Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 101


__ADS_3

Clinton datang menghampiri Al dan Yesline, dengan satu tangannya menggandeng Seorang Wanita cantik. Tentu saja Al dan Yesline pun menatap tajam Wanita yang bersamanya itu.


" Bro, Yes ... Selamat ya ... Akhirnya resmi juga Kalian. " kata Clinton ke Al.


" Thanks Bro .... Ini juga karena bantuan Kamu juga. By the way, siapa nih ??? " " tanya Al senyum melirik Wanita itu.


" Iya Mas, Clin. Siapa Dia ??? Cantik banget, kenalin sama Kita dong !!! " sahut Yesline.


" Oh ya, Kenalin ini Teman, Saya sekaligus Seorang Desainer namanya Clara. '' jawab Clinton mengenalkan kepada Al dan Yesline.


Wanita itu pun tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.


" Halo, Saya Clara. " sapanya senyum.


" Al, dan ini Istri Saya. " jawab Al dan diikuti senyuman Yesline.


" Salam kenal ya, Al dan Yesline. " kata Clara.


Clinton pun langsung meninggalkan Mereka berdua disana dan mengajak Clara untuk menikmati hidangan yang tersedia.


Disisi lain Nicho terlihat mengatur posisi duduknya di dekat panggung, Dia ingin mempersembahkan sebuah lagu. Namun disampingnya juga ada Callista. Mereka berdua kompak untuk mempersembahkan lagu terakhir sebelum Mereka kembali ke tempat dan tujuan masing masing.


Terlihat Callista sudah memegang microfon dan ponsel di tangannya. Nicho sudah siap dengan gitarnya. Jari jemarinya yang begith lihat terlihat indah memetik senar gitar, menciptakan alunan nada menyayat hati.


Menjadi penyampai pesan hati Mereka yang sedang menangis campur haru.


Callista sudah mulai mendekatkan microfon itu ke mulutnya dan mulai melantunkan kidung nyanyian sedih, sesekali matanya melirik ke layar ponsel, Dia tidak hafal lirik lagunya. Tapi hatinya cukup hafal bagaimana rasa sedihnya.


Ini salahku


yang terlalu memikirkan egoku


Tak mampu membuatmu bersanding nyaman bersamku


Hingga Kamu pergi meninggalkanku


Terlambat sudah


Kini Kamu telah menemukan Dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Aku ikhlas Kamu bersanding dengannya


Aku titipkan Dia


lanjutkan perjuanganku untuknya


Bahagiakan Dia, Kau sayangi Dia

__ADS_1


Seperti Ku menyayanginya


Kan ku iklaskan Dia


Tak pantas bersanding dengannya


Ku terima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya ....


Melantukan syair itu membuat mata Callista berkaca kaca. Sekali lagi Dia menyesali cintanya yang telah pergi. Cinta yang seharusnya bisa menjadikannya ratu, bisa menjadikannya Putri, Hilang begith saja karena kebodohannya.


Begitu juga Nicho, hatinya seperti tersayat sayat yang kesekian kalinya. Cintanya berakhir pada kepiluan yang teramat sakit. Dia terlambat menyatakan cinta, terlambat menunjukkan cintanya hingga di dahului Orang lain.


Yesline menatap ke arah Nicho dan Callista bergantian. Dari mata Mereka Yesline bisa melihat ada kesedihan disana. Kesedihan yang tak berujung namun memaksa hati untuk terus berjalan.


Callista, Wanita cantik itu berusaha menyembunyikan kesedihannya sedangkan Nicho menundukkan pandangannya. Yesline manatapnya lekat lekat, membuatnya tidak fokus saat ada tamu yang menyalaminya. Yesline tersadar dari lamunannya saat lengan Al menggamit pinggangnya lembut.


Wajah Yesline yang nampak sudah kelelahan terlihat sedikit pucat. Namun, Dia tetap memaksakan dirinya untuk tersenyum ramah kepada semua tamu.


Para staff Rumah Sakit dan Tamu Tamu penting lainnya. Yesline baru ingat, Dia belum melihat Hans. Kepalanya celingukan kesana kemari mencari sosok Hans. Saat Al menyadari kegelisahan Istrinya, Dia langsung menanyakannya ke Istrinya.


" Siapa yang Kamu cari Sayang ???" tanya Al berbisik di telinga Yesline.


" Hm ?? Eh, Itu Mas. Aku belum melihat Hans dari tadi, apakah Dia tidak akan datang ?? " kata Yesline dengan sedikit cemberut terlihat dari bibirnya.


" Nanti pasti datang. Hans situkang caper itu gak mungkin absen. Ini kan acara pernikahan Kamu, Yes. "


Pandangannya masih jauh menerawang melewati ratusan kepala yang hadir di gedung itu.


" Ti .... "


Al tidak melanjutkan perkataannya saat di depannya ada beberapa Dokter dari RS. Yesline ikut menyapa dan senyum ramah sama Mereka.


" Selamat Dokter Al dan Nona Yesline. " kata Dokter itu sambil menyalami Mereka berdua diikuti rekan rekannya yang lain. Entah sudah berapa jam Mereka berdiri dan hanya duduk sesekali dikarenakan tamunya yang banyak.


Yesline bisa melihat Clinton, Clara, Callista dan Nicho sedang berbincang di sudut panggung. Dia tertarik ingin ikut nimbrung ke dalam obrolan Mereka, tali kini waktunya seharian hanya diatas panggung mewah nan putih itu.


Ditempat lain, Leni juga sibuk menemani Mamanya Al menyapa dan menyambut lara tamu yang lain. Andai Papa Mertuanya itu masih ada, Mungkin keluarga ini bisa berkumpul dengan lengkap.


Saat nanti Anaknya lahir, pasti akan sangat membahagiakan jika bisa memiliki Kakek dan Nenek yang lengkap.


Al memapah tubuh Yesline untuk duduk, Al tau Istrinya itu sudah mulai kelelahan.


" Yesline sepertinya sudah kecapean, Al. Kenapa tidak membawanya ke kamar saja ??? " suara Clinton tiba tiba begitu dekat dan Al menoleh ke belakang.


" Iya. Lebih baik Kita ke kamar saja ya, Sayang ??? '' tanya Al dan Istrinya itu menggeleng dengan cepat.


" Gak usah Mas. Masih banyak tamu, gak enak kalau harus mengabaikan Mereka. " jawab Yesline dan Dia beralih menatap Clinton dan Clara.

__ADS_1


" Loh .... Sudah mau pulang ??? " tanya Yesline ke Clinton dan Clara sedikit kaget.


Clara berjalan dan mendekati Yesline, Wanita itu ingin mengakrabkan Dirinya dengan Yesline.


" Iya, Yes. " jawab Clinton mewakili Clara.


" Iya Yes. Ada perkerjaan. Hehehe.... " jawab Clara.


Tatapan Yesline dan Al langsung beralih menatap Clinton tajam.


" Sok sibuk Kamu, Clin. Masa Aku nikah dan Kamu mau pulang cepat ??? Harusnya Kamu tidur disini temanin Aku. " kata Al protes.


" Ogah. " jawab Clinton cepat tanpa berpikir dulu.


" Bisa mati berdiri Aku kalau disuruh nemanin tidur Pengantin setengah baru .... " katanya dna saat mengucapkan kalimat terkahirnya Dia berusaha menahan ketawanya hingga Clara mencubit pinggangnya.


" Aw !!! " pekik Clinton pelan. Matanya menatap Clata yang sedikit senyum.


" Kita pulang dulu ya, Yes. Nanti Clinton malah mengganggu Kalian berdua. " kata Clara serta melirik jail ke arah Clinton.


" Iya deh. Daripada disini mending lebih baik berduaan sama Clara ya, Mas Clin ??? " sindir Yesline.


" Iya iya lah .... " jawabnya yang langsung dipelototin oleh Clara.


Yesline hanya tersenyum melihat Mereka berdua.


" Kata Mas Clinton tadi, Kamu Seorang Desainer ya ??? " tanya Yesline. Dari matanya Dia terlihat sedang ada ide.


" Lebih tepatnya desain interior Yes, Bukan desainer !!! " cetus Clara sambil melirik Clinton yang selalu bercanda kalau soal Dirinya.


" Nah itu yang Aku maksud. Kan Kamu juga desainer baju bisa, Clar .... "


" Nah itu yang Aku maksud. Boleh dong nanti Kamu desain rumah Kami untuk nambah kamar baby nanti. Boleh ya Mas ??? " kata Yesline menatap Al.


" Boleh Sayang. " jawab Al.


" Boleh Yes .... Nanti Kita telepon teleponan ya ... " jawab Clara.


" Makasih ya ... " jawab Yesline yang begitu antusias dan tidak sabar untuk melihat setiap awal proses hingga akhir dekor kamar untuk babynya nanti.


Mereka terus mengobrol, Yesline dan Clara saling bertukar senyum, Mereka cepat akrab dan cocok. Sampai Clinton melirik jam tangannya, dan sudah jam 10 malam Mereka harus segera pulang, sebelum Clara dimarahi Papanya.


" Kita pulang ya ??? " kata Clinton ke Al dan Yesline.


" Oke oke. Terima kasih sudah datang. " jawab Al.


Clinton mengacungkan jempolnya dan berjalan mendahului Clara sembari senyum dan melambaikan tangan ke Yesline. Wanita itu memiliki senyuman manis yang memabukkan.


Clinton menggandeng tangan Clara, menyeimbangkan langkahnya dengan Wanitanya itu. Clara cantik, manis dan baik hati. Mampu menghadirkan rasa aneh yang mengusik hati Clinton. Meski Laki Laki itu belum menyadarinya.

__ADS_1


Yesline menatap kepergian Mereka sampai keluar dari gedung itu.


" Mas ??? " panggil Yesline ke Al.


__ADS_2