Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 57


__ADS_3

" Hallo .... ???


" Hallo Tuan Al .... Bagaimana keadaan Istri tercinta Anda ???? " tanya Seseorang yang Al tidak kenal siapa.


" Siapa Kamu ???? Bagaimana Kamu bisa tau tentang Istriku ??? " cetus Al penasaran.


" Hahahaha .... Kamu bertanya padaku bagaimana Aku tau ??? Tentu saja Aku tau, Bahkan Aku tau siapa dalang dibalik semua ini. " jawabnya.


" Cepat, Katakan siapa !!!! " teriak Al.


" Aku hanya akan memberi tahumu bahwa Callista dan Papamu bekerja sama untuk meminta Istrimu pergi dari kehidupanmu. Dari sini Aku harap Kamu bisa menyimpulkannya, Bukan ??? "


" Siiaaalann !!!! Jika itu Aku sudah tau. Tapi Aku tidak yakin Papaku terlibat. Cepat katakan siapa dirimu ??? " cetus Al.


Namun belum dijawab oleh si penelepon, Panggilan sudah diputus membuat Al semakin geram dan melempar ponselnya ke sofa dengan kesal.


" Siapa yang nelpon ?? " tanya Clinton.


" Saya rasa, Makin banyak musuh dalam selimut. " jawabnya.


" Kirimin nomornya ke Aku biar Aku langsung suruh Orangku melacaknya. " kata Clinton.


" Percuma Pak. Biasanya peneror itu memakai kartu sekali pakai. " jawab Leni.


" Betul juga Kamu Len. " jawab clinton.


" Tapi Aku curiga ke Erwin, Al. " kata Clinton.


" Om Erwin ??? Tapi setau Saya, Dia gak ada hubungannya dengan yesline. Kenal juga kaga. " jawab Al.


" Maaf Pak, Saya sela. Tapi targetnya bukan Bu Yesline tapi Papanya Bapak. " jawab Leni.


" Nah masuk akal kan dugaanku ??? Erwin kan dendam bangat sama Papa Kamu. Apalagi pemecatan Papa Kamu yang ditunda Callista. " kata Clinton.


" Leni, Aku minta Kamu stand bye terus iya bersama Yesline. Dan Kamu Bro, Aku minta maaf bangat bakal ngerepotin Kamu lagi. Aku minta tolong Kamu sewain Orang buat Ikutin Om Erwin. Jika ada perkembangan yang agak mencurigakan lapor ke Aku segera. " kata Al memerintah.


" Siap Pak. " jawab Leni.

__ADS_1


" Pake maaf segala !!! Emang Kamu selalu ngerepotin Aku kan ??? " sindir Clinton.


" Biar kelihatan tidak terlalu kejam ajah Bro ... " jawab Al sedikit senyum.


*********


" Hahahaha .... makin menarik nih .... Lempar batu sembunyi tangan. " gumam Erwin sambil senyum.


Setelah menyuruh Anak buahnya untuk menghubungi Al, dengan maksud ingin memprokasi antara Anak dan Bapak. Di depan Callista, Dia pun berpura pura seolah olah tidak tau apa yang terjadi.


" Tinggal satu lagi yang akan membuat permainanku semakin menarik..... " gumam Erwin senyum sinis.


" Darto !!!!!.... " panggil Erwin ke salah satu Anak Buahnya.


" Iya Bos ... " jawabnya sambil menghampirinya.


" Aku mau Kamu menjalankan rencanaku. "


" Siap Bos. Apa yang akan Aku lakukan Bos ??? "


" Oke Bos. Saya akan mengurusnya semua sesuai perkataan Bos. " jawab Darto.


" Tapi ingat, Kamu harus bermain cantik. Usahakan bukti yang Kamu buat itu seperti nyata. "


" Siap Bos. Itu gampang." jawab Darto.


" Hahaha .... Bagus. Jika pekerjaanmu bagus kali ini, Aku akan memberikanmu bonus yang cukup besar .... " kata Erwin sambil tertawa.


Erwin saat ini benar benar merasa seperti diatas awan, Dia menyalakan Api tapi Orang lainlah yang dituduh menyulutnya. Lagipula Dia juga ingin memberikan sedikit pelajaran sama Callista karena sudah mulai main main dibelakangnya.


Bahkan yang membuat Erwin makin murka saat mengetahui Dia dan Papanya Al bekerja sama untuk menjauhkan Yesline dan Al dan menjanjikan posisi Direktur tetap aman.


" Jika ini tidak berhasil, Sepertinya Aku akan memakai cara lain. Yaitu dengan mendekati Wanita itu untuk bekerja sama denganku." gumam Erwin sambil mengetuk ngetuk mejanya dengan jarinya.


Setelah mengobrol panjang lebar dengan Clinton dan Leni serta Al. Al dan Leni pun kembali ke kamar Yesline. Sementara Clinton pergi meninggalkan RS karena ada urusan diluar.


Di tempat Yesline masih ada Mama Al yang menunggunya.

__ADS_1


" Ma .... " panggil Al.


" Kalian sudah selesai bicaranya, Nak ??? " tanya Mamanya saat melihat Al.


" Sudah Ma. ''


" Loh, Clinton mana ??? " tanya Mama Al karena hanya melihat Mereka berdua yang masuk.


" Dia langsung balik Ma, Ada urusan. Oh iya Ma, Nanti Leni yang akan stand bye disini menjaga Yesline demi keamanan Yesline. " kata Al.


" Kenapa Leni yang Kamu suruh menjaganya ??? Kamu sudah gila, Hah ??? Yang terbaring disini Istri Kamu dan calon Anak Kamu !!! Seharusnya Kamu yang standby disini, Bukannya Leni !!!! " bentak Mamanya kepada Anak satu satunya itu.


" Iya ampun Ma .... Al juga tau. Maksud Al, Leni terus standby disini untuk menemani Yesline terus Ma. Al juga akan terus disamping Yesline Ma. Lagipula Al yang akan menjadi Dokter Yesline Ma. Al juga akan mengajukan untuk tidak menerima operasi dulu dan dialihkan ke Dokter Leo atau dokter yang lain. " jawab Al menjelaskan.


" Oh begitu .... Mama kira Kamu nyuruh Leni standby agar Kamu bisa pergi. "


" Enak ajah. itu sangat tidak mungkin jika Aku ninggalin Yesline. Kalau Mama tau, Anakmu ini bucin bangat sama Yesline. " kata Al mengaku ke Mamanya tanpa malu.


" Hahaha .... bisa juga anak Mama bucin begini. " jawab Mamanya tertawa senang.


" Iya udah, karena Kamu udah disini, Mam pulang dulu iya. Mama masih ada urusan sama Papamu. " kata Mamanya.


" Udalah Ma. Biar itu jadi urusan Al dan Papa. kalau bisa Mama tolong jangan marah sama Papa iya... Al gak mau kalah Papa dan Mama jadi berselisih paham hanya karena Al. " kata Al.


" Tapi Al, Papamu ..."


" Ma .... !!!! Boleh kan sekali ajah Al minta, Papa sama Mama tidak saling egois untuk memaksakan keinginan Kalian. "


Mamanya langsung diam. Dia merasa tersindir dengan ucapan Al. Leni langsung keluar dan standbye di luar depan pintu kamar karena tidak ingin melihat perdebatan Mereka.


" Baiklah. Mama akan dengar ucapan Kamu.." jawab Mamanya kemudian pamit untuk pulang.


Melihat Mamnya sudah pergi dari kamar Yesline, Leni pun segera masuk ke kamar untuk menjaga Istri Bosnya itu.


Al meminta Leni untuk duduk disofa saja dan Dia memeriksa Yesline dengan penuh kehati hatian dan memeriksa setiap sudut maupun setiap tetes infusnya. Saat Al selesai mengeceknya, Yesline tiba tiba sadar.


" Sayang ..... "

__ADS_1


__ADS_2