Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 59 - Honeymoon Part 10


__ADS_3

Setelah mereka semua keluar Rey pun lalu menggosok giginya bersama Risa. Mereka lalu berbaring di ranjang. Rey memiringkan tubuhnya menghadap ke Risa.


"Sayang, aku bahagia sekali kamu hamil, terima kasih sayang kamu sudah mau mengandung anakku. Aku ingat waktu itu kamu belum siap hamil sebelum lulus kuliah." sambil mengelus perut Risa yang masih rata.


"Iya waktu itu aku takut untuk hamil. Tapi karena keinginan kamu dan kedua orang tua kita yang menyadarkan ku untuk siap menjadi ibu muda." sambil memegang tangan Rey yang masih mengelus perutnya dan tersenyum.


Rey langsung mengecup perut istrinya dan kemudian mengecup pipi Risa dan kemudian memandang wajah cantik istrinya sejenak.


"Sayang ayo kita tidur, tidurlah senyaman mungkin jangan hiraukan aku. Kamu bebas boleh tidur bagaimana pun bahkan memunggungiku."


Risa lalu berbalik memunggungi Rey, mencari kenyamanan posisi tidurnya. Rey langsung memeluknya dari belakang.


"Selamat tidur sayang," sambil meletakkan tangannya di perut Risa mengusapnya perlahan.


Rey hatinya sedang berbunga-bunga, beberapa hari yang lalu ia berucap ingin menjadi Daddy dan sekarang doanya telah dikabulkan.


Setelah Sholat Subuh mereka berpamitan ke apartment. Mereka beristirahat kembali di apartment. Jam menunjukkan pukul 09:28 Risa dan Rey sudah mandi dan berpakaian rapi. Mereka akan pergi ke pantai. Rey membawa ransel untuk pakaian gantinya.


"Sayang sudah siap?"


"Sudah ayo."


Mereka sampai di pantai yang mereka tuju.


"Sayang hadap sini," ucap Rey sambil memegang kamera.


"Wah cantik sekali istriku."


"Mana sekarang gantian aku fotoin kamu."


"Hmm ganteng banget deh kamu sayang."


"Say, ayo kita main air."


Saat kakinya hampir menyentuh air pantai. Risa merasakan mual karena bau amis dari air laut. Risa lalu berjalan menjauh.


"Hoekkk.. Hoekkk..."


"Sayang kamu kenapa? Kamu baik-baik saja?"


"Aku gak betah bau air laut."


"Ya udah yuk kita pulang saja."


"Pulang? Enggak kita sudah bawa baju ganti. Kita pergi ke tempat lain saja."


"Ok sayang, kamu mau pergi kemana?."


"Ke Itaewon, sekalian kita nanti Sholat Dzuhur di Seoul Central Mosque."


"Ok, yuk kita langsung ke sana saja. Kita ganti baju dulu yuk di toilet situ. Habis itu kita ke masjid masjidnya ya?"


Risa menganggukkan kepalanya. Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di Seoul Central Mosque, mereka Sholat Dzuhur disana.

__ADS_1


Rey iseng seketika memfoto Risa yang berada di belakangnya. Setelah itu mereka melanjutkan lagi perjalanan menuju Line Friends Cafe & Store yang ada di Itaewon.


...*****...


Line Friends Cafe & Store Itaewon Yongsan-gu, Seoul, South Korea.


Mereka sudah sampai ke tempat yang di tuju.


Risa setelah selesai berbelanja, Risa ingin berfoto dengan Choco adiknya Brown (Karakter Line).


"Sayang aku ingin kamu memeluk Sally."


"Sally siapa?" Rey bingung.


"Sally itu karakter yang ada di Line Friends." sambil menunjukkan boneka Sally.


"Kamu lagi ngidam sayang? Sampai aku harus peluk boneka?"


Risa pun mengangguk.


"Ya udah ayo aku akan peluk Sally."


"Ehm.. Tapi bukan Sally yang ada disini."


"Hah? Maksudnya Sally yang dimana?"


"Yang di Gangnam."


"Bukankah boneka Sally nya sama saja sayang? Aku peluk yang disini saja ya?"


"Ya sudah, yuk sayang kita ke Gangnam." Risa pun senang dan langsung memeluk Rey.


"Aku pengen kesana karena aku juga ingin makan yogurt ice cream strawberry nya lagi." sambil membayangkan betapa manis asamnya yogurt ice cream.


"Iya sayang apapun yang kamu mau aku turutin. Ini juga kemauan baby kita kan?" ucapnya sambil mengelus perut dan mencium perut istrinya berkali-kali. Orang-orang pun memandang Rey dengan tatapan aneh tapi Rey tidak memperdulikan tanggapan mereka.


...*****...


Mereka sore ini kembali jalan-jalan ke Line Friends Store & Cafe Garosu-gil Street, Gangnam-Gu, Seoul, South Korea.


"Yuk say aku udah gak sabar lihat kamu peluk Sally."


Rey pun hanya pasrah dengan kemauan istrinya. Ia tidak ingin anaknya ileran seperti kata-kata orang kalau ngidamnya gak diturutin.


"Mana Sally nya sayang?"


"Tuh disana." sambil menunjuk boneka Sally.


"Ya udah ayo kita kesana," ucap Rey sambil menggandeng tangan Risa.


Rey pun langsung memeluk boneka Sally.


"Udah ya sayang, aku udah peluk bonekanya."

__ADS_1


"Belum, ayo peluk lagi Sally nya. Tadi belum sempat aku foto."


Rey pun menepuk jidatnya. Lalu berjalan lagi memeluk boneka Sally.


"Ekspresinya yang bahagia dong say!" ucapnya.


"Nah, ok bagus."


"Sayang beri aku alasan, kenapa kamu ingin sekali aku memeluk Sally?" Rey bertanya apa alasan istrinya itu menyuruhnya memeluk boneka.


"Menurut aku wajah kamu mirip aja dengannya saat manyun, hehehe." sambil cengengesan.


Rey pun terkejut mendengar perkataan istrinya. Ia baru menyadari kalau ternyata ibu hamil yang lagi ngidam itu memang permintaannya terkadang gak masuk akal.


"Masa aku kamu samain sama boneka sih yang?" sambil mendengus kesal.


"Ya udah ayo saatnya kita beli ice cream, aku sudah tidak sabar untuk menghabiskannya." sambil mengusap perutnya.


Rey dan Risa sudah memesan ice cream.


"Nih yang pesanan kamu." sambil menyodorkan yogurt ice cream strawberry, sedangkan punya Rey rasa coklat.


"Enak sekali, rasa manis dan asam jadi satu."


Rey pun semalam membaca artikel kalau wanita yang sedang hamil muda memang suka yang asam-asam. Rey pikir Risa bakalan minta dicarikan mangga muda seperti artikel yang ia baca, rata-rata ibu hamil pengen makan mangga muda. Tapi Rey bersyukur Risa tidak meminta mangga muda. Misalkan Risa mengidam mangga muda Rey juga bingung harus cari dimana, karena saat ini mereka sedang berada di Korea bukan di Indonesia.


"Yah, ice cream nya udah habis," ucap Risa sambil memasang wajahnya yang cemberut.


"Mau aku beliin lagi sayang?" ucap Rey menawarkan Risa ice cream.


"Mau say dua ya?" dengan mata yang berbinar-binar


"Hah dua?"


"Iya, cepetan aku sudah ingin memakannya lagi!" perintahnya.


Rey lalu memesan 2 cup yogurt ice cream strawberry lagi.


"Ini sayang 2 cup ice cream nya sudah datang."


"Yang satu buat kamu say. Ayo kita habiskan bersamaan."


Rey lalu menuruti perkataan istrinya. Ia tidak membantah karena ini juga demi bayinya. Anaknya juga minta Daddy nya merasakan ice cream strawberry yang Mommy nya dari tadi makan. Sesudah selesai menghabiskan ice cream Rey berjongkok dan wajahnya sudah berada di depan perut Risa.


"Anak Daddy gimana udah puas kan makan ice cream nya?" tanyanya di depan perut Risa sambil mengelus perutnya.


Setelah puas bicara dengan baby-nya Rey pun berdiri.


"Ayo sayang kita pulang. Kita harus siap-siap packing untuk ke Indonesia," ucap Rey sambil memegang bahu Risa.


"Say, aku maunya nanti kita pulang ke rumah Mama dan Papa dulu ya? Aku kangen kedua orang tuaku, lagian kan kita pulangnya sama Karin jadi harus ke rumahku. Kita menginap di rumah papa dan Mama minimal 2 sampai 3 hari ya. Setelah itu baru kita ke rumah kamu kasih surprise ke Papi Aldi dan Mami Ana."


"Baiklah sayang, sekalian kita kasih surprise sama Papa Kevin dan Mama Angel bahwa kamu sedang hamil."

__ADS_1


Rey dan Risa merahasiakan kabar bahagia mengenai kehamilannya dari kedua orang tua mereka. Karena mereka bertujuan untuk melihat ekspresi kedua orang tua mereka saat tahu Risa hamil. Keluarga besar yang ada di Korea pun setuju dengan apa yang Risa minta untuk tidak memberitahukan kehamilannya dulu ke keluarganya yang di Indonesia.


__ADS_2