
"Apa?!!" pekik Clara dengan meninggikan suaranya.
Reflek, Clinton langsung membungkam mulut Clara dengan menggunakan salah satu telapak tangannya.
"Ssssttt, jangan kencang kencang, Malu kedengaran tetangga!'' omelnya.
Clinton mengambil alat kontrasepsi yang ia beli, begitu juga alat pengaman untuk berhubungan, ia tunjukkan kepada Clara.
Mata Clara membulat, dia malu harus membahas hal hal seperti ini bareng Clinton. Tapi, suaminya juga sudah pasti laper kan, asal tidak hamil, tidak apa apa buat Clara. Daripada jajan di luar.....
Clara menerima apa yang Clinton berikan tadi. Clara bangkit, Dia harus meminta Clinton untuk duduk di tepi ranjang, kini dia bangkit dan mulai.
*********
__ADS_1
Di dalam mesjid sudah berkumpul seluruh santri yang akan melaksanakan sholat subuh. Begitu juga dengan Meriam yang saat itu juga sholat di mesjid.
Dari arah teras mesjid, Meriam melihat ayahnya berjalan di gandeng Hans, membuat hati Meriam tak karuan. Hans yang merubah penampilannya dari biasanya yang hanya menggunakan kemeja dan setelan jas kerja, kini terlihat mengenakan pakaian koko dan sarung juga peci, nampak lebih tampan dan berkarisma. Meriam benar benar terpana, Matanya tak berkedip menatap Hans yang berjalan membantu Ayahnya sampai ke mimbar mesjid. Meriam kira, yang akan mengimani sholat pagi ini adalah ayahnya, seperti biasa. Tapi,
Hans berdiri di samping ayahnya Meriam, Seorang santri mengambilkan mikrofon dan memberikannya kepada ayahnya. Meriam masih terus memandangi Hans dengan tatapan penuh kagum. Hans yang kalem dan tampan. Wajahnya masih sedikit basah karena air wudhu, jambang tipisnya nampak membuatnya lebih gagah dan keren.
"Ya, Allah, bolehkan aku meminta Mahluk- Mu yang satu itu, aku janji, kan ku jaga ia sampai kembali ke surgamu kelak." batin Meriam.
Di antara para yang sholat subuh itu, termasuk Wisnu juga ada di sana. Dia menatap tidak suka ke arah Hans yang tersenyum canggung saat berdiri di depan mimbar.
Pak Kyai kini tampak hendak menyampaikan sesuatu sebelum sholat dimulai. Sesuatu yang membuat Meriam penasaran, karena ada Hans di depan sana.
"Mau apa sih, Ayah?" gumam Meriam dalam hati. Saat matanya mengedar ke segala arah, dia melihat dengan jelas, bukan cuma dia yang kini mengagumi ketampanan Hans, banyak santri putri lainnya yang menatap takjub. Membuatnya tersenyum kecut.
__ADS_1
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," ucap pak Kyai dengan suaranya penuh wibawa.
"Walaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." jawab seantero penghuni mesjid serentak.
"Perkenalkan, laki laki disamping Kyai ini bernama Hans Al Faridz. Dia calon mantu Kyai. Sholat kali ini, dia yang akan menjadi imam menggantikan Kyai. Dan nanti jam 7 pagi, Insyaallah, Nak Hans ini akan mengucap akad pernikahan dengan putri Kyai, Meriam. Kyai mohon titip doa dan restu dari kalian semua."
Tahu, bagaimana ekspresi dan perasaan Meriam saat itu? Saat tahu jam 7 nanti mimpi dan keinginannya untuk menikah dengan Hans akan segera terwujud?
Mata Hans terus mengedar, Mencari sosok Meriam diantara para santri putri. Sampai matanya bertemu dengan sepasang mata yang kini berkaca kaca penuh haru dan bahagia. Hans tersenyum.
Kusambut dirimu dalam hidupku dengan penuh kenaikan dan cinta. Ku Ikhlaskan kamu menemaniku seumur hidupku, Ku ikhlaskan kamu menjadi ibu dari anak anakku, menjadi wanita yang paling kucintai setelah ibuku, menjadi bidadari surgaku.
Meriam, terimalah aku dalam kehidupanmu juga.
__ADS_1
Aku mencintaimu, Kusambut kamu dengan penuh kebahagiaan dan cinta.