Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 236


__ADS_3

Meriam masih berada di dalam kamar mengemasi pakaian, ditemai Mama mertuanya.


"Seharusnya kalian bulan madunya diundur lagi besok, Mer, Mama suka kamu ke rumah sini, rumah jadi rame. Setelah bulan madu bawa cucu ya?'' tutur Mamanya sambil memasukkan baju Meriam ke dalam koper.


Meriam yang duduk di dekat mertuanya hanya tersenyum canggung waktu mendengar kata cucu.


"Bisa kan kasih cucu setelah honeymoon?''


Meriam mengangguk dengan malu.


"Insyaallah, Ma.''


Saat sedang mengobrol dengan mama mertuanya tiba tiba ponsel Meriam berdering.


"Sebentar ya, Ma.'' Meriam ijin ke balkon untuk menerima telepon.


"Assalamualaikum,'' sahut Meriam ketika orang diseberang mengucap salam.


"Iya, apa kabar Wisnu? Sudah sembuh?'' tanya Meriam ketika yang menelpon adalah Wisnu.

__ADS_1


Hans baru saja naik ke kamarnya, melihat Meriam di balkon sedang menelpon seseorang. Hans berinisiatif menyalami mamanya terlebih dahulu baru menghampiri Meriam. Mendengar Meriam menyebut nama Wisnu, Hans langsung mengambil alih ponsel Meriam. Meriam menoleh terkejut tapi hanya diam saja saat Hans menyalakan speaker agar suara Wisnuterdengar keras.


"Sudah, Mer. Alhamdulillah. Ini baru keluar dari rumah sakit, terus telepon kamu. Aku cuma mau minta maaf karena sempat membuat keramaian kemarin, aku enggak bermaksud begitu.''


Hans langsung melirik Meriam setelah mendengar Wisnu berbicara, terdengar dengan jelas kalao laki laki itu masih memikirkan Meriam sang istri. Hans tentu tidak suka. Apalagi mengingat awal pertemuannya dengan Wisnu yang dengan ternag terangan memintanya untuk menjauhi Meriam. Jadi, kalo bisa biar Meriam enggak usah berkomunikasi lagi dengan Wisnu. Tapi, kejam juga kalo ngomong langsung ke Meriam seperti itu.


"Mer, kamu masih di sana?'' selidik Wisnu saat Meriam lama tak memberi respon atas kalilmatnya barusan.


Meriam melirik Hans seperti meminta pendapat. Bolehkan jika ia mengobrol dengan Wisnu. Antara iya dan tidak, Hans masih ragu.


"Mer?'' panggil Wisnu lagi.


"Iya, Wisnu. Aku masih disini kok. Syukurlah kalo kamu sudah sehat. Maaf juga karena aku belum jenguk ke rumah sakit kemarin.'' Meriam hanya berusaha bersikap ramah, tidak lebih.


"Iya, Mer. Tidak apa apa, aku tahu kondisinya bagaimana.''


"Wisnu, Aku dipanggil sama Mama, aku tutup dulu ya?'' Meriam harus mengatakannya, dia tidak mau menyinggung Hans lebih lama.


"Iya, Mer. Assalamualaikum,'' sahut Wisnu sedikit terpaksa.

__ADS_1


"Walaikumsalam.''


Meriam menutup panggilan teleponnya. Netranya memandangi Hans yang membeku, lucu juga wajah Hans kalau lagi cemburu.


"Mas,'' ucap Meriam yang langsung memeluk Hans, dia tidak berkata apa apa, biasanya orang yang sedang tidak baik baik saja hatinya, cukup dipeluk sudah akan baik baik saja.


Dipeluk Meriam membuat Hans luluh, Dia mengecup pucuk kepala Meriam. dan membalas mendekap tubuh mungil itu.


Mer, aku tahu hatiku memang sudah seutuhnya menjadi milikmu. Rasanya sakit waktu tahu kamu masih berkomunikasi dengan Wisnu, kamu marah tidak jika aku minta untuk menjauhi dia?


Setelah selesai mengemasi pakaiannya, Meriam dan Hans sudah siap ke bandara, mereka akan berangkat bulan madu, dari sekian tiket liburan ke luar negeri yang Gabriel hadiahkan, Meriam akhirnya memilih ke Korea. Siapa tahu artis korea kesukaan Meriam. Hans sudah mengabari Gabriel, jadi mereka tinggal ke Bandara langsung untuk memakai jet pribadi milik Gabriel.


Sepanjang perjalanan memasuki bandara, Meriam menggamit lengan Hans, sudah seperti prangko. Tapi, tiba tiba.....


Bruakk!!!!!


Ada seseorang yang berlari begitu cepat sampai tidak sengaja menubruk mereka berdua hingga terjatuh. Orang yang menabrak itu cepat bangun dan menyambar tas Meriam saat dia baru berusaha bangun, lalu orang yang sepertinya sedang dikerjakan masa itu kembali berlari membawa tas Meriam.


"Mas, tas ku!'' pekik Meriam terkejut kepada Hans yang baru saja bangkit dari sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2