Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 54


__ADS_3

Al membuka matanya dengan kaget karena bunyi alarm. Namun Al masih dan tidak beranjak sedikitpun karena Di masih merasakan sebuah kepala yang masih berada didadanya ditambah harum semerbak dari tubuh Yesline membuat Al merasa terenyub dan senyum tipis manis.


Dia mengecup lembut kepala Yesline, Menyesap aroma semerbak dari tubuh Yesline.


Yesline adalah candu dan kini membuat pagi Al tampak dibuat begitu was was. Al mengangkat dahu Yesline, Menatap wajah manis yang masih terlelap didepannya.


Perlahan Al menyatukan bibir Mereka, membiarkan keluh kesahnya hilang seiring ciuman hang semakin dalam.


" Jangan ulangi lagi Yes ... Kamu boleh menusukkan ribuan pedang di tubuhku Sayang tapi jangan membuatku cemburu. Itu sangat sangat menyiksaku Sayang. Kamu milikku, Bukan hanya tubuh dan hatimu tapi Aku ingin hanya Aku satu satunya laki laki yang akan Kamu pikirkan. " gumam Al.


" Apa Kamu tau ??? Betapa sakitnya hati ini disaat Kamu sedang bersamaku dan tiba tiba mengingat kenangan indah bersama laki laki lain. Itu menandakan Aku masih memenangkan hatimu seutuhnya. "


Yesline melenguh begitu begitu dirasa Lidah Al mulai nakal. Yesline membuka matanya perlahan tapi tidak menolak ciuman Al.


" Pak Dokter sudah tidak marah lagi ..." gumamnya dalam hati.


Tangan Yesline kini melingkar di leher Al lalu kembali memejamkan matanya. Yesline merasa tergelitik kala tangan Al melingkar di pinggangnya. ******* ******* beralih membuat Yesline semakin kewalahan.


Al cukup mengerti untuk memilih pertarungan ciuman Mereka.


" Sudah ??? Sudah bangun Sayang ??? " tanya Al memastikan.


Yesline mengerutkan bibirnya dan menarik kepalanya untuk di leher Al.


Arghh .... Al bisa gila.


Sesekali memang Yesline harus diberi peringatan bahwa Al tidak menerima alasan apapun itu jika menyangkut kedekatan Yesline dengan Laki Laki lain selain Dirinya meski hanya Teman, masa lalu maupun kenangan yang lain.


Karena Al berkeyakinan bahwa tidak ada hubungan pertemanan lawan jenis yang murni jika itu hanya pertemanan biasa pasti ada hal lain.


" Terima kasih karena sudah tidak marah. Percayalah hati dan hidupku hanya untukmu Mas .... Tolong jangan ragu akan hal itu. " kata Yesline dengan pelan.


" Siapa yang ragu ???? Aku marah karena cemburu dan Aku cemburu karena Aku cinta. " jawab Al.


Tiba tiba Seseorang mengetuk pintu dan mungkin itu Leni. Yesline segera turun dari ranjang untuk membukakan pintu sementara Al beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


" Ada apa Len ??? " tanya Yesline.


" Ada Pak Clinton Bu. Nyari Pak Al. " jawabnya.


Yesline langsung melirik jam dinding di kamarnya yang baru menunjukkan jam 7 pagi.


" Oke oke. Tolong siapkan makanan untuk Clinton iya Len, Biar Dia sembari menunggu. "


" Baik Bu. " jawab Leni sembari pergi.


Yesline bisa menyadari meski Leni memakai daster, Dia bisa tau tubuh dan perawakannya yang tidak layak menjadi ART. Tapi kehadirannya membuat Dia sedikit lebih tenang dan bisa membantunya.


Yesline kembali menutup pintu kamar dan melihat Al sudah selesai mandi dan pakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Yesline senyum, tubuh Suaminya itu lebih menawan dari pada model model di majalah dewasa. Tapi Dia menyembunyikan kekagumannya itu dan memilih untuk pergi ke kamar mandi, Dia harus membersihkan diri.

__ADS_1


" Oh iya ... Diluar ada Clinton, Mas .... " kata Yesline dengan mengeluarkan kepalanya dari balik dinding kamar mandi.


" Iya Sayang .... Hari ini Aku sama Clinton ada pekerjaan penting. Nanti kalau udah selesai, Aku ajak Kamu periksa kandungan. Aku mau lihat Al junior. " jawab Al dengan tangannya yang sibuk mengancingkan kemejanya.


" Iya Mas. " jawab Yesline dengan sedikit berteriak dari kamar mandi.


*


*


*


*


Al meminta bantuan ke Pengacara barunya yang tak lain adalah Hans. Al tahu ini bukan ide bagus tapi menurut rekomendasi beberapa Orang kepercayaan Al, Kemampuan kerja Hans sangat bagus jadi Dia mengesampingkan egonya dan menjalin kerjasama.


Karena pengacara lamanya sudah berhianat dan bersekongkokl dengan Callista.


Selain itu Al juga ingin sengaja membuktikan kepada Hans bahwa Dia akan menjadikan Yesline satu satunya Wanita yang akan menemani hidupnya.


Al, Clinton dan Hans membuat temu janji di kantor Hans. Al meminta bantuan Hans untuk mengurus percaraiannya dengan Callista, Melayangkan surat cerai itu hari ini juga karena tekadnya sudah bulat.


" Baiklah, Aku akan mengurusnya. " jawab Hans meski dadanya bergemuruh.


Al bercerai dengan Callista dan menjadikan Yesline menjadi Wanitanya satu satunya. Seharusnya Hans ikut senang dan itu artinya kisah cintanya sudah tamat alias end.


" Soal kemarin, Sorri. Aku hanya ingin menegaskan ke setiap Laki Laki yang menyimpan perasaan ke Yesline bahwa kini Dia sudah menjadi milikku. Kenangan Kalian biarlah tinggal kenangan. Masa lalu, Iya sudah .... !!!! Biarlah menjadi masa lalu. Masa depannya kini sudah berbeda. Tolong .... Mengerti. Dia jodohku bukan jodohmu. " kata Al dengan menepuk pundak Hans pelan dan berlalu meninggalkannya.


*


*


*


*


" Sial !!!!!! " Callista sangat kesal, Merobek lembaran kertas yang baru saja Dia terima.


Callista sedang liburan di luar kota. Dia akan disini selama beberapa hari. Tiba tiba saat Dia sedang istirahat, ada kiriman dokumen untuknya dari Pengadilan Agama. Surat gugatan cerai dari Al.


Dia bangkit dari tempat duduknya dengan marah membuang semua peralatan makeup di depannya hingga berjatuhan.


" Jangan harap Kamu bisa menceraikanku, Al !!!!! "


Dia benar benar emosi dan marah, Dia harus melakukan sesuatu dan Dia mulai berpikir.


" Hahahaha .... " Callista tertawa kencang. Jemari lentiknya langsung menekan beberapa tombol di ponselnya dan menghubungi Seseorang. Callista yalin rencananya kali ini bisa membuat Yesline kalah meski Dia tahu pamannya Erwin akan marah marah. Nanti Dia yang akan menjelaskan sendiri.


Hari ini Yesline sengaja mengajak Leni jalan jalan ke mall karena kemarin Dia gagal jalan jalan karena Al keburu marah. Saat Dirinya sedang asyik memilih baju hamil yang Dia sukai, Ada pesan masuk di ponselnya.

__ADS_1


Yesline melihat dengan matanya yang membelalak kaget karena melihat siapa yang mengirim pesan itu untuknya. Dia adalah Papa Al mertuanya sendiri.


" Datang kerumah sekarang, Saya ingin membicarakan sesuatu."


" Leni !!! " panggil Yesline masih dengan kaget.


" Iya Bu ???? " Leni menghampirinya.


" Mertuaku Papanya Al meminta Aku datang kerumahnya, Bisa antarkan Aku ??? "


" Bisa Bu."


Yesline pun menuju rumah mertuanya itu ditemani Leni. Namun ada satu hal yang Yesline lupa yaitu tidak memberi tahu Al kalau Dia kerumah Orang Tuanya.


Dengan dada yang serasa sesak, membuatnya sedikit sesak dan grogi. Dengan sedikit ragu, Dia menekan bel dan tidak lama keluarlah seseorang paruh baya berambut yang sudah mulai memutih.


Papa Al berjalan menuju pekarangan luas rumahnya. Yesline mengikutinya dari belakang. Sambutannya terasa menakutkan, Meski Yesline tahu kalau Papanya Al itu belum bisa menerimanya, Orang didepannya itu masih memperlakukannya dengan baik.


Mereka duduk disebuah ruangan depan taman rumahnya itu.


" Mama Al sedang di luar. Ada arisan dengan Teman Temannya. " kata Papa Al menjelaskan sembari memberikan minuman yang sudah disiapkan ART nya itu.


Mereka duduk berhadapan dengan meja dihadapannya. Yesline masih belum berani melihat matanya sebelum Papa Al mengatakan sesuatu yang membuat matanya membelalak tajam terkejut.


" Langsung saja, Saya jngin menanyakan satu hal, Apakah Kamu sudah tau kalau Al akan menceraikan Callista ???? "


Yesline menggelengkan kepalanya.


" Al sudah mengirimkan surat gugatan ceraj sama Callista. Niatnya akan menikahimu secara sah dan sungguh sungguh. Tapi karena ulahnya itu, Dia akan kehilangan semuanya termasuk karirnya. "


" Maksud Anda ???? " Yesline memberanikan diri untuk bertanya.


" Callista adalah pemegang saham terbesar di RS. Dia bisa melakukan apapun dengan kekuasaannya. Kamu pasti mengerti maksud Saya. Jika Mereka berpisah, Al akan dikeluarkan dari RS dan Saya akan dipecat dari jabatan Direktur. Saya yakin Kamu bukan Wanita egois yang akan membiarkan Laki Lakimu hidup gelandangan hanya dengan alasan cinta. "


Setiap perkataan Papa Al itu membuat Yesline kaku, Matanya berkaca kaca dan bibirnya tak mampu mengucapkan satu kata apapun.


Papa Al bangkit dari duduknya, Sebelum Dia pergi Dia mengatakan satu hal lagi tanpa melihat Yesline.


" Jika Kamu benar benar mencintai Al, Bicaralah padanya demi masa depannya. Mintalah untuk tidak menceraikan Callista. Bersabarlah sampai Saya bisa memberikan posisi Direktur untuk Al. " katanya meminta sembari batuk pelan.


Tangannya gemetar memegang dadanya. Yesline berdiri dan meraih minuman dan hendak memberikannya ke Papa Mertuanya itu dan tiba tiba .....


" Duarrrrrrr !!!!! "


Suara tembakan itu menggelegar memenuhi udara. Membuat Papa Al sangat terkejut dan kalang kabut. Leni yang sedang menunggu di depan segera berlari sekuat tenaga menghampiri sumber suara itu.


Disamping Papa Al, Yesline terjatuh terkulai. Tepat mendekati dekat jantungnya, Bercucuran darah yang sangat segar.


" Yesline !!!! "

__ADS_1


Tergopoh gopoh Papa Al terus menutupi darah yang terus mengalir sembari dengan tangannya yang gemetar berusaha menghubungi ambulans dan Seseorang ....


Dari arah berlawanan, Leni melihat seseorang melompat dari atas pagar rumah dengan membawa senjata. Dia langsung berlari mengejar laki laki itu.


__ADS_2