Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 151


__ADS_3

Kali ini tawaran Clinton di terima dengan gairah yang lebih baik. Mereka pun dengan percaya diri pergi ke restoran tersebut. Memesan beberapa makanan mewah yang paling si sukai Clara.


Saat makanan datang, musik mengalunkan lagu cinta diiringi dengan sebuket bunga mawar besar lambang cinta. Sudah saatnya Clara menjadi miliknya. Clara mau saja menerima buket bunga itu dengan beranggapan bahwa bunga itu murni ingin Clinton berikan.


Bahkan Clara oun enjoy saja mencium bau aroma bunga itu karena menganggap makan malam ini tak lebih dari sekedar makan malam romantis biasa. Namun di detik berikutnya, ekspresi Clara berubah saat melihat Clinton berjongkok dan menunjukkan sekotak perhiasan berisi cincin.


" Clara-ku, Cantikku, Kita sudah cukup lama bersama. Aku lelah harus jauh dari kamu terus. Aku mau kita bersama selamanya. Jadi, maukah kamu menikah denganku? Kita rajut kisah indah dalam mahligai rumah tangga, okey? " pinta Clinton setulus hati.


Namun Clara tidak tampak terharu. Yang terlihat justru perempuan itu tampak lebih sedih dari terakhir kali pulang kerja. Apa Clara akan menolak menikah dengannya? Ah, berurusan dengan perempuan yang berprinsip childfree memang agak susah.


Kecerdasan mereka terkadang menghalangi manusia pada umumnya untuk bahagia.


" Maaf, Mas Clinton. Kayaknya kita terlalu terburu buru deh. Kamu bisa kan kasih aku waktu buat berpikir lagi? " jawab Clara persis seperti dugaannya.


Dengan berat hati, Clinton menutup kotak cincin itu dan pura pura melanjutkan makan dengan segudang rasa kecewa.


" Mungkin ini udah takdir Saya. " gumam Clinton mengeluh.


Setelah mengantar Clara pulang ke rumahnya, Clinton melajukan kendaraannya ke club alexiz. Malam ini Dia benar benar merasa sedikit kecewa, Dia pikir setelah menunggu kurang lebih 5 tahun, Clara akan membuka jalan pikirannya untuk menikah.


Awalnya Clinton memang memaklumi jika Clara tidak ingin cepat cepat menikah karena Clara masih memiliki impian impian yang harus Dia capai.


Jika Clara menikah, Clara takut impiannya tidak pernah tercapai. Clara sendiri memang memiliki prinsip childfree tapi Dia bukan memilih tidak menikah melainkan menunda untuk menikah dalam waktu dekat. Lagipula Clara memang belum siap memiliki anak. Tapi lambat laun, melihat para sahabatnya membina rumah tangga yang harmonis membuat Clinton iri. Apalagi jika Dia melihat Azka, anak Al yang tampan, lucu dan menggemaskan.


Clinton disambut oleh satpam saat tiba di club alexiz.


" Malam, Bos. " sapanya.


" Saya juga tau ini malam, siapa bilang siang!!" ketus Clinton sambil berjalan menyusuri lorong ruangannya dan diikuti oleh Satpam yang memahami jika Bos nya sedang dalam suasana yang kurang baik.


Clinton berjalan layaknya seorang mafia yang didampingi bodyguardnya.


" Minumannya mau dibawa ke ruangan atau --- " ucapan satpam terpotong oleh Clinton.


" Nanti Saya ke meja bar saja, Saya cuma ngecek laporan pendapatan club doang! " sela Clinton.


" Iya, Bos. siap. Kalau gitu Saya tingga ya, Bos? " ucap Satpam saat mereka sudah berada di ruangan Clinton. Dulunya ruangan ini milik Mami, karena sudah diambil alih oleh Clinton, ruangan ini di rombak design nya oleh Clara.


" Hm, kerja yang benar Kamu!! Jangan godain Wanita terus!! " nyinyir Clinton saat Satpamnya ingin keluar dari ruangan Clinton.

__ADS_1


" Bos, tau aja! "


" Taulah, Apa sih yang gak Saya tau? Kamu main sama Suzan di toilet aja Saya tau! " sindir Clinton sama Satpam itu.


Clinton memang tipikal bos yang terlihat cuek, namun Dia sebenarnya teliti pada hal hal sepele bahkan yang Orang lain tidak pikirkan.


Wajah Satpam memucat, saat mendengar sindiran Clinton.


" Maaf, Bos. Gak akan Saya ulangi lagi! Kemarin karena udah gak kuat aja, Bos! " jawab Satpam itu dengan gugup.


" Hm! udah sana .... Lain kali kalau mau main sewa hotel, jangan kelihatan susah kalau kerja sama Saya! " sahut Clinton sambil mengusirnya.


" Iya, Bos. " jawabnya sambil keluar dari ruangan Clinton.


Clinton pun mulai menyibukkan dirinya mengecek beberapa laporan pendapatan klub alexiz. Tadinya Clinton ingin beristirahat di apartemennya, tapi karena suasana hatinya sedang buruk, Dia luangkan waktu memeriksa laporan pendapatan club alexiz.


*****


Nicho mendapatkan pesan dari Papanya, jiak Rizky mendapatkan remisi pengurangan tahanan karena Rizky berperilaku baik di dalam tahanan. Papanya juga menginformasikan jika Rizky sudah benar benar berubah dan Papanya meminta Nicho untuk menjenguk sang Adik jika Dia pulang ke Indonesia.


" Sayang, Putri Kita sudah tidur? " tanya Nicho kepada Callista, saat melihat Callista masuk ke dalam kamar Mereka.


" Sudah, Mas. Kamu kenapa ?? kok wajahnya kayak lagi banyak pikiran, sih? " jawab Callista yang diakhiri dengan pertanyaan untuk suaminya, Nicho.


" Ini baru aja Papa ngirim pesan samaku, kalau Rizky dapat remisi tahanan, terus Papa minta Aku untuk jenguk Rizky. " cerita Nicho kepada Callista.


" Ya udah Mas, gimana kalau lusa kita ke Indonesia? Minggu depan kan ulang tahunnya Azka, sekalian aja kita di sana sampai minggu depan. Jadi Kamu ada waktu untuk jenguk Rizky. Gimana menurut kamu, Mas? " kata Callista memberi usul.


Nicho terlihat berpikir, biar bagaimanapun Nicho saat ini Seorang CEO dan dia harus menghubungi Asisten pribadinya untuk mengatur ulang semua jadwalnya hingga minggu depan, jika mereka ke Indonesia.


" Ya udah besok, Aku minta Michelle untuk atur ulang jadwalku sampai minggu depan. " jawab Nicho.


" Ya, Mas. Iya udah yok, kita tidur. " ajak Callista.


" Hei, enak aja! Jangan tidur dulu, Aku udah nungguin kamu juga kamu tidurin Cleo . Sekarang gantian, Aku yang nidurin kamu. " ujar Nicho yang langsung menarik tubuh Callista ke dalam dekapannya.


Sepasang suami istri tersebut pun memulai aktivitas malam mereka di atas ranjang.


Bukan hanya Nicho malam yang malam ini sedang menjalankan aktivitas malamnya bersama sang istri tercinta. Hal itu pun dilakukan oleh Al dan Yesline. Tentu saja Al menagih janji Yesline yang mengijinkannya untuk sepuasnya meminta jatah olahraga malam mereka, karena Al sudah bersedia ke Rumah Sakit Gabriel. Seorang Al Gunawan mana pernah mau rugi apalagi jika berhubungan dengan Yesline istri kesayangannya.

__ADS_1


Di saat Mereka saling menikmati dan saling mendesah, ponsel Al berdering.


" Mas .... ponselnya bunyi, angkat dulu takut penting. " ucap Yesline.


" Ya ampun, Sayangku lagi enak bangat ini tanggung! " jawab Al yang masih menggempur Yesline. Namun ponsel Al terus saja berdering.


" Mas! Angkat dulu!!! " pinta Yesline.


Al mengeram kesal dan menghentikan gerakannya.


" Sial, ganggu aja!! kalau gak penting, awas aja!! " gerutu Al yang sudah melihat layar ponselnya siapa yang menelpon.


" Halo, ada apaan sih?? " sentak Al menerima panggilannya.


" Biasa aja kali, Bro. Kayak gak dapat jatah dari Yesline sebulan aja!! " jawab Clinton. Iya. yang menghubungi Al adalah Clinton. Clinton merasa suasana hatinya sedang buruk dan ingin meminta Al menemaninya.


" Justru telepon dari Kamu, buat Saya gagal eksekusi Yesline!! " sarkas Al.


" Hehehe .... sorry, sorry deh, Saya ganggu ya?? "


" Udah, cepetan ada apa? " kesal Al.


" Lamaran Saya di tolak lagi sama Clara. " adu Clinton pada Sahabatnya.


" Ck, Kamu telepon Saya jam segini cuma mau curhat?? "


" Hhmm .... Selesaikan dulu olahraga kamu sama Yesline, habsi itu susul saya ke alexiz! " pinta Clinton.


" Lihat entar, kalau Yesline gak minta nambah! " ucap Al.


Yesline yang mendengar ucapan Al langsung mencubit perut suaminya.


" Aww .... Sakit, Sayang!! " pekik Al pada Yesline.


" Halah ... palingan kamu yang minta nambah!! Udah deh gantian, Kamu temanin aku di club, pokoknya aku tunggu!! kalau bisnis kamu gak mau bangkrut!! "


Al langsung memutuskan panggilannya. Dia agak kesal sekarang Clinton sudah berani mengancamnya. Apalagi bawa bawa bisnisnya, bisnis yang dikelola Clinton. Al ingin mewariskan bisnisnya itu ke Azka nanti jika sudah besar. Tidak lucu kan kalau Clinton membuat bisnisnya itu benar benar bangkrut.


" Kenapa Mas Clinton? " tanya Yesline penasaran.

__ADS_1


" Biasa galau, ditolak Clara lagi. Udah ah... lanjut lagi, ngomongin Clinton bisa nanti. " jawab Al.


Al dan Yesline pun melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti.


__ADS_2