
Leni mengambil helm, memakainya dan langsung menaiki motor sportnya. Malam ini, dia akan menjadi si petarung kuat, kejam tanpa ampun. Dia harus melihat sendiri dengan mata kepalanya bahwa Gabriel memang tidak bersalah, jika benar begitu maka Leni maka akan memberi pelajaran kepada wanita yang telah berani menyentuh suaminya.
Tidak ada yang berani menyentuh Gabriel kecuali dirinya seorang.
Berani sentuh, tangan melayang!
Motor Leni melaju dengan cepat, menembus malam yang dingin. Entah kenapa hawa dingin malam itu terasa panas memicu andrenalin tempur Leni. Singa di medan perang pun telah bangun.
Leni bukan wanita pada umumnya yang hanya akan menangis jika melihat suaminya main serong, jika bisa dia akan menunjukkan pada wanita itu dan suaminya, dia bukan wanita yang lemah, harga dirinya bukan untuk diinjak injak. Status sebagai istri bukan hanya status lemah yang bisa dinomor duakan. Dia status tertinggi dalam rumah tangga, yang memiliki hak penuh atas dirimu wahai suami.
Istri, bukan cuma tanggung jawab yang dibebankan di pundakmu di dunia saja, tanggung jawab itu sampai surga, disaksikan para malaikat dan Tuhan.
Jadi jangan macam macam!
Jangan selingkuh dan menyelingkuhi.
Jarak klub alexiz dari rumah Leni lumayan jauh, tapi dalam mode siap tempur seperti ini, jarak itu terasa begitu dekat. Leni menghentikan motornya, dia meninggalkan motornya begitu saja di depan klub. Tak menggubris para bodyguard yang berjaga di depan pintu masuk klub, dia sudah tidak takut apapun lagi.
"Tunggu! Kamu pinggirkan dulu motornya baru masuk!" bentak salah satu penjaga. Dia memegangi pundak Leni, menghentikan langkah wanita itu yang baru saja hendak melewati mereka, Leni tidak melepas helmnya. Dia juga menggunakan celana jeans hitam karet khusus buat ibu hamil dan jaket hitam. Mungkin bodyguard itu tidak tahu kalau Leni adalah cewek.
Leni menyentakkan pundaknya, membalikkan badan lalu mencengkeram pergelangan tangan pria itu dan memelintir tangannya hingga pria itu meringis kesakitan.
"Aduh! Duh! Sakit! Lepasin tangan saya!" jerit salah satu dari mereka.
"Makanya jangan ganggu saya!" sentak Leni sambil melepas tangannya.
"Saya lagi buru buru! Kamu yang markir motor saya!" ujar Leni sembari berlalu pergi.
Bodyguard itu hanya menunduk penuh rasa hormat. Leni berlari masuk ke dalam klub.
FLASHBACK ON
Kronologi kejadian siasat Jarot sampai Al and the geng masuk dalam jebakan.
Jarot yang ditugaskan mami untuk memata matai Clinton, tahu jika malam itu Clinton akan berkumpul bersama teman temannya di klub. Dirinya yang kesal karena telah di pecat dengan tidak hormat oleh Clinton merencanakan siasat keji untuk mereka malam itu.
__ADS_1
Jarot tahu segala sesuatu tentang klub alexiz, mudah baginya juga untuk masuk lagi ke dalam klub, atau hanya menyuruh seorang pelayan untuk melakukan rencananya.
Yang jelas malam itu sempurna untuk menjalankan rencana Jarot. Dia sedikit melakukan penyamaran, menggunakan kumis dan topi.
Dia menghubungi salah satu temannya yang masih bekerja di dalam klub. Seorang teman yang kartu Asnya sedang dipegang oleh Jarot. Hanya dengan satu kali ancaman seorang teman itu akan langsung bersedia melakukan apapun yang Jarot minta.
Tak beberapa lama setelah Al and the geng masuk ke dalam klub, seorang teman yang Jarot maksud datang menemuinya. Saat itulah, Jarot memberikan obat tidur kepada temannya itu untuk dicampurkan ke dalam minuman Al dan teman temannya.
Lalu setelahnya adalah tugas Jarot.
Sementara temannya membius dan yang yang lainnya, dia masuk ke dalam klub untuk mengumpulkan beberapa wanita panggilan, meminta mereka menunggu di beberapa kamar terpisah, Jarot memberikan mereka bayaran tiga kali lipat malam itu, hanya untuk berfoto syur dengan laki laki yang akan Jarot bawa ke dalam kamar mereka masing masing.
Hanya melepas pakaian atas mereka dan berfoto seakan akan mereka telah berhubungan badan. Setelah selesai, wanita wanita tadi disuruh langsung mengirimkan foto foto tadi ke nomor yang Jarot sudah kasih.
Itu saja tugas mereka dengan bayaran yang lebih besar. Siapa yang tidak mau.
Hans selamat karena dia ke toilet dan belum sempat meminum minuman yang dipesannya.
Selain itu, tentu Allah memang telah menyelamatkannya.
Clinton terbangun, dia merasa ada yang menimpa perutnya. Sebuah tangan, Clinton kira itu tangan Clara dengan mata terpejam Clinton membalas pelukan itu, tapi saat tangannya meraba sampai ke dada wanita itu, dia baru sadar itu bukan Clara dan dia sedang berada di klub.
Dada Clara lebih besar dan berisi.
Clinton langsung mengerjap erjapkan matanya, sebelum terbuka sempurna.
Pria tampan itu kaget bukan main saat melihat wanita yang bertelanjang dada itu tertidur disampingnya. Reflek, dengan kakinya Clinton menendang tubuh wanita itu hingga terguling jatuh hingga kelantai.
"Anjir, bukan istriku! Kenapa aku bisa tidur disini? Kamu siapa?! Hah?!" Clinton mengambil air segelas yang ada di atas nakas, menyiramkannya tepat di muka wanita itu, membuatnya gelagapan dan langsung terbangun.
"Saya wanita yang kam--''
Plak!
Plak!
__ADS_1
Clinton tahu apa yang akan dikatakan wanita itu. Clinton buru buru menyela wanita itu dan langsung menamparnya dengan keras, agar bicaranya tidak melantur.
Clinton buru buru memakai kembali bajunya. Karena dia masih memakai celana, dia yakin mereka tidak sampai melakukan hal hal aneh.
Tapi, Clinton menyadari ada yang aneh. Tak mungkin secara tiba tiba mereka langsung bisa di kamar seperti itu.
Terkahir kali dalam ingatan Clinton, dia dan teman temannya yang lain meminum minuman yang baru saja dihidangkan sama pelayan.
Dari situ Clinton yakin siapa pelakunya.
#######
"Kenapa kelapaku pusing?" lirih Gabriel saat dirinya siuman. Dia terbangun dan duduk. Di sampingnya ada wanita yang masih duduk duduk dengan memainkan ponselnya.
Gabriel terkejut, apa yang sebenarnya terjadi? Terkahir kali ia ingat ia masih bercanda dengan teman temannya. Kenapa tiba tiba terbangun sudah ada di dalam kamar, dengan seorang wanita?
"Kamu siapa?'' tanyanya garang.
"Aku yang kamu sewa untuk menemanimu malam ini, sayang." kata wanita itu dengan genit, tangannya hendak menyentuh pipi Gabriel tapi buru buru di tepis oleh Gabriel.
"Jangan mimpi kamu! Aku gak mungkin pakai jasa kamu buat hal begituan, biniku lebih cantik dan lebih montok juga seksi dan orisinil, gak bekas kayak kamu!'' geram Gabriel sambil turun dari ranjang dan memakai bajunya lagi. Dia meraih ponselnya dan semua barang barangnya. Matanya kembali menatap wanita itu.
"Siapa yang nyuruh kamu dan buat apa?!''
Belum sempat wanita itu menjawab, ponselnya bergetar dan itu ternyata Al yang menelpon dan memintanya untuk langsung ke lobby.
######
"Mami!!" teriak Leni saat melihat mami dengan seorang pria sedang bersulang ria.
Wanita yang dipanggil itu menoleh dan melihat ke arah sumber suara.
"Leni!!'' pekik mami terkejut, dia baru saja mau lari saat Leni mengayunkan salah satu kakinya dan menendang wanita di depannya hingga terjatuh.
"Kurang akar kamu, Mi! Pasti kamu yang mengatur semuanya kan?''
__ADS_1
"Kuhajar kamu!!!''