Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 98


__ADS_3

" Sial !!!! " umpat Al kesal.


Dia langsung keluar membawa foto foto itu bersamanya.


****


Yesline sedang duduk dibangku taman, Nicho tadi membawa gitarnya kesana. Yesline sudah siap mendengarkan Nicho untuk memetik senar gitar itu dengan lihainya.


" Menurut Kamu, apa Aku harus memaafkan Al, Cho ??? " tanya Yesline parau. Ditanya seperti itu membuat Nicho bingung mau menjawab apa, Dia menghentikan petikan tangannya sejenak.


" Coba tanyakan itu pada hatimu, Yes. Jika Kamu masih mencintai Dia, maka Kamu bisa memberikan Dia kesempatan kedua. Jika Kamu rasa Dia tidak layak mendapatkan kesempatan kedua dari Kamu, Iya ... pokoknya jawabannya ada disini. " jawab Nicho sambil telunjuknya menunjuk dadanya.


" Percayalah pada hatimu. " katanya Nicho kembali lalu memetik senar gitarnya lagi.


" Bingung, Aku mencintainya, Cho. Tapi ada bayang bayang masa lalu yang menghantui hubungan Kami. Aku takut jika nanti Dia melanggar janjinya lagi. " kata Yesline.


" Maafkan Dia dulu, baru Kamu bisa mempercayainya lagi. '' jawab Nicho.


" Apa semua Laki Laki seperti itu, ya ?? Menganggap hati Wanita itu bukan sesuatu hal yang penting yang perlu dijaga sekuat tenaga, jiwa dan raga. Kayak terlalu menggampangkan, menganggap jika kalau bosan, atau tidak cocok lagi bisa diganti dengan yang lain. " sergah Yesline.


" Al, gak kayak gitu, Yes. Mungkin kemarin emang benar benar kesalahpahaman. " jawab Nicho.


Nicho pasti mengatakan itu karena sogokan Al. Aish ..... Lidahnya terlalu gatal kalau muji Dokter sialan itu.


" Tumben Kamu muji Dia ???? " kata Yesline mengerutkan keningnya.


" Gak tau nih, Entah kesambet apa nih lidahku !!! "


" Kesambet mobil sport dan cek kosong !!! " celetuk Yesline dan tertawa lebar. Tawanya terdengar nyaring diikuti tawa Nicho.


Tiba tiba sebuah suara mengagetkan Mereka.


" Dasar Maling !!!! " tukas Al ketus. Sontak membuat Yesline berdiri dan memasang badan dan menatap tajam ke arah Al.


" Siapa yang maling ??? " tanya Yesline.


" Tuh !!! " jawab Al sembari menunjuk ke arah Nicho dengan dagunya.


Nicho yang sedari tadi asyik main gitar dikejutkan oleh perkataannya.

__ADS_1


" Maling apa ??? " tanga Nicho ke Al.


" Suka asal ngomong nih, bocah !!! " gumam Nicho dalam hati.


" Maling Istriku. Kan Kamu gak ijin samaku untuk bawa Yesline kesini. " hardiknya.


" Mas !!!! Apa apa sih, jangan mulai deh !!! " pekik Yesline.


" Suaminya sibuk, Jadi Istrinya diculik, biar kelimpungan nyariin !!! Siapa suruh, Istri di hadapan sendiri tapi ditinggal mulu !!! " sahut Nicho.


" Sialan Kamu !!!! " umpat Al kesal.


" Niat Kamu memang sudah gak benar. Dari dulu sampai sekarang, emang yang Kamu incar adalah Yesline. Dia itu Istri Saya !! Kamu harus belajar move on !! " kata Al ngomel panjang lebar di depan Yesline dan Nicho. Dia sengaja merobak semua foto itu di depan Nicho.


" Foto, Saya ???? Kenapa bisa ada di Kamu ??? " tanya Nicho sedikit panik dan memungut robekan foto foto itu. Itu foto lama Yesline.


" Nemu dibawah kolong kasur. " jawab Al.


" Astaga ....... " Nicho melongo kaget.


" Foto siapa Mas ??? "


Dengan sengaja Yesline membantu Nicho memungut foto foto itu sampai tidak sengaja tangan Mereka saling tumpang tindih, bersentuhan. Tatapan Mereka juga saling beradu sesaat. Membuat Al naik pitam. Amarahnya yang tadinya sudah sedikit meredah kembali memuncak.


Al yang tiba tiba menendang kaki Nicho dengan kuat, membuat tubuhnya terhuyung beberapa langkah ke belakang.


" Al !!!! " jerit Yesline. Saking marahnya sampai Dia tidak memanggil Suaminya itu dengan sebutan Mas dan hanya namanya saja. Dia ingin segera menolong Nicho, tapi Al mencengkeram tangannya.


" Kamu mau nolongin Dia, Yes ??? " sergah Al menatap tajam Yesline. Mata Yesline berapi api lurus melihat Nicho yang mencengkeram kakinya kesakitan, Dia meringis menahan sakit.


" Kamu melukai Dia, Mas !!! Itu bisa jadi tindak kriminal, Aku gak suka Kamu kayak gitu !! " jawab Yesline dan menarik tangannya dengan kuat sampai tangan Al terlepas. Dia beralih berjongkok hendak membantu Nicho.


" Sial !!!! " umpat Al dan meninju udara.


" Kamu gak kenapa napa ??? Maafin Mas, Al ya, Cho. Terkadang Dia memang tidak bisa mengontrol emosinya, kayak Anak kecil. Baru gitu ajah udah nendang kaki. Untung kemarin rambut Callista gak Aku jambak !!! " kata Yesline membuat Nicho terkekeh sambil menahan nyeri di kakinya.


Baru saja Yesline mau membantu Nicho berdiri, mendadak Al sudah berdiri di samping Mereka. Tangan Al meraih tangan Yesline dan langsung membopong tubuhnya. Sementara Nicho masih terjatuh kembali di rerumputan.


" Sial !!!! " umpatnya meninju tanah. Menatap Yesline yang meronta minta diturunkan membuat Nicho ingin membantu tapi kakinya masih nyeri membuatnya susah untuk bangun. Dengan susah payah Dia berjalan terpincang pincang.

__ADS_1


Al memang bar bar layaknya Preman terminal.


" Lepasin Yesline, Al !!! Tadi itu gak sengaja, Kamu cemburu buta maat sih !!! Baru juga kesentuh tangan, Belum Aku peluk !!! " sentak Nicho setengah berteriak.


" Mas, lepasin Aku !!! Kamu apa apa sih ??? Aku malu, Turunin Aku !!!! Mas !!! " Yesline terus berteriak tapi Al tidak mendengarnya.


Laki Laki itu terus berjalan sampai ke parkiran mobil dan merebahkan tubuh Yesline di kursi depan samping pengemudi.


" Dasar !!!! Aku benci sama Kamu Mas !!!! selalu seenaknya sendiri !!! " sentak Yesline saat pintu mobil sudah ditutup. Tanpa sepengetahuan Yesline, Al kembali memutar langkahnya membuka pintu mobil.


Membungkukkan tubuhnya di atas tubuh Yesline, mendekatkan wajahnya hingga hidung Mereka beradu.


" Mau apa Kamu, Mas ??? " tanya Yesline membuku dibawah tubuh Al yang mengukungnya.


Jarak Mereka terlalu dekat membuat nafas Al menerpa wajah Yesline, membuat darah Wanita itu berdesir hebat. Jantungnya berdetak tak karuan.


" Jantung, Pelase jangan tergoda. Jangan merespon.... Kamu harus kuat, Aku lagi marah sama Dia. " gumam Yesline.


Al memiringkan sedikit wajahnya, Jari Jarinya menyentuh dagu Yesline. Dua detik setelahnya, Yesline sudah merasakan bibir Al ******* bibirnya dengan lembut.


Tak jauh dari parkiran, Nicho melihat adegan mesra Mereka. Rasa nyeri di kakinya seketika hilang dan berganti rasa sakit di hati, begitu perih dan panas layaknya seperti terbakar.


Tangan Nicho mengepal dan meninju tiang di depannya, membuat tangannya memar. Dia ingin menarik tubuh Al menjauhi Yesline tapi itu pasti akan menyusahkan hidup Yesline lagi.


Saat melihat tangan Al yang nakal, Nicho ingin sekali mematahkan tangan itu tapi lagi lagi Dia harus memendam keinginannya. Nicho kembali sadar, Mereka sudah Suami Istri.


Nicho memutar tubuhnya menjauhi parkiran, Dia tidak mau rasa cemburu itu semakin membakar emosinya. Nanti Dia pasti akan mencari celah lagi.


Al menarik tubuhnya, melepas ciumannya. Al tersenyum miring melihat Wanita yang didepannya itu yang masih mengatur nafasnya, Yesline mengelap bibirnya yang basah.


Ada sedikit kecewa saat Al menyudahinya tapi Dia tidak mau Laki Laki itu menyadarinya. Lagian Mereka sedang marahan. Saat Yesline mulai sadar sepenuhnya, Dia membuang mukanya dan tidak mau menatap Al.


" Kamu kira dengan ciumanmu itu, Aku bisa luluh ??? Jangan harap !!! Minggir Mas, Aku mau turun !!!! " cetus Yesline.


Al hendak mendekati bibir Yesline lagi, sebelum Yesline menutup mulut Al dengan tangannya.


" Mas, Aku mau turun !!! Jangan seenaknya nyium Aku, Aku gak suka itu !!!! Kamu tau gak ini lagi diparkiran ??? Gimana kalau Orang lihat ???? " cetus Yesline panjang lebar.


Al malah terkekeh dan menutup pintu mobil. Dia berjalan memutari mobil dan duduk di depan di samping Yesline. Dia juga menutup pintunya. Sebelah tangan Al memegang kemudi dan salah satu tangannya menelusup kebelakang punggung Yesline. Dia menyeringai, membuat Yesline ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2