
Al dan Yesline baru masuk ke dalam mobil. Melaju dengan kecepatan standart. Yesline lega bisa ikut mengantar Callista meski waktunya sangat mepet.
" Sayang, Gimana kalau sebelum pulang Kita ke RS dulu ??? Untuk cek kandungan Kamu. Kalau baik baik saja, Aku bisa langsung pesan tiket Kita ke Bali. " kata Al mengawali pembicaraan Mereka.
" Boleh Mas. "
Al mengusap kepala Yesline gemas.
Sesampainya di Rumah Sakit, Al langsung membawa Yesline menemui Dokter kandungan diruangannya. Setelah bertegur sapa dan mengobrol, Yesline langsung di periksa.
Dokter Kandungan mengatakan bahwa kandungan Yesline lemah itu dikarenakan karena Yesline suka kelelahan, kecapean dan memikirkan banyak hal yang memicu stress. Dokternya memberi saran untuk tidak berpergian terlalu jauh dulu.
" Oh ya Dok, Dokter Al sudah tau belum bahwa ada Dokter kandungan pindahan dari Singapura ??? "
Al menggeleng. " Saya sudah dengar tapi Saya belum memeriksa berkasnya. Karena harus mengantar Istri Saya cek kandungan dulu. "
" Dokter Al memang Suami yang baik. "
Al tersenyum dan senang di puji seperti itu. Dia pamit dan mengajak Yesline untuk pulang. Di perjalanan pulang, Yesline memasang muka masam karena gagal untuk baby moon ke Bali.
" Kandunganmu lebih penting, Sayang. Soal ke Bali, Masih banyak waktu. "
" Hm. " jawab Yesline.
Semenjak hamil emosi Yesline memang lebih mudah marah dan ngambek. Mungkin karena hormon atau semua Ibu hamil mengalaminya.
Sesampainya di rumah, Yesline langsung turun dari mobil tanpa menunggu Al untuk membukakan pintu. Saat Al berhenti di depan rumah untuk menelpon Seseorang, Yesline mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah duluan. Dia menunggu Al, duduk di kursi dan menatap Suaminya itu tajam.
" Bro, Kamu dimana ??? " tanya Al saat panggilannya sudah tersambung.
" Lagi di Club Alexiz nih. Mau Aku renovasi dikit biar lebih fres dan wah, Ada Hans juga ini. " jawab Clinton.
" Kamu di club ??? Aku mau bahas soal perkembangan kasus Erwin, Rizky dan Mami. Aku kesana sekarang. "
Al menutup teleponnya. Yesline yang mendengar club langsung kembali bersemangat. Berjalan genit mendekati Al.
__ADS_1
" Sayang, Kamu langsung masuk ke rumah ya ??? Aku mau menemui Hans dan Clinton dulu. " kata Al mengecup kening Yesline lembut dan bergegas masuk ke mobil. Yesline juga berlari cepat untuk masuk ke dalam mobil membuat Al mendelik kaget.
" Kok malah masuk mobil ??? Kamu butuh Istirahat, Yes. Gak boleh ikut. " ucap Al tegas.
" Mau ikut!! Aku mau ketemu Suzan, Mas. Udah lama gak ketemu. Boleh ya ??? " kata Yesline ngotot.
Al menarik nafasnya.
" Ibu hamil gak boleh ke Club, Sayang. Ada banyak asap rokok dan banyak hal yang tidak baik. Di rumah saja ya ??? " kata Al dengan nada suaranya yang masih lembut.
" Aku tetap mau ikut. " kata Yesline.
" Kamu keras kepala sekali sih, Sayang. Jangan egois gitu dong, Kasihan Baby Kita. "
" Mas yang egois !!! Masa Aku gak boleh stress malah disuruh di rumah ajah ??? Mau ikut gak boleh. Baru juga hari kedua setelah pernikahan resmi tapi sudah diomeli, sudah di tinggal tinggal lagi !! Mas, Kamu gak jelas !!"
Al mengelus dadanya. Seharian ini emosi Yesline benar benar absurd.
" Baiklah. " jawab Al mengalah.
*******
" Suzan !!! " panggil Yesline saat melihat teman lamanya sedang duduk santai di dekat meja Pelayan minuman yang ada di dalam.
" Aku samperin Hans dan Clinton duu ya, Sayang?? Aku tunggu disana. "
Yesline mengangguk dan langsung melenggang pergi menemui Suzan.
" Hai, Yes ... " kata Suzan dan langsung memeluknya.
Suzan memperhatikan perut Yesline yang sudah semakin besar. dress yang Dia pake memperlihatkan perut buncitnya.
" Aku kangen sama Kamu, Yes."
" Aku juga. Bagaimana kabar yang lain ??? " tanya Yesline ikut duduk di samping Suzan.
__ADS_1
Mereka mengobrol banyak hal. Rasa kangen keduanya sedikit terobati.
Sementara disisi lain, Al sedang asyik ngobrol bersama Clinton dan Hans.
" Nanti Kamu bisa datang saat persidangan Mereka. Aku pastikan Mereka tidak akan bisa mengelak. " kata Hans.
" Oke. Siap. " sahut Al.
" Kok Kamu gak bawa Cewek Kamu itu Clin ??? " tanya Al tiba tiba yang melihat Clinton sendirian, tidak ada Wanita kemarin yang digandengnya itu.
" Iya nih, Padahal Aku penasaran. Kata Nicho cantik banget. " kata Hans ikut nimbrung.
" Cantikan Yesline lah !! " kata Al.
" Iya, Iyalah. Istri sendiri pasti di puji. Mana ada Suami muji Wanita lain. Bisa bisa Kamu langsung disate tuh sama Yesline. " gertak Clinton sambil tertawa jail.
" Benaran cantikan Yesline ??? gak jadi deh Aku penasaran kalau gitu. " jawab Hans.
" Cantikan Clara lah !!! " jawab Clinton langsung dan disambut tangan Al yang langsung mengacak acak rambutnya.
" Pak Al !!! " panggil Seseorang membuatnya kaget. Mereka bertiga secara bersamaan menoleh ke arah suara itu.
" Kamu temannya Yesline tadi kan ??? Yesline nya mana ??? " tanya Al.
" Ii itu Pak, Yesline pingsan dan keluar darah. " jawab Suzan dengan suara panik.
" Hah ??? Darah apa ??? Kenapa malah ditinggal ??? Dimana Yesline ??? " tanya Al panik.
" Di dekat meja Pelayan tadi Pak. Mari Saya tunjukkan."
Suzan bergegas berlari ke meja tadi, Al, Clinton dan Hans mengikutinya.
Disana sudah banyak Orang berkerumunan. Saat Al menyingkap beberapa Orang yang menghalangi pandangannya, Dia melihat Seorang Laki Laki duduk di samping Yesline, membantu Yesline untuk minum. Wajah Yesline terlihat pucat dan lemas. Tubuh Yesline bersandar di dada Laki Laki itu yang begitu cukup tampan, mungkin Dia bule.
Al naik pitam.
__ADS_1
" Sialan !!!! Bangsat Kamu !!!! "