
" Ckckc .... Belum apa apa sudah buat rugi saja !!! Dasar !!!! " gerutu Hans yang didengar oleh Clinton.
" Jangan sok tau deh !!! Malam ini Aku lagi beramal dan setauku yang namanya bersedekah itu tidak akan buat Kamu miskin !!! " jawab Clinton ketika mendengar gerutuan Hans.
" Beramal kok sama Pelaku maksiat !!! Beramal itu sama Anak Anak miskin, Anak Anak Yatim ..... " kata Hans dan harus terhenti karena dipotong langsung sama Clinton.
" Berisik deh ah !!!! Susah kalau ngomong sama Pengacara sekaligus Pendakwah !! " jawab Clinton sekaligus pergi meninggslkan Hans.
" Clinton ..... Brengsek !!!! "
*****
Al membelai Pipi Wanita yang didepannya itu. Menatap polos wajah Yesline yang masih terlihat cantik meski saat tidur tanpa menggunakan make up, Terlihat sangat natural dan menggairahkan.
Al selalu merasa gairahnya selalu naik jika terus terus menatap dan memandang Yesline. Menyelam kedalam tatapan mata dan senyuman Wanita itu membuat Al terbuai.
Tali mengingat kegaduhan kemarin, membuatnya tidak tega jika Dia harus mengganggu tidur nyenyak Yesline. Kepala Yesline berada diatas dada Al. Tangan dan kaki Yelsine melingkari tubuh Al.
Saat tidur Yesline sangat suka mengenakan daster mini dengan potongan leher yang lebar, Memperlihatkan kemolekan dan keindahan tubuhnya. Tidur dalam posisi memeluk Al seperti itu sudah bisa dipastikan darah Al berdesir hebat.
Inti kejantanannya, pasti sudah sangat merespon sekali. Tapi Dia tidak tega melakukannya, Dengan posisi tidurnya yang miring, Dia menikmati setiap lekuk wajah Yesline. Sesekali dengan pelan, Dia mengecup kening dan rambut Yesline. Dia bahkan tidak bisa tidur semalaman ini, Terlalu nyaman menatap Yesline tidur seperti ini.
Entah apa dan pesona apa yang dimiliki Wanita itu hingga bisa begitu mengikat hati Seorang Al. Seorang Laki Laki dengan wajah tampan, karir bagus dan juga bisnis yang melangit, Seharusnya bisa membuat Al mendapatkan Wanita manapun yang Dia mau.
Namun, Dia memilih Yesline. Wanita yang bekerja di club malam, wajar jika media taj asal usul Yesline yang membuat Mereka mengerutkan keningnya saat tau siapa Yesline.
Menganggap Yesline tidak layak untuk Al, dan Callista yang lebih layak yang dimana Keluarganya lebih jelas dan sama sama memiliki karir yang bagus.
Tapi Mereka lupa, Siapa pemilik hati dan pemilik takdir itu sebenarnya. Al hanya Manusia yang memiliki satu hati yang telah disatukan dengan hati Yesline. Dia akan menjaga dan menyayanginya sepenuh hati.
Karena terkadang cinta tidak membutuhkan alasan atau sebab karena hati perlu dirawat dan dijaga sepenuh hati. Lalu menunggu buahnya untuk bisa dituai suatu saat nanti.
Yesline mulai menggeliat, Al bisa melihat cahaya matahari membelai kulit punggungnya. Menerobos lewat hingga mengganggu mata Yesline. Al langsung bergerak duduk, membelakangi jendela, menghalangi cahaya matahari itu agar tidak mengusik tidur cantik Wanitanya itu.
Sekarang Yesline terlentang dengan kwdua tangannya keatas, membuat daster mininya sedikit tertarik ke atas. Mata Al mematut tubuh Yesline dari ujung kaki hingga kepala. Pahanya terekspose dengan sempurna dan segitiga tipisnya sedikit terlihat.
Al menelan air liurnya, Membutuhkan tenaga besar untuk tidak menyentuh itu. Yesline berguling miring hingga posisinya berubah dan membelakangi Al. Kini bokongnya terlihat melambai lambai ingi disentuh mesra.
__ADS_1
Kulitnya benar benar bersih, putih dan mulus, Menimbulkan getaran hebat saat jari jari Al menyentuhnya. Lagi lagi gejolak nafsu Al meronta ronta ingin dipuaskan.
Dia menghela nafasnya dengan berat, mengerjapkan matanya dengan cepat. Dia ingin mengembalikan kesadarannya dari pandangan yang menyiksa itu.
" Tuhan .... Kuatkan Aku. " gumamnya.
Yesline benar benar jail dan usil. Dia tau Suaminya telah menatapi tubuh dan dirinya sejak lama. Dia hanya ingin tau sehebat apa Suaminya bisa menahan godaan yang menyapa.
Al sedikit membungkuk, Dia rupanya tau kalau Yesline sedang menggodanya. Dengan jail, Al mencium telinganya dengan lembut, Yesline tertawa terpingkal pingkal saat jari jari Al menggelitik pinggangnya.
" Awas Kamu, Ya .... Mau Aku lahap gak ??? " kata Al merasa gemas dengan kelakuan Istrinya itu. Mata Yesline mengerling manja. Dengan genit, Dia melepas pakaiannya, Semua Dia tanggalkan.
Membuat Al kalang kabut, Dia tersenyum dan mulai mengemut bibir Yesline yang tipis dan seksi itu.
Yesline sangat suka merasakan bibir Al yang terasa manis dan kenyal, Dia bergelayut mesra.
Melingkarkan kedua tangannya di leher Al, sembari mengemut lembut bibir satu sama lain.
Al sudah resmi menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit, Menjadikannya lebih banyak waktu di rumah. Dia sudah tidak memiliki jadwal operasi resmi tiap hari. Kecuali Dokter yang bertugas saat itu lagi butuh bantuan, Baru Dia akan membantunya.
Yesline ikut bekerja sama mengikuti permainan yang Al mainkan itu. Al begitu menikmati saat semua yang Dia harapkan tersalurkan. Dia terkulai lemas diatas Yesline.
Nafasnya tersenggal sengal terasa ke leher Yesline, Membuatnya bergidik. Dia langsung memeluk Suaminya itu. Merasa benar benar bahagia. Entah kenapa, mungkin karena mulai hari itu Al hanya miliknya Seorang dan statusnya bukan Istri kedua lagi. Mmebuatnya lebih bahagia dan merasa sangat lega.
" Terima kasih, Tuhan. " gumamnya senang.
Al berguling ke sampingnya, dan tidur terlentang disamping Yesline. Koni giliran Yeseline yang memiringkan tubuhya dan menatap Suaminya yang kelelahan itu.
Dia tertawa kecil, Wajah Al benar benar tampan. Hidungnya yang mancung, garis wajahnya yang tegas serta bibirnya yang seksi membuat Yesline senyum senyum sendiri. Al sadar jika Yesline mengagumi wajahnya.
" Kenapa ??? Aku ganteng, Ya ?? " kata Al sambil melirik jail.
" Ih ??? Pede bangat sih ??? "
" Lah, itu kenapa senyum senyum ??? '' tanya Al dan menunjuk wajah Yesline yang merah merona.
" Mana ??? Gak ada tuh senyum senyum ??? '' jawab Yesline ssmbil menyentuh pipi dan bibirnya, Menunjukkan ke Al seolah olah memang tadi Dia tidak ada senyum senyum menatapnya meski usahanya itu hanya sia sia saja.
__ADS_1
" Ya. Sekarang gak. Tapi kan tadi Aku lihat sendiri, Kamu ngeliatin Aku sambil senyum senyum. Kenapa sih gak jujur saja kalau memang Suaminya ini Ganteng ??? " kata Al yang heran melihat Yesline karena tidak jujur.
" Ya. Mas Al memang ganteng. Aku kan jadi malu pas liatin Mas, Eh ketauan.... " jawab Yesline mengaku dan tersipu malu dan menutup wajahnya dengan bantal.
Al tertawa disamping Yesline. Dia merasa Istrinya itu benar benar lucu, Tapi kenapa memuji Suaminya bisa semalu itu ????
Yesline mendelik kaget. Heran melihat suaminya itu yang pede nya kelewatan. Meski memang harus diakui, Tapi kan memuji Diri sendiri itu rada aneh.
" Sayang, Kamu bersyukur tidak menjadi Istri dari Al Gunawan ???? " tanya Al tiba tiba memiringkan tubuhnya.
" Ya. Bersyukur Mas, Tapi ..... " jawab Yesline dengan masih menutup wajahnya dengan bantal tadi dan Al langsung memotong jawabannya itu.
" Tapi kenapa, Kamu ini aneh Sayang. "
" Loh, Aneh kenapa ??? "
" Ya dong. Kalau bersyukur mah bersyukur ajah gak ada tapi tapian. " jawab Al. Matanya beralih menatap sesuatu yang berdiri tegak membuat tangannya mencubit gemas puncak dada Yesline dan membuat Wanita itu terperangah, Mengangkat bantal guling yang menutupi Wajahnya.
Reflek tanganya menyentuh dadanya juga dan menatap Al dengan sedikit protes.
" Mas !!! "
" Habisnya menantang sekali itu. " jawab Al.
" Tapi gak dicubit juga kali !!! Gak enak !!! "
" Oh jadi mau yang enak enak ??? " jawab Al dan matanya berputar, menatapi tubuh Yesline yang masih polos dan tidak mengenakan apapun. Tangannya hendak menyentuh dadanya sebelum Yesline menutupnya hingga tidak kehilatan.
" Kok ditutup ??? Katanya mau yang enak enak. " tanya Al.
Yesline mengerutkan bibirnya menatapi Suaminya itu.
" Kan tadi udah Mas..... Masa mau lagi ???? "
" Tuh, Dia sudah tegang lagi Sayang .... Habis Kamu bahas yang enak enak sih, Jadi Dia langsung tegang. " jawab Al sembari telunjuknya menunjuk sesuatu yang berdiri lagi dan sudah siap bercocok tanam lagi.
Membuat Yesline melongo. Benar benar telihat besar dan .....
__ADS_1