
Pagi ini Al harus ke RS. Dia ingin mengecek kondisi Papanya karena menurut hasil dari RS kondisi Papanya sudah membaik.
Yesline menghampiri Suaminya itu yang lagi siap siap.
" Pagi Sayang .... " sapa Yesline dengan senyum manis di bibirnya.
" Pagi juga Sayangku, Cintaku, Milikku Seutuhnya ... Muach ... Muach ... Muach ... " jawab Al menatapnya lalu mencium keningnya Yesline.
Yesline membetulkan kemeja yang dipakai Al lalu menggandeng tangannya dan berjalan bersama menuju meja makan. Al sudah mencium aroma masakan Yesline.
" Hhhmmm ... Aromanya enak nih ... Jadi makin lapar nih ... " kata Al dengan bersemangat.
" Silahkan Mas. " jawab Yesline sambil menyendok nasi ke piringnya lalu menambah lauknya.
Al langsung menikmati masakan Yesline yang benar benar enak dan nikmat. Setelah selesai makan, Al langsung diantar Yesline kedepan puntu dan Al pamit sembari mencium kening dan memeluk Yesline beberapa detik.
Sampai di RS, Al langsung menuju ruang rawat Papanya, Disana juga ada Mamanya yang menemani Papanya itu.
Dari tempat Papanya berbaring, Dia langsung membuang mukanya. Dia tidak mau melihat Al dan Al tahu kenapa Papanya bersikap seperti itu.
" Hmm ... Papa masih marah ??? " tanya Al mengawali pembicaraannya.
" Kenapa sih Kalian Papa sama Anak ???? Kok hobinya berantam dan berdebat terus ??? Emangnya gak bisa dibicarakan baik baik ??? " sahut Mamanya saat melihat reaksi Suami dan Anaknya itu.
" Tinggalkan Wanita itu sampai Kamu berhasil menjadi Direktur di RS ini !!! " jawab cetus Papanya itu.
" Maaf .... Aku tidak bisa meninggalkannya, Pa. " jawab Al menggelengkan kepalanya dan duduk disamping Papanya.
" Aku tidak menginginkan posisi itu Pa dan Aku sudah tidak betah bersama Callista Pa !! " jawab Al sambil memberikan alat medisnya sama Perawat yang menemaninya.
" Posisi itu akan tetap sama Kamu, Karena itu memang hak Kita. Sejak dulu RS ini adalah milik KakekMu, sebelum hal buruk terjadi. " jawab Papanya itu sambil mengingat kejadian itu dan menghela nafasnya.
" Papa akan tetap memperjuangkannya. " kedua bola mata Papanya menatap tajam Al tanpa berkedip. Al menghela nafasnya
saat Papanya berusaha untuk menyakinkannya.
" Terserah Papa ajahlah ... " jawab Al karena tidak enak dengan tatapan Papanya itu
Al menyentuh tangan Papanya sebelum kembali keruangannya. Mamanya hanya pasrah melihat tingkah Mereka berdua yang selalu keras kepala. Mamanya melempar senyum sama Anaknya itu.
" Al keluar dulu iya Ma. " kata Al sambil mencium tangan Mamanya itu.
" Padahal Mama baru saja mau ngajak ngobrol. " protes Mamanya. Mereka hampir tidak pernah memiliki waktu bersama minimal untuk ngobrol biasa, Itu yang membuat Mamanya merasa sedih.
" Lain kali iya Ma. " kata Al mengelus pipi Mamanya dan mengecup keningnya hingga Mamanya tidak bisa berkata kata lagi selain senyum sama Anaknya itu.
" Udah, sana pergi ...."
" Oke Ma... "
Callista mengetuk pintu ruangan Al.
" Masuk. " jawab Al sambil membenarkan posisi duduknya dan melihat siapa yang datang. Dia menghela nafasnya dengan kasar saat mengetahui siapa yang datang.
" Arghh .... Mau apa lagi kesini ??? '' cetus Al sudah malas menatapnya.
" Pak Dokter, Aku ini masih Istri sah Kamu loh !!! Istri menemui Suaminya boleh kan ??? " kata Callista sambil menarik kursi dan duduk didepan Al.
" Gak usah ngaco deh Kamu Callista !!! Aku masih berusaha sabar menghadapimu walau Aku tau kelakuan bejatmu !! " cetus Al.
" Ckcck ... Kamu memang memiliki temperamen yang buruk, Bagaimana keadaan Papamu ??? "
" Hahaha .... Sudah tidak sabar iya ??? " cetus Al sambil tertawa sinis.
" Tidak sabar apa ??? Aku cuma ingin tau keadaan Papa. " jawab Callista mengerutkan keningnya dan berusaha mengelak setiap perkataan Al walau sebenarnya Al sudah tau Dia luar dalam.
Al hanya tertawa sinis melihat sandiwara Callista.
" Papa sudah membaik, Sudah siap melawanmu !!! " cetus Al.
" Oh iya ??? Baguslah. Jadi nanti Papamu bisa menghadiri rapat pemegang saham dengan keadaan sehat. " jawab Callista dan mulai bangkit dari tempat duduknya.
" Cuma itu yang ada dalam pikiranmu, Aku sudah hafal !!! " cetus Al.
" Itu karena Kamu !!! " jawab Callista langsung.
" Kebiasaanmu yang lain adalah mengkambing hitamkan Orang atas kesalahanmu sendiri !!! "
" Ish ..... Menilai keburukan Orang lain memang mudah, Aku pergi dulu !!!! " katanya.
" Jaga dirimu baik baik agar Kamu bisa mengusirku dari hidupmu. " ledek Callista saat hendak membuka pintu ruangan Al.
Al melihat kepergian Callista dengan kesal.
__ADS_1
" Aku sangat baik baik saja hingga ingin melakukan olahraga. " gerutu Al sambil memikirkan Yesline dengan pikiran liar.
" Astafirullahalajimmm ... " kata Al lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
******
Beberapa saat lalu, Callista dan Pamanya Erwin bertemu di sebuah restoran. Callista dan Pamannya itu sedang menikmati jus yang dipesan.
" Kenapa mengajak ketemu pagi pagi sekali Om ?? " tanya Callista dengan mengelap bibirnya dengan tissue.
" Aku mendengar bahwa Papa Al sudah sehat, Memangnya Kamu tidak tau ??? " tanya Pamannya itu mencari tahu dan Callista mengangkat bahunya acuh tak acuh.
" Tanyakah Suami yang hanya diatas kertas itu, Paman sudah tidak sabar ingin menggantikan posisi direktur di RS itu. Mari Kita percepat waktunya, Callista. " kata Paman nya itu bersemangat membuat Callista risih.
Entah kenapa, Callista sudah tidak tertarik dengan permainan balas dendam ini. Dia memikirkan Al yang semakin menjauhinya.
Jika posisi itu benar benar diganti, Tidak ada lagi alasan bagi Al untuk tidak menceraikannya. Callista belum siap untuk itu.
" Sabarlah Om, Tunggu Papa Al benar benar pulih dulu. Jangan sampai di tengah rapat, Ada acara drop lagi " jawab Callista sambil menyeruput jusnya dan Dia tau bahwa Pamannya itu tidak suka dengan perkataannya itu.
" Nanti Callista akan ke RS, Aku akan menemui Al dan menanyakan keadaanya. Setelah itu untuk beberapa hari kedepan Aku ada jadwal full untuk pemotretan di luar kota. " kata Callista.
Pamannya meminta bill sama pelayannya dan langsung membayar tagihannya.
Callista beberapa waktu tidak ketemu Al, Begitu juga Al yang jarang pulang ke rumah.
Meski Dia jahat, Dia layaknya pada Wanita umumnya yang memiliki hubungan baik dengan Suaminya. Tapi takdir membuatnya seperti ini.
Jangankan Al, Nicho juga sudah memperlakukannya dengan buruk. Padahal Mereka sering memadu kasih berdua meski saling tidak mencintai. Hanya hubungan menyalurkan hawa nafsu birahi saja.
Tapi kenapa Yesline yang berprofesi sebagai Wanita malam bisa diperlakukan dengan baik oleh Pria yang menurutnya kelas kakap ??? Wanita itu seperti memiliki jimat dalam tubuhnya.
*
*
*
*
Yesline sedang menonton tv diruang tv dengan saluran ajang perlombaan master chef . Dia tiba tiba ingin makan martabak manis karena melihat acara di TV itu lagi lomba untuk membuat martabak manis.
Yesline jadi tergiur untuk makan itu. Dia ingin menghubungi Al, Tapi Dia berpikir bahwa Suaminya itu pasti sibuk sehingga Dia ingat perkataan Clinton kalau Dia siap siaga dalam 24 jam jika di telepon Yesline.
" Clinton.... "
" Hallo .... ?? "
" Mas Clinton, Aku pengen makan martabak manis, Temanin Aku jalan yuk, Aku mau makan disana langsung. Mas Al pasti sibuk. " kata Yesline dengan penuh semangat.
" Aku juga sibuk Yes !!! " toalk Clinton membuat Yesline cemberut dan mengerutkan keningnya.
" Yah .... Mas !!! Aku aduin sama Al nanti !!! " ancam Yesline dengan manja.
" Iya ampun .... udah mau jadi Mak Mak juga, Masih suka ngadu ngadu ajah !!! " gerutu Clinton.
" Biarin .... Lagian Kamu bilang kan Kamu CEO, Waktunya lebih bebas dari Mas Al. " kata Yesline meledek.
" Iya Aku CEO. Dan baru kali ini Aku tau bahwa Seorang CEO kerjanya mengurus Istri Orang !!! " sindir Clinton.
" Aku lagi ngidam Mas, Nanti akalu tidak dituruti, Mau emang punya ponakan yang tukang ngileran ??? "
" Gak apa apa. Kan bukan Anakku !!! " jawab Clinton tertawa.
" Kalau Mas gak mau, Aku pergi sendiri ajah. " ancamnya.
" Astaga Yes .... Oke deh, Aku Otw. Tunggu !!! "
Clinton langsung menutup panggilan dari Yesline karena Dia berpikir jika Yesline jalan sendiri dan ketemu dengan Callista bisa bisa Dia dibedah langsung sama Al. Padahal sebenarnya Clinton ingin menjaga jarak dari Yesline takut terjadi apa apa yang tidak Dia inginkan.
Yesline tertawa mendengar jawaban Clinton itu dan mengelus perutnya.
Tidak lama, Clinton sampai di Apartemennya dan langsung menekan bel. Yesline langsung buru buru keluar dan membuka pintu karena Dia tau pasti itu Clinton yang datang.
Yesline tertawa melihat ekspresi Clinton yang jutek menatapnya. Dalam perjalanan menuju mobil, Yesline mencubit lengan Clinton karena gemas karena tidak biasanya Clinton diam membisu dan jutek karena biasanya cerewet.
" Sakit Yes .... " cetus Clinton sambil mengusap lengannya bekas cubitan Yesline.
" Habisnya dati tadi Kamu diam ajah, Kayak gak iklas bangat !!! "
" Bukan gitu, Aku masih ngantuk. " jawab Clinton bohong
" Sore sore gini kok masih ngantuk ??? Lagi PMS ??? Jutek amat dari tadi !!!! "
__ADS_1
Didalam mobil, Yesline duduk didepan disamping Clinton. Dia ingin bisa melihat dan memilih martabaknya sendiri dan semoga jam segini sudah buka.
Yesline memperhatikan setiap sudut jalan dan tiba tiba ponselnya bunyi. Sesekali Clinton menatap Yesline.
" Dari Al iya ??? " tanya Clinton yang fokus mengemudi.
" Iya Mas. " angguknya dan langsung menerima panggilan vidio call dari Al.
Yesline memamerkan senyum manisnya saat Al pertama melihatnya dan Suaminya itu mengerutkan keningnya.
" Loh kok dimobil ??? Mau kemana ??? sama siapa ???? "
Yesline langsung mengarahkan kamera belakang dan memperlihatkan wajah Clinton yang nyengir.
" Halo Bro .... Istri Kamu pengen martabak. Tadi Dia nelpon Saya minta diantarin, Lagi ngidam Dia. " kata Clinton menjelaskan. Dia tidak mau ada kesalahpahaman dan Al cemburu atau berpikiran yang macam macam.
Walau Clinton memang ada perasaan sama Yesline tapi Dia tau batasannya. Pasti setiap Laki Laki yang melihatnya akan menyukainya dengan tanpa alasan. Dia juga sedikit menyindir Al yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Clinton tau kalau Al di RS itu adalah wakil direktur sekaligus Domter Senior.
Tapi setidaknya saat ini harusnya Dia bisa membagi waktunya untuk Istrinya dan pekerjaannya.
" Apa ??? kenapa telepon Clinton Sayang ??? Aku 2 jam lagi sudah pulang loh ... " kata Al protes.
" Kalau lagi ngidam mana bisa disuruh nunggu Sayang ???? "
" Janji deh, Lainkali Aku langsung telepon Kamu deh kalau pengen sesuatu. " kata Yesline senyum.
" Oke deh hati hati iya Sayang ... Pulangnya Aku jemput ajah, Nanti shareloc ajah iya. "
" Iya iya. "
" Bro, Jagain Yesline iya. Jaga mata, tangan dan hati Kamu juga. Jangan seperti Nicho yang ijut ikutan suka sama Istri Saya !!! " kata Al melihat Clinton dan dengan sigap Clintong mengacungkan jempolnya.
" Mas !!!! " cetua Yesline melihat kelakuan Suaminya itu uang suka tidak jelas.
Setelah berputar putar mencari martanak yang buka sore, Akhirnya Yesline memutuskan untuk beli di salah satu pedagang kaki lima yang sepi pembeli.
Yesline mengajak Clinton turun dan ikut makan dengannya dilesehan itu. Mereka menikmati udara sore menjelang malam hari disana. Banyak pasangan kekasih dan anak anak yang menikmati malam disana.
Clinton datang membawa martabak dan dua gelas minuman. Lampu disana kurang terang sehingga Clinton menyalakan lampu senter ponselnya. Sebelumnya Clinton sudah mengirim sharloc ke Al.
Clinton mengatur duduknya disamping Yesline. Matanya memperhatikan Yesline yang tak hentinya senyum, Bibirnya sibuk meniup potongan martabak yang manis panas.
" Kita disini seperti pacaran iya Mas ??? " kata Yesline karena memperhatikan sekitar.
" Pacaran sama Kamu ??? Ogah !!! Males berurusan sama Al, bikin apes !!! " gerutu Clinton sambil meneguk minumannya.
" Iya, Cari Wanita single buat dijadiin pacar ath Mas, Nanti Kita double date kan jadinya seru tuh ...." kata Yesline sambil nguyah martabaknya.
" Belum ingin. Wanita bikin ribet. " tolak Clinton.
Setelah kenyang dan puas, Yesline bangkit berdiri dari tempat duduknya.
" Sebagai rasa terima kasih karena sudah menemaniku, Aku nyanyiin satu lagu untukmu, Mas. "
Yesline sangat jago menyanyi karena pekerjaaannya dulu yang biasa menemani tamu untuk karaoke juga ditambah Dia juga hobinya nyanyi membuat suaranya juga merdu.
" Boleh. Aku akan mendengarkannya. " jawab Clinton senyum.
Yesline mulai menayanyikan lagu kesukaannya dengan suaranya yang merdu dan lembut.
Meski ku bukan yang pertama Dihatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang dilangit
Tapi cintaku yang terbaik ......
Suara tepuk tangan terdengar membuat Yesline membuka matanya dan melihat Al sudah berdiri didepannya. Dia langsung memeluk Al, Mencium bibirnya lembut.
" Woe .... Masih ada Orang disini !!! Kalau mau adegan plus plus tolong di tahan iya .... " gerutu Clinton membuat Yesline dan Al tertawa.
" Pulang yuk, lanjut Olahraga dirumah !!! " bisik Al tapi matanya melirik Clinton jail
Clinton yang menyadari tatapan Al bersungut sungut.
" Terus .... Pamer Teross ... "
Melihat tingkah Suami dan Sahabatnya itu membuat Yesline ketawa geleng geleng.
" Saya pulang duluan deh. Aku mau mentalku gak down disindir mulu sama Dokter mesum yang satu ini !!! " gerutu Clinton.
" Hahahah .... hush ... hush .... "kata Al.
__ADS_1
" Udah ah Mas .... Kasihan tuh Mas Clinton. " kata Yesline yang melingkarkan tangannya di pinggang Al dengan mesra.
" Sengaja biar Dia segera nikah. " jawab Al sembari mengangkat tubuh Yesline, Menggendongnya dan membawanya ke mobil.