Dijodohkan Dengan Cowok Manja

Dijodohkan Dengan Cowok Manja
BAB 130 - USG Jenis Kelamin Adik Kezia


__ADS_3

Sesudah membayar semua belanjaannya Rey mengemudikan mobilnya dengan cepat agar segera sampai rumah. Istrinya pasti sudah marah-marah karena Rey terlalu lama memilih pembalutnya. Ya karena Rey harus membaca satu-satu merek dan jenis pembalut yang istrinya inginkan. Dengan cepat Rey membawa kantong plastik berukuran besar tersebut. Rey melangkahkan kakinya dengan cepat agar segera sampai ke kamarnya.


"Sayang, ini pembalutnya sudah ada. Sayang, maaf, kamu nungguin terlalu lama."


Risa membuka pintu kamar mandi dan hanya menggunakan bathrobe. Risa membolakan matanya saat melihat belanja Rey yang banyak.


"Rey kamu belinya banyak sekali," ucap Risa.


"Karena kamu tadi tidak memberitahu merek apa yang biasanya kamu pakai. Jadi semua merek aku beli sayang agar kamu puas milih mau yang mana."


"Hmm iya. Makasih ya sayang," ucap Risa.


"Sama-sama istriku." Rey tersenyum akhirnya istrinya tidak marah lagi.


Rey turun dari kamarnya dan kembali ke ruang keluarga. Reno masih bercanda sama Mami Ana.


"Mami, biar Reno sama aku. Mami istirahat saja di kamar."


"Mami tidak ngantuk nak. Mami ingin main sama cucu Mami."


Akhirnya Rey sama Mami Ana bercanda dengan Reno. Risa saat ini sudah selesai mandi. Risa mencari Rey dan Reno tapi tidak ada di kamar. Risa lalu turun dari kamarnya. Risa senyumannya merekah saat melihat Mami Ana dan Rey sedang bercanda dengan Reno. Risa lalu berjalan menuju dapur membuatkan teh jahe hangat untuk Mami Ana, Rey dan juga dirinya.


Risa memang menantu idaman, meskipun ada asisten rumah tangga di rumah Rey tapi Risa selalu bikin minuman sendiri untuk keluarganya. Mami Ana bahagia punya menantu yang serba bisa. Sudah cantik, pintar, pandai mengurus anak dan suaminya. Bahkan kadang memasak dan masih bikin kue. Padahal dirinya juga sibuk dengan kuliahnya. Mami Ana bahagia memiliki menantu seperti Risa. Apalagi sekarang Risa sudah memberikannya cucu yang sangat ganteng. Mami Ana sudah menganggap Risa sudah seperti anaknya sendiri. Bahkan mereka sering ke salon kecantikan bareng.


...*****...


Tak terasa kini kandungan Sonya sudah jalan 6 bulan. Kenzo bahagia anaknya sudah mulai aktif nendang-nendang didalam perut Sonya. Kenzo setiap malam sebelum tidur selalu mengecup perut Sonya. Setiap hari Kenzo mengajak anaknya bicara karena berbicara karena janin yang masih dalam kandungan akan sangat berpengaruh bagi tumbuh kembangnya.

__ADS_1


Kenzo hari ini cuti untuk menemani istrinya periksa kandungan. Kenzo akan menemani Sonya ke rumah sakit yang sama seperti yang dulu saat hamil Kezia. Mereka kali ini ingin mengetahui jenis kelamin bayinya. Papa mertuanya berharap cucunya kali ini laki-laki. Sonya berharap tebakan mertuanya benar. Biar anaknya pas satu laki-laki dan satunya perempuan. Sonya dan Kenzo sekarang sedang berada di kamarnya, mereka sedang duduk di sofa. Kezia masih tertidur pulas didalam box bayi karena tadi habis minum susu formula.


"Sayang, kalau anak kita berjenis kelamin perempuan lagi gimana? Apa kamu akan kecewa?" ucap Sonya menunduk melihat perutnya sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat agak membuncit.


"Sayang apapun jenis kelamin bayi kita itu anugerah dari Allah. Aku tidak masalah jika anak kita perempuan lagi. Kan nanti akan secantik dirimu sayang," ucap Kenzo lalu mengelus perut Sonya.


Sonya tersenyum bahagia saat Kenzo berbicara seperti itu. Ternyata tidak masalah jika nanti saat USG anaknya perempuan lagi. Sonya juga ingin anak keduanya laki-laki, biar anaknya ada yang mirip dengan Kenzo.


"Beneran tidak apa-apa sayang kalau anak kita lahir perempuan lagi? Soalnya Papa kelihatannya ingin punya cucu laki-laki dari kita."


"Tidak apa-apa sayang kalau anak kedua kita lahir perempuan. Nanti bisa jadi anak ketiga kita lahir laki-laki," ucap Kenzo dengan santainya yang masih mengelus perut Sonya.


"Apa?" Sonya membolakan matanya saat Kenzo berbicara seperti itu. Sonya tidak habis pikir suaminya berbicara mengenai anak ketiga dengan santainya. Padahal kini dirinya sedang mengandung anak keduanya. Sonya tidak mau kelalaian lagi nanti. Dirinya akan langsung memasang alat kontrasepsi nanti setelah habis melahirkan dan nifasnya selesai.


"Kenzo, aku gak mau hamil lagi ya. Cukup dua anak, apapun itu jenis kelaminnya." Sonya menatap tajam kearah Kenzo.


"Sayang, kita tidak tahu Allah memberikan berapa anak untuk kita. Semakin banyak anak semakin banyak rezeki. Terbukti saat kamu hamil lagi anak kedua kita aku bisa membuka perusahaan dengan cabang di Jakarta Barat."


"Sayang, melahirkan itu taruhannya nyawa. Kamu bisa lihat kan saat aku kemarin baru melahirkan Kezia. Sekarang aku sudah hamil lagi dan 4 bulan lagi aku bakal melahirkan anak kedua kita."


"Coba kamu bayangkan. Setiap tahun aku melahirkan anak. Aku tidak sanggup kalau untuk hamil lagi Ken," ucap Sonya yang berharap Kenzo bisa mengerti keadaannya.


Sonya raut wajahnya terlihat sedih karena memang sebentar lagi dirinya akan segera melahirkan anak keduanya. Kenzo yang melihat Sonya sedih pun merasa bersalah. Karena dirinya kini Sonya hamil lagi dan disaat Kezia masih kecil. Kenzo berpikir dirinya nikahnya yang paling terakhir dari kedua para sahabatnya Rey dan Dean. Namun dirinya yang paling duluan akan memiliki anak kedua. Bahkan Kenzo sudah kepikiran tadi berbicara mengenai anak ketiganya kalau anak keduanya lahir perempuan lagi. Para sahabatnya itu bahkan belum memikirkan soal anak lagi dengan istrinya.


Sonya sekarang sedang berpikir harus benar-benar jangan sampai lalai lagi untuk memasang alat kontrasepsi. Dirinya hanya ingin melahirkan 2 anak saja.


"Sayang, baiklah kita punya anak dua saja. Itu juga sudah cukup kok sayang. Sekarang kita ke rumah sakit yuk untuk USG."

__ADS_1


"Hmm iya."


Sonya menggendong Kezia. Kenzo lalu mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit. Kenzo ingin segera tahu jenis kelamin bayinya.


Setelah mereka sampai di rumah sakit seperti biasa harus antri terlebih dahulu. Sonya dan Kenzo duduk di kursi bersama para pasien lainnya. Sekarang Kezia digendong Kenzo agar Sonya bisa duduk lebih nyaman karena saat dimobil tadi Sonya yang menggendong Kezia. Orang yang sedang antri dibelakangnya melihat mereka hanya geleng-geleng kepala. Sebab Kezia masih kecil sekarang Sonya sudah hamil lagi. Apalagi sekarang perutnya sudah mulai terlihat membuncit karena kehamilannya sudah memasuki usia 6 bulan.


Saat nama Sonya di panggil Kenzo dan Sonya langsung masuk ke dalam ruang dokter tersebut. Dokter mengoleskan cairan gel ke perut Sonya. Dokter mulai menggerakkan tangannya.


"Kondisinya sangat sehat dan bayinya juga bergerak sangat lincah."


"Iya dok, saya senang mengelus-elus perut istri saya dan anak saya meresponnya."


"Untuk jenis kelaminnya apa dok?" Tanya Sonya penasaran.


Dokter lalu menggerakkan alat yang berada di atas perut Sonya. Dokter tersenyum saat melihat jenis kelamin bayinya.


"Selamat ya Pak, Bu bayinya berjenis kelamin laki-laki."


"Baby Boy," ucap Kenzo dengan mata yang berbinar.


"Alhamdulillah, Kezia akan punya adik laki-laki sayang. Aku bahagia sayang akhirnya kita akan memiliki anak laki-laki juga," ucap Kenzo dengan senyum merekah.


"Iya sayang alhamdulilah."


Sonya tersenyum akhirnya doa yang dirinya panjatkan akhirnya terkabul. Sonya juga menginginkan anak keduanya berjenis kelamin laki-laki. Sonya hanya ingin punya dua anak saja. Menurutnya sudah cukup dua anak dalam pernikahannya apalagi anaknya laki-laki dan perempuan.


Dokter selesai memeriksa Sonya dan memberikannya hasil USG beserta resep vitamin yang harus segera ditebus. Kenzo sudah menebus resep vitaminnya. Mereka lalu hari ini akan langsung pulang ke rumah dan mengumumkan hasil USG adiknya Kezia. Sesuai dengan harapan semua orang akhirnya adiknya Kezia berjenis kelamin laki-laki. Kenzo tak henti-hentinya berterima kasih dengan Sonya karena telah memberikan anak perempuan dan laki-laki untuknya. Sesuai dengan wasiat neneknya diumur Kenzo yang ke 25 tahun berhasil memberikan 2 cucu sekaligus. Neneknya pasti bahagia di alam sana.

__ADS_1


__ADS_2