Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 140


__ADS_3

" Apaan sih Kamu ?? " protesnya.


" Sepertinya Kamu harus diberi pelajaran dulu supaya kalau ngomong itu dipikir pikir dulu. " kata Leni berseringai, matanya berkilat membuat Clinton ketakutan. Dia langsung membuang pandangannya dari Leni. Hari ini Dia apes. Habis diceramahi Al sekarang ditinju Leni. Entah salah makan apa Dia hari ini, sampai salah ngomong terus.


Tiba tiba Hans datang dan langsung duduk di sofa, ikut mengambil sepotong pizza begitu saja tanpa permisi. Mata Clinton memperhatikannya, begitu juga Leni yang baru sadar kalau Hans yang ijin mau beli minuman baru kembali semalam ini ??? Dari mana Dia ??? Leni mengerutkan dahinya. Menatap Hans dengan mulutnya yang masih menguyah makanan.


Sadar jika Dirinya terus saja diperhatikan, langsung membalas kedua Temannya dengan tatapan bingung.


" Kenapa melihatku seperti itu ??? Ada yang salah dengan mukaku kah ?? " tanya Hans sambil menunjuk mukanya sendiri.


" Kamu dari mana saja ?? Kok baru kembali selarut ini ? " tanya Leni setelah mulutnya sudah selesai mengunyah.


" Tadi ada telepon dari kantor Polisi, jadi Aku langsung kesana. Mengurus Preman yang ketangkep tadi. Juga mengkonfirmasi semua bukti jika Mereka yang menyerang Gabriel dan Mereka adalah benar benar Orang suruhan Erwin. " jawab Hans. Matanya langsung menatap ke arah lain dimana saat jemari Al menyentuh pundaknya, memintanya untuk bergeser tempat duduk. Hans mengangkat bokongnya dan bergeser sedikit lebih dekat dengan Clinton.


" Tadi bagaimana kata Dokter soal perkembangan Gabriel, Len ?? " tanya Al sambil mengarahkan pandangannya ke arah Leni.

__ADS_1


" Tidak ada yang terlalu serius, Pak. Untungnya lukanya jauh dari organ intim berbahaya, jadi tidak terjadi hal hal fatal yang tidak diinginkan. Dokter hanya menyuruh untuk menjaganya sampai Dia sadar. Nanti baru di periksa lagi perkembangannya. " jawab Leni menjelaskan.


" Oke, Aku harap Dia segera sadar, Bagaimana pun seperti yang Kamu ceritakan kalau yang menolong Azka adalah Gabriel. Jadi Aku mau berterima kasih sama Dia. " sahut Al.


" Dan Hans, " panggil Al. Pandangannya beralih menatap Hans disampingnya.


" Hm. " jawabnya, Matanya masih menatap layar ponsel miliknya. Tidak sopan, Al langsung mengambil ponsel Hans dan meletakkannya di meja.


" Kalau ada yang ngomong itu dilihat!! " tandas berdecih kesal.


" Bagaimana putusan Polisi atau Hakim ??? Seharusnya Erwin mendapat hukuman tambahan kan ??? Dia melakukan kejahatan saat masih di penjara soalnya. "


" Iya. Belum ada keputusan jelas. Karena Dia sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. Kalau tebakanku tidak salah, mungkin Dia akan di hukum mati. Apa selain itu ada yang lebih berat lagi untuk menaikkan hukuman Orang yang sudah dihukum seumur hidup ??? Tidak ada kan ??? "


" Kalian pasti senang !! " sebuah suara menukas. Semua mata mengikuti arah suara itu dan melihat Gabriel sudah sadar. Dia juga sudah melepas alat bantu pernafasannya. Kapan Dia melakukannya ???

__ADS_1


Leni langsung bangkit menghampiri Gabriel dengan gugup. Leni tau, Anak mana yang tidak sedih jika mendengar kabar kalau sang Ayah akan dihukum mati ??? Gabriel akan kembali kehilangan sosok Orang Tua dalam hidupnya.


" Kami tidak merasa senang, Kamu jangan salah paham. '' kata Leni sendu.


Mata itu berkaca kaca terlihat tak berdaya, ada penyesalan yang sedikit terlihat dari balik matanya. Gabriel hanya diam, matanya menerawang, mendongak menatap langit langit kamar. Entah apa yang Dia pikirkan, sangat sulit diartikan. Jari jemari Leni mencengkeram sisi ranjang, matanya menunduk begitu dalam.


" Maafkan Aku. " lirihnya.


" Aku sudah memaafkannya, Untuk apa yang Dia dapatkan setelah ini, Aku turut prihatin. Saya juga sudah kepikiran untuk harta yang diperebutkan dengan adil. Biar nanti tidak ada jadi celah untuk berbuat kejahatan lagi. " kata Al yang ikut berbicara dari tempat duduknya.


" Apa ??? Gila, Kamu sudah gak butuh duit ??? " Clinton langsung mendekatinya dan berbisik di telinga Al.


Hans dan Leni pun ikut bengong. Ada iya Orang sebaik itu ??? Padahal itu sudah menjadi hak Al, kenapa harus dikembalikan maupun di bagi lagi ???


Al sudah cukup kaya, Dia tidak butuh harta panas itu. Dia hanya ingin menjalani hidup dengan tenang. Tapi tetap saja, Al selalu seenaknya sendiri. Siapa yang akan mendapatkan pembagian harta itu ??? Callista dan Gabriel kah ??? Jika memang Erwin benar di hukum mati ??""

__ADS_1


__ADS_2