Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 42 - Malam Pengantin Rey dan Risa


__ADS_3

Risa dan Rey pun sudah sampai di kamar hotelnya, kamarnya sudah dihias dengan bunga-bunga. Rey pun lalu menghubungi pihak hotelnya untuk membawakan kotak P3K dan peralatan sholat untuknya dan Risa karena mereka belum sholat isya. Setelah Rey mengobati kaki Risa yang lecet lalu ia membersihkan diri di dalam kamar mandi. Rey pun sudah bersih-bersih dan ganti baju tidurnya yang telah disiapkan maminya di koper. Rey pun lalu mengambilkan baju tidur Risa dari kopernya. Maminya sengaja hanya membawakan 1 koper saja untuk mereka berdua karena mereka akan menginap di hotelnya selama 2 hari. Rey pun membolakan matanya saat melihat pakaian tidur yang dibawakan maminya untuk Risa. Pakaian tidur tersebut terkesan lebih terbuka dari pakaian tidur yang biasa maminya pakai.


"Sayang, mami bawakan 2 baju tidur seperti ini semua ke kamu, cuma beda warna saja," ucapnya sambil melihatkan baju tidur ke Risa.


Risa pun melongo melihat pakaian tidur yang Rey perlihatkan kepadanya. Maminya Rey pun sengaja membawakan pakaian yang sedikit terbuka untuk menantunya, agar anaknya tertarik dengan Risa dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.


Risa pun lalu mengalihkan pandangannya karena ia sedang kesusahan melepas gaun pengantinnya. Rey yang melihat itu pun langsung berdiri meninggalkan pakaian tidur yang ia lihat tadi.


"Sini biar aku bantu," ucap Rey sambil melepaskan tali yang ada di punggung Risa.


Setelah talinya terlepas Risa pun langsung menuju koper yang tadi. Ia tidak mengambil baju tidur yang diberikan mami mertuanya itu. Ia lalu membuka kopernya dan lebih memilih mengambil celana pendek dan kaos yang seharusnya dipakai saat besok pagi. Lalu Risa menuju walk in closet dan lalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Risa pun sudah berganti pakaian.


Rey pun sedang duduk di sofa memainkan hp nya, ketika mendengar pintu kamar mandi dibuka Rey langsung menoleh.


"Loh yang, kok kamu gak pakai baju tidurnya?" ucap Rey terheran. Karena sampai sekarang Risa belum pernah memakai pakaian tidur yang diberikan maminya.


"Aku gak mau masuk angin Rey kalau pakai pakaian tidur yang terbuka seperti itu," ucapnya beralasan karena sebenarnya ia tak ingin Rey melihat tubuhnya saat memakai baju transparan tersebut. Ia tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkannya terjadi. Karena Risa belum siap untuk hamil, apalagi menjadi seorang mama muda diusianya yang masih menginjak 19 tahun.


Rey pun tahu Risa tidak mau berpakaian seperti itu karena dia belum siap untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Rey pun sebenarnya tidak masalah dengan apapun pakaian yang dikenakan istrinya itu. Yang terpenting istrinya nyaman memakainya.


Melihat Rey yang terbengong pun Risa tahu apa yang ada dipikiran suami kecilnya itu.


"Maafin aku Rey, bukannya aku tidak mau mengasih hak ke kamu. Aku pun sebenarnya juga takut berdosa. Tapi hanya saja aku belum siap untuk hamil. Karena mamaku bilang kalau ketika aku melakukannya denganmu aku tidak boleh minum obat penunda kehamilan. Semoga kamu bisa mengerti," batin Risa.


Rey pun yang melihat Risa terbengong juga pun langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Sayang gimana kalau kita sholat isya terlebih dahulu sebelum buka kado dari teman-teman kita?" ucapnya dengan tersenyum.


"Ah iya, tadi Sonya berpesan katanya aku suruh buka kadonya. Yaudah yuk kita sholat dulu habis itu baru buka kadonya," ucapnya tersenyum karena Rey tidak meminta haknya malam ini.

__ADS_1


Sebenarnya Risa pun sudah siap jika Rey meminta haknya. Namun Risa inginnya Rey menggunakan alat kontrasepsi karena ia teringat perkataan mamanya kalau dia tidak boleh minum obat penunda kehamilan. Risa tak ingin kalau dirinya sampai hamil diusianya yang masih muda. Apalagi kalau sampai mengurus anak dia pun tidak tahu caranya sama sekali dan masih belum siap.


Lalu mereka pun sholat isya berjamaah bareng. Tak lupa Rey pun selalu berdoa dan berdzikir setiap habis sholat. Terkadang ia pun juga lanjut membaca Al Qur'an. Hal itulah yang membuat Risa terkagum dengan suaminya yang seorang lulusan pondok pesantren dan penghafal Al Qur'an. Ya meskipun sifat manja suaminya masih ada. Risa pun sudah terbiasa mencium punggung tangan Rey ketika habis sholat dan berdzikir. Rey pun juga begitu mengelus kepala Risa lalu mencium keningnya setelah setiap habis sholat dan sekarang sudah menjadi kebiasaannya. Ia pun menirukan apa yang papi dan maminya lakukan setelah sholat. Mungkin waktu pertama kali melakukannya Rey dan Risa merasa canggung. Namun sekarang sudah terbiasa.


Setelah sholat isya berjamaah. Akhirnya Rey dan Risa pun membuka kadonya. Saat ia membuka kado dari Karin ia pun melongo. Karin memberikan hadiah pernikahannya berupa berbagai jenis test pack dari berbagai merek dan ada secarik surat bertuliskan : "Sepupuku yang cantik, semoga bulan depan ini pertama kali yang kamu cari. Semoga hasilnya 2 garis ya sayang. Salam sayang dari Karina Alexander yang cantik jelita 😘." Risa pun hanya geleng-geleng kepala saat membaca suratnya dari sepupunya yang manja itu.


"Yang, kamu kenapa kok kelihatannya kaget gitu. Itu kado dari siapa? Isinya apa?" ucap Rey dengan borongan pertanyaan.


"Ah bukan apa-apa kok gak penting, ini kado dari Karin kok," ucapnya lalu menutup kotak kado dari Karin.


Rey pun tidak curiga dengan isi kadonya. Ia pun hanya berfikir kalau sepupunya Risa sangat sayang sama Risa jadi tidak mungkin kasih kado yang aneh-aneh.


Rey pun lalu membuka kadonya. Ia pun terkejut dengan kado dari si playboy Rendy. "Bro, ini pasti kamu butuhkan saat di malam pengantin," isi suratnya dari Rendy pun begitu mengejutkan Rey. Rendy memberikan kado berbagai alat kontrasepsi kepadanya. Rey pun lalu beristighfar melihat kadonya dan lalu memijat keningnya. Gimanapun juga Rey pernah tinggal di area pondok pesantren selama 3 tahun jadi ia taat dalam agama. Mendengar Rey beristighfar Risa pun bingung.


"Rey dapat kado apa ya dari temannya? Sampai beristighfar gitu," batin Risa.


Risa pun lalu membuka kado dari Dean dan Lova. Mereka memberikan sepasang handuk kimono couple bertuliskan inisial huruf R di keduanya. "Semoga kalian suka ya kado dari kita. (Dean & Lova)."


Rey pun lalu melihat apa yang dipegang Risa.


"Eh iya bagus banget, ada inisial nama kita lagi. Akhirnya ada kado yang bener juga" ucapnya sambil memegang handuk kimononya.


"Emang yang kamu buka tadi kadonya gak bener say?" Risa pun mengernyitkan dahinya.


"Eh bukan apa-apa kok. Rendy ngasih kadonya gak penting," ucapnya.


"Emang Rendy ngasih kadonya apa? Coba sini aku lihat," ucapnya sambil merebut kado dari Rendy.


Sontak Risa pun membulatkan matanya melihat kado dari Rendy. Risa pun tahu itu kado maksudnya apa, soalnya ia sering menjumpai produk tersebut saat di swalayan atau pun di supermarket yang terpajang di depan samping kasir. Produk tersebut juga sering muncul di TV hanya dimalam hari saja. Risa pun pura-pura tidak tahu dengan kado dari Rendy.

__ADS_1


"Ini apaan say?" ucap Risa pura-pura tidak tahu. Kalau Risa bilang tahu maksud kadonya. Risa takutnya nanti Rey akan berbuat macam-macam kepadanya. Jadi lebih baik ia pura-pura tidak tahu.


"Kan aku sudah bilang. Ini tidak penting sayang. Sudah kita buka kado yang lainnya saja," ucap Rey mengalihkan pembicaraan.


Risa pun melanjutkan membuka kadonya kali ini dari Sonya. Ia pun tidak habis fikir dengan kado dari Sonya sama persis seperti yang mami mertuanya bawakan tadi dikopernya. Hanya berbeda motif saja. "Jangan lupa malam ini dipakai ya Risa. Dari sahabat terbaikmu Sonya Hermawan."


"Kenapa Sonya tadi bilang kadonya bermanfaat untuk masa depan ya? Dia tadi bilang kalau aku harus pakai ini biar Rey gak diambil pelakor. Maksudnya apa coba bilang begitu dan ini kan cuma baju tidur lalu apa hubungannya sama pelakor?" gumam Risa dalam hati sambil melamun.


Lalu ia pun membuka kado lainnya. Kali ini Kenzo memberikannya hadiah seprei dengan motif gambar kartun pengantin. Kira-kira seperti ini kado seprei yang Kenzo berikan didepannya ada contoh gambarnya.


Dengan surat yang berisi : "Selamat Menempuh Hidup Baru Risa dan Rey, Semoga kalian suka ya kadonya." - Kenzo -


"Say coba lihat ini kado dari Kenzo lucu banget deh motifnya," ucapnya senang.


Rey pun yang lagi buka kado dari Dion pun diam sejenak. Lalu ia tersenyum melihat tingkah laku Risa yang senang dapat kado dari Kenzo.


Rey pun lalu melanjutkan membuka kado dari Dion. Rey pun terkejut dan langsung tersenyum saat melihat kado dari Dion. Ada secarik kertas yang bertuliskan : "Selamat Menempuh Hidup Baru Sahabatku, Semoga apa yang aku berikan ini dapat bermanfaat ya. Dari sahabatmu Dion." Rey pun senang dapat kado dari Dion berupa Sajadah, Al Qur'an dan juga seprei berwarna merah muda. Kira-kira seperti ini kado sepreinya dilihat dari contoh gambar didepannya.


Dion dan Rey sudah bersahabat sejak sama-sama tinggal di pondok pesantren saat SMP. Dion pun tidak pernah berpacaran ia takut dosa begitu pula dengan Rey juga tidak pernah berpacaran sebelumnya.


"Ini juga gak kalah lucu yang, kado dari Dion," ucap Rey sambil tersenyum.


"Wah iya, lucu banget warna pink," ucapnya senang.


Akhirnya malam pertama mereka setelah menjadi pengantin yang sudah resmi sah secara agama dan hukum itu pun mereka habiskan dengan membuka kado dari teman-temannya. Sangat berbeda mungkin dengan pasangan pengantin yang lain di luar sana.


Malam menunjukkan pukul 23:52 tak terasa malam ini begitu cepat berlalu.


"Yang, tidur yuk. Aku udah ngantuk nih. Besok dilanjutkan lagi buka kadonya," ucapnya sambil menguap.

__ADS_1


"Ya udah ayo," ucap Risa singkat, karena dirinya juga sudah menahan kantuknya dari tadi.


Lalu mereka pun naik ke ranjang berukuran king size tersebut. Karena terlalu lelah menjalani aktivitas seharian dari pagi akad nikah dan acara resepsi yang baru selesai sampai setengah sepuluh malam. Akhirnya mereka pun terlelap didalam mimpinya masing-masing.


__ADS_2