat berumur 20 tahun dan Daddy Rey masih berumur 19 tahun."


"Sama hubby, Mami aku juga waktu itu masih berumur 20 tahun."


"Ah iya, orang tua kita kan dulunya satu kampus. Jadi mereka seumuran."


"Hehe iya juga ya hubby. Berarti aku lebih tua ya dari mereka saat hamil. Kan sekarang umur aku sudah 22 tahun dan baru hamil hehehe," ucapnya terkekeh.


"Tidak apa-apa honey. Oh iya, kita kasih kabar bahagia ini dengan Mami dan Papi yuk," ucap Reno dengan semangat.


"Nanti saja hubby kalau kita sudah periksa kandungan aku dan print hasil USG kita perlihatkan kepada Papi dan Mami."


"Iya honey aku setuju saja dengan apa yang kamu katakan."


Sandra lalu tersenyum. Reno lalu mendekatkan wajahnya ke perut Sandra dan Sandra mengelus kepala suaminya.

__ADS_1


"Hallo nak, terima kasih ya kamu sudah hadir. Kita jadi bahagia sekali nak dengan kehadiran kamu," ucap Reno sambil mengelus perut Sandra yang masih rata.


Setelah menyapa anaknya yang masih dalam kandungan Sandra. Reno dan Sandra lalu saling memandang dan melempar senyuman. Sandra bahagia kini akhirnya akan mempunyai anak dari suami yang begitu dirinya cintai.


"Astaga aku sampai lupa," ucap Reno menepuk jidatnya.


"Lupa apa hubby?"


"Aku kan tadi mau membuatkan kamu bubur."


"Tidak usah hubby karena aku ingin kita makan bubur kacang hijau yang berjualan didekat supermarket."


"Wah, sepertinya kamu sudah mulai ngidam ya honey."


"Sepertinya begitu hubby, karena saat ini aku ingin makan bubur kacang hijau."


"Yuk kita berangkat sekarang. Habis itu kita langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan kamu."


Mereka lalu keluar dari apartment dan Reno melajukan mobilnya ke arah orang penjual bubur kacang hijau. Setelah menemukan penjualnya mereka langsung memakan bubur kacang hijau sama-sama.


Setelah puas memakan bubur kacang hijau Reno lalu melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Sekarang mereka sedang antri menunggu panggilan masuk ke ruangan dokter kandungan. Setelah menunggu beberapa puluh menit kemudian Sandra dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Reno juga menemani istrinya. Sekarang Sandra sudah disuruh berbaring dan sang Dokter sudah mengoleskan gel ke perut Sandra. Dokter tersebut lalu menggerakkan alat tersebut diperut Sandra. Kini terlihat masih sangat kecil janinnya dari layar monitor. Sandra juga melihat arah layar monitor tersebut. Air matanya kini sudah menetes karena rasa haru yang dirinya rasakan. Sebentar lagi Sandra akan menjadi seorang ibu. Akan punya anak dari laki-laki yang dicintainya yang sekarang menjadi suaminya.


"Kandungannya saat ini sudah memasuki usia 3 minggu. Janinnya sehat dan kuat dan saya nanti akan kasih untuk obat mual dan vitaminnya."


Reno matanya kini sudah berkaca-kaca melihat anaknya dari dalam monitor tersebut. Rasanya bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Pemeriksaannya sudah selesai lalu Dokter membersihkan gel diperut Sandra.


Kini Sandra dan Reno sudah duduk di kursi. Dokter lalu duduk kembali setelah membawa hasil pemeriksaan kandungan Sandra dan print foto USG.

__ADS_1


"Ini hasil pemeriksaannya dan print foto USG. Saya resepkan obat anti mual dan vitaminnya. Nanti bisa ditebus di depan ya."


"Iya dok."


"Oh iya jangan lupa perbanyak makan buah dan sayuran. Karena makanan sehat bagus untuk ibu hamil. Usahakan selama istri Anda hamil, Anda selalu berada disampingnya. Karena ibu hamil sangat membutuhkan perhatian dari seorang suami."


"Baik dok. Nanti saya akan lebih perhatian dengan istri saya dan saya bisa pastikan istri saya setiap hari memakan buah dan sayuran."


"Bagus. Adakah yang ingin ditanyakan lagi?" tanyanya sambil tersenyum.


"Tidak dok, saya rasa sudah cukup. Kami permisi dulu."


Reno dan Sandra kini sudah keluar dari ruangan dokter. Reno sedang menebus obat dan vitaminnya. Sedangkan Sandra kini sedang menunggu Reno duduk di kursi. Sandra kini sedang mengelus perutnya pelan. Tidak menyangka bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Setelah selesai menebus obat dan vitaminnya Reno lalu berjalan mendekati istrinya yang sudah menunggunya.


"Honey, maaf ya kalau lama."


"Tidak apa-apa kok hubby. Kita langsung ke rumah Papi dan Mami ya?"


"Iya honey, tapi sebelumnya kita mampir ke supermarket terlebih dahulu."


Sandra mengangguk pelan dan mereka kini bergandengan tangan dengan mesra menuju ke parkiran mobil. Reno membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya yang kini sedang mengandung anaknya Reno memang selalu memperlakukan Sandra seperti tuan putri. Sandra bahagia Reno bersikap seperti itu.


Reno akan membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawa ke rumah mertuanya. Sebagai menantu yang baik Reno selaku datang membawa sesuatu. Padahal Lova dan Dean sudah bilang kalau datang ya datang saja tidak usah repot-repot membawa sesuatu. Tapi Reno sudah dididik dengan baik oleh kedua orang tuanya. Dean pun bangga memiliki menantu seperti Reno. Keinginan Dean yang ingin menjadikan Reno menantu diwaktu masih bayi pun akhirnya terwujud juga. Reno sudah Dean anggap seperti anak kandungnya sendiri.


Beberapa puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di supermarket. Reno membeli beberapa belanjaan yang dirinya butuhkan dan lalu menunju kasir untuk membayarnya.

__ADS_1


Di mobil Sandra sudah menunggu suaminya. Sandra tadi ingin menemani suaminya belanja namun Reno melarangnya karena Sandra tidak boleh terlalu capek karena sedang hamil muda. Reno takut terjadi apa-apa dengan kandungan istrinya. Hanya itu saja yang Reno takutkan. Karena Reno tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sandra menurut perkataan suaminya. Ini juga demi kebaikan bersama. Tdiak berdebat dengan suaminya dan kandungannya akan baik-baik saja.


Sandra sangat bahagia memiliki suami seperti Reno. Sebelum dirinya hamil saja Reno sudah begitu perhatian kepadanya. Sekarang Reno lebih perhatian lagi dengan Sandra dan melarang Sandra yang memasak karena Reno yang akan memasak selama Sandra sedang hamil. Istrinya tidak dibiarkan untuk kecapekan. Reno bersyukur secepat ini dirinya akan menjadi seorang ayah. Padahal baru saja menikah dua bulan.


__ADS_2