Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 233


__ADS_3

Masih ingat dengan Suzan?


Setelah operasi ke duanya, keadaan Suzan membaik, tapi Dokter yang menangani wanita itu melihat ada seseorang yang seperti ingin mencelakai Suzan jadi demi menjaga keamanan Suzan, Dokter Wahyu membawa Suzan ke rumahnya untuk sementara wkatu, Dia tahu Suzan pasti memiliki hubungan dengan Al atau Yesline. Semenjak dari Jogja, Wahyu belum sempat ketemu AL juga belum sempat cerita.


Yesline sepertinya lupan dengan Suzan, atau hanya karena pikirannnya sedang teralihkan saja. Wahyu merawat Suzan dengan baik, dia tahu betul, jika kinerjanya bagus, Al pasti juga akan memberikan bonus, bahkan bisa mempromosikan untuk naik jabatan atau gaji.


Wahyu salah satu dokter senior di rumah sakit Al, Wahyu hanya merasa perlu melakukan itu.


Sebelum bernagkat ke kantor Polisi, Hans membawa Meriam ke rumahnya, agar Meriam memiliki waktu bersama dengan Mamanya. Tentu saja Mama dan Papanya Hans sangat senang sekali ketika di telepon Hans pagi itu.


Yesline berhasil membawa Al ke rumah sakit Gabriel. Di mobil Al hanya diam saja dan cemberut.


"Mas, model bibir mengerucut seperti itu sekarang lagi musimnya, ya?'' ledek Yesline sambil menahan senyumnya.


Al melongos, mengalihkan pandangannya dari Yesline.


"Ish.... ish.... Kamu tambah cakep kalo marah, marah aja sering sering enggak apa apa kok,'' imbuh Yesline membuat Al sontak menoleh terkejut dengan ungkapan Yesline.


"Masa iya, malah suka lihat suaminya marah?''


Yesline tertawa.

__ADS_1


"Karena kamu itu, kalo dibilangin jangan marah, malah tambah akan marah, kalo dibilanginnya marah aja enggak apa apa, Mas, nanti ujungnya pasti tidak jadi marah, Jadi ya udah deh.....'' papar Yesline panjang lebar sambil terkekeh pelan.


Al nyengir, dia menggaruk bagian belakang tek\=ngkuknya yang tidak gatal.


Mereka sampai di rumah sakit kasih milik Gabriel, sebelum masuk ke rumah sakit itu Al sudah mengenakan masker penutup wajah, dia tidak mau dikenali orang. Jika ada paparazi yang melihat dia berada di rumah sakit lawan, pamornya bisa turun.


"Sayang, pura pura gak kenal aku, ya?'' pinta Al saat mereka mau masuk rumah sakit.


Yesline hanya menjawab dengan senyuman simpul.


Yesline yang memang sangat cantik, dengan tubuhnya yang bagus, pasti akan menarik begitu banyak perhatian.


Yesline mengenakan blouse dengan model melembung seperti balon, dengan celana semi jeans panjang dengan pinggang karet. Meski dia sudah hamil empat bulan, tapi perutnya tergolong kecil. Jadi saat dia berjalan, dia tidak sengaja menabrak orang pelajan yang ada di sana.


Yesline menyentuh lengannya yang sedikit tidak nyaman, tapi dia tidak terluka, Yesline mendongak untuk menjawab pertanyaan laki laki itu.


"Kamu.....,'' suara laki laki itu menggelantung.


"Apa?'' Yesline terkejut saat tahu laki laki itu ternyata adalah sutradara film yang pernah menawarinya menjadi Artis.


"Anda disini?''

__ADS_1


"Iya, kamu sendirian?''


Yesline mengangguk perlahan. Karena AL tidak mau diketahui identitasnya.


"Mau saya antar ke ruangan Dokter?'' tawar laki laki itu. Yesline menggeleng dengan ramah.


"Tidak, terima kasih.''


Al yang sengaja berjalan agak jauh, langsung cemburu saat melihat Yesline mengobrol dengan seorang laki laki. Tanpa berpikir panjang, Al berlari ke arah Yesline dan menjotos laki laki itu.


"Kamu ini apa apaan? Tiba tiba main jotos begitu aja!''


Tanpa merasa bersalah Al mendorong tubuh sutradara itu agak menjauh dari Yesline dan dia berucap begini. "Ku kira kamu mau mempengaruhi wanita ini, jadi aku menolongnya.''


"Gila kamu, ya. Mana mungkin tampilanku yang sekeren ini, punya niat buruk.''


"Iya, ada,'' tukas Al, yang langsung menarik tubuh Yesline menjauh, dan memakaikan masker ke wajah Yesline.


"Mas, kenapa aku juga pakai masker,'' protes Yesline.


"Kamu terlalu cantik, aku gak mau kamu jadi pusat perhatian. Udah sini, dekat dekat aku aja,''

__ADS_1


Al menarik tubuh Yesline berdempetan dengan tubuhnya. Mereka berjalan seperti itu, saling bergandengan tangan, Yesline menolak tapi Al yang memaksa. Tak melepaskan tangan dan pinggang Yesline.


Tapi sweet juga.


__ADS_2