
Setelah keluar dari Apartemen milik Al dan Yesline yang Mereka tinggali, Callista yang saat ini berada di bassement langsung masuk ke mobilnya.
Diperjalanan, Callista mengemudi dengan kecepatan diatas rata rata normal. Callista sangat kesal dan emosi karena Yesline menolak tawarannya dan bahkan bisa mengancamnya.
" Sial .... !!! " kata Callista memaki sambil memukul setir mobilnya.
Wajahnya merah bukan karena tersiou malu melainkan karena menahan rasa amarah yang sudah diubun ubun.
Dia sangat kesal bahkan disaat Yesline berani dengan lantang mengusirnya. Harga Dirinya pun terluka karena dengan beraninya Wanita murahan berani kepadanya.
Callista tidak akan tinggal diam, Sembari fokus menyetir, Dia memikirkan cara agar Yesline bisa menggugurkan kandungannya itu
Callista akan menemui Yesline kembali dan mencoba membuat penawaran lagi. Jika cara baik baik tidak mempan, Maka Dia tidak akan segan segan untuk menggunakan cara kasar sesuai yang sudah Dia rencanakan dan pikirkan saat ini.
Yesline masih merasa drop karena Seorang Ibu hamil itu jauh jadi lebih overthinking dan lebih sensitif. Kedatangan Callista tadi membuatnya sangat kaget dan syok apalagi karena dorongannya tadi yang membuat Dia terjatuh.
Padahal Dia tidak memikirkan apapun dan Dia mengira bahwa itu adalah Al tapi ternyata Callista dengan sifat sombong dan arogan.
" Aku harus kuat demi Anak ini. Buah Cinta Aku dengan Mas Al. " gumam Yesline sambil mengelus perutnya.
Dia masih berduka atas kepergian Mamanya. Sebenarnnya Yesline masih menganggap bahwa Tuhan mengatur hidupnya sangat tidak adil.
Yesline berjalan ke arah kamarnya karena perut bagian bawahnya agak sakit. Yesline mencoba menghubungi Al namun tidak ada jawaban.
Yesline mencoba untuk menghubungi Clinton karena Al tidak menjawab Panggilannya.
" Halo Yes .... Ada apa ??? " tanya Clinton saat menerima panggilannya.
" Mas Clin, Aku bisa minta tolong gak ??? Tolong temanin Aku ke Rumah Sakit. "
" Kamu kenapa ??? Kamu sakit Yes ??? " tanya Clinton khawatir.
" Iya Mas. Perutku sakit .... Kamu tahu gak alamat Apartemennya Mas Al ??? Aku disini sekarang. ''
" Iya Aku tahu. Iya udah Aku kesana sekarang iya .... Oh Iya, Kamu sudah hubungin Al ??? "
" Udah ... Tapi tidak dijawab karena mungkin Dia sudah berada di ruang Operasi. Makanya Aku minta tolong sama Kamu. " jawab Yesline.
" Oke oke .... Aku akan kesana. Waktuku bebas karena Aku Seorang CEO bukan Dokter !! "
" Iya Mas .... Tolong cepat iya .... "
" Oke. "
Clinton langsung menutup panggilannya dan langsung menuju ke Apartemennya Al.
" Aku tidak pernah terpikir akan berada dilingkungan Orang Orang berada. Seperti Mas Clinton, Mas Al dan Hans. Disisi lain, Aku sangat beruntung tapi disisi lain juga Aku khawatir akan membuat dan menimbulkan masalah diantara Mereka. " gumam Yesline.
" Ting .... Ting .... Ting .... "
Bel Apartemen Al bunyi dan Yesline melihat jam dinding dan baru perasaan menelpon Clinton udah langsung datang ajah itu Orang. Dia semakin was was takut Callista balik lagi.
__ADS_1
Yesline berjalan pelan dan sedikit khawatir akan siapa yang datang itu. Dia berjalan sambil memegang perutnya yang masih sakit itu.
Dia membuka pintu dan melihat bahwa Clinton yang berada disana.
" Masih sakit perutnya ???? " tanya Clinton saat Yesline membuka pintu.
" Kok Mas Clinton cepat bangat sampai disini ??? " tanya Yesline tanpa menjawab pertanyaan Clinton dan sudah menanyakan balik.
" Tadi pas Kamu telepon Aku udah dibawah dan baru ajah pulah kantor dan udah jam 5 toh Yesline .... " jawab Clinton.
" Pulang dari kantor ??? Lah emang rumah Mas Clinton dimana ???? " tanya Yesline bingung.
" Dilantai bawah. " jawab Clinton tersenyum.
" Beranti Mas Clinton sama Mas Al satu Apartemen ??? " tanya Yesline lagi.
" Iya bawel!!! Ini Kita ngobrol disini ajah ??? Gak disuruh masuk nih Aku ???? kata Clinton sedikit melirik ke dalam.
" Astaga .... Maaf Mas. Silahkan masuk. ''
Clinton pun masuk ke Apartemen Temannya itu dan Dia sudah tau betul ruang TV dimana dan seperti apa design Apartemen ini.
" Jadi Mas Clinton tinggal di gedung Apartemen ini iya ... Syukurlah !!! Aku jadi gak takut lagi. " kata Yesline.
" Iya Aku dan Al memang barengan membeli Apartemen ini dulu. Iya sudah cepat ganti bajumu biar Kita ke RS, Kata Kamu perutmu sakit .... " jawab Clinton.
" Iya Mas. Tapi sudah tidak terlalu sakit. Cuma Aku mau periksa ajah takut terjadi sesuatu. "
" Iya iya Mas ..... Galak bangat dah ah !!!! " gerutu Yesline.
Yesline langsung ganti pakaiannya dan Mereka langsung menuju Klinik kandungan terdekat. Tadinya ingin oeriksa dirumahnsakit Al, Namun setelah cek jadwal poli kandungan adanya pagi jam 9 dan malam jam 8.
Jadi Clinton dan Yesline memutuskan untuk cari Klinik atau RS terdekat yang Poli kandungan buka di sore hari berhubung ini masih jam 6 kurang biar Mereka tidak menunggu lama kalau ke RS nya Al.
Mereka pun tiba di Klinik Kandungan terdekat dan kebetulan tidak ngantri jadi bisa langsung ketemu Dokternya.
" Sore Dok ... " sapa Clinton yang menemani Yesline ke dalam.
" Sore juga .... Silahkan duduk. Anak pertama iya ???? berarti Calon Papa dan Mama iya ... " jawab Dokternya senyum melihat Mereka berdua.
Clinton sedikit terkejut saat dibilang calon Papa dan Mama. Begitu juga Yesline yang canggungbdan menggaruk kepalanya karena salah tingkah dengan perkataan Dokter itu.
" Silahkan duduk silahkan duduk .... " kata Dokter itu yang melihat Mereka berdua masih canggung.
" Maaf Dok, Dia bukan Suami Saya tapi Kakak Saya ... " jawab Yesline menjelaskan.
Clinton sedikit tersenyum paksa saat mendengar perkataan Yesline karena Dia sebenarnya juga suka sama Yesline.
" Oh Maaf .... Tak kirain tadi Papanya. Ternyata Pamannya , Hehehhe ... " jawab Sang Dokter tersenyum.
" Hehehe .... Iya Dok. Gak apa apa. " jawab Yesline.
__ADS_1
" Ada apa dengan keluhan Ibu ??? "
" Tadi Saya terjatuh Dok, Tapi tidak terlalu yang berbahaya dan perut Saya agak sakit. Apa Anak Saya akan baik baik saja ??? Saya takut terjadi apa apa Dok. " kata Yesline menjelaskan.
" Baiklah. Mari Kita cek iya, Silahkan berbaring dulu. " jawab Dokter sambil mengarahkan ke ranjang tempat pengecekannya.
Yesline langsung berbaring di ranjang itu dan Dokternya mulai memeriksanya. Clinton dan Yesline menatap ke monitor yang ada didepannya yang menampilkan gambar janin Yesline yang masih sangat kecil.
" Calon Bayinya sehat .... Tapi sedikit lemah. Jadi Ibu jangan terlalu banyak pikiran iya... Jangan stress. Nanti Saya kasih Vitamin penguat kandungan. " kata Dokternya.
" Alhamdulillah .... " kata Clinton mendengar perkataan Dokter itu.
" Iya Dok. Tapi benar iya Dok, Dia tidak kenala napa ??? " tanya Yesline yang masih khawatir.
" Iya Ibu. Tapi dengan catatan kalau Mamanya juga harus sehat dan kuat iya .... " jawab Dokter itu.
Setelah selesai diperiksa dan memberikan resep untuk diambil ke bagian Apoteker, Mereka pun kembali ke Apartemen.
Diperjalan yang dari tadi hening akhirnya Clinton bertanya.
" Kenapa Kamu bisa terjatuh ??? " tanyanya sembari fokus menyetir.
" Tadi Callista mendorongku saat Dia memaksa ingin masuk ke dalam Apartemen. " jawab Yesline sambil mengelus perutnya.
" Apa ???!!!! " kata Clinton spontan dan kaget.
" Dia tau kalau Kamu tinggal di Apartemen Al ??? "
Yesline menganggukkan kepalanya.
" Wah .... Makin gila itu Wanita!! Dia bilang apa samamu ???? " tanya Clinton yang emosi.
" Nawarin Aku uang untuk menggugurkan kandunganku. "
" Trus ???? "
" Iya Aku tolak lah Mas !!! "
" Bagus. Wanita pintar. " jawab Clinton dan tanpa sadar mengusap kepala Yesline.
" Lain kali jika Callista menemui Kamu langsung telepon Aku atau Al. "
" Iya Mas. Mas, Kamu jujur deh sama Aku. Kami tangan kanannya Mas Al iya ??? "
" Kenapa Kamu nanya begitu tiba tiba ??? "
" Penasaran doang !!! " jawab Yesline menatapnya.
" Suamimu selain Dokter, Pemilik saham terbesar juga di Perusahaanku. Lebih tepatnya Perusahan Kita berdua. Hanya saja Al tidak mau diekspos dalam dunia Bisnis karena Dia sangat mencintai Dunia Medis. " jawab Clinton.
" Tapi sekarang juga Dia mencintaiku !!! " sahut Yesline tersenyum membuat Clinton melongo menatapnya seperti Orang bego.
__ADS_1