Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 290


__ADS_3

"Mas!'' Yesline ikut melambai dan meminta Al untuk segera mendekat. Al tersenyum dan mempercepat langkah kakinya untuk mencapai mereka.


Al duduk ditengah tengah mereka. Dia mulai makan dan menyuapi Yesline beberapa kali, Callista menerima sebuah telepon jadi dia harus sedikit menjauh, dia sekalian pamit ke Al dan Yesline.


"Mau kemana, Call?'' tanya Yesline.


"Ini Nicho telepon, mobilnya tiba tiba mogok dan minta di jemput," jawab Callista. Yang langsung diangguki oleh Yesline juga Al.


"Apa mau aku kirimkan mobil untuk Nicho agar kamu masih bisa disini nemenin Yesline ngobrol?'' tawar Al tiba tiba. Yesline keget dan menatap suaminya dengan tatapan aneh. Al yang tahu ditatap Yesline seperti itu, dia langsung mengoreksi kalimatnya, dia tidak mau Yesline maupun Callista salah dalam memahami kalimatnya.


"Maksud Mas kamu biar ada temannya, Sayang. Habis ini Mas harus ke ruangan Mas lagi memeriksa laporan pasien dan menyelidiki kasus ini, Mas takut kamu kesepian di kamar Azka sendiri," sanggah Al.


Callista melangkah mendekati mereka seraya berujar, "Tidak apa apa, Al. Enggak usah kirim mobil, aku yang akan jemput Nicho, lagian ini juga sudah sore waktunya dia pulang dan aku pulang. Aku juga harus jemput Chloe yang aku titip di rumah Mertuaku. Kalian saling mendukung dan sehat selalu ya. Ingat ada kami yang akan selalu membantu kalian. Jadi tetap semangat!!''


"Iya, Call. Sekali lagi terima kasih ya?" Yesline manyahut.

__ADS_1


Callista mengangguk.


"Terima kasih, Call." Al ikut mengungkapkan rasa terima kasihnya.


Callista mengangguk dan beranjak pergi.


Yesline langsung menjawil Al.


"Mas, kamu sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Yesline serius.


"Apa kata mereka, Mas?''


"Nanti Mas kasih tau ya. Sekarang waktunya belum tepat, kamu fokus saja dengan anak kita Azka dan dedek bayi dalam perut, jangan ikutan stress mikirin ini. Biar Mas dan teman teman saja yang mengurusnya, oke? Doakan Mas aja."


Al meraih kepala Yesline dalam pelukannya.

__ADS_1


Setelah makan, Al meminta ijin untuk kembali ke ruangannya guna memeriksa sesuatu. Dan Yesline kembali ke dalam kamar.


########


Mata Yesline begitu berat, mungkin efek dia kelelahan jadi dia sangat mengantuk.


Yesline tertidur dalam posisi duduk di samping brankar, memeluk tangan Azka. Ya, anak kecil itu kini terbaring lemah dan matanya terpejam. Al yang baru saja selesai mengecek sesuatu dari ruangannya baru saja masuk ke ruangan inap Azka. Dia melihat Yesline tidur dalam posisi seperti itu, segera mengangkat tubuh ramping sang istri, merebahkannya di atas sofa panjang di ruangan lalu menyelimutinya. Al jongkok di sebelah sofa, dia mengelus kening Yesline, menyisir rambut dan merapikannya. Dia merasa kasihan dengan Yesline yang sampai ketiduran menjaga Azka, kondisinya sedang hamil tapi keadaan memaksanya untuk tetap kuat. Wanita itu nampak lelah.


"Maafkan Mas ya, Yes." Al dengan hati hati memajukan bibirnya dan mengecup bibir itu.


Dengan pelan pelan juga ia menarik bibirnya kembali dari bibir Yesline. Lalu kembali keluar dari ruangan itu. Al duduk di sofa pendek di sebelah Yesline sambil ia membuka ponsel dan melihat perkembangan berita hari itu. Dia tidak bisa tidur dengan tenang sebelum benang kusut dari masalah ini bisa di temukan ujungnya.


Tapi, tiba tiba dia pun mengantuk, matanya tidak kuat untuk dibuka, bahkan hanya secenti pun. Al kalah dan akhirnya ia tertidur juga.


Dari balik pintu kamar Azka ada seseorang dengan pakaian dokter yang mengintip keadaan mereka. Setelah di rasa aman, laki laki itu memberikan perintah kepada temannya untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


"Bergerak dengan cepat, tidak akan ada yang mengenali penyamaran kita. Aku jaga jaga disini."


__ADS_2