
Mas Al !!!! " bentaknya kesal.
" Dasar suami tidak peka!!! " Dia membelakangi Al.
" Al menghela nafasnya.
" Kenapa Kamu bisa begitu marah hanya perkara nasi padang dan rendang ???? Aku tadi sudah mutar mutar tapi sudah tutup semua Sayang ..... Makanya Aku .... BAwakan saudaranya ... " kata Al masih ngelawak.
" Terus kenapa bisa baru jam segini pulang ??? Kalau nyarinya jam segini iya pasti sudah habis dan tutup !!! Lagian kan tadi Aku pesannya dari sore loh !!!! " bentak Yesline lagi dengan kesal. Ini pertama kali Dia marah marah sama Al.
" Hah ??!!! Tau ah !!! Capek nungguin Mas pulang tapi malah gak ada bawa apa apa. dasar PHP !!! " kata Yesline dengan geram, DIa langsung meraih bantal dan merebahkan tubuhnya, meringkuk di dalam selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala.
Bukannya Yesline tidak ingin jadi yang tidak pengertian, tapi amarahnya benar benar tidak terkendali. Dia sudah menunggu begitu lama, mengharapkan sesuatu yang Dia sangat inginkan dan AL juga sudah meng iyakan untuk membawakannya tapi malah tidak dapat apa apa, dengan alasan pekerjaan lagi.
Dia yang bilang sekali kali mau fokus ke Istri tapi nyatanya masih mengurusi pekerjaan sampai memang tidak membawa makanan yang sudah Yesline harapkan itu. Kalau memang operasi tidak bisa ditunda, tapi urusan dengan Clinton kan bisa ditunda.
Dia bisa merasakan tangan Al melingkari tubuhnya, memeluknya dari belakang.
" Sayang .... maafin Aku iya ... ??? Besok Aku booking satu rumah padang khusus untuk Kamu, Tapi jangan marah lagi iya ... " bujuk Al berbisik disamping Yesline.
Jari telunjuknya bergerak menggambar lingkaran di punggung Yesline. Tangannya yang lain berusaha menarik selimut agar Al bisa meringkuk lebih dalam.
Yesline diam saja dan masih berniat untuk menjawab. Al mencoba menarik selimut itu sekali lagi membuat tubuh Al berguling dan jatuh kedalam pelukannya.
Mata Yesline masih sembab karen menangis terlalu lama. Al mengusapnya dan merasa sangat bersalah. Al masih sedikit sesunggukan dan berusaha melepas diri dari pelukan Al. Kedua tangan Al mengunci pinggang Yesline, Menekannya semakin erat. Perlahan membasahi bibir Yesline dan menarik bibir itu lembut dan lama.
Yesline tidak bisa bernafas normal, sesekali Al melepaskan bibirnya dan memberikan Yesline kesempatan untuk menghela nafasnya dan kemudian memagutnya kembali.
" Mau ke dapur bikin indomie ??? " tanya Al dan berusaha menggoda Istrinya itu. Jemari Yesline masih memainkan kancing baju Al.
" Tapi janji besok Kita makan nasi padang ??? " kata Yesline merajuk dan membuat Al tersenyum gemas dan mencolek Hidung Istrinya itu.
" Iya Sayang .... " jawabnya sambil menarik Yesline ke dadanya.
" Maaf iya, Hari ini Aku ngecewain Kamu. "
Yesline mengangguk lalu kembali ke pelukan Al.
" Sebelum kedapur, Mau Aku mainin dikit gak itunya ??? " bisik Al lembut dan begetar. Matanya menatap Yesline sayu dan penuh harap.
" Ituu apa ??? " tanya Yesline melotot dan sedikit malu malu. Tangan Al langsung bergerak turun menyentuh tubuh sensitif Yesline membuatnya sedikit terperanjat dan jantungnya berdetak tak karuan.
" Boleh ??? " tanya Al kembali meminta ijin.
Yesline mengangguk malu di pelukan dada Al menggigit bibirnya yang membuat tubuhnya merinding menahan gelora.
Dengan hati hati, Al kembali merebahkan tubuh Yesline pelan, menyentuh pipi mulus itu bergerak turun melewati lehernya dan berhenti di dadanya. Menyingkap sebelah lengan bajunya hingga turun. Dia menciumi daun Telinga Yesline dengan sedikit liar membuat darah Yesline berdesir hebat. Dia memang merindukan sentuhan ini.
Al menarik ujung baju Yesline hingga lepas. Tangan Al menyentuh bekas tembakan di bahu Yesline sebelah kiri. Menyisakan bekas warna coklat dengan luka hang menjorok sedikit ke dalam. Yesline masih meringis dan masih menimbulkan rasa tidak nyaman jika luka itu disentuh meski sudah mulai mengering.
Melihat Yesline yang sedikit kesakitan, Tangan Al langsung beralih melepas ikatan kain penutup dadanya itu. Dia sudah lama tidak merasakan sentuhan itu. Dia langsung menyentuhnya dan bermain disana dengan lincah. Dia terus bergerak liar seperti bayi yang kehausan.
" Lidahmu seksi, Mas. Aku kangen." desah Yesline.
Tiba tiba Dia tidak ingin makan lagi, Al sudah melahap setiap jengkal tubuhnya.
" Kangen dimasukin juga gak ?? " goda Al.
Yesline meringsut kenikmatan. Kedua tangannya meremas sprei itu. Yesline ragu ragu mau menjawab. Jika ditanya mau atau gak, Dia mau. Tapi jika milik Al itu bergerak dan menggocang tubuhnya, Dia akan merasakan ngilu atas luka itu. Melihat ekspresi Yesline membuat Al mengerti.
" Baiklah. Aku akan membuatmu merasakan kenikmatan Sayang meski tidak memasukkannya, Nikmati iya .... "
Al dengan sigap dan bersiap melakukan permainan di area itu tanpa melakukan miliknya untuk bermain.
" Argghh .... " desah Yesline mengerang dengan nada brutal. Seluruh tubuh Yesline begetar dan getaran paling dasyat dan nikmat berada dikaki.
Al masih dengan permainannya yang semakin membuat Yesline merinding dan membuat tubuhya tegang dan nikmat.
" Aaarghh ...Aaaaa ... " desah Yesline. Malam ini Al benar benar memanjakannya. Merasakan Lidah Al yang bekerja keras untuknya.
" Please .... Jangan berhenti. " kata Yesline memohon dengan leher melengkung dan satu tangannya mencekeram rambut Al semakin kuat. Dan tangan Al meremas erat dan lembut dada Yesline.
Yesline memejamkan matanya, merasakan setiap pergerakan tubuh Al.
" Eeehhh ... Terusin Sayang ... Kamu enak bangat. "
******* Yesline membuat Al semakin tidak mau berhenti mencicipi aroma tubuhnya. Sebenarnya Yesline malu mengatakannya tapi audah terlanjur dipenuhi gairah. Al menghisapnya dan menelannya seolah olah itu adalah lelehan coklat yang terlalu sayang untuk dilewatkan.
Aroma khas itu membuat Al semakin menikmatinya dan semakin kecanduan. Sebagian Orang mungkin merasa jijik tapi Bagi Al itu hal yang tidak bisa Dia lewatkan.
__ADS_1
Gerakan itu membuat Yesline semakin berani, Dia tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya, Yesline sedikit menganggkat tubuhnya dan mendorongnya ke atas. Al tau kalau Istrinya itu dalam puncak kenikmatan.
Kali ini Al langsung meraih bantal, meminta Yesline menganggkat tubuhnya sedikit keatas. Al menikmati tubuhnya yang benar benar mulus dan seksi.
" Kamu semakin seksi Sayang .... " kata Al.
" Aaaa .... "
Yesline semakin mendesah membuat Al semakin mabuk kepayang.
Berhasil memecahkan perasaan Yesline yang sedari tadi berputar diperutnya. Al bukan hanya menikmati tapi memuji tubuh Yesline yang begitu seksi dan indah yang tidak ada duanya.
Al tertawa melihat Yesline yang erotis ketika Dia berada di puncak kenikmatannya.
Yesline mendesah panjang, Dia terkulai lemas . Dia masih merasakan berdenyut denyut di daerah itu.
Yesline menahan ketawanya melihat milik Al yang sudah tegang dan Yesline ingin memainkannya tapi .... Yesline menggigit bibirnya. Al sudah tidak tahan dan melepas celananya dengan cepat dan melakukan senam jari sendiri di depan Yesline.
" Maaf Sayang .... Aku tidak bisa memuaskanmu. " kata Yesline merasa bersalah.
" Gak apa apa Sayang. Menikmati tubuhmu membuatku tidak terkendali. " kata Al senyum.
Gerakan tangan Al semakin cepat hingga benar benar merasakan puncak kenikmatan.
Mereka berdua tertidur lemas dan puas diranjang. Melupakan rendang itu.
Paginya setelah bangun tidur dan membersihkan diri, Dia berjalan ke dapur untuk mencari Mama Mertuanya itu. Disana Dia melihat Mertuanya itu sedang menyiapkan sarapan. Yesline berjalan mendekat kesana.
" Bikin sarapan apa Ma ??? ''
" Kayaknya spagetti enak iya ??? Yesline bisa masak ??? " kata Mertuanya itu sambil berbalik badan ke arah Yesline.
" Bisa tapi gak pintar pintar amat Ma. " jawab Yesline senyum.
" Al memang beruntung punya Kamu, Dia memang tipe yang suka masakan rumahan. Kamu masih belum pulih total, Kamu duduk saja, Biar Mama yang masak. Biasanya juga ART yang masak. Karena Kamu lagi disini, Mama ingin masakin Kamu. " jawab Wanita paruh baya yang masih terlihat mudah itu. Dia mendudukkan Yesline di kursi.
Mama mertuanya itu terlihat muda karena mungkin sering perawatan. mengingat uang adalah hal murah di rumah ini.
Tiba tiba Dia langsung mengingat Mamanya. Senyuman tulus dan indah itu, Dia rindukan.
" Terima kasih karena sudah menjadi Mama yang baik buat Yesline. " gumam Yesline melihat mertuanya itu dengan haru.
Saat sarapan sudah siap, Al baru keluar dari kamarnya. Sudah rapi dengan setelan kaos dan celana jeansnya. Menutup pintu kamarnya perlahan dan melihat Yesline yang menatapnya penuh curiga, Al merentangkan kedua tangannya dan menarik Yesline kepelukannya.
" Mau kemana jam segini ??? katanya libur kerja ??? " tanya Yesline dipelukannya.
" Mau kencan. " jawab Al menggoda.
Yeline melotot dan menatap Al tajam.
" Mau kan jalan jalan ??? "
Yesline mengangguk cepat.
" Sarapan dulu baru pergi. Mama sama Papa ikut iya ??? Kita ke Villa yang di puncak iya Al ??? "
Entah kenapa Al merasa Mamanya itu tiba tiba bersikap aneh. Papanya yang sedari tadi masih membolak balikkan korannya, langsung melipatnya dengan asal.
Al melirik ke arah Papanya.
" Sepertinya Papa lagi sibuk Ma. " kata Al yang masih melihat Papanya itu tanpa melepaskan tangannya dari pinggal Yesline.
Yesline langsung mendekati Suaminya dan memegang pundaknya.
" Papa ikut kan iya Pa ??? " Mamanya sedikit menekan sentuhan di pundaknya , Memberika. sebuah Isyarat dan tidak bisa menolak.
" Hm.... " jawabnya berdehem terpaksa.
Mama Al tersenyum puas, Suaminya itu sudah berjanji untuk membangun kedekatan dengan Al, Sembari memberi tahu Al pelan pelan tentang janjinya sama Kakeknya itu.
Mamanya mengedipkan matanya ke Yesline. Kedua Wanita itu bersekongkol untuk mendekatkan keduanya. Mama dan Yesline sudah berhubungan baik sekarang, Tinggal para lelaki saja.
*********
Nicho sedang menjalani pemeriksaan luka bakarnya yang sudah mulai mengering dan menunjukkan tanda tanda sudah mulai sembuh.
Dokter sudah memperbolehkannya pulang membuat Nicho merasa lega. Dia tipe Laki Laki yang tidak terlalu mempermasalahkan bekas lukanya. Dia menganggap itu kenang kenangan dari Yesline karena sudah membantunya.
Nicho tidak mempunyai hubungan yang baik dengan Keluarganya, Sampai saat Dia dirawat di RS selama beberapa hari tidak ada yang datang menjenguk. Atau menanyakan kabarnya pun tidak ada.
__ADS_1
Setelah berhari hati karena kejadian itu, membuat layar ponsel Nicho retak dan baru saja selesai diperbaiki. Dia baru mengecek panggilan dan pesan masuk.
Ada panggilan tak terjawab dari Om nya dan Callista karena hanya Mereka berdua yang sering berhubungan dengannya. Nicho menertawakan hidupnya yang menyedihkan bahkan Dia lupa kapan terkahir pulang kerumah.
Nicho mengganti pakaiannya dulu sebelum menghibungi Om nya. Dia duduk ditepi ranjang, lalu menekan nama Om nya dan memanggilnya. Panggilan tersambung.
" Halo Om ..... " sapa Nicho dengan nada pelan.
" Kemana saja Cho, Beberapa hari ini tidak bisa dihubungi ??? " tanya Om nya cemas.
Karena selama ini hanya Nicho yang setia bersidiri di belakangnya. Dibandingkan Orang lain, Hanya Papa Al lah yang mengetahui seberapa baiknya Nicho.
" Om pasti mendengar kabar bahwa ada Orang yang menyerang Yesline lagi dan sempat terjadi ledakan di dekat RS. Saya menjadi salah satu korbannya. " jawab Nicho.
" Iya Aku mendengar itu. Tapi Om tidak tahu bahwa Kamu salah satu korbannya. Tapi kenapa bisa ?? Apa yang kamu lakukan disana ??? "
" Hari itu, Aku menjenguk Yesline. saat hendak mau pulang tidak sengaja melihat Wanita yang selalu bersama Yesline terluka parah. Aku mencoba menolongnya dan terjadilah ledakan itu, Om. "
" Kamu memang Anak baik, Cho. Saat terjadi kegaduhan itu, Aku memang tidak bertanya lebih jauh karena sudah tau keadaan Yesline baik baik saja. Om tidak mengira Kamu ada disana. "
" Tidak apa apa Om. Aku sudah mau pulang. Oh iya beberapa hari Kemarin Om nelpon, Ada apa iya ??? "
" Erwin ngajak Om ketemuan. Niat Om mau ngajak Kamu tapi karena Kamu tidak bisa dihubungi jadi Om pergi sendiri sama Supir. Sudah tidak apa apa. Kalau tidak sibuk datang kerumah Om iya ... "
" Baik Om. " jawab Nicho dan langsung memutus panggilan itu. Dia bangkit dari duduknya berjalan ke luar ruangan sembari mengetik pesan untuk Callista.
" Ponselku kemarin rusak, ini baru selesai diperbaiki. Ada apa ??? "
Tidak lama kemudian Callista langsung membalasnya.
" Aku butuh teman Cho. Aku kesepian. "
Mungkin untuk beberapa minggu kedepan, Nicho akan melupakan gairahnya. Mengingat punggungnya sekarang memiliki luka yang belum pulih total.
" Aku belum bisa. Aku harus keluar kota untuk mengurus pekerjaanku. " balasnya berbohong.
" Oke. " jawab Callista singkat.
Nicho sedikit heran karena tidak biasanya Wanita itu bersikap datar. Biasanya Dia pasti merengek dan memaksanya untuk dipuaskan. Tapi Nicho tidak memikirkannya lagi karena itu bukan waktunya.
Mungkin saja Callista gelisah karena gugatan cerai Al dan itu salahnya sendiri. Sudah waktunya Yesline untuk bahagia. Nicho sadar bahwa Dia sudah terlambat. Dia akan merelakan Yesline, menjaganya tetap aman dan memendam cintanya untuk Yesline. Yang penting Wanita itu bahagia dan Dia tidak butuh apa apa lagi.
*********
Al memasukkan koper ke dalam bagasi mobilnya. Yesline masih menyiapkan bekal makanan bersama Mamanya. Hari ini Mereka melakukan piknik keluarga dan menginap satu hari. Al teringat dengan Clinton dan mengirim pesan untuknya.
Dia menyuruh Clinton untuk ikut karena sudah menganggapnya seperti Keluarga.
" Ngirim pesan ke siapa Sayang ??? " tanya Yesline membuat Al kaget karena tidak menyadari kedatangan Istrinya itu.
" Clinton Sayang, Biar Dia ikut. "
" Sayang, Bukankah hari ini Leni keluar RS ??? Kita tidak jemput ??? "
Al reflek menepuk jidatnya karena Dia lupa.
" Aku lupa Sayang .... Biar Clinton ajah yang jemput Leni sekalian, Bagaimana ??? " kata Al sambil menutup bagasi.
" Oke gak apa apa. Biar Clinton nanti ada temannya. " jawab Yesline senyum.
Pandangan Yesline tiba tiba beralih saat ada mobil berhenti. Mamanya juga ikut penasaran saat Papa Al berusaha mendekati mobil itu . Al tahu siapa yang datang dan itu adalah Nicho. Tanpa berniat menyapa, Al langsung masuk kedalam mobilnya itu, Menarik tangan Yesline untuk ikut masuk juga.
Yesline masih melirik dari kaca mobil, melihat Papa mertuanya itu bisa mengobrol santai dan tertawa kecil membuatnya merasa aneh karena Al dan Papanya tidak pernah seperti itu.
Yesline melihat Nicho ikut masuk ke mobil mertuanya itu dan dua mobil untuk pengawal sudah disiapkan. Kedua tangan Al tegang memengang kemudi. Dia tahu, Nicho sudah ikut menyelamatkan Yesline, Tapi .... Ada. semacam perasaan iri yang ada padanya. Membuatnya belum bisa menerima Nicho 100 persen.
Para Laki Laki pasti tau betul, Bagaimana rasanya bahwa Sepupu sendiri memliki hubungan gelap dengan mantan Istrinya itu dan ternyata juga menyukai Yesline.
Tidak hanya itu, Nicho telah mencuri tempat di hati Papanya itu. Dulu Dia juga yang menghancurkan Kehidupan Seorang Wanita yang menjadi cinta pertama Al. Jadi Dia masih tidak bisa untuk memaafkannya.
Yesline menyenderkan kepalanya di pundak Al, Dia tau apa yang sednag dirasakan Al.
" Sayang, Nanti Kita disana honeymon lagi kan ???? bermain seperti tadi. " kata Yesline sambil memegang paha Al dan mengelus elusnya. Yesline sengaja mengalihkan amarah Al.
Al langsung kaget melihat Istrinya itu sudah mulai agresif dan mulai nakal.
Al mencubit hidung Yesline gemas. Menarik dagu Yesline dan mencium bibirnya, ********** tanpa henti membuat Al melupakan amarahnya.
Tiba tiba ada seseorang mengetuk pintu kaca mobilnya membuat Yesline langsung menarik tubuhnya dan sedikit kaget dan kelimpungan. Berusaha merapikan pakaiannya.
__ADS_1
" Sial .... !!! " gumam Al.