Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Sehati


__ADS_3

Keano sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Keano melihat hpnya dan belum ada pesan WhatsApp dari Elena. Keano baru teringat bahwa Elena pernah bilang kalau kirim pesan WhatsApp harus bilang bahwa dirinya orang yang tidak sengaja ketumpahan minumannya waktu itu.


"Astaga kenapa aku lupa tidak memberitahu dirinya bahwa aku orang yang sudah dia tumpahkan minuman dalam kemejaku," ucapnya sambil menepuk jidatnya.


"Pantas saja dia tidak membalas pesan WhatsApp dariku," ucapnya kembali.


Keano mengirimkan pesan WhatsApp kepada elena kembali dan bilang bahwa dirinya orang yang beberapa hari yang lalu ketumpahan minumannya. Elena langsung menelepon lewat WhatsApp dari Keano.


"Dia telepon lagi aduh gimana ya? Eh, kok aku jadi gugup begini?"


"Angkat sajalah," ucapnya kembali sambil menormalkan detak jantungnya.


Keano mengangkat teleponnya dan mereka akhirnya janjian akan bertemu lagi di sebuah cafe saat malam minggu.


...*****...


Di dalam kamarnya Elena menutup teleponnya.


"Aku harus minta maaf langsung sama pemuda itu. Bagaimanapun juga aku bersalah dan akan memberikan kompensasi sebagai ganti ruginya."


"Eh, pemuda tadi namanya Keano. Lucu juga namanya," ucapnya sambil tersenyum.


Elena merebahkan tubuhnya ke ranjang berukuran queen size tersebut.


"Cepek sekali hari ini," gumamnya.


Tak lama kemudian Elena tertidur pulas. Sang Mamanya membuka pintu kamarnya perlahan dan ingin menyuruh Elena makan. Karena sepulang dari kantor anaknya belum juga makan. Luna mendekati putrinya.


"Kasihan kamu nak. Sepertinya kamu terlalu lelah bekerja di kantor." Luna sambil mengusap rambut panjang anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Kenapa kamu belum juga memperkenalkan seseorang dengan Mama nak? Padahal usia kamu sudah pantas untuk menikah," ucapnya kembali.


Elena pernah disuruh untuk menikah oleh Luna dan Evan. Namun alasannya ingin mengejar karir terlebih dahulu. Padahal sebenarnya belum ada yang cocok bagi Elena. Karena Elena belum menemukan tambatan hatinya sampai saat ini. Dirinya fokus untuk bekerja dan menempuh pendidikan S2. Elena mengikuti kelas karyawan online. Karena pagi sampai sore hari dia bekerja di kantor Papanya. Malamnya dia kuliah online. Luna lalu pelan-pelan pergi dari kamar Elena.


...*****...


Malam telah tiba kini Kezia tengah bingung karena suaminya sebentar lagi akan berulang tahun. Revano akan berulang tahun ke 20 tahun.


"Aku kasih kado apa ya ke suamiku?" Batin Kezia.


Seketika lamunannya terbuyar karena ada pesan WhatsApp masuk. Kezia mengerutkan keningnya karena yang WhatsApp Mamanya.


"Mama menyuruhku ke kamarnya? Ada apa ya?" Batin Kezia.


Kezia celingak-celinguk mencari suaminya dan ternyata suaminya sedang di kamar mandi.


"Mumpung Revano lagi ke kamar mandi, aku ke kamar Mama saja," lirihnya.


Kezia melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan langsung ke kamar Mamanya. Mama Sonya duduk di sofa menunggu anaknya datang.


"Loh, Papa mana Mama?" Tanyanya saat tidak menemukan Papa Kenzo di kamar.


"Papamu sedang di ruang kerjanya."


"Oh... Ehm, Mama menyuruhku kemari ada apa?"

__ADS_1


"Sayang, ini untukmu." Sambil mengambil paper bag dan menyerahkannya ke Kezia.


"Apa ini Ma?" Tanyanya penasaran.


"Buka saja sayang. Suamimu pasti suka." Sambil tersenyum dan mengusap punggung Kezia.


Kezia jadi penasaran dengan apa yang ada di dalam paper bag tersebut karena Mamanya tadi bilang kalau Revano pasti menyukainya. Kezia membulatkan matanya saat melihat isi dari paper bag tersebut.


"Mama, apa-apaan ini?" Sambil memegang pakaian tersebut.


"Mama kan sudah bilang nak. Suami kamu pasti suka jika kamu memakainya."


"Tidak Mama. Yang ada Kezia akan masuk angin jika berpakaian tidur seperti ini." Memasukkan kembali pakaian tidur ke paper bag.


"Sayang, sebentar lagi kan suamimu ulang tahun. Tidak ada salahnya kamu memakainya meskipun kamu sedang hamil nak. Lagian tidak ada salahnya membahagiakan suami kamu nak."


"Eh? Mama hafal saja kalau Revano akan berulang tahun."


"Kan Revano menantu kesayangan Mama nak," ucapnya terkekeh.


"Mama, makasih. Tapi Kezia tidak bisa memakai pakaian seperti ini. Kezia sedang hamil Mama. Akan sangat lucu jika Kezia berpakaian seperti ini."


"Kamu harus memakainya nak. Biar suami kamu tidak diambil oleh pelakor."


"Pelakor?" Sambil mengerutkan keningnya.


"Iya, pelakor sudah ada sejak dulu nak. Kamu tahu tidak dulu Risa hampir saja kehilangan Rey cuma gara-gara pelakor nak."


Sonya masih ingat saat dulu Rey dituduh berselingkuh karena Rey telah dijebak Luna waktu itu. Luna melakukan itu karena diancam oleh Papanya. Saat itu Risa sedang hamil Reno dan bahkan waktu itu Risa mengalami pendarahan saat tahu Rey tengah berselingkuh. Akhirnya semuanya terbongkar. Risa memaafkan Luna dan menyetujui Rey untuk membantu Luna agar bisa bersatu dengan Evan, setelah itu tak lama kemudian lahirlah Elena.


Kezia berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan oleh Mama Sonya. Karena Sonya menceritakan tentang semua yang dulu Risa dan Rey hadapi saat itu. Mereka akhirnya bisa mempertahankan rumah tangganya dan langgeng sampai sekarang.


"Gitu dong nak. Ini juga untuk keutuhan rumah tangga kamu sayang. Karena Revano itu jauh lebih muda daripada kamu nak. Sekarang Mama tanya, kamu tidak ingin kan kalau Revano sampai pindah ke lain hati?"


"Tidak Mama. Aku tidak mau Revano pergi meninggalkan aku dan juga anakku..."


"Nah, maka dari itu kamu harus nurut sama Mama sayang. Kamu lihat Papa kamu tidak pernah berselingkuh dari Mama. Begitu juga dengan Rey yang selalu setia dengan Risa."


"Iya Mama. Kezia akan nurut sama Mama. Kezia juga tidak ingin ada orang ketiga dalam rumah tangga Kezia Mama."


"Bagus nak. Sekarang kamu ke kamar kamu ya. Nanti Revano mencari kamu," ucapnya sambil mengelus rambut anaknya.


"Iya Mama. Makasih ya Mama untuk semuanya." Kezia memeluk Mama Sonya.


"Sama-sama nak. Mama pasti akan berikan solusi yang terbaik untuk keutuhan rumah tangga kamu," ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan lalu tersenyum.


"Kezia ke kamar dulu ya Ma..."


Sonya mengangguk pelan. Kezia segera pergi dari kamar Mamanya dan menuju ke kamarnya. Saat Kezia masuk Revano tengah duduk di sofa kamarnya. Revano menoleh ke arah istrinya.


"Sayang, kamu habis dari mana? Aku tadi mencari kamu di dapur dan sampai ke ruang kerja Papa," ucapnya sambil mendekati Kezia.


"Aku tadi dari kamar Mama."


"Oh, terus apa itu yang kamu bawa sayang?"

__ADS_1


"Ini, baju dari Mama kok sayang."


Revano lalu tersenyum dan kali ini tidak kepo dengan apa yang dibawa Kezia.


"Untung saja Revano tidak kepo kali ini." Batin Kezia.


"Kita tidur yuk sayang, ini sudah malam."


"Iya sayang, aku taruh ini dulu."


Kezia lalu menaruh paper bag dan menyusul Revano yang sudah berbaring di ranjangnya.


"Eh iya, aku belum membacakan sholawat untuk anak kita sayang."


Dengan cepat Revano membacakan sholawat sambil memegang perut Kezia dan mengelusnya pelan. Kezia bahagia mempunyai suami seperti Revano. Kezia merasa beruntung bisa mempunyai suami seperti Revano. Setelah membacakan sholawat tak lupa Revano mengajak anaknya bercanda.


"Aku harap kamu cantiknya seperti Mama kamu nak, tapi galaknya jangan kamu tiru ya nak."


Kezia terkekeh mendengar perkataan suaminya.


"Kamu kalau bicara sama anak kita jangan sembarangan Revano."


"Aku hanya mengajaknya bercanda sayang. Kamu merasakan tendangannya kan? Dia bahkan merespon ucapan Papanya."


"Iya aku merasakannya."


"Sayang aku ingin pulang ke rumah Daddy, mau tidak besok kita kesana?"


"Aku baru mau bilang sayang. Kalau kita harus kesana. Kedua orangtuamu pasti akan bahagia melihat kamu sudah pulang sayang."


"Wah, kita ternyata tak cuma sehati sayang tapi juga satu pemikiran."


"Mungkin karena kita ditakdirkan untuk berjodoh. Aku jadi teringat saat undangan kita yang salah cetak waktu itu. Ternyata Allah memang menjodohkan aku dengan kamu sayang dan bukan dengan Reno," ucap Kezia sambil memegang pipi Revano.


"Aku juga sepemikiran dengan kamu sayang. Kamu cobalah untuk memaafkan mereka. Karena berkat Kak Reno yang kabur kita jadi bisa bersama dan juga sekarang kita juga akan punya anak." Sambil memegang perut Kezia.


"Iya sayang, aku sudah memaafkan mereka. Aku juga akan meminta maaf terutama sama Sandra. Karena aku bersalah padanya. Aku ingin persahabatan kita sama seperti dulu lagi."


"Aku yakin kalian akan bersahabat lagi. Saling memaafkan akan dapat memperbaiki hubungan kan?"


"Iya, makasih ya sayang atas sarannya."


"Sama-sama istriku. Ayo sekarang kita tidur saja. Ibu hamil tidak boleh tidur terlalu malam."


"Iya, tapi aku tidurnya ingin memelukmu. Entah kenapa aku ingin seperti itu sekarang."


"Itu namanya kamu ngidam, anak kita ingin kita selalu berdekatan sayang." Revano terkekeh.


"Mungkin benar juga sayang."


Mereka lalu akhirnya memutuskan untuk tidur. Tangan kiri Revano gunakan untuk memeluk Kezia. Kezia bantalnya malam ini beda dari malam-malam sebelumnya. Kezia tidur di lengan suaminya dan sambil memeluknya. Revano bahagia Kezia telah berubah 180 derajat. Mungkin kehadiran si kecil sangat berpengaruh dari perubahan sifat Kezia. Sekarang Kezia jadi manja dan tidak galak lagi. Aura keibuannya pun sudah terpancar sekarang. Tak lama kemudian Revano menyusul Kezia ke alam mimpinya.


Berikan dukungan like juga ke karya baru author 💙


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jempolnya ya readers 👍 dan komentar serta saran dari kalian sangat berarti untuk author mempertimbangkan untuk membuat cerita selanjutnya. Yuk berikan gift biar author semakin semangat 🆙 Terima kasih 💙



__ADS_2