Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 226


__ADS_3

"Kamu pura pura gak tau atau memang sok bego! Kamu apain suami aku? Gara gara kamu, kulit dia jadi kotor kamu sandingin sama wanita bekas pakai itu! Kamu masih tanya kenapa aku kayak orang kesetanan?! Hah?!'' hardik Leni.


"Kalau mau ngerjain aku dengan cara seperti itu, cari wanita yang lebih berkelas, biar aku percaya, jangan wanita kelas rendahan! Apalagi fotonya pas suami aku tidur! Ya gak percayalah aku! Tapi karena kamu, suami aku harus mandi kembang tujuh rupa buat ngilangin najisnya!'' imbuh Leni lagi, masih berapi api.


"Cih! Sok berkelas! TApi culas! Kalia itu sok baik tapi munafik! Mana ada orang baik yang melindungi penjahat!'' balas Mami.


"Siapa yang kamu bilang penjahat? Callista? Dia bukan orang penjahat, dia sudah tobat, orang yang sudah tobat dosanya diampuni. Kamu mau diampuni gak? Makanya tobat! Jangan malah khianat terus, buat jahat sana sini, kalau mau hidup kamu enak, enggak gitu juga kali mami caranya,'' sanggah Leni.


"Alasan, bilang aja kalian itu orang orang munafik. Kalian cuma mau ambil klub ini dari aku, karena itu nyingkirin aku,'' tukas Mami.


Membuat Leni semakin geram.


Leni mengayunkan tangannya dan memukulkan vas itu ke kaki kanan Mami. Satu, dua, tiga hampir empat kali. Suara jeritan dari Mami nyaris nyering terdengar begitu tersiksa, Jarot yang berdiri tak jauh dari Leni ketakutan, dengan diam diam dia melangkah mundur, ingin kabur, tapi Leni yang emnyadari hal itu langsung saja mengambil kembali vasnya yang terjatuh dan melempar ke arah Jarot. Lemparan Leni tepat mengenai punggung Jarot, membuat laki laki itu tersungkur ke depan.

__ADS_1


"Dasar, Laki laki pengecut!'' cibirnya. Matanya memandang remeh ke arah laki laki yang mee\=megangi punggungnya yang kesakitan.


Pandangan Leni kembali beralih ke mami yang kini berdiri bersandar pada dinding, dengan kakinya yang terluka. Pandangan Leni turun ke bawah, dia menatap kaki mami yang terluka karena ulahnya.


"Aish, kan jadi luka kaki kamu. Aku ini udah lama vakum jadi singa hutan, aku sudah jadi peliharaan cantik, tapi kamu yang tiba tiba datang dan mengusik rumah tanggaku, ya.... sorry - sorry aja kalo ini akibatnya. Kamu obatin deh tuh segera.''


"Tunggu!'' sebuah suara mengagetkan semuanya, termasuk Leni dan Mami yang baru saja di papah oleh Jarot dan hendak mau pergi.


Sementara Clinton dan Nicho memperhatikan Al yang mendekati Mami.


"Kamu mau kemana? Kamu kira setelah inin bisa kabur? Hah!'' hardik Al. Dai menatap tajam ke arah Mami.


Raut muka Mami sudah berubah, dari takut semakin menjadi takut. Mungkin jika Leni, dia hanya akan melukai fisiknya, tapi Al bisa menjebloskannya lagi ke penjara.

__ADS_1


"Kenapa, kamu mau nangkap aku lagi? Gak puas kamu udah masukin aku ke penjara, ngambil mata pencaharianku, sekarang mau aku dikurung lagi? tapi negbiarin otak dari pembunuhnya berkeliaran, malah diadopsi jadi istri!'' mami melempar lirikan ke arah Nicho.


Nicho langsung bangkit, dia berdiri berjalan menghadapi Mami, tangan Nicho sudah benar benar gatal ingin jotos itu mulut barbar. Tapi dihalangi oleh Al.


"Tahan, Cho. Jangan nambah nambahin dosa, Biar Leni aja,'' ujar Al, yang langsung kena pukul sama Leni.


"Sialan kamu, Al. Mood aku lagi jelek, malah kamu tambahin. Aku pulang aja deh, sakit mataku lama lama disini,'' ungkapnya sedikit emosi, Leni melirik Gabriel sekilas.


"Jangan lama marahnya, jangan ngatain aku juga, nanti takutnya anak kamu kayak aku, bukan kayak Gabriel,'' beo Al, sambil cekikikan. Matanya melirik Gabriel, mungkin niat Al ingin Gabriel kembali nimbrung dan memecah kebisuannya.


"Najis, anak aku kamu samain sama wajah kamu. Bisa nyesel tujuh turunan aku,'' tampik Gabriel.


Disaat seperti itu bisa bisanya masih guyon.

__ADS_1


__ADS_2