
" Hans? " serunya sedikit terkejut.
Hans menoleh ke arah sumber suara. Pria itu menautkan kedua alisnya. Merasa heran kenapa tiba tiba bertemu Rizky disini. Meski Nicho sudah memberi tahu kalau Rizky sudah berubah, tetap saja Hans tidak bisa melupakan sisi jahat dalam diri laki laki itu.
" Rizky, ngapain kamu disini? " tanya Hans menunjukkan keterkejutannya.
Meriam tak kalah terkejutnya mengetahui ternyata mereka saling kenal.
" Ada sedikit tugas dari bang, Nicho. Tapi sudah selesai. " Rizky menjawabnya sebisa mungkin.
Hans mengangguk mengerti.
" Calon imam, kamu sudah kenal Rizky? " tanya Meriam yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Hans merasa kikuk sendiri di panggil seperti itu di tempat umum begitu.
" Iya. Dia adik dari temanku. Udah yuk kita pulang. " ajak Hans.
" Apa? Calon imam? " Rizky mengulangi kata kata yang membuatnya tercengang.
Hans nyengir, tidak tahu harus menjelaskan dengan cara apa. Meriam pun hanya diam, menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Dia malu bisa keceplosan memanggil seperti itu di depan mereka.
" Udah kalian balik aja, biar dia aku yang urus." Nisa langsung menarik tangan Rizky tanpa canggung sama sekali.
Rizky berusaha melepaskan tangannya, tapi entah kenapa cengkeraman tangan Nisa begitu kuat. Rizky tidak tahu kalau Nisa itu jago bela diri.
" Terima kasih, sayang. " Meriam melambaikan tangannya kepada Nisa sambil tersenyum lebar menunjukkan gigi giginya.
" Saya balik dulu ya, Rizky. Ada cewek cantik tuh, jangan dianggurin. " ledek Hans sembari berlalu pergi. Matanya sekilas melirik ke arah Nisa, wanita yang direkomendasikan cantik itu, menatap Hans dengan senyuman lebar. Berbeda dengan Meriam yang melirik tajam ke arah Hans.
__ADS_1
" Bisa bisanya kamu dengan mudah bilang wanita lain cantik, sedangkan kepadaku kamu cuek setengah mati. " kesal Meriam di dalam hatinya. Yang terus berusaha mengimbangi langkah Hans yang berjalan di depannya.
" Sialan kamu! " umpat Rizky masih berusaha mengibaskan tangannya.
" Lepasin tanganku, kamu kenapa sih? Dendam apa samaku? Baru juga tadi ketemu sama kamu, udah bikin apes aja. " Rizky marah marah.
Setelah memastikan Meriam dan Hans sudah jauh, Nisa mulai melepas tangan Rizky.
" Aku cuma mau menyelamatkan kamu, sebelum kamu terlalu jauh patah hati. Meriam itu sudah cinta mati sama Hans, Dia malah yang ngajakin taaruf duluan. Seluruh rumah sakit ini pun tahu. Tanya aja kalau gak percaya. " tutur Nisa dengan nada menantang dan langsung berlalu begitu saja meninggalkan Rizky.
Dia masih tidak percaya kalau yang dikatakan Nisa itu benar bahwa Meriam yang ngajak duluan untuk taaruf. Bagi Rizky terlalu tabu bagi wanita yang mengajukan lamaran ke pihak pria terlebih dulu. Tapi wajah Nisa terlihat serius saat mengatakannya.
*****
Beberapa jam sebelumnya.
" Mama, ngapain kita ke rumah sakitnya papa? Apa mama sakit? " tanya Azka saat supir pribadinya menghentikan mobil dan menurunkan mereka di depan sebuah rumah sakit. Yesline tersenyum tulus kepada Azka, dia berjongkok di depan putranya sembari memegang sebuah balon yang Azka beli di depan sekolahnya.
" Baiklah, ayo kita cari papa. " Yesline kembali berdiri, lalu mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah sakit dengan terus menggandeng tangan Azka.
" Oh ya, mama lupa. Chloe sakit dan di rawat disini sayang, kita jenguk sekalian, ya? " imbuh Yesline.
Azka langsung mengangguk. " Mungkin dia terlalu banyak main ya, ma. Sampai sakit begitu, nanti aku kasih tau Chloe biar gak main terus. " ucap Azka yang membuat Yesline sedikit tertawa.
" Jangan galak galak, sayang. Chloe lagi sakit, nanti kamu kasih dia hadiah. Ini mama udah bawa tadi. " Yesline menyodorkan paper bag berisi gaun putri kecil lengkap aksesorisnya juga beberapa boneka berbie keluaran terbaru dengan edisi terbatas. Azka menerima paper bag itu.
" Jadi kalau perempuan lagi sakit di kasih hadiah bisa langsung sembuh ya, ma? Gak perlu minum obat? " Azka bergumam sendiri, Yesline kembali tertawa.
" Wanita itu kalau lagi sakit, dikasih hadiah, atau perhatian atau apa yang ia butuhkan akan langsung sembuh, sayang. Wanita itu dominan pada perasaannya, dan perasaannya itu yang mengontrol seluruh metabolisme dalam tubuhnya. Meskipun minum obat berkali kali kalau hatinya masih tidak baik baik saja, akan percuma. Efek obat itu akan bekerja lambat di dalam tubuhnya. " Yesline berbicara di dalam hatinya. Dia tidak mau Azka semakin bertanya hal hal yang akan membuatnya kebingungan untuk menjawabnya. Jadi Yesline hanya tersenyum saja.
__ADS_1
Banyak pasang mata yang memandang ke arah Azka kecil yang begitu tampan, bak artis kecil. Dia menjadi primadona tapi sikapnya tetap cuek. Tidak menghiraukan tatapan dan decihan kagum dari mereka.
" Sayang, senyum dong, jangan cemberut. " Yesline mengingatkan Azka, namun putranya itu hanya memutar bola matanya dengan malas, tanpa melakukan apa yang Yesline katakan.
Yesline mengajak Azka memasuki lift, lalu memencet sebuah angka, mereka akan menuju lantai enam rumah sakit ini.
Saat pintu lift terbuka alangkah terkejutnya Yesline melihat Al sedang berbicara dengan dua orang dokter muda yang cantik cantik di depan ruangannya. Mereka ketawa ketiwi tanpa dosa.
Yesline mempercepat langkahnya, menggandeng tangan Azka, menariknya begitu saja. Anak kecil itu mengikuti arah pandang sang mama, merasakan cengkeraman tangan mamanya yang semakin kuat, Azka tahu kini perasaan mamanya sedang tidak baik baik saja. Matanya menatap ke arah sang papa yang sibuk mengobrol dengan para tante tante muda.
" Papa ..... Papa .... Selamat dapat marah dari mama. " seru Azka yang memegang keningnya dengan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Al tidak menyadari kehadiran Yesline, dia membuka dokumen yang diberikan dua dokter di hadapannya.
" Kalian dokter baru? Sudah bekerja berapa lama disini? Aku baru melihat kalian. " Al menanyakan sesuatu hal yang membuat kedua dokter itu jadi bingung. Bagaimana mungkin seorang direktur tidak tahu soal kepindahan mereka?
" Maksud saya, Aku tahu ada dokter pindahan tapi aku tidak tahu kalau ternyata dokternya masih muda dan cantik. Karena biasanya aku hanya menerima dokter senior untuk bekerja disini. " imbuh Al.
" Sial! Aku juga tidak menanyakan spesifikasi yang lengkap kepada Nicho kemarin! "
" Iya, Dokter. Kami dimutasi ke rumah sakit ini. Ada beberapa lagi selain kami, semuanya masih seumuran kami, Wanita juga dan cantik cantik. " salah satu dokter itu memperjelas dan sambil tersenyum.
Mendengar kata dokter muda dan cantik cantik, dia jadi teringat seseorang.
Halo semuanya .....
Jangan lupa mampir di novel terbaruku yang berjudul semua karena kamu ya 🥰
Babnya memang tidak banyak tapi banyak pesan pesan yang terdapat didalamnya.
__ADS_1
Happy reading ya semuanya....
Sending love untuk kalian 💞