
Clinton geleng geleng kepala melihat persaingan rumit antara Gabriel dan Al. Sudab besar juga tapi sikap masih seperti Anak kecil aja.
" Udah Mas, Clinton. Kita pergi kok. Kita siao siap dulu ya ..... "
Yesline menarik tangan Al dan mengajaknya ke kamar untuk bersiap. Sementara Clinton kembali menemani Azka bermain.
" Sayang ..... kenapa sih pake ditarik segala ??? Masih kurang yang tadi ??! " ledek Al sama Yesline.
" Hey, Dokter mesum !!! Aku menarik Kamu untuk ganti baju. Kita ke Rumah Sakit Gabriek untuk jenguk Ayahnya Hans!! " tegas Yesline.
" Ya, ampun Sayang !!! Kalau Aku kesana makin besar tuh kepala si Gab. Udahlah, Kita jenguk kalau Mereka sudah pulang ke rumahnya aja. " tolak Al.
" Oke !!! Kalau Kamu gak mau, biar Aku sama Mas Clinton aja yang kesana !! " ucap Yesline sambil mengeluarkan pakaiannya dari lemari dan segera berganti pakaian.
" Gak boleh, Kamu gak boleh kemana mana. Aku takut Clinton khilaf kalau dekat dekat Kamu, Apalagi Hans juga pernah ada rasa sama Kamu !!! " sarkas Al.
Yesline sangat kesal dengan sifat posesif Suaminya ini, Dia melemparkan pakaiannya dan mendekati Al. Kemudian Yesline menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Suaminya yang sudah mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang ingin Yesline lakukan.
" Oke !!! Sekarang Kamu pilih, Mas. Pilih gak ke Rumah Sakit Gabriel tapi jatah ranjang Kamu, Aku stop selama satu bulan. Atau pilih ke Rumah Sakit tapi Kamu bebas untuk melakukan atau minta jatah ranjang kapan aja ??? !!! " ancam Yesline dengan tersenyum licik.
" Sial !!! Ancaman Yesline nyeremin amat !!! " gumam Al.
Melihat perubahan ekspresi Al, Yesline tersenyum puas. Dia langsung duduk di pangkuan Al dan melingkarkan tangannya di leher Al.
" Jadi mau pilih yang mana, hm ??? " tanya Yesline menaikkan sebelah alisnya.
Al berdecih kesal.
" Iya deh, Mas mau ke Rumah Sakit, tapi nanti malam Mas minta lagi. Dua atau tiga ronde sekalian, deal ??? " tawar Al mengulurkan sebelah tangannya untuk membuat kesepakatan. Kini Al yang tersenyum licik.
__ADS_1
Yesline terkekeh. Dia sudah bisa menduga, pikiran Suaminya tidak akan jauh dari soal ranjang. Tapi dua rode dalam semalam ??? Apa tidak encok tuh punggung ???
Yesline memutar kedua bola matanya, Dia menarik bokongnya dari pangkuan Al dan berjalan mendekati lemari, mengambilkan Al pakaian yang pas. Yesline mengulirkan pakaian itu sambil berkata.
" Boleh, Aku sih siap siap aja. Mas jangan lupa minum jamu dulu biar gak encok. " ledek Yesline sambil tersenyum jail. Membuat Al melotot kaget, Dia tidak salah dengar kan ??? Barusan Yesline sedang meledeknya ??? Al tidak terima dikatain seperti itu, Al menarik punggung Yesline membuat tubuh Mereka saling menempel.
" Kamu kira Mas akan encok hanya dalam dua ronde ??? Mas bisa 4 ronde kalau Kamu mau! Gak percaya ?? Kita buktikan sekarang. " jari jari Al langsung menarik kerah Yesline dan menurunkan resleting bajunya, tapi buru buru Yesline menolaknya dengan lembut dan mengingatkan Al bahwa Mereka harus segera bersiap untuk ke Rumah Sakit, Clinton sudah menunggu Mereka di bawah.
" Iya deh. " seru Al mengalah. Dia menyambar pakaian yang Yesline siapkan lalu mengganti pakaiannya di depan Yesline. Sengaja agar Yesline terangsang kembali, Al memang Dokter mesum yang tidak bisa jauh dari adegan panas Mereka.
Yesline tertawa jenaka, Dia mendekati Al dan mengecup bibir Laki Laki itu yang merah natural.
" Aku tunggu di luar aja ya, Mas. Sebelum terjadi hal hal yang tidak diinginkan. " seloroh Yesline dengan tertawa lebar membuat Al berungsut kesal.
" Oh, jadi Kamu gak ingin lagi ??? " timpal Al.
" Gak. " balas Yesline sembari menjulurkan lidahnya. Yesline langsung menarik kepalanya kembali waktu tau Al melototi nya. Membuat Al semakin kesal. Hampir saja Dia berlari mengejar Yesline yang menghilang di balik pintu, Tapi Dia urungkan karena Dia belum memakai celananya. Dengan buru buru Al bersiap, Dia langsung menyambar kunci mobil dan menyusul Yesline.
" Awas Kamu Yes !! Berani menolak Suamimu sendiri ??? Tunggu saja pembalasan dari Al !! Gak akan Aku biarin Kamu tidur malam ini. " sungut Al gemas dengan kelakuan Yesline. Gak tau apa kalau Dirinya sedang semangat semangatnya. Harusnya kan jenguk Papanya Hans bisa nanti nanti.
Al berjalan menuruni Anak tangga dengan hati yang masih menggerutu. Matanya mengedar mencari sosok Yesline, ternyata Yesline sedang berbincang dan tertawa terbahak bahak di samping Clinton.
" Mereka bercanda apaan sih ??? Sampai gitu ketawanya !! "
" Awas keselek nyamuk !! Kalau ketawa itu mingkem jangan mangap !!! " kesal Al membuat Yesline terkejut, karena Suaminya tiba tiba muncul dan menegurnya dengan judes.
" Eleuh ... Eleuh .... Ada yang lagi ngambek nih, karena jatah setorannya di tunda. " sindir Yesline sambil menahan ketawa. Raut wajah Al sangat lucu. Mata Yesline melirik Clinton, berharap Laki Laki itu membelanya.
Clinton ikut tertawa setelah memperhatikan raut wajah sahabatnya yang di tekuk.
__ADS_1
" Kamu, apaan sih, Bro ... Cuma di tunda sampai malam aja marah, Lah bagaimana nasib Saya yang tertunda sampai waktu yang tidak tau sampai kapan. " keluh Clinton.
" Itu mah deritamu !! Jangan ajak ajak Saya dong !! "
" Yaelah, sinis amat ente !! "
Yesline masih berusaha menahan ketawanya. Dia berlutut di dekat Azka. Memutuskan untuk meminta ijin kepada Putranya itu karena meninggalkannya bersama Pengasuhnya. Azka tidak menangis lagi.
" Mama dan Papa juga Om, mau ke Rumah Sakit dulu ya, Boy. Abang Azka di rumah aja sama Mbak. Anak kecil gak baik kalau ikut ke Rumah Sa --- "
" Iya. Azka tau, Pa. Karena di Rumah Sakit banyak kuman jahat kan, Ma ??? " potong Azka dengan cepat. Matanya masih sibuk memperhatikan kedua tangannya yang merangkai mainan barunya.
Yesline tersenyum manis. Mengusap kepala Azka dan mengecupnya. Al mengecup Pipi dan kening Azka. Beda dengan Clinton, Dia mengangkat tangannya untuk melakukan tos dengan Azka.
" Yang pintar ya, Boy. Dah .... "
Al, Yesline dan Clinton melambaikan tangan sembari berjalan berlalu meninggalkan Rumah besar itu. Mbak pengasuh Azka akan melaporkan jika ada sesuatu.
****
" Mas, ada kabar baik. " kata Leni kepada Gabriel yang waktu itu sedang fokus membaca laporan hasil diagnosa Seorang Pasien yang sedang ditangani oleh salah satu Dokter yang bekerja di Rumah Sakitnya.
" Hm, Apa Sayang ??? " tanya Gabriel tanpa menoleh sedikitpun.
" Sebentar lagi disini, Kita akan kedatangan tamu agung, Mas !! " celetuk Leni, Gabriel langsung menarik matanya dari file dokumen yang sedang Dia baca sedari tadi dan langsung menatap Leni untuk meminta penjelasan atas perkataannya itu.
" Siapa ??? " tanya Gabriel penasaran.
" Direktur Rumah Sakit Healthy, Mas !! Keren gak tuh ?? "
__ADS_1