Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 113


__ADS_3

Callista sudah nekat, Dia tidak memiliki jalan keluar lain dari masalahnya selain ini. Callista menatap nanar ke arah bangunan rumah lama di depannya. Callista menemukan alamat itu dari situs web. Dia mencengkeram perutnya.


" Kenapa harus ada Kamu ??? Kenapa Kamu tumbuh di dalam rahimku ??? Keluar !!! Kamu harus keluar !!! "


Dia masih bediri di dekat mobilnya, menyandarkan tubuhya pada badan mobil. Callista menjerit jerit dan tangannya memukul perutnya.


Ujung jarinya menyeka matanya yang basah. Dia melangkahkan kakinya menuju bangunan itu. Tiba tiba ada yang menarik tangannya dari belakang dan langsung menangkap tubuh Callista dalam pelukannya. Wanita itu menangis sejadi jadinya. Memukul dada Laki Laki dihadapannya itu.


" Biarkan Aku pergi, Cho. Aku gak mau hamil !!! Aku gak bisa. " jeritnya sesunggukan.


" Aku ada disini. Aku akan bersamamu. Kenapa Kamu harus takut hamil ??? Semuanya sudah terlanjur terjadi, Callista. Kamu tidak bisa menghindar. "


" Bisa !!! Aku akan menggugurkannya. Aku akan masuk ke klinik itu. Mereka sudah biasa menggugurkan kandungan. Setelah Anak ini tidak ada, Aku bisa menjalani hidupku dengan baik, Cho. "


" Tidak !!! Kamu tidak boleh menggugurkannya!! Itu bahaya, Cal. Nyawamu akan jadi taruhannya. " jawab Nicho sambil mencengkram kedua lengan Callista.

__ADS_1


Mata Callista bengkak, merah dan hidungnya juga merah. Dia sudah lama menangis.


" Hidupku juga sudah tidak ada artinya, Cho. Matipun Aku sudah tidak takut sekarang. Mungkin akan lebih bahagia bisa berkumpul sama Mama, Papa dan Kakek. " Callista kembali terisak. Hati Nicho kembali teriris iris mendengarnya. Dia tidak tega melihatnya.


" Kamu belum tau siapa Ayah dari Anak ini kan ??? " tanya Nicho dan Callista menggelengkan kepalanya.


" Tapi Aku hanya berhubungan sama Kamu, Cho. Sudah lama Al tidak menyentuhku semenjak kenal sama Yesline dan saat menggoda Om Erwin, Kami tidak melakukan apa apa. Meski ini Anak Kamu, Aku tetap tidak mau hamil !! Aku sudah tanda tangan kontrak kerja, Cho. Disitu tertulis, Aku tidak akan menikah dan hamil selama kerja sama berlangsung. Jika Aku melanggarnya, Aku akan membayar pinalti" kata Callista.


Nicho mengusap kasar mukanya. Dia benar benar bingung. Dia juga belum siap, Tapi benih itu sudah ada di dalam perut Callista. Lalu bagaimana lagi ??? Selain membusungkan dada dengan berani dan bertanggung jawab ?? Nicho sedang memikirkanya.


" Jika itu Anak Al, Apa Kamu akan menggugurkannya ??? " tanya Nicho menatap Callista penuh arti.


Jika itu anak Al, Callista memiliki secercah harapan untuk kembali ke cinta pertamanya. Tapi Dia akan kembali menjadi Wanita jahat karena pasti Yesline akan terluka. Kehamilannya bisa menjadi penyebab kehancuran Keluarga kecil itu.


" Itu tidak mungkin, Cho. " jawabnya, Dia tidak berani menatap Nicho.

__ADS_1


" Jika itu memang Anakku, Aku akan bertanggung jawab penuh sama Kamu, Cal. Menanggung semua kebutuhanmu, Merawatmu dengan sepenuh hatiku. Tapi Kamu harus bisa membutikannya kepadaku, Jika itu memang Anakku. Aku akan siap membayar pinalti Kamu, jangan khawatir untuk itu. Tapi jika itu Anak Al, Kamu harus tetap memberi tahunya. " kata Nicho, Dia berdiri membelakangi Callista.


" Jangan pernah gugurkan Anak itu, Apapun alasannya !!! "


" Bagaimana jika Kamu tahu, Itu akan membuatku depresi ??? "


" Aku akan menemanimu. Membantumu sampai Kamu sembuh. Aku akan jadi obat buat Kamu, Cal. Tunggu sampai usia kandunganmu 10 minggu, Kamu lakukan tes DNA. Selama menunggu waktu itu, Kamu menjadi tanggung jawabku. "


Nicho berjongkok mendekap Callista yang masih Menangis.


" Aku belum siap, Cho. " isak Callista.


" Udah ... udah ... udah .... " Nicho menepuk nepuk punggung Callista untuk menenangkanya.


******

__ADS_1


Hans menghentikan mobilnya di depan Pengadilan Negeri. Dia ingin mengunjungi Seseorang, Dia sedang membantu sebuah kasus dari salah satu tahanan yang ada disana. Hans menenteng tas nya dan keluar dari mobil. Matanya memicing melihat Seseorang yang berjalan memasuki rutan. Hans seperti pernah melihat Orang itu. Hans memutar otaknya untuk mencoba mengingat ingat lagi siapa itu Orang.


" Astaga ..... Bukankah itu Dokter tadi pagi yang berantam sama Al ?? Ada urusan apa Dia kesini ??? "


__ADS_2