Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
S2 - Kehilangan


__ADS_3

Rio kembali membuka buku diary istrinya.


Renata dan Revita nama yang cantik untuk kedua putriku. Aku harap mereka akan selalu bisa rukun dan bahagia sampai mereka dewasa nanti. Aku ingin memeluk anakku tapi rasanya tidak mungkin hal itu terjadi.


"Nama putri kita cantik sekali. Seperti nama kamu sayangku..."


Rio lalu menutup buku diary istrinya dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah itu Rio kemudian membaringkan tubuhnya dan tidur.


Pagi hari Rio meraih kunci mobilnya dan ingin tahu keberadaan istrinya di mana. Ia juga ingin melihat kedua anaknya yang telah lahir ke dunia. Rio akan memaksa mertuanya untuk memberitahu di mana keberadaan anak dan istrinya.


Rio melajukan mobilnya ke rumah mertuanya. Ia bingung saat melihat bendera kuning pertanda ada seseorang yang meninggal dunia. Rio bertanya-tanya dalam hati siapa yang meninggal dunia saat ini. Karena saat sampai di rumah mertuanya ada banyak pelayat yang datang.


Karena rasa penasaran, ia memarkirkan mobilnya disamping rumah orang. Rio memakai kacamata hitamnya agar tidak diusir saat masuk ke rumah mertuanya tersebut.


Rio bertanya kepada salah satu pelayat yang keluar dari halaman rumah mertuanya.


"Bu, siapa yang meninggal?" tanya Rio penasaran.


"Cucunya yang punya rumah."


"Oh, meninggalnya karena sakit apa Bu?"


"Lemah jantung," jawabnya singkat dan tidak menyebutkan nama siapa orang yang meninggal.


Pelayat itu lalu pergi meninggalkan Rio yang masih terbengong saat ini.


"Cucunya? Cucu yang mana?" batin Rio bertanya-tanya karena Cucu dari Kakek Aldi dan Nenek Ana hanya Reno dan Revano.


"Jangan-jangan Papa Revano," ucapnya gemetar.


Rio dengan cepat berjalan ke rumah mewah tersebut. Rio memberanikan diri untuk masuk ke rumah keluarga istrinya.


Terkejut bukan main saat melihat kain putih kecil itu. Pemakaman akan dilakukan sebentar lagi karena pihak keluarga sedang menunggu keluarganya yang belum datang. Revano masih menunggu sang Kakaknya untuk datang.


"Si-Siapa yang meninggal?" tanya Rio terbata-bata.


"Cucuku Revita," jawab Revano yang tak melihat siapa yang datang.


Reza ada disamping Papanya dan berusaha untuk membuat Papanya tegar.


Sedangkan Kezia saat ini bersama cucu yang satunya dan berada di kamarnya. Kezia sedang menemani cucunya yang terlelap dalam tidurnya. Takutnya cucunya bangun dan haus. Maka dari itu dia harus menjaga terus cucu kesayangannya.


"Cucunya? Berarti anakku?" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Belum pernah melihat wajah anaknya namun sudah dikatakan meninggal. Rio berjalan mendekati almarhum anaknya.


"Anakku," lirihnya sambil membuka kacamatanya.


Kacamata hitamnya lalu ia letakkan di kantong sakunya dan terlihat matanya kini sudah berkaca-kaca.


"Kenapa Papa tidak memberitahu aku kalau anakku meninggal?" ucap Rio yang sudah menangis sambil memeluk anaknya yang telah tiada.


"Ngapain kamu datang ke sini? Kamu masih bilang dia anakmu? Ke mana saja kamu selama ini hah?" ucap Revano marah.


"Sudah nak jangan marah-marah. Kita sedang berduka jadi kamu jangan seperti ini," ucap Mommy Risa memberikan saran.


Rio tak kuasa menahan air matanya. Rio tak melihat istri, anak yang satunya dan juga mertuanya. Rio masih enggan melepaskan pelukannya dengan Revita. Bayi mungil cantik itu sudah tak bernyawa saat ini.


"Reva dan Renata mana Papa?"


Revano hanya terdiam saja dan tidak menjawabnya. Ia masih kecewa dengan menantunya yang menyebabkan anaknya sampai koma seperti ini.


"Kak Reva masih koma di rumah sakit semenjak melahirkan kedua anaknya," jawab Reza.


Rio sangat terkejut saat istrinya masih ada di rumah sakit dan dalam keadaan koma. Rio semakin merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan selama ini. Akibatnya sangat fatal, istrinya bermasalah dalam kandungannya sehingga menyebabkan anaknya meninggal karena lemah jantung.


Yang bikin Rio menyesal adalah sampai saat ini pujaan hatinya itu masih berbaring koma di rumah sakit.


Tak lama kemudian Reno datang bersama istri dan anaknya. Pemakaman akan segera dilaksanakan karena keluarga yang ditunggu sudah datang.


"Biarkan aku yang membawanya sampai ke makam Pa," pinta Rio.


Reno menahan adiknya untuk tidak emosi. Karena Rio merupakan ayah dari Revita.


"Baiklah ..."


Semua orang lalu pergi ke makam. Kezia tidak ikut ke makam karena seketika cucunya menangis. Kezia menimang-nimang cucunya. Renata terus menangis saat ini. Kezia memberikan sufor tapi Renata tidak mau minum. Popoknya baru saja dia ganti jadi tidak mungkin kalau sudah penuh. Kezia juga melihat Renata tidak kegerahan.


Sekarang Kezia tahu kalau cucunya itu pasti merasakan kalau saudara kembarnya sudah tidak lagi berada didekatnya. Saat lahir Renata sangat sehat sedangkan Revita sakit-sakitan dan harus dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang tidak memungkinkan.


"Kamu merasa kehilangan kembaran kamu ya nak. Revita pasti akan tenang di alam sana," ucap Kezia yang lalu menghapus air matanya.


Renata menangis semakin kencang saat ini.


"Cup, cup. Cucuku yang cantik jangan nangis lagi ya sayang. Kita harus bisa mengikhlaskan kepergian Revita nak."


Akhirnya Kezia menimang-nimang cucunya sambil meraih mainan anak-anak yang menimbulkan bunyi. Dengan cara itu Renata akhirnya bisa terdiam dan tidak menangis lagi.

__ADS_1


"Anak yang pintar," ucapnya yang lalu mengecup kening cucunya.


Kezia tersenyum saat cucunya tertawa dan tidak menangis lagi.


"Besok kita jenguk Mama kamu ya sayang. Pasti dia bahagia kalau kamu datang ke rumah sakit. Mama kamu harus diberi semangat biar bisa kembali berkumpul bersama kita nak."


Di tempat pemakaman Rio terus saja menangis. Ia meratapi kepergian anaknya. Karena hanya satu kesalahannya dan bisa berdampak pada anak dan istrinya.


"Ikhlaskan saja Pak," ucap salah satu pelayat yang kasihan melihat Rio.


"Aku baru pertama kali melihat putriku dan sekarang aku juga harus kehilangan dia."


"Yang sabar ya Pak."


Sedangkan Revano, Reno dan keluarga lainnya akan pergi meninggalkan tempat pemakaman tersebut. Rio sampai sendiri di makam.


"Maafkan Papa ya nak. Papa salah, Papa minta maaf sama kamu."


Rio sangat kehilangan Revita putrinya yang belum sempat ia ajak bercanda bahkan belum ia sapa semenjak lahir.


"Papa akan pulang dan perbaiki semuanya. Papa akan perbaiki hubungan Papa sama Mama dan Kakak kamu. Mudah-mudahan Papa bisa kembali bersama-sama dengan mereka. Kamu semoga tenang di sana. Papa akan selalu mendoakan kamu," ucapnya kembali.


Rio kemudian berdiri dan akan pergi ke rumah mertuanya lagi untuk bertemu dengan Renata, Kakaknya Revita. Ia ingin sekali memeluk anaknya saat ini. Rio belum pernah melihat Renata sama sekali. Rio memanfaatkan waktu saat ini untuk pergi ke rumah mertuanya. Tidak mungkin akan diusir lagi karena suasana sedang berduka.


...*****...


Q: Thor kenapa jarang up?


A: Author juga ada novel di aplikasi lain, belum lagi kesibukan lainnya. Menulis novel hanya mengurangi kegabutanku saja 🙂


Intip yuk pendapatan aku, dua novelku dalam satu hari gorengan aja blm dpt nih, gimana mau semangat 😁



Kalian bisa follow Instagram aku @Linaysofficial


Aku sering update novel yang mana aja yg up 😁



Tenang saja aku bakalan bikin novel baru di noveltoon setelah novel ini tamat 😁


Jangan lupa tetap dukung author agar semangat berkarya di aplikasi ini 😍🤗

__ADS_1


__ADS_2