Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 29


__ADS_3

" Aku juga tau Yes... Kan Aku gak minta yang aneh aneh, Hanya minta dicium doang. Kalau dapat lebih makin enak malah .... Itu kamar mandi kosong Sayang, Bisa kali Kita berolahraga disana .... " goda Al.


" Masss ..... !!!!! "


" Apa .... ???? "


" Iya udah, Hayo ke kamar mandi mumpung Mama belum bangun. " kata Yesline dengan suara pelan.


Al tersenyum bahagia mendengar jawaban Yesline.


" Omaigattt.... Ternyata Istriku pengen juga toh ..... Pake bisik bisik lagi, Jadi pengen gigit deh .... " goda Al sambil meremas gunungnya Yesline sebelah.


" Mas .... Jangan disini !!!! Ada Mama... " bisik Yesline mencubit tangan Al.


" Habisnya Kamu kelamaan. Aku sudah tidak tahan. " jawab Al lalu menggendong Yesline ke kamar mandi.


Yesline sangat terkejut ketika Al langsung menggendongnya tanpa basa basi. Yesline menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menahan suaranya takut Mamanya dengar.


Di kamar mandi, Al langsung mendudukkan Yesline diatas closet. Al yang sudah menahan hasratnya mulai dari Jakarta saat ini sudah dititik ujung dan langsung sigap mengecup mesra bibir Yesline. Yesline langsung membalasnya dengan penuh semangat.


Tangan Al mulai bergerak untuk melepas semua pakaian Yesline dan menuntuk Yesline untuk berdiri sambil mengecup mesra bibir Yesline.


Al langsung melepas bajunya dengan cepat karena Dia terlihat sudah sangat bergairah hingga Mereka benar benar tidak mengenakan apapun.


Al mulai bermain dan mendorong tubuh Yesline ke arah didlnding. Dengan tatapannya yang penuh hasrat langsung mencium Yesline mulai dari atas hingga bawah.


" Aaaaahhhh .... Aaaaaa Mas .... " desah Yesline saat Al mulai bermain di areanya.


Mereka benar benar diselimuti hasratnya. Dinding kamar mandi yang begitu dingin pun sudah tak Yesline rasakan. Saat ini Mereka hanya menumpahkan rasa rindu untuk Mereka masing masing.


Hingga saatnya tiba Al ingin menyentuh tempat favoritnya itu dengan miliknya. Saat ingin melakukannya, Yesline dengan sigap menahannya membuat Al bingung.


Kenapa Yesline tiba tiba menahannya saat Dia ingin meluapkannya.


" Kenapa Sayang ... '' tanya Al dengan suara yang sudah ingin melakukannya.


" Pelan pelan Mas. Aku takut terlalu menikmati. " jawab Yesline.


" Bagus dong kalau Kamu menikmatinya. Itu tandanya Kita berolahraga dengan benar. '' jawab Al senyum.


" Bukan begitu. Aku takut suara desahanku terlalu keras dan membuat Mama bangun. "


Al tertawa melihat Istrinya itu. Tingkah Istrinya membuat Al sudah tidak bisa menahannya.


" Tenang Sayang .... Obat bius itu masih bisa bekerja beberapa jam lagi. Jadi Kamu bisa sepuasnya mengeluarkan suara suara itu. " bisik Al.


" Benarkah ???? Kalau begitu mari Kita lanjutkan. Aku sudah tidak tahan lagi, Aku akan melayanimu. " jawab Yesline memegang tangan Al.


Mendegar jawaban sang Istri, Al tidak berlama lama langsung melakukan itu dan Mereka menikmati serta mengeluarkan suara suara khas.

__ADS_1


" Massss ..... Aaaaa ..... "


" Aaatrrgghh .... Aaaaas.... "


Hampir 2 jam Mereka melakukan permainan panas itu di kamar mandi. Berbagai gaya dilakukan dan akhirnya Yesline menolak karena merasa tidak nyaman dengan tempat itu. Tapi bukan Al namanya jika tidak bisa menyelesaikannya.


Al duduk diatas closet dan menyuruh Yesline untuk duduk dipangkuannya. Yesline yang pertamanya risih akhirnya sangat menikmati permainan yang dipimpin Al itu.


Sambil menikmati permainan itu Al berbisik " Aku ingin cepat cepat Al junior hadir. "


Setelah Mereka menyelesaikan permainan panasnya di kamar mandi RS, Mereka langsung mandi bersama.


Yesline merebahkan tubhluhnya di sofa karena kelelahan habis melakukan itu. Sementara Al ke kantin untuk membeli sarapan karena sudah pagi.


Dikantin sambil menunggu pesanan Al datang, Dia menghubungi Rizky untuk memberitahu bahwa Dia lagi Disingapura karena ada urusan mendadak dengan pihak RS disingapura.


Al sudah menitipkan Om nya ke Dokter lain yang lagi tugas dan jaga disana. Rizky meng iyakan dan tidak banyak nanya karena Papanya juga sudah selesai di operasi.


Setelah selesai membeli sarapan, Al langsung kembali ke kamar dan Dia melihat Yesline sudah tidur disofa. Dia meletakkan makanan itu di sofa lalu mendekati Yesline.


Al menatap wajah Yesline yang begitu lelah dan disebabkan olehnya. Ada sedikit rasa bersalah di wajah Al karena terlalu menuntut Yesline untuk melayaninya. Tapi Al tidak bisa menahan hasratnya yang sangat menggebu gebu saat Dia bersama Yesline apalagi Yesline sekarang sudah menjadi Istrinya.


Al mengecup kening Yesline dan membenarkan posisi tidurnya. Namun Yesline terbangun karena itu dan menatap Al.


" Mas .... "


" Iyah .... Kamu jadi bangun. Aku mau membenatkan posisi tidurmu agar aman. "


" Syukurlah ..... Akhirnya .... "


" Akhirnya apa Mas ...."


" Kita bebas kan kalau tidur di Apartemen .... "


" Bebas ???? " Yesline mengerutkan keningnya.


" Iya. Bebas mengekspresikan diri dengan banyak gaya. "


" Mas !!!!! kan tadi udah ???? Aku capek .... " jawab Yesline protes.


" Hahahaha .... Maksudnya bebas mengekspresikan gaya tidur Sayang .... Kayaknya yang berpikiran mesum bukan cuma Aku nih, Tapi Kamu juga .. " goda Al sambil mengedipkan matanya.


" Terserah Kamu deh Mas ...." cetus Yesline dengan menatap Al. Al hanya senyum dan mengelus rambut Yesline.


" Iya udah Kita makan dulu yuk ... "


Mereka menikmati sarapan paginya dikamar rawat Mamanya itu.


********

__ADS_1


Sementara Seorang Wanita sedang menikmati bersama Tamunya disebuah kamar hotel.


" Kamu yakin Al setia sama Kamu ???? "


" Al tidak akan pernah bisa menceraikanku !!! " jawabnya sambil memegang gelas yang berisi Anggur Merah.


" Tidak menceraikanmu, Tapi bukan berarti Dia setia kan ???? "


" Aku tidak peduli mau Dia bersama Wanita lain. Karena pernikahan Kami hanya diatas kertas doang. Hanya saling memberi keuntungan. "


" Benarkah ???? Apakah Kamu benar yakin jika Al menduakanmu ?? "


" Hei, Nicho !!!! Kamu ini datang kesini untuk bersenang senang atau untuk membahas Al


yang sombong itu!!!! " cetus Callista.


" Tentu saja dong untuk bersenang senang denganmu. "


" Dan begitu juga dengan Al, Aku bersenang senang dengannya. " gumam Nicho.


" Makanya jangan bahas Dia !!! "


" Baiklah. " jawab Nicho sambil mendekati Callista yang duduk diatas sofa.


" Aku dengar Papamu lagi dirawat, Kamu tidak menjenguknya ???? "


" Dia tidak butuh kehadiranku disana. Dia hanya butuh Al dan Rizky !!! " jawabnya lalu mengambil gelas yang di pegang Callista.


" Kasihan sekali Kamu, Anak tak dianggap. " cibir Callista sambil melihat Nicho.


Nicho sedikit kesal dan tidak terima atas perkataan Callista yang mengatakan bahwa Dia Anak yang tak dianggap. Dia menatap Callista dan meletakkan gelas yang di penganya.


Tanpa mengatakan apapun, Nicho langsung mendaratkan ciuman di bibir Callista dan sedikit ********** dengan kasar dan seolah menumpahkan kekesalannya itu.


" Hei, Beb ..... Lakukan dwngan lembut dong !!! " cetus Callista yang merasa Nicho sedikit kasar.


" Aku tidak suka membiarkan bibir ini banyak bicara!!! " jawab Nicho.


Dengan perasaan hasrat dan haus birahi Mereka, Permainan panas Mereka yang sudah tidak terhitung yang keberapa kali terjadi di hotel itu. Hampir berkali kali melakukannya membuat Mereka berdua tertidur pulas.


Nicho terbangun dan mengambil pakaiannya yang berada dilantai lalu berjalan masuk ke kamar mandi. Selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi, Dia melihat Callista yang masih tertidur.


Nicho berjalan ke arah kasur itu dan memandangi wajah Callista yang tertidur.


" Dasar Wanita liar ... " cetus Nicho.


Nicho hendak keluar dari kamar Hotel itu, Tapi kedua bola matanya tertuju pada map yang berlogo RS. Dengan penasaran Nicho mengambil map itu dan melirik ke arah Callista untuk memastikan bahwa Dia tidak bangun.


Nicho sangat terkejut saat membuka dan membaca isi dari yang ada didalam map itu.

__ADS_1


" AAAAIIIISHHHH ..... SIALAN KAMU CALLISTA !!!!! "


__ADS_2