Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 144


__ADS_3

" Duhhh, Azka !!! Belain Mama dong, Masa Papa terus ??? " protes Yesline dalam hati.


" Tadi Mama gak sengaja kok. " dalih Yesline membela diri, masih dengan senyum yang sama. Dia mulai malu melihat pasang mata yang melihat ke arah Mereka.


" Ya sudahlah, Al. Cuma bilang ganteng ajah, Emang Kamu gak pernah bilang Wanita lain cantik ?? hm ?? " pancing Leni.


" Kamu ini apaan sih Sayang ?? Kamu juga salah loh, Mas belum marah marah, Mau marah di rumah ajah !! " kata Gabriel memperingatkan Leni, Langsung saja mata Wanita itu menunduk mengerti.


" Iya, Mas. "


" Nah, gitu. Sekali kali Kamu harus jadi Suami yang tegas. Jangan lembek, takut sama Leni, meski Dia jago beladiri. " mulut Al masih saja tidak mau mengalah. Bikin geleng geleng kepala.


" Kamu pikir mendoan, lembek ?? " cetus Gabriel menimpali.


" Bukan, tapi toge Kamu yang lembek !! "


" Anjir, Sialan Kamu !! " sentak Gabriel yang hendak meninju kepala Al tapi Laki Laki itu langsung menghindar dan pergi menggandeng tangan Yesline.


" Awas ajah Kamu, Al. Tunggu pembalasanku!! " teriak Gabriel.


" Sayang, udah ah. Malu tuh dilihatin Orang. " Leni mengingatkan, Dia menggamit lengan Suaminya itu.


" Lain kali kalau mau ngajak Yesline itu yang jauh sekalian, yang Al gak tau. Biar kelimpungan cariin Anak dan Istrinya. Biar tahu rasa !!! Jadi Laki kok over protektif bangat. Suka nyalahin Kamu lagi, ya Mas gak terimalah. "


Mereka berjalan beriringan menuruni lift. Leni terus saja menggandeng tangan Suaminya dengan posesif.


" Kayak Dia gak over protektif ajah !! Gak sadar diri kayaknya Mas Gab !! " gumam Leni sambil tersenyum.


" Makasih ya Mas, sudah belain Aku. Tapi kenapa Mas gak marah, waktu Aku lihatin Cowok Ganteng ??? " tanya Leni penasaran.


" Gak peduli ada seribu Laki Laki yang Kamu puji ganteng, tetap ajah Mas yang paling ganteng, kan ??? Dan hatimu juga hanya Kamu kasih ke Mas, jadi buat apa Mas cemburu hanya gara gara itu ??? Mas bukan Al yang gila pengakuan !!! "


Leni terkekeh. Suaminya dan Al sudah seperti Tom and Jerry. Gak pernah akur, meski hubungan Mereka sejatinya baik baik saja.


******

__ADS_1


Hans baru saja keluar dari sebuah Restoran saat ponselnya berdering. Tidak menunggu lama, Dia langsung mengangkatnya saat tahu yang menelpon itu Mamanya.


" Ya Ma, ada apa ?? Hans baru saja selesai meeting. "


" Iya, Nak. Maaf Mama ganggu Kamu. Mama mau kasih kabar kalau Papa sekarang masuk Rumah Sakit, Kamu kesini ya ?? "


" Iya, Ma. Hans langsung kesana sekarang. "


Hans memutuskan panggilan teleponnya dan langsung bergegas menuju parkiran. Dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat. Tujuannya adalah ke Rumah Sakit Kasih, dimana Papanya di rawat. Tak butuh waktu lama, setelah Hans sampai di lokasi. Dia langsung berlari menuju kamar VIP tempat Papanya di rawat.


Hans membuka pintu dengan pelan dan mendapati Mamanya sedang duduk di samping Papanya yang terbaring lemah.


" Papa gimana keadaannya, Apa yang sakit, Pa ??? " tanya Hans setelah menyalami Mama dan Papanya.


" Papa baik baik saja. Nanti setelah ditangani Dokter juga sembuh, Nak. Papa gak ganggu kerjaan Kamu kan ??? "


" Mana mungkin Papa mengganggu, Hans yang kurang berbakti sampai Papanya sakit. Hans tidak tau. " ucap Hans sendu.


Mamanya menyentuh pundak Anaknya itu.


" Mama kan kenal Papa, Makan gak pedes itu gak berasa, Ma. Hambar. Mana bisa Papa makan seperti itu, sudah dari sananya suka pedas. " Papanya mengelak, membela dirinya sendiri. Dengan wajah yang kelihatan menahan rasa nyeri di bagian perutnya.


" Tuh .... Tau sendiri kan, Papa susah dibilangin. "


Hans hanya senyum senyum melihat kedua Orang Tuanya yang masih sama, selalu saling memperhatikan satu sama lain.


" Ma, Bagaimana kata Dokter ??" tanya Hans.


" Nanti malam Papa harus di operasi karena usus buntu. Sekarang Papa disuruh puasa 8 jam. " Mamanya menjelaskan dengan mimik sedih tapi juga jengkel dengan Suaminya yang susah kalau dibilangin.


Hans mengelus elus lengan Mamanya, menenangkan.


" Hans, Mau ketemu Dokter Papa dulu ya, Ma." kata Hans untuk pamit keluar sebentar. Tapi baru saja Dia mau melangkahkan kakinya, tiba tiba pintu kamar sudah terbuka dan muncul Seorang Dokter Perempuan berhijab dan sangat cantik, Dibelakang Dokter itu ada Seorang Perawat yang kini menatap Hans dan Dokter itu secara bergantian. Karena Hans tidak berkedip saat menatap Dokter cantik di depannya itu. Begitu juga dengan Dokter cantik itu yang membulatkan matanya menatap Hans tanpa berkedip sama sekali. Wajahnya merah merona. Senyumannya begitu memabukkan.


" Nah, ini Dokter Papa datang." celetuk Mamanya tersenyum ramah, membuat Hans menarik dirinya menjauh begitu juga pandangannya.

__ADS_1


" Astagfirullah ..... " gumamnya.


Dokter itu masih terus tersenyum, sambil matanya terus mencuri pandang ke arah Hans yang menunggu di sofa.


Jantungnya rasanya mau copot saat melihat Laki Laki yang pada pandangan pertama langsung membuatnya jatuh hati, sudah lama sekali dan Dia mengingat wajahnya dengan jelas.


" Kalau sudah jodoh, tidak akan kemana. " gumam Dokter cantik itu. Senyum sumringah menghiasi wajah cantiknya.


" Assalamualaikum, Pak. Saya ijin memeriksa kondisi Bapak terlebih dahulu. "


Dengan sopan Dokter berhijab itu memeriksa Papa Hans dan Perawat di sampingnya menulis semua hasil pemeriksaan. Setelah selesai, Dokter itu menatap Papa dan Mama Hans secara bergantian. Dia menghela nafasnya dan mulai berbicara.


" Pak, Bu. yang duduk di sana, Anaknya ya ???"


Mamanya sedikit merasa heran kenapa tiba tiba Dokter cantik itu bertanya seperti itu. Tapi Dia juga menjawabnya dengan ramah.


" Iya, Dok. Itu Putra Saya yang paling ganteng dan sholeh. Ada apa ya Dok ?? " jawab Mamanya yang langsung di akhiri dengan pertanyaan.


Dokter itu tersenyum dan kembali bertanya.


" Masih single, Pak ??? "


Papanya Hans menatap bingung ke arah Istrinya, tapi kemudian Dia tersenyum dan menjawab pertanyaan sang Dokter itu.


Sedangkan Hans sendiri menatap tidak suka ke Dokter yang memang Dia akui kecantikannya, tapi sikapnya bikin Hans ilfil. Sok kenal sok deket.


" Iya, Dok. "


" Kalau Bapak dan Ibu juga Putra Bapak mengijinkan, Saya mau mengajak taaruf. " katanya dengan tenang dan santai. Membuat seisi ruangan itu terkejut dan bingung.


Hans yang sedang bingung langsung tersedak, Dia memukul mukul dadanya pelan. Wanita itu gila, dimana mana Laki Laki yang mengajak taaruf bukan sebaliknya.


Papa dan Mamanya kembali saling melempar pandangan, masih syok karena ada yang terang terangan melamar Anaknya ?? Seseorang yang baru saja Dia kenal. Meski wajah Wanita itu sangat cantik, dan sholehah.


Jilbabnya menjuntai menutupi dadanya, serta tutur katanya yang sopan, lemah lembut dan ramah.

__ADS_1


Tapi ???


__ADS_2