
Yesline meolongo. Benar benar besar terlihat dan ......
Yesline buru buru memejamkan dengan cepat.
" Mas !!!! Apaan sih ??? Bisa ditutup dulu gak sih ??? " kata Yesline dan kembali terlentang menutup wajahnya dengan bantal.
" Loh, Emang kenapa ??? " Al malah bertanya tanpa menggubris dan malah mendekatkan miliknya ke tubuh Yesline, Membuat Wanita itu bergidik. Seperti tersengat sesuatu.
" Mas, Please deh .... Jangan gitu ah, Aku jadi takut !!! " kata Yesline protes.
Tiba tiba Al jadi kepikiran sesuatu. Dia bangkit dan duduk bersila disamping Yesline.
" Sayang, Kamu mau liburan gak ??? "
Mendengar kata liburan membuat Yesline begitu bersemangat. Dia ikutan bangkit dan duduk di depan Al.
" Liburan ??? Kemana, Mas ??? " tanya Yesline senang dan senyum melihatnya. Disaat seperti ini, Senyuman Yesline jadi candu bagi Al, Sudah waktunya Wanita didepannya itu bahagia.
" Kemana saja. Kamu bebas memilih mau pergi liburan kemana. Aku akan temani. Kamu mau kemana ?? "
" Em ... seriusan ???? " kata Yesline dengan begitu sumrigah.
" Iya. Aku akan temani. Mau keluar negeri ??? " jawab Al senang melihat senyuman Istrinya itu.
" Aku gak mau keluar negeri. Bentar Aku cari destinasi dulu. " jawab Yesline sambil meraih ponselnya dan mulai mencari cari mau liburan kemana. Wajahnya terlihat begitu sumringah dan Al tak henti hentinya memandangi dan mengagumi wajah itu.
Hampir setengah jam, Yesline masih belum menentukan mau liburan kemana membuat Al merasa sedikit bosan. Dia memutuskan untuk mandi dan meninggalkan Yesline yang masih sibuk dengan ponselnya mencari tempat tempat yang bagus untuk dikunjungi.
" Dasar Wanita, selalu lama dalam menentukan pilihan apapun itu. " gumam Al terkekeh.
Wajah Yesline berubah sumringah, Yesline meletakkan ponselnya di kasur dan Dia menurunk ranjang dan sedikit berlari menghampiri Al yang masih mandi.
" Sayang, Kita ke Bangka Belitung saja, ya ??? " rayu Yesline menempelkan tubunnya di dinding kaca. Al menyapu rambutnya yang basah dengan shampo, Tanpa membalikkan badan, Dia mundur beberapa langkah dan menarik tubuh Yesline ke dalam pelukannya. Membuat Yesline sedikit bergidik saat air shower menyentuh kulitnya.
" Bantu gosok punggung Aku dong Sayang ... ??? " kata Al manja dan masih belum menjawab perkataan Yesline.
" Iya, Iya. Tapi Kita ke Bangka ya ???? " tanya Yesline memastikan lagi. Sambil menempelkan tubuhnya ke bagian tubuh belakang Al, sembari tangannya menggosok gosok punggung Suaminya.
" Gak mau ke Luar Negeri ??? " tanya Al memastikan sembari membalikkan badan, Sembari melingkarkan kedua tangannya di tubuh Yesline lalu sedikit meremas bokong seksi itu. Bibirnya bermain di dada Yesline.
Yesline mendesah. Tangannya meraih rambut Al yang dipenuhi busa shampo. Perlahan Al melumuri tubuh Yesline dengan sabun cair dan menggosoknya dengan lembut, ******* ***** gundukan di depannya dengan brutal. Membuat Yesline sedikit kesusahan untuk bicara.
" Gak, Kita ke Bangka saja, ya ??? "
" Iya. Iya. Nanti Aku minta Clinton untuk memesan tiket penerbangan Kita kesana. " jawabnya sembari menarik dagu Yesline dan menarik bibir Yesline kedalam bibirnya.
Pergulatan panas itu kembali terjadi, dalam posisi berdiri dengan satu kaki Yesline sedikit diangkat, Al langsung memuaskannya.
Dibawah guyuran air dingin, membuat tubuh Mereka saling menyatu dan meminta kehangatan. Entah berapa kali Mereka melakukannya, hingga ponsel Al berdering berkali kali, membuat Mereka terkpasa berhenti dan menyudahi aksi adegan panas itu.
__ADS_1
Al melilitkan handuk ke pinggangnya dan mengangkat telepon. Itu dari Clinton.
" Ada apa Bro ??? " tanya Al dengan nafas yang masih tidak normal.
" Kamu habis main ya sama Yesline ??? " tanya Clinton dengan nada sedikit kesal.
" Apaan sih Kamu ??? Kalau iya emang kenapa ??? " cetus Al bertaya balik dan duduk ditepi kasurnya.
" Kamu enak enakan main sama si Yesline. Kita disini bergelut dengan maut !!! Tega bangat Kamu !!! " bentak Clinton tapi malah membuat Al tertawa.
Membuat Yesline yang baru keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya. Yesline hanya mengenakan handuk pendek, Saat Dia hendak mengambil baju dan membuka lemari, Al sedikit bangkit menarik Yesline untuk duduk dipahanya. Yesline memberontak tapi tangan Al mengunci pinggangnya.
" Dasar, Dokter mesum !!! Masa seharian mau begituan ??? Gak bisa pake baju ??? " gerutu Yesline pelan dengan wajah masamnya menatap Al.
" Tidak usah iri, Itu bedanya Bos dan Bawahan. " cibir Al dengan masih tertawa.
" Aish .... Sialan !!!! "
" Udah jangan ngambek !!! Kenapa Kamu nelpon ??? Ada kabar apa ????"
" Rizky sudah masuk penjara. Tinggal nunggu hasil persidangan dan Mami juga sudah menuju ke Jeruji besi. Aman... " kata Cliton mengabarinya.
" Mantap, Brother .... Lanjut kasus selanjutnya, Oke ??? "
" Okelah .... Bonus caerrr dong .... " kata Clinton bercanda.
" Gampanglah itu. Nanti kalau sudah selesai semua, Kamu boleh liburan kemana saja. Atau mau minta apa, Terserah deh, Aku akan kabulin. " kata Al berjanji.
Karena pengalaman Clinton sebelumnya, Al selalu menganggu waktu liburnya dengan telepon dadakannya. Karena jika sudah Al minta tolong, Dia sangat tidak bisa untuk menolaknya.
" Aman.... Oh ya, Tolong dong pesanin 4 tiket penerbangan ke Bangka Belitung. Aku sama Yesline mau liburan dulu. "
" Oke. Siap. "
" Eh tunggu, Leni sama Kamu kan ??? ''
" Iya. Kenapa ??? "
" Suruh Dia pulang. Ada tugas baru. "
" Oke oke. "
Al langsung mematikan ponselnya dan membopong tubuh Yesline dan merebahkannya kembali ke atas kasur. Membuka handuk itu perlahan, Al menatap Yesline yang seperti Orang kelaparan yang siap menyantap hidangan dimeja. Yesline sedikit kewalahan dibuatnya, Tapi ya bagaiamana, Itu Suaminya ....
Kejar setoran yang tertunda.....
******
Setelah kurang lebih Satu setengah jam, Akhirnya Mereka tiba di Bandara Bangka Belitung. Susah ada tour guide yang menjemput Mereka di Bandara untuk melakukan penyebarangan ke pulau yang ada di Bangka. Mereka menggunakan kapal ferry.
__ADS_1
Sampai disana, Udaranya begitu sejuk dan segar. Airnya begitu jernih sekali. Al langsung mengajak Mamanya, Yesline dan Leni untuk menuju resort khusus yang sudah dipesan Al.
Selama liburan, Leni akan menemani Mamanya, Sehingga Al bisa berduaan lagi dengan Yesline. Mumpung perut Yesline belum terlalu besar, Jadi Mereka masih bisa menikmati indahnya berhubungan badan. Karena kalau sudah memasuki usia 7 bulan keatas sudah terbatas.
Hari itu karena lelah selama perjalanan, Mereka memutuskan untuk beristirahat dan memutuskan untuk besok harinya mulai berkeliling.
Al sudah mempersiapkan semuanya, Dia sudah menyewa kapal pesiar mewah dengan fasilitas yang mewah juga. Dalam benak Al, Dia akan menikmati dinner romantis di kapal itu. Melakukan pesta wine diatas kapal dan malam malam indah lainnya di atas pesiar. Istrinya itu pasti akan menyukainya.
" Hah ... Lelah sekali. " kata Yesline merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Al masih berdiri didekat pintu, menikmati keindahan pulau itu. Dia tidak sabar ingin melakukan sesuatu.
" Sayang, Nanti sore Kita Snorkling ya ??? Biar Kita melihat keindahan terumbu karang laut yang indah." kata Al yang terlihat antusias sekali, padahal sebelum berangkat Yesline yang begitu semangat. Tapi setibanya disini, Dia begitu capek dan lelah sekali. Dia butuh istirahat sejenak.
" Besok ya Sayang .... Aku capek. " jawab Yesline.
Al mendekati tubub Istrinya itu. Dia melepas sepatu Yesline, melepas bajunya dan mulai memijit lembut tubuh Yesline. Pijitan itu membuat Yesline sedikit rilex dan enakan.
" Ternyata Kamu jago oijjt juga ya, Mas ?? "
" Aku jago dalam segala hal. Mau yang lain juga bisa. "
Mata Al menunjukkan kilatan yang sudah begitu hafal bagi Yesline.
" Mas, Jangan mulai deh !!! " kata Yesline membuat Al tertawa.
" Mas, Tolong yang sebelah sini juga .... " kata Yesline meminta tolong.
" Iya iya. "
Besoknya, Yesline lebih memilih menyewa speedboat untuk Mereka berdua saja. Mamanya dan Leni menikmati liburan ala Mereka sendiri. Al membebaskannya yang penting Mamanya bahagia.
Selesai sarapan, Yesline sudah bersiap. Dia hanha mengenakan kaos oblong pendek lengan V dengan celana legging dan luarnya dipake celana pendek sepertj boxer.
Dia meminta untuk berkeliling dwngan naik speedboad ke Al.
Mereka langsung menaiki speedboad itu da. berkeliling laut yang begitu indah dan luas itu. Tapi Al tidak yakin akan Istrinya itu bisa melakukannya.
" Kamu kuat gak Sayang ??? " tanya Al khawatir.
" Kuat Sayang .... " jawab Yesline begitu bersemangat membuat Al tidak tega untuk melarangnya.
Al mulai menaiki speedboad itu dan duduk di samping Yesline. Baru hampir setengah jam Mereka berkeliling, Yesline sudah mabuk laut. Dia muntah muntah parah dan lemas. Al kalang kabut dibuatnya, tidak bisa meminta jet atau apa pun ditengah laut seperti ini.
" Tuh kan .... Seharusnya Kita main di dekat dekat saja, Gak usah sampe sejauh ini. Kamu gak akan seperti ini. "
" Gak apa apa Mas. " jawabnya dan memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Kalau sudah selerti ini, Yesline benar benar keras kepala.
Setelah Al memijit pelipis Yesline, membuatnya sedikit bisa tidur. Setelah beberapa lama, dan memutuskan untuk balik, Yesline turun dan tiba tiba kepalanya pusing. Dia merasakan semuanya berputar hingga tubuhnya terhuyung jatuh.
__ADS_1
" Sayang ....!!!! " teriak Al.